
Keisha dan amanda memberhentikan lari nya saat ada yang memanggil namanya, mereka pun menoleh.
" kalian... " ucap Keisha dan amanda bersama.
" Hai sha, Hai manda." sapa elena dan Clarissa.
ya mereka yang memanggil amanda dan Keisha adalah elena dan Clarissa tanpa ada xander dkk.
" kalian ada disini juga." tanya Keisha.
" iya gue sama elena sedang lari pagi berdua saja. " Jawab Clarissa.
" sama dong gue juga lagi sama Keisha aja." sahut amanda.
" gimana kalau kita lari pagi nya bersama-sama." usul elena.
" boleh." ucap mereka serentak. mereka pun akhirnya berolahraga bersama.
tak pernah terbayangkan oleh elena bahwa ia akan sedekat ini dengan amanda, dulu jika dia berada dekat dengan nya amanda pasti membully nya. elena bersyukur sekarang amanda sudah berubah, semoga saja terus seperti ini walaupun ingatan nya kembali nanti.harapan nya.
mereka pun berhenti setelah melakukan putaran kedua.
" hosh, hosh, hosh,," nafas mereka pun tak beraturan.
" istirahat dulu yuk di sana." tunjuk elena tepat nya di kursi taman bawah pohon yang kebetulan kosong.
mereka pun menyetujuinya. lalu beranjak menuju kursi itu.
" gila nyerah gue cuma dua putaran juga." kata keisha.
" hah sama sha, kaki gue rasanya lemes banget." ujar Clarissa.
" selonjoran dulu kaki nya jangan ditekuk biar gak keram. " timpal elena.
" hehe iya lo bener." ucap amanda membenarkan. mereka pun meluruskan kaki nya sesuai ucapan elena.
setelah beberapa menit Keisha pun berdiri.
lalu mengajak Clarissa membeli minum, Clarissa pun mengangguk.
" gue sama risa mau beli minum ya kalian berdua tunggu disini aja." ucap Keisha.
" boleh deh deh kalau gak ngerepotin kalian." ucap elena di angguki amanda.
" engga kok, kita pergi dulu ya." ujar Clarissa, mereka berdua pun pergi.
setelah kepergian Keisha dan Clarissa. Amanda pun menoleh pada elena yang ada di samping nya.
" el." panggilnya.
elena pun menoleh pada amanda. " iya. ada apa? "
" gue mau tanya sesuatu sama lo."
" boleh, apa? " tanya elena penasaran lalu membenarkan duduknya menyerong menghadap amanda.
" kenapa lo bisa segampang itu maafin gue dan menerima gue didekat lo? kenapa lo sepercaya itu sama ucapan gue yang mau berubah." tanya amanda yang penasaran dengan jawaban elena.
elena pun tersenyum lalu menjawab. " manusia tak pernah luput dari kesalahan begitu pun lo, gue juga tahu ulah lo selama ini bukan semata-mata karena sikap lo saja, tapi lo juga kemakan hasutan orang lain. orang lain sengaja memanfaatkan sikap lo agar lo terlihat buruk dimata semua orang. obsesi lo terhadap xander membutakan semuanya." tutur elena, amanda pun sadar bahwa sikap amanda dulu sesuai dengan yang dituturkan oleh elena.
" tapi terlepas dari semua itu gue senang saat melihat perubahan lo, jika lo tanya gue sakit hati terhadap perbuatan lo gue akan Jawab iya. gue merasakan sakit hati, kenapa gue yang dibully padahal gue gak melakukan apapun. xander sendiri yang menarik gue masuk kedalam kehidupan nya bukan keinginan gue." ucap elena yang sambil menangis.
melihat itu amanda merasa bersalah ya walaupun bukan perbuatan nya tapi amanda tetap merasa bersalah walau bagaimana pun tubuh ini yang melakukan nya.
amanda pun menarik tangan elena lalu memeluk nya, dia pun ikut menangis " maaf,, maafin sikap gue yang nyakitin lo. gue gak tahu entah harus bagaimana untuk menebus semua rasa sakit lo. lo boleh balas gue lo boleh pukul gue sesuka lo asal rasa sakit itu hilang, lo berhak melakukan nya."
mereka berdua larut dalam tangisan nya, beruntung mereka duduk di kursi bawah pohon yang tidak ramai jadi tidak banyak orang yang memperhatikan mereka.
elena pun melepaskan pelukannya.lalu mereka berusaha meredakan tangisannya.
" el gue benar-benar minta maaf sama lo, maafin atas sikap gue selama ini, gue gak tahu harus melakukan apa untuk menebus semuanya." ucap amanda parau.
" gue udah maafin lo, gue sudah ikhlas semuanya. mungkin itu memang sudah menjadi takdir gue, gue gak bisa membalas lo itu sama saja membuktikan bahwa gue juga tak lebih sama dengan lo. dan dengan melihat perubahan lo, juga dengan tulus nya lo meminta maaf sama gue itu sudah lebih dari cukup untuk gue." ucap elena tulus.
" makasih el, makasih elena sudah maafin gue." ucap amanda sambil memegang tangan elena.
" iya sama - sama... Amanda lo mau jadi sahabat gue." pinta elena.
" ya gue mau jadi sahabat lo. mulai sekarang kita adalah sahabat. jangan sungkan buat bercerita atau apapun itu karena kita adalah sahabat." ucap amanda lalu memeluknya.
" ya kita sahabat." Jawab elena tersenyum.
"ekhemm..."
" ada apa nih kok kalian pada pelukan." ucap Keisha.
amanda dan elena pun melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata mereka.
" loh kalian pada nangis?" ucap Clarissa saat melihat mata amanda dan elena sembab.
" hehe tadi kebawa suasana jadi gini deh." jawab elena.
" eh mana minuman nya haus nih kita." tanya amanda.
Keisha pun memberi kan mereka minuman yang langsung diterima oleh amanda dan elena. mereka pun segera meminum minumannya.
" kalian tadi pada kenapa menangis? " tanya Keisha penasaran.
amanda pun menceritakan semuanya pada mereka.
" gue bersyukur elena baik mau memaafkan semua kesalahan gue padanya. oh ya risa gue juga minta maaf ya sama lo. maaf atas semua sikap gue sama lo." kata amanda pada Clarissa.
" iya gue maafin lo, karena lo udah jadi sahabat elena maka lo juga sahabat gue." jawab Clarissa.
" dan kalian juga jadi sahabat gue." timpal Keisha sambil merangkul elena dan Clarissa.
" iya kita sahabat" ucap amanda ikut merangkul.
mereka pun tertawa bahagia.
selanjutnya mereka saling mengobrol bersama. hingga tak sadar hari sudah semakin siang.
tring.. tring..
terdengar suara handphone yang berasal dari HP elena. ternyata xander yang menghubunginya. elena pun pamit untuk mengangkat nya.
" halo xan. " sapa nya.
" halo sayang, kamu masih di taman?" tanya xander.
" iya aku masih di taman sama Clarissa, amanda dan Keisha."
__ADS_1
" loh kok ada amanda sama Keisha? "
" iya tadi kita gak sengaja bertemu makanya kita berolahraga bersama."
" oh ya kamu ada apa telpon aku."
" kebetulan karena kamu masih di taman. aku dan yang lainnya sedang ada di kafe dekat taman kamu kesini ya nyusul, sekalian makan siang."
" boleh, nanti aku ajak yang lain. bolehkan?, Keisha dan amanda sudah menjadi sahabat aku sekarang."
" boleh sayang. yasudah sampai ketemu aku tunggu, kamu hati-hati. "
" iya sayang, aku tutup ya bye."
" bye." klik elena pun mematikan telpon nya setelah mendapatkan balasannya.
elena pun menghampiri sahabat nya itu.
" guys udah hampir siang kalian gak mau makan siang dulu? " tanya elena.
amanda pun melihat jam tangan nya.
" iya ya udah siang nih, kita makan siang aja bareng." usul amanda.
" boleh makan siang di mana." timpal Keisha.
" emm tadi xander telpon mereka sedang ada di kafe dekat sini, terus ngajak makan siang bareng kalian mau? " tanya elena.
" lo pasti disuruh ke sana ya. yasudah kita ke sana saja." sahut Clarissa.
" em kalian aja deh gue gak enak sama mereka." tolak amanda.
" iya kalian aja gue sama amanda cari tempat lain aja." sambung Keisha.
" ih kalian bareng aja gue udah bilang kok sama xander kalian bareng gue. ya ya ikut. " pinta elena.
amanda pun menoleh pada Keisha, Keisha mengangguk," baiklah kita gabung sama kalian. "
Jawab amanda menyetujui.
" nah gitu dong, yuk berangkat." seru elena. sambil menarik mereka pergi.
"kalian bawa mobil? " tanya Clarissa
" gue tadi bareng sama Keisha jadi Keisha yang bawa mobil." jawab amanda.
" kalau kalian gimana? " tanya Keisha.
" gue juga tadi bareng Clarissa." Jawab elena.
"berarti kita berangkat ke sana masing-masing dong." sahut Clarissa.
" ya iya dong risa, masa kita harus ninggalin mobil kita disini." Jawab Keisha.
" yasudah gak papa gak bareng di mobil kan nanti juga bareng lagi di sana." ucap amanda.
mereka pun sampai diparkiran mobil, lalu mereka pun pergi dari taman itu menuju kafe.
****
setelah beberapa menit mereka sampai di kafe.
mereka berjalan masuk bersama. xander yang melihat kedatangan elena pun melambaikan tangan nya.
" Hai." sapa elena.
" hai juga el." Jawab mereka.
" duduk-duduk. " sambungnya.
" kalian udah lama disini? " tanya Clarissa.
" engga terlalu lama sih." Jawab Gilang.
" ini gue sama Keisha gak papa kalau gabung kalian? kalau kalian keberatan kita bisa cari meja lain. " tanya amanda.
" udah duduk aja." sahut alvaro.
" iya lo dan Keisha gabung aja kita gak keberatan kok." timpal azka.
elena duduk di samping xander sebelah kanan, sebelah kiri ada gilang, lalu azka dan alvaro. di samping elena duduk Clarissa berhadapan dengan Gilang, lalu Keisha berhadapan azka dan amanda berhadapan alvaro.
" yasudah pesan dulu kalian pasti belom makan kan? " ucap Gilang.
xander pun memanggil pelayan. lalu pelayan pun mencatat pesanan mereka setelah nya pergi.
" kalian sudah janjian bareng lari pagi? " tanya azka.
" engga kita tadinya berdua, gue sama elena lalu kita ketemu amanda sama Keisha terus kita gabung deh." Jawab Clarissa.
" kenapa kalian gak ajak kita? " tanya Gilang.
" ya kita mau quality time berdua aja tadinya tapi semenjak bertemu dengan amanda juga Keisha kita memutuskan buat bersama-sama." ucap elena dengan semangat.
" kamu sepertinya senang hari ini? " tanya xander pada elena.
elena pun mengangguk dengan semangat" iya xan, aku senang sekali hari ini karena aku mendapatkan dua sahabat baru hari ini."
" dua sahabat baru? siapa? " tanya azka penasaran.
xander yang mengetahui siapa yang dimaksud elena hanya diam begitu pun dengan alvaro yang sudah menebaknya.
" jangan bilang sahabat baru lo amanda juga Keisha. " tebak Gilang.
" Yups 100 buat Gilang." sahut elena.
" iya mulai hari ini kita sudah menjadi sahabat." timpal Clarissa.
Amanda dan Keisha hanya tersenyum mendengar ucapan elena juga Clarissa. amanda sangat bersyukur elena mau memaafkan bahkan menjadikan dia sahabat nya, sungguh protagonis satu ini memang baik sekali.
" bagus deh kalau kalian sudah jadi sahabat." ujar Gilang.
" berarti karena kalian sudah bersahabat otomatis kalian juga sudah menjadi sahabat kami juga dong." ucap azka.
" ya gue gak masalah kalian mau menganggap gue sahabat atau teman yang penting kalian menerima gue juga sudah senang kok." ujar amanda.
" iya gue juga, gue senang bisa kenal kalian lebih dekat seperti ini." timpal Keisha.
" iya gue juga senang kok dekat lo." goda azka.
" ish kecuali lo ya." ucap Keisha kesal.
__ADS_1
" galak banget sih lo sama gue." ucap azka dengan tatapan seolah tersakiti.
" lo...
ucapan Keisha terhenti karena kedatangan pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.
azka cengengesan melihat wajah Keisha yang semakin kesal.
" udah deh azka jangan ganggu Keisha terus." ucap elena saat pelayan sudah pergi.
" hehehe sorry ya kei gue cuma bercanda kok." ucap azka meminta maaf.
Keisha pun menghela napas kasar." iya gue maafin." ucap Keisha tak ikhlas.
" udah kei gak usah di ladenin si azka mah. " ucap Gilang.
" gitu gimana maksud lo. " sahut azka .
" ya gitu menyebalkan plus ngeselin." ucap Gilang.
" setuju sih gue sama lo." ujar Keisha.
" nyebelin kalian. " ucap azka kesal.
mereka pun tertawa. amanda yang memperhatikan mereka sedari tadi terkekeh geli melihatnya.
" udah ah kita makan aja, laper gue. kalian udah makan?" tanya amanda pada xander dkk.
" udah kok kalian makan aja." ucap Gilang mewakili.
" oh gitu yasudah kita makan. selamat makan girls." ucap amanda.
" selamat makan." Jawab mereka. disaat para cewek makan xander dkk bermain game mereka mabar bersama.
setelah selesai mereka meminta pelayan untuk membereskan piring- piringnya terlebih dahulu.
" habis ini kalian mau kemana? " tanya azka setelah menyelesaikan game nya.
"gue mau pulang aja udah capek" Jawab elena.
" ya sudah nanti pulang sama aku ya." ucap xander.
" tapi aku tadi sama risa." ucap elena merasa tak enak pada Clarissa sebab ia tadi berangkat bersama nya masa pulang Clarissa sendiri.
" engga papa kok el, lo bisa pulang sama xander." ujar Clarissa saat melihat elena yang merasa tak enak.
" yasudah kalau gitu makasih ya risa." ucap Elena tersenyum.
" iya sama-sama."
" kalau kalian berdua gimana? " tanya Gilang pada Keisha dan amanda.
" gue juga mau langsung pulang saja. " Jawab amanda, Keisha pun ikut menyetujui nya.
setelah beberapa menit mereka berada di kafe mengobrol dan berfoto bersama mereka pun memutuskan untuk pulang.
" Hati-hati ya kalian dijalan." ucap Keisha.
" iya kalian juga." balas Clarissa.
lalu mereka pun meninggalkan kafe itu.
setelah sampai di mansion amanda pun segera masuk ke kamarnya. sebelumnya dia mencari orang tuanya tapi salah satu maid berkata bahwa mereka keluar bersama jadinya kini hanya tinggal amanda saja ditemani para maid.
amanda pun membersihkan badan nya setelah itu dia membaringkan nya di kasur tak lama dia pun terlelap.
****
Xavier kini sedang berada di markas geng tiger.
mereka sedang berkumpul bersama untuk membahas rencana tentang pengalihan jabatan hanya ada anggota inti saja yang berkumpul, setelah mendapatkan kandidat yang cocok maka mereka baru akan mengumumkan nya pada yang lain.
" gue rasa rangga anak 11 IPA 2 itu cocok buat gantiin gue sebagai ketua, gue udah perhatikan dia selama ini. bela diri dia sangat handal, sifatnya tegas dan gak gampang terpengaruh. dia cocok menurut gue, gimana menurut kalian? " papar Xavier lalu meminta pendapat yang lain.
" gue setuju sama lo, dia kandidat yang pas buat jadi ketua." ucap justin.
" gue juga setuju." ucap max.
" gue juga setuju ,selama ini gue liat dia selalu membantu anggota lain bahkan selalu memberikan masukan pada orang yang sedang butuh masukan pendapat. dia cocok selain tegas dia pasti bisa memimpin geng ini." ucap nathan.
" untuk wakil apa ada yang menyarankan? " tanya Xavier.
" gue menyarankan lintang dia memiliki sifat yang hampir sama dengan rangga." ucap max
" ah lintang anak ips 1 itu kan?" ucap nathan mastikan.
" iya dia." ucap max membenarkan.
Xavier dan justin pun menyetujui nya karena ternyata penilaian mereka sama. pembahasan itu pun terus berlanjut hingga selesai.
setelah selesai mendapatkan calonnya mereka pun menutup pembahasan itu. mungkin dalam waktu 2 minggu ke depan akan diumumkan, jadi sebelum ujian mereka sudah menyerah kan jabatan nya.
Xavier mengeluarkan ponselnya lalu mengeceknya. ada notifikasi terbaru di instagram elena. ya dia mengaktifkan notifikasi di instagram nya agar ia tahu dan tak ketinggalan tentang elena.
Xavier pun melihat foto unggahan yang di instagram elena, di sana ada elena bersama xander dkk tapi ada yang menarik perhatian nya keberadaan amanda bersama elena membuat nya penasaran.
ia tahu bahwa amanda telah berubah tapi ia tak tahu bahwa mereka kini menjadi dekat bahkan berkumpul bersama.
Xavier terus memandangi foto amanda di sana tak sadar bahwa nathan mengintip nya .
" ehem.. yang lagi ngelihatin doi." goda nathan.
Xavier pun terkejut lalu mematikan handphone nya " apaan sih lo main ngintip saja." kesal Xavier.
" itu tadi amanda kan? sejak kapan mereka deket? " tanya nathan.
Xavier pun mengangkat bahunya menandakan dia tak tahu.
" emang foto apa sih." ucap justin penasaran.
" itu foto amanda sama Keisha kayaknya mereka lagi kumpul gitu tapi di sana juga ada xander dkk dan juga elena sama Clarissa." papar nathan.
"mungkin mereka sudah memaafkan amanda." celetuk max.
" nah iya mungkin saja begitu apalagi si amanda itu udah berubah." timpal justin.
" ya bagus deh lebih baik dia berubah gitu jadi kalem liat nya juga dari pada dulu kasar. " ucap nathan.
Xavier pun dalam hati bersyukur karena amanda telah berubah, dulu ia kesal sekali melihat sikap amanda yang selalu menyakiti elena. dia selalu ingin membela bahkan melindungi elena tapi nampak nya elena sudah ada yang membela dan melindungi nya dia tak lain adalah xander.
melihat amanda yang berubah rasanya dia lega, ditambah amanda berubah menjadi lebih baik dan menggemaskan dimatanya. eh apa, menggemaskan. Xavier pun menggelengkan kepalanya pelan, menepis yang ia pikirkan.
__ADS_1
bersambung.......