Antagonis Novel

Antagonis Novel
34


__ADS_3

" baiklah ibu mengerti, tania ibu tidak menyangka kamu melakukan hal seperti ini. baiklah ibu akan memberikan hukuman setelah orang tua kamu datang besok. ini berikan pada mereka. " ucap guru itu lalu memberikan sebuah surat pada tania.


tania pun menerima nya dengan pasrah.


" baiklah kalian bisa masuk ke kelas sekarang. dan kamu manda jika kamu masih sakit kamu bisa pulang duluan. "


" engga bu saya udah baik-baik saja sekarang. " ucap amanda.


" Keisha terimakasih kamu sudah melapor dan tania jangan lupa berikan surat itu. "


tania dan Keisha pun mengangguk.


" baiklah bu kami permisi. " pamit amanda.


ibu itu pun mengangguk, mereka pun keluar dari ruang bk. amanda pun melihat raut pasrah tania pun tak membiarkan nya, dia pun segera mengajak Keisha ke kelas.


setelah masuk kelas mereka pun memfokuskan diri untuk belajar.


tak lama bel pun berbunyi pertanda pulang.


mendengar bel berbunyi amanda pun bergerak gelisah dia teringat dengan ajakan xavier apakah harus dia menerima nya.


Keisha melihat itu pun menatap nya heran, " lo kenapa? "


" tadi xavier ngajak pulang bareng. "


" terus? emang kenapa kan lo juga udah pernah pulang bareng sama xavier."


" tapi ini masalah nya xavier ngajak gue pulang dan ketemu di parkiran, kan lo tau di parkiran pasti banyak muridnya."


" ya udah lah gak papa toh nanti juga mereka akan tau."


" iya juga sih tapi. "


" udah ah jangan banyak tapi mending kita kesana sekarang." ucap Keisha sambil menarik tangan amanda, amanda pun pasrah saat tangannya ditarik oleh Keisha.


di Koridor mereka bertemu dengan elena, Clarissa dan juga xander dkk. melihat keakraban mereka membuat para murid berbisik-bisik awalnya mereka mengira kalau mereka menjauhi amanda tapi ternyata tidak sedangkan orang yang diomongin memilih abai.


" gimana udah selesai? " tanya elena sambil berjalan beriringan.


" udah cuma tinggal nunggu hukuman nya, karena kata bu nia tadi dia akan diberikan hukuman saat orang tuanya sudah dipanggil."


" hah sampe orang tua dipanggil? " tanya Clarissa kaget.


" huum karena ternyata selama ini dia mengatasnamakan semua sikapnya atas nama gue. "


" bahkan nih ya dia memakai nama amanda untuk mengancam nya kalo tidak bu nia itu akan di pecat." timpal Keisha.


" gila bisa senekat itu dia, sampai ngancem segala. benar- benar meresahkan." kata elena.


" sekarang gue ngerti kenapa dia gak dikasih hukuman berat ternyata karena itu." sahut Clarissa.


" kalian ngomongin apa sih? dia, dia itu siapa? " tanya azka penasaran, tak hanya azka yang lainnya pun ikut penasaran sedangkan xander dia sudah tau sedikit tentang itu lalu yang lain hanya mengetahui tentang siapa pembully elena sebenarnya tanpa tau rencana mereka.


mendengar pertanyaan azka membuat para cewek di depan nya menoleh ke belakang menatap para cowok.


" loh kalian dengerin kita ternyata." ucap amanda.


" ya iya lah orang suara kalian itu kedengeran jelas. " Jawab azka.


" lalu siapa dia yang kalian maksud? " tanya Gilang.

__ADS_1


" dia adalah.... nungguin yaa. " canda Keisha.


" rese lo ya." kesal azka yang menunggu jawaban nya malah dikerjain.


" udah cepetan kasih tau jangan buat kita penasaran deh." timpal Gilang.


" baiklah kita akan kasih tau jadi dia kita maksud adalah tania." ucap amanda.


" jadi yang bully elena tuh beneran tania. " ucap azka memastikan. amanda pun mengangguk.


" gue denger lo juga di bully sama dia tadi." tanya alvaro, amanda pun mengangguk membenarkan.


" iya tadi amanda dibully, gue yang nyaksiin nya sendiri." seru Clarissa.


" lo nyaksiin tapi lo gak bantuin." heran Gilang.


" ya gimana kalo gue bantu rencana kita gagal nanti. tapi gue udah minta bantuan ke Keisha. " ucap Clarissa.


" rencana? rencana apa? " tanya azka.


" iya jadi kita itu. bla.. bla.. " Keisha pun menceritakan semua nya. sedangkan amanda hanya diam sesekali dia mengangguk ikut membenarkan kenapa dia tak ikut menjelaskan karena bibirnya terasa perih jadi Keisha yang menjelaskan semuanya.


" wah gak nyangka gue dia bisa ngelakuin itu." ucap Gilang.


" iya dia bahkan berani mengancam seorang guru." timpal Gilang.


" nah itu lah kenapa kita harus memilah-milih teman, karena jika salah memilih kita yang akan dimanfaatkan." ucap Alvaro setelah menyimak pembicaraan mereka.


mereka pun mengangguk setuju, tak terasa mereka pun sampai di parkiran karena kebanyakan berbincang sampai tak terasa sudah sampai saja.


amanda pun terkejut melihat xavier yang sudah ada di atas motor nya ditemani oleh sahabat nya.


" ah gak terasa kita sudah sampai saja di parkiran, kita berpisah disini deh." ucap Clarissa.


" engga el sekarang amanda ada yang mau anterin." ucap Keisha sambil menggoda amanda.


" apaan sih lo."


" oh ya siapa? " tanya Clarissa penasaran.


" nanti juga kalian tau." ucap Keisha membuat elena dan Clarissa makin penasaran, sedangkan para cowok hanya tak ikut menimbrung.


" udah gih kalian pulang duluan aja." ucap amanda berharap mereka segera pulang.


" engga lo aja kita mau nungguin lo." tolak elena.


" udah sana kasian nungguin lama orang nya." ucap Keisha sambil tersenyum menggoda.


amanda mendengus mendengar nya, karena takut terlalu lama xavier menunggu akhirnya amanda pun memutuskan untuk menemuinya.


" ya udah gue pulang duluan, bye. " pamitnya.


" bye , Hati-hati di jalan." ucap Keisha. amanda pun


melangkah dengan berat sesekali dia menengok ke arah belakang, Keisha pun tertawa melihat nya. amanda pun membalasnya dengan cemberut.


" duh kenapa mereka gak pulang duluan sih. " gerutunya dalam hati.


elena, Clarissa dan xander dkk terus memperhatikan amanda sedangkan Keisha terkekeh geli melihat kelakuan sahabat nya yang pasti kesal karena ulah nya.


mereka terkejut saat melihat siapa yang amanda hampiri, dia adalah xavier yang tengah duduk diatas motor nya. tak hanya mereka namun seluruh murid yang ada di sana pun ikut terkejut.

__ADS_1


" hah pasti besok pagi tersebar gosip." ucap nya dalam hati.


" sudah? " tanya xavier setelah amanda sampai didepan nya.


amanda pun mengangguk lalu xavier pun memberikan helm pada nya, amanda pun segera menghampiri nya.


" oh ternyata ini loh pemilik helm yang ada di loker lo." celetuk nathan yang membuat amanda heran.


ya xavier memang sering menyimpan helm amanda di loker nya agar saat dia mengajak amanda pulang bersama sudah ada.


xavier pun mengabaikan celetukan nathan tapi seperti nya nathan gak akan berhenti untuk menggoda xavier dan amanda.


" wah enak ya yang udah punya boncengan." sambung nathan.


" berisik deh lo, kalo lo mau punya boncengan sana cari." ucap justin.


" dih gak usah dicari banyak mau di bonceng sama gue, emang nya lo. " sahut nathan.


" ya mending gue gak membonceng sembarangan cewek biar kayak xavier yang hanya membonceng cewek yang kita suka. " ucap justin sambil tersenyum jahil yang langsung ditatap tajam oleh xavier, melihat itu justin pun terkekeh geli. max yang mendengar pembicaraan mereka pun hanya menggelengkan kepalanya dia hanya diam dan menyimak saja.


amanda pun dengan segera memasangkan helm nya agar cepat menghindari godaan dari sahabat-sahabat xavier, tapi entah kenapa saat mengunci tali helm itu terasa susah melihat itu pun xavier pun menatap nya heran.


" kenapa? "


" susah. " ucap amanda pelan.


xavier pun menghela napas pelan, " sini."


amanda pun menuruti nya xavier memajukan sedikit badan nya lalu meraih tali itu lalu mencoba memasang nya, amanda terkejut saat xavier memajukan tubuhnya. apalagi dengan posisi seperti ini wajahnya sangat dekat dengan xavier membuat tubuh nya menegang.


mereka yang melihat itu ikut terkejut bahkan ada yang memekik histeris.


" aduh ke uwuan apalagi ini." goda nathan.


xavier mempercepat memasang tali itu yang terasa susah. klik. akhirnya tali itu pun terpasang dengan segera ia menjauhkan badan nya.


amanda pun menghembuskan nafasnya perlahan.


" sudah. " ucap xavier kikuk. sebenarnya bukan hanya amanda yang menegang xavier pun sama entah kenapa dia bisa sereflek itu melakukan nya. saat sadar wajahnya dekat dengan amanda tubuh nya pun sama menegang namun dengan sebisa mungkin ia mempercepat semuanya.


" thanks." Jawab amanda canggung.


xavier pun mengangguk, " ayo naik."


" iya. " ucap amanda lalu dengan segera naik ke motor xavier dengan mudah ia naik karena ia masih menggunakan baju olah raga.


" sudah." ucap amanda setelah naik.


" gue duluan."


" iya hati-hati." ucap justin sedangkan max hanya mengangguk.


" yoi hati-hati bro bawa anak orang. " sahut nathan.


xavier pun mengangguk, lalu menjalankan motor nya dengan kecepatan pelan.


amanda pun menengok ke arah sahabat nya lalu melambaikan tangannya. " bye." ucap nya tanpa suara, mereka pun membalas lambaian tangannya.


" itu amanda sama xavier, sejak kapan mereka dekat." tanya Clarissa penasaran.


" sejak......

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2