
malam pun berganti kini tengah duduk seorang gadis yang sedang menunggu seseorang. tak lama ada seorang laki-laki yang menghampiri nya lalu dia pun duduk di hadapan gadis itu.
" gue pikir lo gak dateng? " ucap gadis itu.
" jangan banyak basa-basi to the point aja apa yang lo maksud kemarin. " jawab laki-laki itu dia adalah haris.
" eits santai dulu lah kita makan dulu gue laper nih belum makan malam jadi lo temenin gue makan." ucap gadis itu sambil menyodorkan buku menu padanya.
haris pun berdecak kesal namun dia pun mengambil buku itu setelah nya mereka pun memesan. sambil menunggu pesanan haris pun bertanya kenapa gadis itu ingin membantu nya.
" gue heran sama lo kenapa lo mau bantu gue? apa lo juga punya masalah sama dia? " tebak nya.
gadis itu pun menggeleng, " gue gak punya masalah sama dia tapi gue cinta sama dia."
mendengar itu membuat haris melongo terkejut," lalu kalo lo cinta sama dia kenapa lo mau bantu gue buat hancurin dia. oh apa lo mau main-main sama gue."
" gue memang cinta sama dia jadi jika gue gak bisa milikin dia maka siapa pun juga gak boleh milikinnya. " ucap gadis itu.
haris semakin terkejut mendengar nya tak lama pelayan pun datang menghampiri mereka sambil membawa pesanannya, setelah itu mereka pun mulai makan.
setelah selesai haris pun segera menanyakan omongan gadis itu kemarin. " sekarang cepat jelaskan omongan lo kemarin."
" lo tau kalo dia sudah punya cewek." ucap gadis itu.
haris pun mengangguk, " lalu? "
" cewek itu lah kelemahan nya kita bisa menghancurkan Xavier lewat cewek itu, dengan kita menghancurkan cewek itu maka Xavier pun akan ikut hancur." ucap gadis itu dengan penuh kebencian.
" kenapa lo yakin kalo cewek itu kelemahan Xavier."
" lo lupa kalo gue sekolah disana sekaligus salah satu sahabat cewek nya, selama ini gue sudah muak akan tingkah mereka. Xavier itu sangat menjaga cewek nya jadi gue yakin kalo cewek itu hancur maka Xavier pun akan hancur. "
" kenapa lo mau hancurin sahabat lo sendiri."
" karena dia sudah rebut cowok yang gue cinta sejak lama, padahal dulu gue udah senang karena dia sibuk mengejar xander namun entah kenapa sialnya dia malah berubah karena amnesia dan lebih sialnya lagi dia malah dekat dengan Xavier."
"terus apa rencana lo selanjutnya? " gadis itu pun tersenyum miring dia pun segera menjelaskan rencana nya.
" lo yakin itu semua akan berhasil? lo tau kan rencana lo itu sangat berbahaya? bagi gue masuk penjara gak masalah karena gue bisa keluar dengan mudah yang gue tanyakan tingkat keberhasilan nya apa lo bisa jamin? "
gadis itu pun mengangguk, " gue jamin rencana gue akan berhasil, lo tinggal tunggu aba-aba dari gue. setelah semua nya berhasil tinggal lo yang eksekusi."
" oke mulai hari ini kita adalah patner lo bisa hubungi gue kalo perlu bantuan, gue tunggu info lo nanti."
*******
2 minggu kemudian...
hari pun berganti setelah pertandingan itu usai para murid mulai beraktivitas seperti biasanya. amanda dan yang lainnya kini sibuk mempersiapkan untuk ujian yang akan mereka hadapi sebentar lagi. hubungan amanda dan Xavier pun semakin erat, bahkan amanda sering di ajak ke markas geng Xavier sehingga membuat nya akrab.
__ADS_1
Berbeda dengan hubungan persahabatan dengan elena dan clarissa entah kenapa amanda merasa bahwa elena seperti tengah menghindari nya. seperti saat ini contoh nya amanda sedang berjalan di Koridor menuju kelas bersama Keisha, mereka pun bertemu dengan elena dan clarissa lalu mereka pun menyapa nya, " Hai el Hai cla kalian baru dateng? " sapa amanda.
" oh iya Hai, iya kita baru dateng. sorry ya kita duluan." ucap elena buru-buru sambil menarik clarissa.
amanda pun menatap heran, " kenapa sih mereka, lo ngerasa gak sih sha mereka kaya menjauhi kita."
Keisha pun mengangguk, " iya gue juga ngerasa gitu tapi gue juga gak tau masalah nya apa perasaan kita gak buat masalah deh."
amanda pun mengangguk, " padahal sebelum nya baik-baik saja kan. oh ya sha tentang omongan lo waktu gue masih belum percaya tapi gue akan terus awasin buat memastikan."
ya Keisha sudah menceritakan kecurigaan nya pada salah satu sahabat nya tapi amanda tak percaya kalo dia seperti itu.
" gue gak akan maksa lo buat percaya, ya lo bisa terus awasin saja jangan sampai lo kecolongan." ucap Keisha.
" ish lo jangan nakutin gue dong."
" ya gak nakutin cuma memperingati jangan sampai lo kecolongan aja, tapi melihat tingkah mereka kayaknya dia sedang merencanakan sesuatu deh."
" kok gue jadi parno gini sih, gue gak habis pikir kenapa dia bisa lakuin itu sama gue apa dia masih dendam sama gue? jadi dia pura-pura aja selama ini."
" udah jangan terlalu dipikirin, lo tenang aja gue akan bantu lo sebisa gue."
" thanks lo memang sahabat terbaik yang gue punya."
di lain tempat.
" gue gak enak deh ngejauhin mereka." ucap elena.
" iya gue juga kecewa sama dia, emm tapi apa gue tanyain langsung aja ya sama dia."
" el, el maling mana ada yang mau ngaku dia pasti ngelak lah apalagi sekarang banyak yang dukung nya, sekarang yang kita lakuin cari bukti agar kita bisa membuktikan nya." ucap clarissa.
" iya lo benar. lo mau kan bantuin gue."
" lo tenang aja dengan senang hati gue akan bantuin lo."
semuanya berawal setelah 2 hari pertandingan, elena yang saat itu baru datang bertemu dengan amanda yang entah dari mana, amanda terlihat sangat senang sekali.
" Hai manda." sapanya.
" Hai el lo baru dateng? "
" iya lo abis dari mana."
"hehe gue abis ngasih suprise."
" oh ya apa tuh."
" rahasia, oh ya btw lo kok sendiri gak sama xander dan yang lainnya."
__ADS_1
" gue tadi bareng mereka tapi mereka malah ke kantin dulu biasa lah cowok."
" oh gitu yaudah kalo gitu gue ke kelas duluan ya, bye el."
" iya bye manda."
elena pun masuk ke kelas menuju bangkunya disana sudah ada clarissa yang sedang memainkan HP nya.
" pagi cla."
" pagi juga el."
" pagi-pagi udah chatingan aja nih."
" siapa yang chattingan gue cuma scroll sosmed doang kok. oh ya el lo gak penasaran sama barang- barang yang ada di kolong meja xander."
memang selama ini kolong meja xander selalu penuh dari makanan, surat dan barang- barang lainnya. xander pun terkadang memperbolehkan nya melihat bahkan mengambil nya tapi elena tak pernah melakukan hal itu jadi xander selalu memberikan nya pada dua sahabatnya.
"kadang penasaran kadang engga. gue gak terlalu peduli sih yang penting xander gak pernah notice balik. "
" iya sih lo hebat aja gak penasaran kalo gue sih pasti gue lihat karena itu penting."
" maksud lo? "
" iya penting jadi kita tau siapa aja orang yang suka sama pacar kita, terus kita juga bisa antisipasi buat kedepan nya."
" gitu ya, tapi kan yang penting gak pernah di notice balik sama xander, xander juga gak peduli."
" bisa aja sekarang dia gak peduli kalo kedepan nya kita kan gak pernah tau."
elena yang mendengar nya pun merasa bimbang dia pun melirik meja xander. apa dia harus melihatnya mumpung xander masih dikantin. pikir nya dalam hati.
" em kayak nya lo benar deh sesekali mungkin gus harus melihat nya. " ucap elena setelah memantapkan hati.
clarissa pun mengangguk, elena pun berjalan menuju meja xander lalu melihat isi di dalam kolong nya, banyak barang-barang pemberian fans xander disana elena pun tertuju pada sebuah surat yang menarik menurut nya dengan pelan dia membuka lalu dia membacanya alangkah terkejutnya dia melihat siapa pengirim nya. ini gak mungkin kan.
elena pun segera mengembalikan barang lainnya dia tak memperdulikan barang yang lainnya yang ia ambil hanya satu surat yang ia baca. dia pun membawa nya pada clarissa.
" gimana? " tanya clarissa.
elena pun memberikan pada clarissa, clarissa pun mengambil lalu membacanya dia pun juga ikut terkejut melihatnya.
" el ini gak mungkin dia kan? amanda? "
elena pun menggeleng, " gue juga gak tau, gue harus tanya ke orang nya langsung." ucap elena lalu bangkit namun clarissa menahan nya.
" jangan el dia gak bakalan ngaku lebih baik kita lihat apa besok dia masih memberikan ini."
elena pun duduk kembali, " iya lo benar, huft apa jangan-jangan yang dia tadi ucapin suprise itu, ini."
__ADS_1
" lo ketemu sama dia? kapan." elena pun menceritakan pertemuan nya dengan amanda tadi.
" hmm bisa aja sih, ya sudah lo jangan dipikirkan dulu siapa tau bukan manda, kita pastikan besok oke." elena pun mengangguk namun raut wajahnya menjadi sayu sedangkan gadis di samping nya tersenyum miring, " kena kau."