
" merasa kalau Xavier berubah, apalagi sama setelah dekat sama amanda dia jadi gak terlalu cuek." ucap nathan.
" ya iya sih tapi bagus juga jadi dia sedikit demi sedikit berubah." Jawab justin.
" tinggal yang ini nih cari pawang dulu biar kayak Xavier." ucap nathan sambil merangkul bahu max namun segera di tepis oleh nya.
" balik." ucap max sambil berjalan, justin dan nathan pun mengikuti langkah max.
mereka pun pergi menuju motor masing-masing lalu pulang.
****
Xavier kini telah sampai di mansion nya dia memarkirkan motor nya lalu bergegas masuk ke dalam.
dia segera mencari- cari keberadaan amanda, Xavier pun menerka mereka ada di ruang keluarga namun hasilnya nihil.
tak patah semangat dia pun pergi menuju dapur namun hasil nya sama.
" kemana ya mereka." gumamnya.
Xavier pun akhirnya memutuskan bertanya pada pelayannya setelah mendapatkan jawaban darinya dia pun segera bergegas menuju tempat amanda.
Xavier pun sampai di gazebo samping pantas saja dia tak menemukan mereka karena letaknya ada di samping mansion.
viera yang menyadari kehadiran abangnya pun segera memanggilnya.
" nah itu abang, abang sini." panggil viera.
Xavier pun mengangguk lalu mendekatinya.
"assalamu'alaikum bun, mom." sapa nya pada bunda dan mommy lalu salam padanya.
" waalaikumsalam." Jawab mereka bersama.
" baru pulang bang? " tanya bunda.
" iya bun." jawab nya.
Xavier tak menyangka bahwa mommy amanda akan ikut karena amanda tak bercerita padanya.
" ada mommy juga ternyata, apa kabar mom? " tanya Xavier.
" iya mommy ikut karena tau amanda mau kesini, alhamdulillah mommy baik." Jawab mommy.
Xavier pun mengangguk tanda mengerti.
" kayaknya bentar lagi jam makan siang deh gimana kalo kita siapin sekarang aja." usul bunda.
" ide bagus tuh ayo udah lama kita gak masak bareng." sahut mommy.
" manda bantu ya." ucap amanda.
" gak usah sayang kamu disini saja bareng Xavier juga viera.ok." ucap bunda.
amanda pun mengangguk pasrah, mommy dan bunda pun beranjak pergi menuju dapur.
viera yang ingin Xavier dan amanda dekat pun memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka.
" oh ya ampun aku lupa kalo ada tugas . kak , bang aku ke kamar dulu ya." ucap viera.
" eh kok gitu, kak manda bantu tugasnya mau? " tawar amanda.
" eh gak usah kak aku bisa sendiri, kakak disini aja. abang temenin kak manda ya." ucap viera lalu beranjak pergi.
" eh tapi.." ucapan amanda berhenti karena viera sudah cepat pergi. amanda merasa canggung bila berduaan dengan Xavier walaupun mereka juga sering berduaan tapi rasanya masih saja canggung.
amanda pun terdiam sambil pura-pura memerhatikan sekeliling nya. Xavier pun melirik amanda yang sedari tadi terdiam dia pun memutuskan memulai pembicaraan.
" lo suka disini." tanya Xavier.
__ADS_1
amanda pun menoleh dan mengangguk, " iya gue suka tempat nya sejuk dan asri." jawabnya lalu menghadap lagi ke depan.
" sama gue juga suka berada disini, di sini adalah tempat gue untuk merileks kan pikiran." ucap Xavier yang membuat amanda menoleh ke arahnya.
" iya bener banget tempat ini memang cocok banget buat rileks, jadi gak perlu jauh-jauh cari tempat rileks. gue juga kalo punya tempat seperti pasti akan menjadi tempat favorit gue. kok bisa kalian kepikiran bikin tempat seperti ini. "
Xavier pun mengangguk, " tempat ini sengaja ayah buat karena bunda suka sama tempat yang asri begitu juga ayah kadang mereka juga sering berada disini. kalo lo suka lo bisa sering-sering kesini. "
" hahaha ya gak mungkin lah gue sering-sering kesini gak enak sama bunda dan ayah."
" ya gak papa bunda dan ayah pasti senang kalo lo sering kesini begitu juga gue."
" iya deh nanti gue akan sering kesini. oh ya btw lo gak istirahat pasti lo capek abis latihan."
" engga, gue gak capek. capek gue langsung hilang setelah ketemu sama lo." ucap Xavier sambil menatap amanda.
amanda yang mendengar nya pun tersenyum malu tapi dengan segera ia menormalkan kembali ekspresi nya " bisa aja lo. gak ada ya istilahnya kayak gitu."
Xavier pun terkekeh, " ada dan gue rasain sekarang."
amanda pun terdiam tak menjawab.
" manda setelah makan siang mau jalan-jalan? " tanya Xavier.
" kemana? "
" kemana aja lo bebas nentuin."
" tapi mommy? "
" mommy pasti sibuk sama bunda."
" iya juga sih." pikir amanda dalam hati.
" boleh? tapi lo beneran gak capek nih ngajak gue jalan."
Xavier pun menggeleng.
Xavier pun mengangguk." iya. memang nya lo mau kemana? "
amanda pun berpikir sambil menopang dagunya.
" emmm kemana ya."
" gue udah lama deh gak ke dufan gimana kalo kita kesana." usul amanda.
" boleh."
" oke kita fix kesana."
tak lama pelayan pun datang memanggil mereka untuk makan siang, mereka pun mengangguk lalu berjalan menuju ruang makan.
disana sudah ada bunda dan mommy yang sedang menata makanan juga ada viera yang baru saja datang.
" wah kayak enak nih." ucap viera.
" pastinya dong sayang apalagi ini masakan bunda dan mommy." ucap bunda.
" wah jadi gak sabar pengen cepet-cepet nyobain." seru amanda.
" ya sudah kalian cepat duduk biar bisa nyobain." suruh mommy.
amanda, Xavier dan viera duduk di tempat masing-masing.
" oke kita mulai makan tapi berdoa dulu di pimpin oleh bang Xavier, ayo bang." ucap bunda.
Xavier pun mengangguk lalu mulai berdoa.
" selesai." ucap nya, mereka pun mulai makan makanannya.
__ADS_1
" wah enak banget ini bun, mom." seru viera.
" iya bener enak banget, memang top deh masakan mommy dan bunda." timpal amanda.
" syukur lah kalo kalian suka ayo makan yang banyak." ucap bunda.
mereka pun mengangguk lalu melanjutkan makannya hingga selesai.
setelah selesai mereka pun berkumpul di ruang keluarga kecuali viera yang pergi menuju kamar.
" oh ya bun, mom Xavier mau izin ajak amanda pergi jalan keluar boleh? " izin Xavier.
" boleh kalian pergi aja." jawab mommy.
" gak papa nih mom? " tanya amanda memastikan.
" iya gak papa kok sayang lagipula mommy masih pengen ngobrol sama bunda mu." jawab mommy.
bunda pun mengangguk, " iya bener banget kalian pergi aja, tapi hati-hati ya."
" ya sudah Xavier ganti baju dulu." ucap nya lalu pergi.
Xavier pun segera bersiap berganti baju dan tak lupa membawa dompet dan HP juga memakai parfum setelah siap dia pun segera turun ke bawah takut amanda menunggu terlalu lama.
" ayo." ajak Xavier pada amanda.
amanda pun mengangguk, " mom, bun kita pergi ya." pamit nya.
" iya sayang hati-hati ya. " ucap mommy, amanda dan Xavier pun mengangguk lalu salam pada mommy dan beralih pada bunda.
" Hati-hati bang, jaga manda ya." pesan bunda pada Xavier, Xavier pun mengangguk.
lalu amanda dan Xavier pun salam pada bunda.
" assalamu'alaikum bun, mom." ucap Xavier dan amanda bersama.
" waalaikumsalam."
amanda dan Xavier pun berjalan keluar mansion.
" kita pakai mobil aja ya takut lo kepanasan." ucap Xavier.
" iya, padahal pake motor juga gak masalah kok cuma panas doang." jawab Xavier.
Xavier pun menggeleng, " gak bagus buat kulit lo nanti gosong lagi."
" lo kira wajan, gosong."
Xavier pun terkekeh, " ya sudah lo tunggu sini gue ambil mobil dulu." ucap Xavier. amanda pun mengangguk.
*****
" aku senang deh mereka dekat seperti itu." ucap mommy.
" iya kinara aku juga senang tadinya aku khawatir karena Xavier susah untuk dekat sama perempuan tapi beruntung dia bisa dekat sama amanda." jawab bunda.
" memangnya Xavier belum pernah dekat sama satu perempuan pun."
bunda menggeleng, " belum dan kamu tau manda adalah perempuan pertama yang bisa di bonceng oleh Xavier."
mommy pun kaget mendengar nya." apa.. yang benar saja. "
bunda pun mengangguk membenarkan, " iya makanya aku khawatir takut Xavier tidak bisa dekat dengan lawan jenisnya tapi sekarang aku lega melihat mereka dekat."
" ya kita berharap saja mereka dekat hingga ke jenjang serius, tapi jika pun tidak kita tak boleh memaksa mereka." ucap mommy.
" iya benar kita tak boleh memaksa biar berjalan sesuai semestinya saja. karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita juga." Jawab bunda.
mommy pun mengangguk tanda setuju.
__ADS_1
bersambung...