
amanda kini berhadapan dengan seorang gadis seumuran dengannya yang tadi memanggilnya.
amanda menatap tak percaya jika mereka bisa bertemu di kehidupan nyata.
" gimana kabar lo? " tanya gadis itu.
" ah,, gue baik. lo sendiri? "
" gue baik. gue senang akhirnya kita bisa bertemu langsung. tadinya gue mau ke rumah lo tapi kita malah bertemu disini." lanjut nya.
" iya gue juga gak nyangka kita bisa bertemu dengan lo lagi, Ramanda."
" hahaha lo ternyata masih ingat nama gue." iya gadis itu adalah Ramanda, jiwa yang mengisi tubuh amanda saat amanda ber transmigrasi ke tubuh amanda putri.
" oh ya btw lo tinggal dimana? " tanya amanda.
" gue tinggal disini juga, tapi gue baru aja balik kesini lagi sekitar 1 mingguan setelah gue bangun dari koma. "
" jadi lo koma? "
Ramanda pun mengangguk, " iya gue koma selama 2 tahun di rumah sakit Amerika dan terakhir kita bertemu adalah hari dimana gue sadar dari koma. setelah itu gue melakukan pemulihan hingga 2 bulan lebih. baru semingguan ini gue balik kesini. "
amanda yang mendengar nya pun terkejut, " lo koma selama 2 tahun. selama itu? "
Ramanda mengangguk, " iya gue kan nempatin tubuh lo hampir 2 tahun."
" iya sih, tapi gue kadang masih gak percaya aja gue bisa ngalamin ini semua."
" iya gue juga, gue bersyukur masih di beri kesempatan untuk kembali ke tubuh gue. dengan begitu gue bisa merubah sikap gue selama ini."
amanda pun mengangguk, " iya gue juga bersyukur bisa kembali ke keluarga gue."
" oh ya lo sendiri disini? " tanya Ramanda sembari celingukan.
" iya sebenarnya gue habis menemui papa dan mama putri, gue ingin melihat keadaan mereka." cerita amanda.
" lalu? "
__ADS_1
"mereka masih terlihat sedih karena kehilangan putri, tapi seperti yang putri bilang terakhir bertemu bahwa mereka akan dikaruniai lagi anak dan ternyata memang benar mama sekarang sedang hamil lagi. itu membuat mereka sedikit melupakan kesedihan, mereka berusaha ikhlas atas kepergian putri." tutur amanda.
" ya syukur lah dengan begitu jadi mereka tak terlalu terpuruk. gue harap mereka sehat hingga lahir nanti."
" amin, gue juga berharap begitu. gue juga tadi sempat makan siang bersama. gue merasa senang bisa ngelakuin itu lagi ya walaupun hanya sebentar."
" gue ikut senang mendengar nya. oh ya manda boleh gak nanti gue main ke rumah lo? gue ingin sekali bertemu dengan orang tua lo. kalo bisa sih gue ingin meminta maaf tapi mereka pasti bingung, jadi gue cuma mau bertemu aja. "
" boleh, lo bisa ke rumah nanti lo kabarin aja.oh ya Ramanda lo sekolah dimana? "
" gue sekolah di global scholl."
" oh di sana. " amanda pun berpikir jika Ramanda sekolah di global apakah nanti dia akan bertemu xander lagi secara nanti akan ada pertandingan.
amanda pun penasaran apakah Ramanda masih menyukai xander, " em Ramanda lo masih suka sama xander? " tanya nya hati-hati.
" sebenarnya gue masih suka sama dia tapi sekarang gue sadar bahwa dia gak akan pernah suka sama gue, jadi gue memutuskan untuk berhenti mengejarnya dan akan berusaha melupakan nya."
amanda pun menghela nafas lega mendengar nya, " syukur lah kalo lo sadar, gue heran deh apa coba yang membuat lo terobsesi ingin miliki xander." ucap amanda heran padahal selama ini xander selalu jahat bahkan dia yang sengaja membuat Ramanda kecelakaan.
" dia adalah penyelamat gue. waktu itu ada satu kejadian dimana di perjalanan pulang ada yang mencegat kami. mereka berniat menculik gue tapi beruntung ada xander yang kebetulan lewat menyelamatkan. disitu gue merasa kagum lalu pas gue tahu bahwa dia memakai seragam yang sama gue langsung mencari tau kelasnya. " ungkap Ramanda.
amanda pun mengangguk mengerti, " gue ngerti perasaan lo, tapi kita gak bisa memaksakan perasaan seseorang agar di juga suka sama kita. Satu-satunya jalan sekarang adalah mengikhlaskan dan berusaha melupakan. gue yakin yang lo rasa itu bukan cinta tapi obsesi karena lo merasa kalah dari elena." ucap amanda memberi pengertian.
Ramanda pun mengangguk, " iya gue akan berusaha untuk melupakan nya.maaf ya atas sikap gue selama ditubuh lo pasti membuat lo susah."
" iya gue maafin kok, tenang aja gue bisa atasinya."
amanda pun melirik jam tangan nya sudah terlalu sore, dia pun segera pamit pada Ramanda.
" oh ya gue harus balik sekarang udah terlalu lama gue pergi takut mommy khawatir."
" iya lo bawa mobil atau di jemput? "
" gue nanti naik taksi." iya amanda memang tak mengabari supir nya untuk menjemput karena terlalu asik dengan Ramanda sehingga dia lupa akan hal itu.
" gimana kalo gue yang anter."
__ADS_1
" gak usah nanti ngerepotin lo lagi."
" gak kok yuk."
" oke deh kalo memang gak membuat lo repot, gue ke kasir dulu." Ramanda pun mengangguk. amanda segera melangkah menuju kasir untuk membayar makanan yang ia pesan setelah selesai mereka pun pergi menuju parkiran.
mereka kini sedang di perjalanan pulang.
" kok lo gak bawa mobil apa gak di izinin sama mommy? " tanya Ramanda sambil menyetir.
" iya sih gue belum di izinin buat bawa mobil dulu, sebenarnya tadi gue di antar supir terus gue suruh aja supir pulang kan gue mau ketemu mama dan papa putri nanti dia curiga lagi."
" terus lo kesana pake apa? "
" taksi online, sebelum nya gue udah pesen taksi jadi saat supir udah pergi gue cus deh kesana."
" iya sih kalo diantar supir pasti dia curiga terus lapor deh ke daddy, tapi lo berani juga ya ke sana sendiri memangnya gak jauh? "
" iya lah daddy pasti curiga kalo tau gue kesana. ya butuh waktu satu jam lebih bisa sampai disana, beruntung supir taksi itu tau alamat nya jadi kita gak perlu muter- muter dan cari jalan. "
" satu jam lebih. jauh juga ternyata. lalu setelah itu lo belanja biar lebih menyakinkan."
amanda pun mengangguk, " iya karena kalo gak gitu gak akan menyakinkan nanti."
" hahaha rencana lo bagus juga ternyata."
setelah beberapa menit mereka pun sampai di depan mansion amanda.
" lo mau mampir sekarang. mommy dan daddy pasti ada di rumah. "ajak amanda.
" boleh."
mereka pun turun lalu melangkah masuk ke dalam.
" assalamu'alaikum. " ucap mereka saat melihat mommy dan daddy yang sedang berada di ruang keluarga.
"waalaikumsalam. loh... "
__ADS_1
bersambung....