
" gue mau minta maaf atas sikap gue waktu itu pada lo elena, gue sadar itu salah dan pasti membuat lo sedikit trauma atau bahkan takut sama gue. tapi gue benar-benar minta maaf itu pun jika lo mau maafin gue." ucap xavier tulus.
elena terkejut dengan ucapan xavier dia tak menyangka jika xavier mau meminta maaf secara langsung padanya. elena pun menatap xander, xander yang ditatap elena hanya mengangkat sedikit bahunya pertanda terserah dengan jawaban elena.
elena pun menghela napas pelan, lalu kembali menatap xavier.
" baiklah gue maafin lo, gue harap sikap lo gak lo lakuin lagi ke cewek manapun yang nanti lo suka, karena itu akan membuat nya sedikit trauma termasuk gue. " ucap elena.
" thanks udah maafin gue."
" udah kan? " tanya xander setelah mendengar ucapan mereka.
" kita mau ke kantin. " lanjutnya.
" iya sudah." Jawab xavier.
" ya udah gue sama xander pergi duluan ya. " pamit elena.
xavier pun mengangguk. setelah kepergian elena juga xander dia pun menghela nafas lega, akhirnya dia di maafkan kini rasa bersalah dihati nya sudah terangkat.
sedangkan xander saat berjalan dia memikirkan sikap nya dulu yang keterlaluan pada amanda bahkan bisa dikatakan fatal. dia dengan sengaja menyabotase mobil amanda hingga dia kecelakaan beruntung dia selamat kalau tidak entah bagaimana xander harus menebus kesalahannya.
dan lebih beruntung lagi dia tak ada yang mengetahui sikap nya karena tak ada sedikit bukti dan jejak yang ia tinggalkan, polisi yang mengecek mobil amanda yang jatuh ke jurang saat sudah di angkat ke atas pun hanya menyatakan kerusakan mobil saja tak ada yang mengira kalau mobil itu di sabotase.
tapi dalam hati xander dia merasa bersalah entah kapan dia akan berani mengakui hal itu pada amanda.
melihat xander yang terdiam membuat elena heran, biasanya xander suka menjahili dan menganggu nya tak seperti sekarang yang hanya diam saja seperti sedang memikirkan sesuatu.
" kamu kenapa? " tanya elena penasaran.
" ah gak papa kok? " kilah nya.
" yakin? kamu seperti tengah memikirkan sesuatu." kata elena curiga.
" ah cuma memikirkan kenapa xavier tiba-tiba meminta maaf sama kamu? " ucap xander bohong.
" ya mungkin dia sudah sadar dan mau mengakui kesalahan nya, justru bagus kan dia berani meminta maaf."
" berani ya." ucap nya dalam hati.
" ah iya mungkin benar seperti itu. "
" sudah lah gak usah dipikirkan lebih baik kita cepat ke kantin sebelum bel masuk, dan juga aku ingin mampir dulu ke UKS melihat amanda. "
" dia masih di uks? "
" heem, tapi sekarang keadaan nya udah baikan."
xander pun hanya mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
setelah nya mereka pun berjalan menuju kantin.
***
di Uks amanda sedang memakan makanan nya, lalu datang lah Keisha membawa makanan. amanda pikir itu petugas PMR yang tadi sempat datang sebentar mengecek, lalu menanyakan tentang keberadaan nya di sana, ternyata bukan dia adalah sahabat nya.
" loh kok udah makan? dibawain siapa? " tanya Keisha.
" ini gue di bawain xavier tadi." Jawab amanda.
" cie yang di bawain ayang, terus ini gimana? "
" apaan sih ayang-ayang segala, lagian ayang siapa coba. yasudah lo makan aja."
" ya ayang lo lah, huh emang gue serakus itu makan dia porsi, sudah lah entar gue kasih ke orang lain aja."
" yasudah ayo makan. tapi thanks ya udah mau bawain gue makan ya walaupun gak bisa gue makan."
Keisha pun mengangguk lalu duduk di samping amanda mereka pun mulai makan. amanda pun makan dengan pelan sesekali dia meringis karena sedikit perih di bibirnya.
" gimana tadi kelanjutan nya? " tanya amanda di sela makannya.
" gue tadi udah ke kelas terus izinin lo sekalian gue juga izin terus gue langsung ke ruang bk buat kasih laporan tentang pembullyan lo, tapi karena terpotong waktu istirahat makanya habis istirahat kita disuruh kesana. tania juga nanti di panggil. " jelas Keisha.
" lo udah tunjukkin buktinya? "
" belum sih cuma gue bilang kita punya bukti, gue rasa guru bk itu berpihak pada tania deh makanya dia gak terlalu memberikan hukuman berat buatnya. "
" tapi emang kenyataan nya kayak gitu kan."
" iya sih. tapi ya udah lah kita liat nanti kalo misalnya tania cuma dikasih hukuman ringan berarti emang benar dia berpihak padanya. "
" tapi gue yakin kalo kasus nya menyangkut lo gak mungkin deh, secara lo kan anak donatur terbesar disini."
" ya semoga aja, mudah- mudahan dengan begini dia bisa sadar."
Keisha pun mengangguk mengharapkan yang sama.
mereka pun melanjutkan makan nya, tepat mereka selesai makan bel pun berbunyi.
mereka pun segera membereskan semuanya lalu beranjak keluar UKS menuju ruang bk.
kini mereka pun sudah berada diruang bk, sebelum nya tadi mereka sempat bertemu dengan elena di perjalanan menuju ruang bk. elena juga ingin menemani nya tapi sayang dia harus pergi ke kelas dikarenakan ada ulangan harian, dengan tak enak hati elena mengatakan nya. amanda pun mengerti dan ia pun mengatakan tak keberatan tentang hal itu. jadi kini hanya berdua dengan Keisha di sini.
" tunggu sebentar tania belum sampai. " ucap guru bk itu yang bernama bu nia.
lalu pintu terbuka yang ternyata tania, saat membuka pintu tania sempat terkejut melihat keberadaan amanda tapi dia segera menormalkan kembali raut wajahnya.
" oke karena sudah kumpul kita mulai sekarang. tania ibu mau tanya apakah kamu membully amanda, tadi ibu mendapatkan laporan dari Keisha juga amanda sempat pingsan dan harus berada di UKS. " tanya guru itu.
__ADS_1
" engga bu saya gak bully dia. malah saya yang di bully ibu kan tahu gimana sikap amanda selama ini." jawab tania yang membuat guru itu ragu, sebenarnya saat mendengar laporan dari Keisha guru itu sudah meragukannya masa orang yang suka bully sekarang malah menjadi korban bully apalagi oleh rekannya.
dan darimana dia tahu karena dia sudah mendapatkan laporan dari para murid yang menjadi korban, sebenarnya yang membully itu kebanyakan oleh tania dan itu atas perintah amanda. juga kenapa tania tak diberikan hukuman berat karena dia mengancam dengan nama amanda bahwa ia akan di pecat jika tak menuruti perintahnya, makanya dengan terpaksa dia menurutinya.
sekarang setelah mendapatkan laporan tentang amanda yang menjadi korban tania membuat nya ragu, melihat keraguan di raut wajah guru itu amanda pun mulai berbicara.
" bu kalo ibu ragu sama saya, saya akan menujukan bukti bahwa memang tania lah pelakunya. "
hal itu membuat tania terkejut, sebenarnya bukti apa yang ia punya, ucap Tania dalam hati.
tania pun sedikit takut dengan hukuman yang nanti akan ia Terima apalagi yang ia bully adalah amanda anak donatur terbesar disini. itu lah mengapa dia terus mengajak amanda untuk bersama nya karena hanya dengan mengatakan nama amanda saja semuanya akan menuruti perintahnya termasuk guru bk itu.
" hah seharusnya dia tadi sedikit bersabar, andai saja tak terbawa emosi tadi mungkin dia takkan mendapat masalah seperti ini. " rutuk tania dalam hati.
" bukti apa yang kamu punya? " ucap guru itu.
amanda pun meminta pada Keisha dan Keisha pun memberikan handphone itu, lalu amanda memberikan nya pada guru itu.
guru itu pun menonton dan mendengarkan ucapan yang ada di vidio itu, walaupun hanya terlihat sedikit karena terhalangi tapi yang ia fokus kan tentang pembicaraan mereka.
tania yang mendengar itu menjadi panik, mati lah dia. kalo sampai orang tua nya tau dia pasti akan di bawa pindah ke rumah nenek nya dan dia tidak mau.
setelah selesai mendengarkan guru itu pun memberikan kembali handphone nya pada amanda. lalu dia menatap tania yang sudah gelisah ditempatnya.
" apa bisa kamu jelaskan? " tanya guru.
" emm itu, itu bukan saya itu pasti editan ah iya editan."
" lo pikir vidio itu bisa di edit apalagi dengan waktu yang cukup singkat, itu kan kejadian tadi pagi." sela amanda membuat tania terdiam.
" ibu heran deh sama kalian bukan nya kalian itu rekan dalam membully orang, dan kamu amanda. kamu sering memperintah tania untuk membully sudah banyak korban yang melapor pada ibu." ibu itu pun menujukkan buku tertulis banyak korban yang melaporkan.
amanda pun mengernyit bingung mendengar nya, seingat dia amanda dulu hanya membully orang yang mendekati xander dan itu pun tak banyak, dia juga membully orang yang tak sengaja menabrak nya dan itu cuma beberapa orang saja jadi gak mungkin sebanyak itu. ah dia tau itu pasti ulah tania dan mengatasnamakan dirinya. pikir amanda.
amanda pun menggelengkan kepala nya, " bu saya memang dulu suka membully orang tapi gak sebanyak ini." kilah amanda.
" ya emang bukan kamu tapi tania dan itu atas perintah kamu."
" gak bu itu gak benar, lalu kenapa ibu diam saja dan tak memanggil saya lalu kenapa ibu tak memberikan hukuman atau sangsi pada tania."
" karena dia mengancam ibu, apalagi kamu anak tunggal dari donatur terbesar disekolah ini, jika ibu memanggil kamu pasti orang tua kamu juga datang dan mencabut dana nya di sekolah ini karena bagaimana pun mereka pasti akan menuruti kemauan kamu .dan untuk tania kenapa dia tak di berikan hukuman berat karena lagi-lagi dia mengatasnamakan kamu karena jika ibu melakukan nya maka ibu akan di pecat. "
amanda pun kini paham kenapa sikap guru seperti itu, tania ini benar-benar meresahkan dia dengan seenaknya mengatasnamakan nama nya pada semua hal dia juga berani mengancam guru hanya dengan namanya. tapi itu juga benar sih mommy dan daddy pasti akan menuruti kemauan amanda dulu karena mereka sangat menyayanginya.
kini tugas amanda meluruskan semuanya agar namanya kembali baik lagi.
" bu itu semua tidak benar saya tidak pernah memerintahkan itu semua pada tania, dan atas ancaman itu saya juga tidak pernah mengatakan nya. jadi sekarang saya minta ibu melakukan tugas ibu, jangan lagi mendengar kan apalagi untuk mereka yang mengatasnamakan saya.
dan saya juga minta ibu memberikan hukuman yang sesuai tak peduli dia anak donatur jika dia salah maka ibu harus menghukum nya."
__ADS_1
" baiklah kalo begitu ibu mengerti sekarang. tania ibu benar-benar gak menyangka kamu seperti itu. sekarang ibu akan memberikan hukuman..... "
bersambung....