
Deg..
tatapan mereka bertemu Xavier dengan cepat membuka tali helm itu dengan sedikit susah payah ia membuka nya, klik akhirnya tali itu pun terbuka.
Xavier dengan segera menjauhkan badan nya. amanda pun dengan cepat membuka helm nya.
" em thanks dari tadi susah banget buat di pasang dan di buka nya." ungkap amanda.
" sini gue liat." pinta Xavier lalu amanda pun memberikan nya.
" duduk di sana aja yuk." ajak amanda ke tempat bawah pohon pinggir danau, melihat Xavier yang keribetan dengan bawaan nya amanda pun berinisiatif untuk membantu nya.
" sini gue bantu."
Xavier pun menggeleng, " gak usah gue bisa kok. yuk kesana."
" ya sudah ayo." mereka pun melangkah pergi ke tempat yang amanda maksud tadi.
setelah sampai mereka pun duduk di rumput tanpa menggunakan alas.
Xavier pun mengecek tali helm itu untuk di perbaiki,amanda pun hanya diam memperhatikan nya. setelah beberapa menit akhirnya tali nya bisa di lepas pasang lagi.
" bisa? " tanya amanda.
Xavier pun mengangguk, " lo belum makan? "
amanda pun menggeleng, " belum gue nungguin lo aja, masa iya gue makan duluan."
" ya gak papa dong kalo leper gak usah nungguin gue."
" engga kok. "
" ya sudah ayo kita makan." ajak Xavier lalu membuka plastik makanan mereka lalu memberikan satu kotak untuk amanda tak lupa dia pun memberikan satu botol air yang sudah ia buka terlebih dahulu barulah setelah nya dia membuka makanan nya. amanda pun mengucapkan terimakasih dan di balas oleh nya.
mereka pun mulai makan makanan mereka.
" tuh kan ternyata benar dugaan gue pantas aja warung itu ramai karena masakan nya enak." ucap amanda di sela kunyahan nya.
" huum masakan nya memang enak tapi masakan lo juga gak kalah enak kok." Jawab Xavier teringat dia pernah memakan masakan hasil amanda waktu dirumahnya.
" hahaha lo bisa aja, padahal gak seenak itu loh."
sangkal amanda.
" emang rasanya enak kok, gue suka." puji Xavier.
pipi amanda memanas mendengar nya dia pun sedikit menyembunyikan wajahnya dengan menunduk, baru kali ini dia di puji oleh seorang laki-laki tentang masakan nya, btw kalo kalian ingin tahu baru Xavier laki-laki yang mencoba masakan nya selain daddy dan papanya baik dikehidupan dulu maupun sekarang.
amanda itu jomblo walaupun banyak cowok yang mendekati nya entah kenapa rasanya susah untuk amanda dekat, tapi sekarang entah bagaimana caranya dia bisa sedekat ini dengan Xavier.
__ADS_1
semuanya mengalir begitu saja tanpa ia pikirkan.
" emm thank atas pujian nya." ucap amanda setelah berhasil mengontrol perasaan nya.
Xavier pun mengangguk dan tersenyum.
" gila senyuman nya bikin gue baper, bahaya Xavier tersenyum gitu. bahaya buat jantung gue. " teriak amanda dalam hati.
mereka pun melanjutkan makan setelah itu tak ada pembicaraan fokus dengan makanannya sambil menikmati pemandangan hingga makanan nya habis.
" oh ya btw lo udah bilang tentang rencana kuliah nanti. " tanya Xavier memulai pembicaraan.
" iya gue udah bilang, kenapa lo tiba-tiba tanya itu."
" gue sebenarnya udah tahu karena mommy lo cerita sama bunda. mommy lo keliatan nya khawatir banget lo sendirian di sana."
ya sebenarnya Xavier tidak mengetahui semuanya apa yang di ceritakan mommy pada bunda, tadi pagi bunda hanya bertanya apakah dia sudah tahu amanda akan lanjut ke luar negeri, Xavier pun mengangguk lalu bertanya dari mana bunda tahu dan bunda menjawab mommy amanda sempat bercerita padanya hanya itu saja makanya dia sekarang bertanya sebagai bahan pembicaraan mereka saat ini.
" oh ya kapan mommy bercerita pada bunda? apa setelah gue berbicara padanya ya. " ucap amanda kaget mendengar Jawaban Xavier tadi.
" iya seperti nya begitu. tapi bunda memberi sedikit pengertian agar mommy lo gak terlalu khawatir tentang lo. "
" em sebenarnya mommy ngira gue akan kuliah disini tapi gue malah memilih untuk kuliah jauh. sebenarnya mommy terlihat berat untuk menyetujui tapi karena daddy memberikan pengertian pada mommy akhirnya mommy pun menyetujui nya tapi harus gue harus mengikuti syarat nya. "
" syarat? "
" itu artinya orang tua lo khawatir dan sayang sama lo apalagi lo anak satu- satunya jadi pantas lah mereka bersikap seperti itu."
" iya mommy dan daddy sangat sayang sama gue, mereka selalu nurutin dan sabar dengan sikap gue selama ini." ucap amanda mengingat sikap nya dulu walaupun bukan dia yang lakuin.
Xavier yang melihat amanda terdiam segera mengalihkan pembicaraan nya dia tahu amanda saat ini pasti sedang mengingat masa lalu nya.
" oh ya tentang pembully an lo tadi gimana kelanjutan nya? "
" hukuman nya besok setelah pemanggilan orang tuanya tania."
" orang tuanya di panggil? kok bisa setau gue dia itu jarang dihukum berat walaupun sering membuat ulah atau membully."
" ya bisa kan ada bukti."
" bukti?"
amanda bingung harus kah ia menceritakan nya tapi selama ini Xavier sering menolong nya bahkan tadi pun dia yang menolongnya. akhirnya amanda pun memutuskan untuk menceritakan nya.
" iya bukti rekaman bahwa tania yang membully gue dan membully elena kemarin."
" rekaman? siapa yang rekam, seingat gue disana cuma ada geng nya tania doang sedangkan Keisha juga baru datang bareng gue."
" emang bukan Keisha yang merekam tapi Clarissa."
__ADS_1
Xavier bingung mendengar Jawaban amanda, karena seingatnya dia tak melihat keberadaan Clarissa disana.
amanda yang melihat Xavier kebingungan pun menceritakan semuanya, Xavier yang mendengar pun menatap nya tak percaya.
" jadi lo mengumpankan diri sendiri."
" sebenarnya tadi gue sempat ngelawan tapi mereka sudah tahu pergerakan gue jadi gue kalah deh apalagi gue diserang oleh empat orang sekaligus."
" ya kalau lihat dari jumlah emang lo kalah, tapi seharusnya lo gak ngelakuin itu sendiri. gue yakin daddy lo udah tau tentang ini."
" maksudnya? gue bahkan belom cerita dan gak akan cerita sama daddy biar gue yang selesaikan ini sendiri."
" lo masa lupa daddy lo adalah donatur terbesar di sekolah dan pastinya daddy lo udah menyewa seseorang untuk menjadi mata-mata lo dia pasti tahu apapun yang terjadi sama lo."
amanda pun menepuk keningnya pelan, dia melupakan hal itu. apa yang Xavier cerita kan memang benar dan daddy gak akan tinggal diam mendengar semua ini. selama ini semua sikap amanda dulu di sekolah sudah di ketahui oleh daddy dia pun yang membereskan semuanya tanpa amanda tahu dan tentang mata-mata memang benar daddy memilikinya. dari mana amanda tahu ya dari buku novel yang ia baca dulu sebelum ia masuk lagi ke tubuhnya yang sekarang.
" hah lo benar daddy pasti sudah tahu dan daddy yang akan turun tangan menyelesaikan nya."
" sudah lah biar daddy lo yang bantu karena mungkin dengan bantuan daddy lo membuat tania jera apalagi dengan seenak nya dia memakai nama lo."
amanda pun mengangguk pelan." iya semoga saja."
untuk beberapa saat mereka pun diam. matahari pun bergerak turun ke bawah pertanda hari mulai sore. amanda pun mengajak Xavier untuk pulang dan Xavier pun menyetujuinya.
di perjalanan mereka hening tak ada pembicaraan lagi hingga mereka sampai di mansion amanda. setelah motor Xavier berhenti amanda pun turun lalu membuka helm nya, dia pun memberikan helm itu pada Xavier tapi Xavier menahannya. amanda pun menatap nya bingung.
" kenapa? "
" gue mau mulai sekarang lo pergi dan pulang sama gue."
" tapi.-"
" gue tahu lo pasti gak mau ada gosip tentang itu, tapi mau bagaimana pun gosip itu pasti nya sudah tersebar. gue mau kita mulai pendekatan sesuai yang di inginkan orang tua kita salah satunya dengan pulang dan berangkat bareng." pinta Xavier.
" lo juga bisa pulang dan pergi sesekali dengan Keisha gue gak melarang tapi gue harap lo mau ikutin permintaan gue ini sekarang." lanjut nya.
amanda pun menghela napas pelan yang dikatakan Xavier memang benar gosip tentang mereka pasti sudah tersebar, amanda pun mengangguk pelan. Xavier tersenyum melihat itu lalu tangan nya mengarah pada rambut amanda lalu mengelus nya.
" ya sana masuk maaf gue gak bisa mampir udah sore, sampein salam gue sama mommy. "
" heem, lo Hati-hati." jawab amanda sambil tersenyum lalu melangkah masuk pintu mansion.
Xavier pun mengangguk lalu memakai helm nya kembali setelah itu menyalakan motor nya setelah melihat amanda masuk dia pun pergi.
amanda yang diam di belakang pintu pun menengok ke arah Xavier yang sudah melaju pergi, hingga deheman seseorang mengagetkannya.
" ekhem. "
bersambung...
__ADS_1