Antagonis Novel

Antagonis Novel
70


__ADS_3

setiap hari amanda merasa bahwa elena semakin menjauhinya, amanda bahkan selalu berniat untuk berbicara dengan nya namun selalu di tolak oleh elena beruntung ada Keisha yang ada di samping nya sehingga ia tak merasa sendiri.


" sha lo yakin? "


" iya gue yakin info yang gue dapet gak mungkin salah." ya Keisha sudah mendapatkan info tentang elena walaupun belum semuanya pasti.


" jadi selama ini elena sering ambil barang di kolong meja xander yang berasal dari fans xander."


Keisha pun mengangguk, " cuma yang gue heran siapa pengirim barang itu dan apa hubungannya sama menjauhi lo."


amanda pun menggeleng, " entah lah padahal gak ada hubungannya kan barang itu sama gue, kan itu berasal dari fans nya xander."


" iya gue juga bingung secepatnya kita harus cari tau. "


amanda pun mengangguk dengan cepat, " iya kita harus cari tau secepatnya."


" lo juga gak penasaran gitu sama kolong meja Xavier, pasti punya dia banyak." goda Keisha.


" hahaha gak ah buat apa lagian urusan itu udah diurus sama nathan."


" huh pasti si nathan itu kesenengan tiap hari karena selalu panen makanan dari meja Xavier."


" ya iya lah gue sih heran kenapa mereka gak ada bosen nya kasih barang-barang ataupun makanan padahal mereka juga tau orang yang dia kasih gak pernah ngambil itu. "


" tanya ke diri lo juga, lo juga sama kan dulu kayak gitu gak ada bosen nya."


" sialan lo."


" hahaha."


" kantin yuk bentar lagi juga bel."


" ayok." mereka pun beranjak pergi ke kantin karena kelas mereka sedang jamkos dan waktu istirahat pun sebentar lagi tiba sehingga mereka memutuskan untuk pergi ke kantin.


suasana kantin pun masih terlihat sepi hanya beberapa orang dari kelas nya yang ada disana juga.


tringggg..... bel istirahat pun berbunyi para siswa mulai berdatangan. amanda pun telah mengabari Xavier bahwa ia telah ada di kantin.


Xavier dan para sahabat nya pun datang menemui amanda.


" bu ketu udah ada di kantin aja." ucap nathan.


" iyalah kelas kita sedang jamkos makanya gue udah ada disini." jawab amanda.

__ADS_1


" sudah pesan? " tanya Xavier.


" sudah kamu juga sudah aku pesankan." jawab amanda.


" terimakasih sayang." ucap Xavier sambil mengusap rambut amanda.


amanda pun mengangguk.


" enak ya yang udah punya pacar ada yang perhatian." celetuk nathan.


" makanya lo cari pacar sono." ucap Keisha.


" lo aja mau gak jadi pacar gue? " ucap nathan.


" ih sorry gak minat." tolak Keisha, mereka pun tertawa mendengar perdebatan mereka berdua.


saat mereka sedang asik tiba-tiba ada yang menjatuhkan minuman pada amanda.


" ah ma-maaf kak aku gak sengaja." ucap orang itu.


" lo bisa hati-hati gak sih." sentak Xavier marah.


" ma-maaf kak aku beneran gak sengaja tadi." ucap orang itu sambil menunduk.


amanda pun menghela nafas pelan, " hufft udah vier gak papa kok masih bisa di bersihkan kok, udah gak papa lo bisa pergi."


" gue anter." ucap Keisha.


" iya." amanda dan Keisha pun pergi menuju toilet di lain tempat Xander sedang berada di rooftop bersama sahabat nya mendapatkan pesan dari nomor baru.


" Xan ini aku elena tolong aku, aku terkunci di gudang belakang." isi pesan itu xander pun bergegas menuju gudang belakang.


amanda pun telah membersihkan noda di baju nya tiba-tiba ada pesan masuk, amanda pun membuka nya dia mengernyit heran karena itu dari nomor baru.


" sayang ada suatu hal yang harus ku bicarakan temui aku di belakang sekolah ya. " isi pesan itu.


"siapa? " tanya Keisha.


" Xavier tapi aneh pake nomor baru." ucap amanda.


" iya ya, trus lo mau kesana."


" takut nya iya ini Xavier jadi gue harus kesana."

__ADS_1


" yaudah ayo gue temenin." amanda pun mengangguk namun saat mereka melangkah.


" aduh." ringis Keisha.


" kenapa? "


" gue sakit perut deh gue harus ke toilet dulu lo mau nunggu apa duluan."


" kalo nunggu ntar keburu masuk lagi kayaknya gue juga sebentar disana nanti balik lagi ke kantin, jadi lo nanti ke kantin aja."


" yaudah deh oke, sorry gue udah gak tahan."ucap Keisha lalu pergi masuk toilet. amanda pun menggelengkan kepala nya dia pun pergi menuju belakang sekolah.


di belakang sekolah xander berjalan dengan cepat menuju gudang dia pun berusaha membuka gudang yang terkunci sambil memanggil nama elena. xander pun segera mencari-cari alat untuk membuka pintu tatapan nya tertuju pada kunci yang tergeletak di bawah berasa jauh dari letak pintu.


Xander pun segera mengambilnya lalu membuka pintu itu setelah itu Xander masuk mencari elena namun gudang itu terlalu gelap sehingga Susah untuk Xander mencari elena namun a


Xander terus mencari dan masuk lebih dalam lagi, " sial kenapa gudang ini sangat luas." ya gudang itu memang sangat luas karena untuk menampung semua barang keperluan sekolah.


saat Xander masuk amanda baru saja datang, amanda pun segera memanggil Xavier, melihat pintu gudang terbuka amanda mengira bahwa Xavier berada di sana amanda pun melangkah kesana.


" apa Xavier ada di dalam." namun belum sempat amanda pergi tiba-tiba ada yang mendorong nya masuk pintu pun terkunci dari luar.


" beres tinggal satu misi lagi dan boom semua nya hancur." ucap orang itu lalu pergi.


amanda pun menggedor - gedor pintu berharap pintu terbuka namun nihil pintu tetap tertutup.


Xander yang mendengar gedoran pintu itu segera mencari sumber suara itu.


" el, elena." panggil Xander.


amanda pun berbalik namun sorot cahaya senter Xander membuat nya menutup mata, Xander pun menatap gadis di depannya.


" manda? " panggilnya. amanda yang merasa terpanggil pun membuka matanya, " Xander? kok lo ada disini."


" gue sedang cari elena katanya terkunci disini tapi gak ada lo sendiri? "


" gue mau ketemu Xavier tadi dia nyuruh gue kesini tapi tadi ada yang dorong gue terus pintu nya dikunci diluar."


" tapi aneh nomor Xavier pake nomor baru." lanjutnya.


" gue juga sama." Xander pun tiba-tiba menyadari, " **** kenapa gue bego percaya gitu aja."


amanda pun heran, " maksud lo."

__ADS_1


" kita di jebak."


" hah di jebak."


__ADS_2