
"ekhem.. " amanda pun menoleh melihat siapa yang ada di belakang nya ternyata mereka adalah sahabat-sahabat xavier dan yang berdeham tadi adalah nathan sambil tersenyum menggoda.
sedangkan xavier yang melihat nya pun mendengus dan menatapnya malas karena sudah tahu pasti nathan yang berulah.
" aduh masih pagi sudah menebar keuwuan. " ucap nya.
" udah deh nat jangan ganggu mereka mulu." sahut justin.
" ye siapa juga yang gangguin, orang gue mau ingetin biar mereka gak membuat para murid iri melihatnya." timpal nathan.
mendengar itu pun amanda pun mengedarkan pandangan nya ternyata benar banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka.
" termasuk lo." sahut max.
" engga lah ngapain gue iri. gue juga bisa kok kayak gitu." jawab nathan.
" em vier gue ke kelas duluan ya. " xavier yang mendengar nama yang disebut amanda pun bingung.
" vier? siapa."
" nama lo kan xavier karena kepanjangan gue panggil vier aja gak masalah kan." xavier pun tersenyum mendengar nya.
" engga kok senyaman nya kamu saja. "
" ya sudah gue ke kelas duluan ya."
" gue anter."
" eh gak usah, gue bisa sendiri kok."
" udah yuk." ucap xavier tanpa mendengar penolakan amanda bahkan dia pun menggenggam tangannya, amanda berusaha untuk melepaskan tapi genggaman tangan xavier sangat kuat dia pun akhirnya mengalah.
" em kita duluan. " teriak amanda pada para sahabat nya xavier.
nathan, justin dan max pun mengangguk.
amanda menunduk hal ini pasti membuat para murid semakin membicarakan nya, bahkan sekarang sudah terdengar teriakan histeris dan bisik-bisik mereka. huh mereka berbisik tapi dengan suara keras itu sama saja bukan bisikan. ucap amanda di dalam hati sambil mendengus kesal.
xavier melihat itu pun hanya diam dia bahkan abai saat para murid berteriak dan berbisik tentangnya.
kini mereka telah sampai di depan kelas amanda.
" thanks udah anterin gue tapi seharusnya lo gak usah begini juga gue bisa kok sendiri." ucap amanda .
xavier pun menaikkan sebelah alis nya, " kenapa memang lo gak mau gue anter begini. bukan nya kalo sepasang kekasih seperti ini." ucap xavier dia tak mempunyai pengalaman apapun tentang perempuan dia hanya melihat mereka yang berpacaran selalu melakukan seperti ini jadi dia pikir tak salah untuk mencobanya.
" tapi kita bukan sepasang kekasih. " bantah amanda.
" memang kenapa? oh apa lo mau kita menjadi kekasih sekarang." ucap xavier salah mengartikan.
amanda pun menggeleng cepat, " ih bukan, bukan itu."
" lalu? "
__ADS_1
" gue cuma gak terbiasa saja dan gue merasa ini terlalu berlebihan." Jawab amanda pelan, sejujurnya dia merasa tak nyaman di perlakukan seperti ini karena ini adalah hal pertama kali oleh nya.
" nanti juga akan terbiasa dan menurut gue ini gak berlebihan kok." jawab xavier.
amanda pun menghela napas pelan. " ya sudah terserah lo saja. gue masuk dulu ya."
xavier pun mengangguk, " iya belajar yang benar nanti istirahat gue jemput."
"eh gak usah ketemu di kantin saja."
" huh baiklah. ya sudah sana masuk." ucap xavier.
" gimana gue mau masuk kalo tangan gue masih lo genggam gitu." ucap amanda sambil melirik ke arah tangan mereka.
xavier pun melepaskan genggaman nya lalu menggaruk tengkuknya pelan, " eh em sorry gue lupa lepas."
amanda pun terkekeh pelan melihat xavier yang terlihat salah tingkah, " iya gue masuk ya. bye sampai ketemu di kantin nanti."
xavier pun mengangguk dan amanda pun melangkah masuk ke kelasnya. setelah amanda masuk xavier pun melangkah pergi menuju kelasnya.
" cie yang dianterin ayang beb. " ucap Keisha saat amanda telah sampai di mejanya.
" ih apaan sih lo geli tau denger nya."
" geli apa malu. hahaha."
" wah ngeselin nih anak."
" hehehe iya deh iya. oh ya btw apa daddy lo akan ke sini."
" iya sih apalagi saat lo di sakitin pastinya buat daddy marah. eh tapi gue penasaran deh apa ya hukuman yang di Terima oleh tania."
" kita lihat saja nanti. gue rasa dia akan dikasih hukuman skorsing deh karena kesalahan nya banyak."
" gue rasa juga iya, apa mungkin dia akan pindah nanti."
" kayak nya gak mungkin deh karena bentar lagi kita juga lulus."
" jadi makin penasaran deh."
tringgg...
bel pun masuk mereka pun menghentikan obrolan nya setelah guru masuk dan mulai belajar. amanda dan Keisha pun fokus mendengar dan mencatat hingga suara ketukan pintu menghentikan aktifitas mereka.
tok... tok...
" masuk. " ucap guru.
" assalamu'alaikum bu." ucap murid itu.
" waalaikumsalam ada apa? "
" maaf mengganggu bu, tapi tadi saya di suruh bu nia untuk meminta amanda dan Keisha untuk ke ruang bk."
__ADS_1
" baiklah terimakasih kamu bisa kembali ke kelas."
" iya bu, assalamu'alaikum."
" Keisha amanda kalian di panggil ke ruang bk. sana temui bu nia."
" baik bu. kami permisi."
setelah kepergian amanda dan Keisha para murid di kelas saling membicarakan nya dan dihentikan oleh guru yang sedang mengajar. mereka berpikir ini ada kaitannya dengan pembully an elena waktu itu.
amanda dan Keisha pun sampai di ruang bk lalu mereka pun mengetuk pintunya. setelah mendapat jawaban mereka pun masuk.
amanda sedikit terkejut melihat daddy nya sana tapi itu sebentar lalu menormalkan kembali raut wajahnya, begitupula dengan Keisha dia pun terkejut namun dengan segera menormalkan raut wajahnya.
amanda dan Keisha pun di persilahkan duduk, lalu mereka pun duduk di kursi yang kosong di samping daddy amanda. amanda menatap tania yang duduk dengan menunduk sambil memainkan kukunya lalu suara bu nia membuat ia mengalihkan pandangan nya.
" baiklah karena sudah kumpul semua mari kita mulai."
" begini bu pak saya ingin menjelaskan kenapa anda selalu orang tua di panggil untuk datang kesini." bu nia pun menjelaskan semuanya.
orang tua amanda pun dengan seksama mendengar kan penjelasan bu nia.
mereka terkejut dengan penjelasan yang mereka dengar sedangkan tania menjadi semakin gelisah ditempatnya.
" saya benar-benar kaget mendengar nya bu, saya tak menyangka bahwa anak kami akan melakukan hal seperti ini." ucap ayah tania saat bu nia selesai menjelaskan.
" iya saya juga tak menyangka hal itu, jika amanda tak menjelaskan mungkin saya pun gak akan pernah tahu." ucap bu nia.
" saya tak menyangka bahwa akan ada kejadian seperti ini apalagi yang menjadi korban nya adalah anak saya sendiri." sahut daddy.
orang tua tania pun menatap ke arah daddy mereka tahu siapa orang yang ada di depan nya itu, pengusaha sekaligus donatur terbesar di sini hal ini pasti akan membuat nya marah.
" kami benar-benar minta maaf atas sikap nya tania. kami benar-benar tak menyangka jika dia akan berbuat seperti ini." ucap ayah tania
" nona amanda ibu selaku mamanya tania minta maaf atas hal yang dilakukan nya pada mu, saya harap nona amanda ini bisa berbesar hati memafkan nya. saya tidak akan meminta untuk meringankan hukuman nanti ibu hanya ingin meminta maaf saja." ucap mama tania.
" tante gak usah seperti itu saya akan memaafkan tania tapi tidak untuk meringankan hukuman nya, saya harap tante mengerti. saya ingin tania sadar dan berubah." Jawab amanda.
" iya Terimakasih atas kemurahan hati nona, saya tidak akan meminta hal itu."
" dan untuk tuan edgar kami benar-benar meminta maaf atas hal yang dilakukan putri kami terhadap putri anda, kami janji hal ini takkan terulang lagi." ucap ayah tania.
" ya karena putri saya sudah memaafkan maka saya juga akan memaafkan nya tapi sesuai dengan yang di ucap kan putri saya hukuman tetaplah hukuman." Jawab daddy.
"terimakasih, iya kami mengerti." ucap ayah tania.
" baiklah saya dan guru lain kemarin sudah berdiskusi tentang hukuman tania dan hukuman nya adalah tania akan di skorsing selama 2 minggu. dan saat waktu skorsing tania diwajibkan datang ke sekolah untuk membersihkan perpustakaan juga mengambil tugas tambahan dari guru sesuai jadwalnya. mengerti tania."
amanda dan Keisha yang mendengar nya pun kaget, untuk membersihkan perpus sih masih oke tapi untuk tugas tambahan dari setiap guru mata pelajaran itu akan membuatnya pusing, memikirkan itu pun amanda jadi ikut pusing.
tania yang mendengar nya pun hanya mengangguk pasrah, selama dua minggu kedepan akan menjadi hal yang melelahkan untuk nya, belum lagi hukuman dari orang tua nya yang pasti suka menanti nya.
setelah itu pun selesai, lalu mereka pun pamit meninggalkan ruang bk. amanda dan Keisha pun tak lupa pamit pada daddy, daddy pun mengangguk. setelah nya amanda dan Keisha bergegas melangkah menuju kelas namun terhenti saat ada yang memanggilnya.
__ADS_1
" amanda."
bersambung...