Antagonis Novel

Antagonis Novel
31


__ADS_3

amanda pun sudah memikirkan ide, ketika mendapatkan nya amanda pun segera memberitahu kan pada mereka.


" gue ada ide." ucap amanda.


" apa." Jawab mereka serempak.


amanda pun akan menjawabnya tapi terpotong dengan kehadiran ibunya elena.


" waduh lagi ngomongin apa nih seru banget kayaknya." ucap Ibu elena.


" hehehe biasa lah bu omongan para cewek." Jawab Clarissa.


" yasudah ini minuman kalian dan ada cemilan dimakan ya." ucap Ibu.


" wah makasih ya bu, jadi ngerepotin." ucap amanda.


" gak papa nak manda gak ngerepotin kok. ibu keluar dulu ya kalian lanjutin aja ngobrol nya." ucap nya lalu keluar.


mereka pun mengangguk, setelah itu mereka melanjutkan pembicaraan nya.


" ayo lanjut." ucap Keisha penasaran dan di angguki oleh Clarissa dan elena.


amanda pun menjelaskan ide nya itu.


" gini kita tahu dari dulu tania membully karena dia ada gue di depan nya kalian pasti tahu kenapa itu."


ucap amanda.


" ya karena orang tua lo donatur terbesar disekolah jadi guru pun segan menghukum lo." sahut Keisha.


" yup betul dan kita juga tahu tania membalas lebih bagi yang melapor." sambung amanda.


" ya itu juga yang membuat gue gak melapor walau xander ingin tapi gue gak mau karena akan percuma tania itu pintar membalikkan keadaan. dan pasti gue akan lebih di bully" timpal elena.


" jadi apa rencana lo? " tanya Clarissa.


" gue yang akan menjadi korban nya." sahut amanda.


" maksud lo? " tanya Keisha tak mengerti.


" begini gue nanti akan ketemu dengan tania di toilet untuk buat dia mengaku kejadian ini, dan salah satu dari kita ada yang merekam nya. dan untuk saat ini buat seolah-olah kalian menjauhi gue karena kejadian ini." tutur amanda.


" terus kalo lo di bully gimana?" tanya elena khawatir.


" lo gak usah khawatir el, gue sebisa mungkin melawan mereka dan menjaga diri gue, ya mungkin gue akan sedikit mengalah agar rencana kita berhasil. " jelasnya.


" lo yakin? " tanya Clarissa.


" iya, tapi kita butuh seseorang buat pantau tania. agar kita tau kapan tania keluar kelas atau ke toilet."


" soal itu gue punya teman di kelas tania jadi gue bisa minta tolong buat pantau pergerakan nya. " ucap Keisha.


"nah bagus kalo gitu, dan untuk lo el, lo harus jelasin ini ke xander tapi suruh dia juga bersikap kayak kalian nanti.." pinta amanda pada elena.


" oke gue akan jelasin nanti." Jawab elena.


" lalu yang merekam siapa? " tanya amanda.


" biar gue aja. nanti gue akan pergi duluan sebelum tania masuk." ucap Clarissa.


" tapi gimana kalo tania curiga, kalo salah satu kamar mandi tertutup pasti dia akan curiga dan memeriksa nya." tanya elena.


" untuk itu kita perlu siapin kertas dan spidol kita buat tulisan di depan pintu salah satu toilet dengan kata toilet rusak. jadi tania gak bakalan curiga. " Jawab amanda.


" wah ide bagus. lo benar dengan begitu tania pasti gak curiga." sahut Clarissa.


" oke bagus semuanya sudah, jadi kita lakuin besok. " Jawab amanda.


mereka pun mengangguk tanda setuju.


" oh ya el ibu lo gak tahu kenapa lo bisa kayak gini? " tanya amanda penasaran.


" ibu gue gak tahu karena gue selalu pulang setelah sedikit membaik, itu semua karena xander. gue gak mau ibu khawatir. " Jawab elena.


" terus besok lo sekolah. " tanya Keisha.


" gue udah baik- baik aja kok, jadi masih bisa sekolah besok. "


" lo hebat el bisa ngelakuin semuanya sendiri. dan lo juga baik banget bisa maafin gue." ucap amanda.

__ADS_1


" gak sendiri Karena ada xander dan juga kalian di samping gue. gue maafin lo karena gue tahu lo tulus dan benar-benar pengen berubah."


" aaa gue jadi terharu." ucap amanda lalu memeluk elena di ikuti oleh Keisha juga Clarissa.


" semoga kita persahabatan kita terus terjalin walaupun suatu saat kita berpisah." harap elena. mereka pun mengamini harapan elena.


setelah menghabiskan beberapa jam di rumah elena, kini amanda tengah duduk bersama kedua orang tuanya setelah makan malam.


"manda." panggil daddy.


amanda pun menoleh, " iya dad ada apa? "


" daddy mau tanya sebentar lagi kamu lulus lalu kamu mau lanjut ke kampus mana? "


amanda pun bingung, apakah dia harus membicarakan nya sekarang tapi kalau tidak sekarang kapan lagi. pikirnya.


amanda pun memberanikan diri untuk membicarakan nya. " em daddy boleh gak kalau manda lanjut di kampus luar negeri." ucap manda ragu.


" luar negeri? kampus mana? " tanya daddy.


" Harvard."


" Harvard? mommy kira kamu mau lanjut disini saja biar gak jauh sama mommy." ucap mommy sedih dan khawatir.


" amanda pengen kuliah di sana mommy, itu pun kalau kalian ngizinin. kalau engga juga gak papa." ucap amanda pelan.


daddy pun menghela napas pelan sebenarnya daddy pun sama dengan mommy yang khawatir jika amanda jauh, tapi melihat amanda sedih daddy jadi merasa sedih juga. daddy pun menenangkan mommy.


" mommy kita kan nanti bisa jenguk amanda jadi mommy gak perlu sedih. atau kalo mommy mau kita ikut pindah kesana? " ucap daddy yang membuat amanda menatap nya dengan penuh harap.


" tapi kan kalau kita pindah gimana dengan kerjaan daddy pasti susah. " ucap mommy.


mommy pun menghela napas pelan sungguh pilihan dilema mommy pun menatap amanda yang tengah menatap mereka. akhirnya mommy pun mengizinkan walaupun terasa berat.


" baiklah mommy mengizinkan tapi ingat harus kasih kabar mommy setiap hari, ingat? "


" siap mommy. " ucap amanda senang lalu beralih menatap daddy.


daddy pun melihat tatapan amanda lalu mengangguk, " ya mommy sudah mengizinkan jadi daddy pun. tapi ingat perkataan mommy dan ingat jaga diri mu di manapun kamu berada. paham. "


" siap daddy. makasih ya mommy daddy sudah mengizinkan manda buat kuliah di sana. amanda janji akan mengingat ucapan mommy dan daddy juga amanda janji akan memberikan nilai yang terbaik agar mommy daddy bangga."


" iya sayang sama-sama. lebih baik sekarang kamu segera istirahat kan besok masih sekolah." ucap mommy.


amanda pun kini berada di kamar nya lalu membaringkan tubuh nya tak lama dia pun terlelap.


****


pagi pun tiba amanda pun tengah bersiap untuk pergi ke sekolah.


amanda pun berangkat tanpa Keisha sesuai rencana nya kemarin.


kedatangan amanda tanpa Keisha membuat para murid membicarakan nya. entah kenapa cepat sekali tersebarnya berita tentang pembullyan elena.


" lihat deh si amanda berangkat gak bareng Keisha, kayak nya berita tentang dia kembali lagi jadi tukang bully benar deh."


" iya ya padahal elena udah baik sama dia, eh malah dibully lagi."


" katanya sih karena ingatan nya udah kembali lagi."


" serius lo, wah ternyata dia akan kembali berulah."ucap bisik-bisik para murid tapi tetap aja terdengar oleh amanda. dia pun mengabaikan ucapan mereka toh semua nya tidak benar.


amanda pun terus melangkah menuju kelas nya. dia pun berpapasan dengan elena, Clarissa dan xander dkk tapi mereka pun mengabaikan amanda. tania yang tak sengaja melihat itu pun tersenyum senang.


kini amanda tengah berada dikelas nya, dia duduk dengan Keisha yang tak berbicara sedikit pun dengan nya. itu membuat para murid di kelas nya membicarakan mereka.


tringggg...


bel pun berbunyi lalu tak lama guru pun masuk dan mulai mengajar.


saat amanda tengah menulis Keisha sedikit menggeserkan bukunya.


" gak enak banget ternyata diem-dieman gini." tulis Keisha di bukunya.


amanda pun terkekeh kecil. lalu dia pun melakukan hal yang sama seperti keisha." cuma bentar kok, oh ya belom ada info dari temen lo itu."


" belum kayaknya tania masih dikelas." Jawab Keisha melalui tulisan.


" oke, udah kita dengerin dulu guru di depan dari pada jadi masalah ntar."

__ADS_1


Keisha pun mengangguk. lalu mereka pun lanjut mendengar kan guru yang mengajar.


tak lama terasa getaran di HP keisha, dengan Hati-hati ia mengeluarkan nya lalu membuka nya, itu pun tak luput dari perhatian amanda.


keisha pun menoleh pada amanda lalu menganggukkan kepala amanda pun mengerti dengan tanda itu. keisha pun segera mengirim kan clarisa pesan. tak lama pesan itu pun terbalas oleh Clarissa yang segera menjalankan tugasnya.


amanda pun mengangkat tangan nya, " bu saya ijin ke toilet ya."


" iya tapi jangan lama."


" baik bu." amanda pun bergegas keluar kelas. dia pun melangkah santai menuju arah toilet yang ia pastikan di sana ada tania dkk.


cek lek. pintu toilet terbuka yang membuat orang di sana menoleh mereka adalah tania dkk sesuai prediksi amanda.


amanda pun mengedarkan pandangan nya lalu tatapan nya tertuju pada sebuah pintu yang sudah bertanda. setelah itu amanda pun masuk menghiraukan mereka yang ada di sana.


" wah wah guys lihat siapa yang berada di sini." ucap tania sambil tertawa senang lalu menghampiri amanda yang tengah cuci tangan.


" halo amanda gimana kabar lo, gue liat lo sendiri aja sekarang." ujar tania. sedangkan para temannya hanya menonton saja apa yang akan dilakukan tania.


amanda tak menjawab dia mengabaikan tania, melihat itu pun membuat tania geram dengan cepat dia menarik tangan amanda.


" lepas." ucap amanda.


" kalo gak gue lepas lo mau apa? " tantang tania.


amanda pun tersenyum miring dengan cepat amanda menginjak kaki tania, lalu dengan cepat menarik tangan tania kebelakang badannya.


" gimana? tania-tania gue udah peringatin sama lo untuk gak bully lagi elena tapi lo tetap saja lakuin, kemarin ulah lo kan tapi lo mengaku itu atas perintah gue. "


" hahaha kalo itu emang ulah gue memang nya kenapa, lagian mereka aja yang bodoh percaya ucapan gue."


" gue bisa laporin lo tentang ini."


tania pun tertawa mengejek, " lo mau laporin gue, mereka gak akan pernah percaya sama lo apalagi lo gak ada bukti apa pun. "


" oh ya jadi lo gak takut buat gue laporin."


" sama sekali engga." tanpa disadari amanda, salah satu temannya tania kini berasa di belakang nya lalu dia pun menarik rambut nya yang membuat pegangan tangan nya terlepas.


lalu mereka pun memegangi tangan amanda.


tania pun terlepas dari pegangan amanda.


dia menatap tangan nya yang sedikit memerah dan itu membuatnya marah.


plak, dia pun menampar pipi amanda.lalu mencengkram pipi nya dengan kuat.


" lihat lo gak bisa apa-apa sekarang, gak ada yang bisa menolong lo."


" jangan terlalu senang karena sebentar lagi kelakuan lo akan terbongkar."


" lo pikir gue takut dan percaya sama lo. hahaha mimpi. gak ada yang bisa laporin gue karena mereka takut sama gue, dan kini lo yang akan menjadi target gue."


Clarissa yang mendengar sedari tadi pun jadi cemas dengan keadaan amanda, dia pun segera mengambil HP nya lagi kebetulan dia memiliki dua HP, setelah mengirim pesan bantuan pada keisha dia pun segera kembali menyimpan nya lagi. dengan pelan dia membuka sedikit pintu itu agar dia bisa merekamnya.


" lo gak akan pernah bisa ngelakuin itu sama gue."


ucap amanda lalu berniat menginjak kaki kedua teman tania yang memegang nya tapi pergerakan itu sudah terbaca oleh mereka dengan cepat mereka menjauhkan kaki nya.


" well lo lihat lo gak bisa jadi sekarang kita mulai pelajaran buat lo." ucap tania sambil menjambak rambut amanda.


tania pun melepaskan tangan nya dari rambut amanda lalu menampar kembali sampai sudut bibir amanda sedikit berdarah lalu dia pun mendorong tubuh amanda ke dinding yang membuat amanda terjatuh.


byur tania mengguyur amanda dengan air yang di bawakan oleh teman amanda.


Clarissa yang melihat itu pun khawatir dia bahkan sempat ingin keluar tapi saat tatapan mereka bertemu amanda menggeleng pelan.


tania pun menghampiri amanda lalu menjambaknya kembali.


" gimana sekarang lo udah merasakan bagaimana rasanya jadi target gue, pilihan lo cuma ada dua gabung sama gue atau lo juga akan terus merasakan jadi target gue."ancam tania.


" jangan mimpi gue gak akan pernah gabung sama lo."


mendengar itu tania marah lalu melepaskan jambakan nya dari rambut amanda membuat kepala amanda terbentur tembok dengan keras. itu membuat kepala amanda sakit dan pusing.


brak pintu toilet terbuka.


" amanda." teriak orang itu.

__ADS_1


amanda ingin menjawab tapi kepala nya tambah pusing dan pandangan nya pun memburam dan akhir nya kegelapan yang menjemput nya.


bersambung...


__ADS_2