
malam hari pun berlalu kini amanda tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah.
dia merasa sedikit gugup karena hari ini adalah pertama kali dia berangkat bersama Xavier dengan status yang berubah, kekasihnya. ah pipinya langsung merah jika mengingat nya.
amanda pun mencoba merilekskan badan nya lalu dia pun segera turun untuk sarapan setelah dirasa semuanya rapi.
" pagi mom, dad." sapa nya saat sampai di di ruang makan.
" pagi princess." jawab daddy.
" pagi sayang." jawab mommy.
" ayo sayang sarapan dulu." suruh mommy.
amanda pun mengangguk lalu mendudukkan tubuhnya di kursi.
tak terasa sarapan nya kini telah habis bersamaan datangnya Xavier yang menjemput nya.
" assalamu'alaikum mom, dad." sapa Xavier.
" waalaikumsalam." jawab mereka bersama.
Xavier pun berjalan menghampiri mommy dan daddy lalu salam pada nya.
" sarapan dulu Xavier." ajak mommy.
" Xavier sudah sarapan mom."
amanda pun meneguk susunya hingga sisa setengah lalu bangkit.
" berangkat sekarang yuk." ajak nya pada Xavier.
Xavier pun mengangguk, mereka pun pamit dan salam pada mommy dan daddy.
setelah itu mereka pun berangkat menuju sekolah.
amanda kini sudah siap duduk di belakang Xavier dia pun mengernyit heran karena Xavier tak kunjung menghidupkan motor nya.
" ada apa? " tanya nya.
" pegangan." jawabnya. amanda pun heran dengan jawaban yang di berikan Xavier padahal dia sudah berpegangan pada jaket yang dikenakan Xavier.
Xavier yang melihat amanda tak mengerti pun segera merubah posisi tangan amanda agar melingkar di pinggang nya.
amanda terkejut atas pergerakan Xavier.
" nah ini baru pegangan." ucap Xavier. amanda pun tersenyum malu mendengar nya.
Xavier pun menjalankan motor nya lalu mulai berangkat ke sekolah.
__ADS_1
tak terasa mereka pun sampai di sekolah. kedatangan mereka membuat heboh apalagi dengan posisi amanda yang seperti tengah memeluknya.
para siswi banyak yang patah hati mendengar resminya hubungan Xavier dan amanda.
" gue masih belum bisa menerima kenyataan bahwa crush gue udah resmi."
" patah hati ini, gue kira cuma hoax ternyata benar."
" gak sanggup melihat semua ini."
" aaa sakit banget rasanya."
" gak rela gue, tapi gue sadar diri ."
begitulah ocehan- ocehan para siswi.
Xavier memberhentikan motor nya disebelah motor para sahabat nya yang kini tengah menunggunya.
amanda pun melepaskan pegangan nya lalu turun dia pun membuka helm dan memberikan nya pada Xavier. begitu pula dengan Xavier melakukan hal yang sama seperti amanda.
" pagi bu ketu." sapa nathan pada amanda.
" emm pagi nathan." jawab amanda sedikit gugup. pasalnya amanda dan para sahabat Xavier belum terlalu dekat sehingga ia merasa sedikit gugup apalagi saat nathan menyapanya dengan embel-embel bu ketu segala.
" kita gak di sapa nih." sahut justin.
max pun mengangguk kan Kepala nya sebagai jawaban.
" hehe pagi juga bu ketu. santai aja kali manda jangan gugup gitu." jawab justin.
" lo ya bukannya sapa duluan malah minta di sapa sama bu ketu. gak liat tuh ada yang natap tajam lo." ucap nathan.
justin pun melihat kearah Xavier yang sedang menatap mereka dia pun mengangkat kedua jari nya, " vis pak ketu."
Xavier pun mendengus pelan mendengar nya.
" oh ya manda lo gak usah sungkan sama kita anggap aja kita ini sahabat lo juga. kita memang begini orangnya." ucap justin.
amanda pun mengangguk, " iya."
" iya dan kalo max dia memang orang nya begitu jadi lo jangan heran." timpal nathan.
kini giliran max yang mendengus pelan.
" ayo ke kelas." ajak Xavier.
mereka pun mengangguk. kini mereka menjadi pusat perhatian, empat orang cowok most wanted ditambah amanda dengan kecantikan nya membuat mereka bersinar.
saat di pertigaan koridor Xavier pun memberhentikan langkahnya begitu
__ADS_1
dengan yang lainnya..
" kalian duluan aja gue mau anterin manda ke kelasnya." ucap Xavier.
" gak usah dianterin aku bisa sendiri kok." Jawab amanda.
" kita ikut aja pak ketu siapa tau dapet jodoh di kelas bu ketu." sahut nathan.
" huh itu mah sih mau lo aja tebar pesona ke cewek- cewek disana." ujar justin.
" yaudah ayo." ucap Xavier, dia pun mengenggam tangan amanda.
mereka pun melanjutkan langkahnya di ikuti oleh para sahabat Xavier, justin dan max hanya mengikuti mereka saja sedangkan nathan berjalan sambil sesekali merapikan bajunya agar terlihat rapi dan keren.
justin yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya.
" lo lihat max sahabat lo yang satu itu terlalu narsis." ucap justin kepada max, max pun hanya diam tak menanggapi nya.
justin pun menggelengkan kembali kepalanya, " huh dasar kulkas." gerutu justin.
max yang mendengar pun hanya melirik sekilas lalu melanjutkan langkahnya.
sebenarnya max bisa saja pergi ke kelas duluan namun dia merasa sendiri jadi dia pun memutuskan ikut bersama mereka.
bisik- bisik para siswi semakin banyak terdengar mereka iri karena amanda bisa berada ditengah- tengah para cowok populer itu.
akhirnya tak lama amanda pun sampai di depan kelasnya.
" makasih ya udah anterin." ucap amanda pada Xavier.
" iya gih sana masuk nanti istirahat aku jemput." ucap Xavier sambil mengusap kepala amanda.
amanda pun mengangguk, " yasudah aku masuk ya, semuanya gue duluan ya."
Xavier pun mengangguk dan tersenyum.
justin pun mengangguk, sedangkan nathan melambaikan tangan, " siap bu ketu sampai bertemu kembali nanti." teriak nathan karena amanda sudah melangkah masuk ke kelasnya.
nathan pun menebarkan senyum terbaiknya membuat para siswi di kelas amanda memekik senang melihatnya yang membuat nathan semakin semangat menebarkan pesonanya. namun hal itu di gagal kan justin yang segera menarik tubuhnya menuju kelas mereka.
" ah lo nih main tarik- tarik aja gue belum selesai tadi." ujar nathan.
" udah ayo cepet jalan sebelum pak kumis masuk kelas." ucap justin.
pak kumis itu guru sejarah ter killer di sekolah membuat mereka enggan membuat masalah ketika ada jadwalnya.
" ah lo benar ayo cepet jalan." ucap nathan dengan menambah kecepatan berjalannya yang membuat dia melangkah duluan dari sahabatnya, melihat itu justin menghembuskan nafas dengan kasar.
" huh nasib yang satu narsis, yang dua kulkas berjalan." keluh nya dalam hati namun walau begitu mereka adalah sahabat terbaiknya.
__ADS_1