
setelah mendengar penjelasan dari Keisha elena pun tertawa, " hahahaaa."
semua orang menatap aneh pada elena termasuk amanda yang berada di pelukan Xavier, elena pun menyadari nya lalu meredakan tawanya, " sorry gue ngerasa lucu aja denger cerita kalian berdua."
" lucu apanya? " tanya Keisha bingung.
" iya lucu bisa-bisa nya kalian terjebak karena nomor baru, oh apa jangan-jangan ini semua sudah di rencanakan dan dia berlagak sebagai korban." ucap Elena sambil menatap amanda.
amanda yang di tatap elena pun kaget apalagi setelah mendengar ucapan nya, " lo nuduh gue? buat apa gue melakukan ini semua bahkan gue gak tau siapa orang yang mendorong gue masuk kesini." jelas elena.
" manda- manda gak usah akting lagi lo, gue udah tau kebohongan lo. lo melakukan ini semua karena lo masih cinta kan sama xander." ucap Elena yang membuat mereka terkejut.
" tutup mulut lo elena." bentak Xavier amanda pun segera mengusap dada Xavier yang terlihat sangat marah.
" bener kan xav, lo bahkan sudah liat semua buktinya lo jangan mau dibohongi sama dia terus." ucap elena.
" tunggu maksud lo kebohongan apa? bukti apa? " tanya amanda.
" selama ini lo pura-pura bilang kalo lo sudah melupakan xander tapi ternyata selama ini lo diam-diam menuliskan surat, memberikan barang pada xander, iyakan? gue gak habis pikir manda lo bisa melakukan ini semua, lo nusuk gue dari belakang mencoba merebut kembali xander dari gue, gue kecewa sama lo." ucap elena, xander pun terkejut karena selama ini ia tak pernah menemukan apa yang dikatakan oleh elena.
" el gue selama ini gak pura-pura gue memang sudah benar-benar melupakan xander, gue gak pernah mengirim kan apapun pada xander karena sekarang gue udah punya Xavier."
" udah lah manda stop untuk berpura-pura gue udah muak melihatnya, apalagi tadi lo mengambil kesempatan pura-pura menangis agar bisa di peluk sama xander."
" el, " sela xander.
" apa? memang iya kan? dia cuma pura-pura."
" stop el kamu salah paham." ucap xander.
"salah paham? salah paham apanya, oh apa jangan-jangan kamu mulai suka sama dia sehingga kamu bela dia gitu." tuduh elena.
" gak gitu el tapi." ucapan xander terpotong oleh amanda.
" stop,, stop el, gue benar-benar gak ngerti apa yang lo bicarakan, gue udah menjelaskan semuanya gue gak pernah melakukan apapun yang lo tuduhin tadi."
__ADS_1
" gue muak sama lo manda, gue benci sama lo." ucap Elena lalu pergi meninggalkan mereka disusul oleh clarissa.
xander pun menatap tak enak pada amanda dan yang lainnya, " gue gak tahu apa yang sebenarnya terjadi tentang surat dan barang yang elena ucap kan tadi gue juga gak tahu biar nanti gue cari tahu dan manda sekali gue minta maaf gue akan Terima apapun keputusan lo nanti, gue pamit duluan."
mereka pun mengangguk amanda pun segera menoleh pada Xavier, " vier maksud elena tadi apa katanya kamu sudah melihat semua nya." tanya amanda.
" nanti aku jelaskan lebih baik kita keluar dulu dari sini." amanda pun mengangguk, mereka memutuskan untuk pergi ke rooftop karena pembelajaran pun sudah dimulai jadi mereka akhirnya membolos.
" ayo cepat jelaskan? " pinta amanda, Xavier pun menceritakan semuanya amanda dan yang lainnya pun kaget mendengar cerita Xavier.
" vier aku benar-benar bersumpah aku gak pernah melakukan itu semua."
" iya aku percaya tapi masalah nya tulisan tangan nya persis seperti kamu jadi elena percaya kalo itu memang benar kamu." ujar Xavier.
" apa kok bisa ada orang yang niruin tulisan tangan? trus kenapa kamu percaya kalo itu bukan aku? "
" karena aku yakin itu bukan kamu aku percaya kalo kamu tak pernah melakukan itu semua, coba kamu pikirkan kalo kamu melakukan itu kapan kamu bisa menyimpan semua barang itu sebelum Xander dan elena datang sedangkan kamu selalu berangkat bersama bareng aku." jelas Xavier.
" nah betul tuh bu ketu selalu bareng sama kita juga masuk. " sahut nathan
nathan pun mendelik kesal pada justin namun akhirnya dia pun memilih diam.
" makasih kamu sudah percaya sama aku." ucap amanda sambil menggenggam tangan Xavier, Xavier pun mengangguk tersenyum.
" tapi buat apa orang itu melakukan semua ini? " tanya justin.
" dia buat ini semua agar Xavier dan kita menjauhi amanda." ucap Keisha.
" wah bener-bener tuh orang ingin merusak hubungan kita semua." sahut nathan.
" ah gue tau apa jangan-jangan orang itu berniat untuk misahin gue sama Xavier? " tebak amanda.
" that's right orang itu ingin lo pisah dari Xavier." ucap Keisha.
" tapi siapa ya? " tanya nathan.
__ADS_1
" kita akan tahu kalo rencana dia berhasil. dia akan menujukan dirinya saat amanda jauh dari Xavier. " ucap Keisha.
" jadi apa yang harus kita lakukan." tanya justin.
Keisha pun terdiam namun telinga nya mendengar langkah kaki yang mendekat dan matanya melihat gerakan dari pintu seperti ada yang menguping, Keisha pun tersenyum miring lalu dia merubah raut wajahnya, " Xavier lo harus percaya sama amanda gue yakin amanda gak melakukan itu semua." Keisha pun mengedipkan matanya memberi tanda, Xavier yang awalnya tak paham tapi setelah mendapat kode dari Keisha dia pun akhirnya paham.
" gue gak tau, inginnya gue percaya tapi bukti itu membuat gue ragu." ucap Xavier.
" engga kamu harus percaya sama aku, aku gak melakukan itu semua."
" tapi buktinya udah ada kamu gak bisa menyangkal."
" jadi hanya sebatas ini kamu menaruh kepercayaan sama aku, aku kecewa sama kamu."
" harus nya aku yang kecewa karena kamu melakukan itu semua, kamu membohongi aku." ucap Xavier sambil menjauh dari amanda, membuat Amanda terisak.
" kita benar-benar gak nyangka lo bisa melakukan ini semua." timpal nathan.
" plis kalian harus percaya sama amanda." ucap Keisha.
" engga sha, lo juga sha kenapa lo masih bertahan sama orang pembohong ini." timpal justin.
" karena dia sahabat gue."
" udah lah sha ngapain lo sahabatan sama pembohong ini lebih baik lo tinggal kan dia." ucap justin
" sha plis jangan dengerin dia." pinta amanda.
" lo benar gue sebenarnya udah capek jadi sahabat lo, nasihatin lo nemenin lo gue pikir lo memang sudah berubah tapi ternyata lo hanya berpura-pura." ucap Keisha.
" sha. lo. gue gak nyangka kalian gak percaya sama gue, gue kecewa sama kalian." ucap amanda lalu beranjak pergi, orang di balik pintu pun segera bersembunyi agar tak di ketahui keberadaan nya.
amanda pun pergi dengan keadaan menangis, orang itu terlihat sangat puas melihat nya, " gimana rasanya dijauhi oleh orang tersayang manda." orang itu pun pergi sambil merogoh HP nya lalu menelpon seseorang.
" lakukan sekarang." ucap nya.
__ADS_1