Antagonis Novel

Antagonis Novel
25


__ADS_3

"aaaa." teriak amanda saat tak sengaja melihat Xavier yang baru keluar dari kamar mandi. hal yang membuat ia terkejut adalah Xavier keluar dengan handuk di pinggang nya saja.


Xavier yang terkejut karena kedatangan amanda segera berjalan cepat ke arahnya, dia segera membekap mulut amanda.


tubuh amanda menegang saat tangan dingin Xavier membekap mulutnya. wajahnya terasa dekat dengannya sehingga terlihat tetesan-tetesan air yang mengalir di rambutnya yang membuat nya terlihat err tak bisa dijelaskan. tatapan amanda terjatuh pada perut Xavier yang


membentuk kotak- kotak yang membuat ia ingin menyentuh nya.


" omg.. gila ada berapa kotak itu, gue jadi gemes pengen megang. " teriak dalam hati.


" terpesona sama tubuh gue huh" goda Xavier.


amanda pun tersadar akan tatapan nya dan kehabisan napas lalu ia menepuk-nepuk tangan Xavier agar melepasnya.


hump,, humpp,,, ucap amanda tak jelas.


Xavier pun segera melepaskan tangannya.


" huh.. huh... "


amanda pun teringat akan Xavier sehingga ia pun membalikkan badan nya agar tak berhadapan dengan nya. Xavier yang melihat itu pun terkekeh geli.


" kenapa lo balik badan? bukan nya lo udah lihat juga bahkan lo terpesona akan perut gue." goda Xavier.


" em,, eh,, ya- ya siapa juga yang terpesona lihat tubuh lo." kilah amanda gugup.


" ada apa lo kesini?"


tanya Xavier lalu berjalan menuju lemari mengambil kaus nya.


" emm gue disuruh bunda buat manggil lo buat makan siang."


" oke bentar lagi gue turun. lo masih mau disini."


" engga. ya sudah gue keluar duluan." ucap amanda lalu berjalan menuju keluar kamar dengan terburu-buru.


Xavier terkekeh kecil melihat amanda yang terburu-buru. lalu dia pun melanjutkan memakai baju nya.


setelah menutup pintu amanda memegang pipinya yang terasa panas, dia yakin pipinya pasti sudah memerah. ia sangat malu sekali melihat keadaan Xavier seperti itu tapi ia juga terpesona dengan bentuk tubuh Xavier yang bagus. bahkan rasanya ia ingin menyentuh nya. " ah tidak-tidak hilangkan pikiran jelek mu manda." gumamnya sambil menggeleng kan kepala. lalu dia pun berjalan untuk menemui bunda lagi.


bunda kini tengah duduk di kursi meja makan.


" gimana sayang ada Xavier nya? " tanya bunda setelah melihat kedatangan amanda.


" ada bun, tadi Xavier nya bilang sebentar lagi dia turun. oh ya bun viera kemana dari tadi kok gak keliatan? ".


" ya sudah sini duduk samping bunda. viera tadi izin mau kerja kelompok di rumah temannya."


" oh pantas saja gak keliatan."


tap... tap... tap...


suara langkah kaki membuat mereka menoleh.


" maaf bun lama." yang ternyata Xavier.


" ya sudah gak papa. yuk kita makan, pimpin doa dulu bang." Xavier pun mengangguk lalu memimpin doa. setelah selesai mereka pun mulai makan.


" nah cobain ini adalah hasil dari masakan manda." ucap bunda.


" engga kok, ini juga hasil dari bunda bukan manda doang." kilah amanda.


" iya masakan kita deh. yuk manda makan yang banyak."


mereka pun mulai mengambil lalu memakan makanan mereka.


Xavier pun menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Amanda menatap nya dengan cemas takut rasanya tidak cocok untuk Xavier.


" enak." benak Xavier


" gimana bang enak gak? " tanya bunda.


" enak."


amanda pun lega mendengar nya dia pun melanjutkan makannya.


setelah selesai makan amanda membantu membereskan piringnya.


" sayang sudah lebih baik kamu duduk saja. kamu udah dari tadi loh belum istirahat." larang bunda.


" gak papa bunda cuma sedikit kok."


" sini gue bantu." inisiatif Xavier.


bunda melihat keduanya tersenyum senang, sedikit demi sedikit Xavier mulai bisa menerima kehadiran amanda juga membuat mereka dekat.


bunda berharap mereka bisa menjadi pasangan untuk ke depannya.


setelah selesai membereskan piring bunda pun mengajak amanda untuk berbincang-bincang di ruang keluarga. amanda pun menerima nya, sedangkan Xavier dia izin masuk ke kamar nya.


" amanda bunda mau tanya menurut kamu Xavier gimana orang nya."


" menurut pendapat manda, Xavier itu orang nya cuek dan dingin pada orang lain tapi jika sama keluarga Xavier akan berubah menjadi pribadi yang hangat."


" kamu benar sayang, ya begitulah sikap Xavier. tapi walaupun begitu dia baik."


amanda pun mengangguk.


" bunda rasa seperti nya Xavier sudah menerima keberadaan kamu."


" Xavier itu susah untuk menerima orang baru disekitar nya, hanya dengan keluarga dan sahabat ia akan berubah sikap. tapi melihat sikap Xavier hari ini ke kamu bunda yakin dengan ucapan bunda tadi."


" gak mungkin lah bunda Xavier bisa cepat menerima amanda."


" ya kenapa gak mungkin, bahkan kamu adalah perempuan pertama yang dibonceng pakai motor Xavier."


" masa sih bun."


" iya Xavier itu gak pernah memboncengi perempuan sekalipun kecuali viera, bunda pernah bertanya pada ketiga sahabatnya dan mereka menjawab begitu."


" mungkin Xavier belum bertemu dan tertarik untuk mencari pasangan bun"


" nah justru itu bunda berharap kalian akan menjadi pasangan dimasa depan."


" emm iya bun semoga aja." ucap amanda canggung.

__ADS_1


mereka terus melanjutkan perbincangannya tanpa sadar hari mulai sore. amanda pun pamit pada bunda untuk pulang. bunda bahkan mengajaknya untuk makan malam sekalian tapi manda menolak halus karena ada tugas. dia berjanji akan sering datang ke sana nanti.


bunda pun menyetujuinya. lalu dia pun menyuruh salah satu maid nya agar memanggil Xavier untuk mengantarkan amanda pulang.


amanda sebenarnya sudah menolaknya tapi bunda kukuh agar amanda diantar oleh Xavier saja.


dan disinilah ia sekarang duduk di motor Xavier menuju arah pulang tak lupa ada jaket yang melingkar di pinggangnya, sudah tahu kan punya siapa.


tak ada perbincangan antara mereka. lalu tak lama Xavier melihat kaca spion belakang nya ia menatap awas saat ada yang mengikuti mereka.


****. sial decak Xavier.


" pegangan yang kuat." ucap Xavier keras.


" ada apa? " tanya amanda bingung dia pun terkesiap saat Xavier menambah kecepatan nya.


tangan amanda melingkar kuat di pinggang Xavier bahkan ia menutup matanya karena takut. Xavier terus fokus agar mereka tak bisa menyusul nya.


setelah bisa lolos kejaran orang itu Xavier pun menghela napas lega. Xavier pun melambatkan laju motor nya , ia pun melirik pada Amanda yang sedang menutup matanya lalu tatapan nya beralih pada tangan yang melingkar di pinggang nya.


amanda yang merasa kecepatan motor berkurang segera membuka matanya.


" apa sudah aman? "


" iya, sorry buat lo takut."


" ah iya gak masalah."


tatapan amanda kini jatuh pada tangannya ia pun sontak berniat melepaskan nya tapi Xavier menahan nya.


" seperti ini lebih baik." ucap Xavier.


amanda pun pasrah membiarkan nya. tapi ia tak menampik jika ia pun merasa nyaman.


Xavier pun tersenyum. ia menjadi ingin lebih lama lagi seperti ini bersama amanda. tapi keinginan nya harus tertunda karena mereka sudah hampir sampai.


kini mereka telah sampai di mansion amanda. amanda pun turun dari motor lalu melepaskan helm nya dan memberikan nya pada Xavier. Xavier pun menerima helm itu.


" mau mampir dulu."


Xavier sebenarnya ingin tapi dia teringat sama kejadian tadi sehingga ia harus secepatnya pergi ke markas untuk membahasnya.


" engga lain kali aja gue masih ada urusan." tolak Xavier.


" ya sudah kalo begitu, thanks udah nganterin gue. " Xavier pun mengangguk.


" gih sana masuk." suruh Xavier.


amanda pun mengangguk lalu berjalan menuju mansion nya tapi baru beberapa langkah dia pun menghentikan nya, Xavier yang masih ada di sana pun mengernyit heran.


amanda pun berbalik " Hati-hati. " ucapnya lalu berlari masuk kedalam.


Xavier pun tersenyum lalu terkekeh melihat tingkah amanda. setelah amanda masuk Xavier pun mengambil handphone nya untuk memberitahu anggota nya untuk kumpul di markas dia pun memasukkan kembali handphone nya lalu pergi menuju markas.


amanda kini berada di belakang pintu mansion nya. " huh.. huh.. lagian gue kenapa coba ngomong kayak gitu."


lalu dia pun menoleh ke belakang saat mendengar suara motor Xavier yang mulai menjauh..


" huftt makin gak beres sama jantung gue ini." gumam amanda lalu berjalan menuju kamarnya.


" eh mommy, assalamu'alaikum mom." ucapnya seraya mencium tangan mommy.


" waalaikumsalam. kamu diantar sama siapa? "


" tadi diantar sama Xavier mom."


" terus Xavier nya mana? kok gak diajak mampir dulu."


" tadi udah manda ajak tapi katanya dia buru-buru ada urusan."


" manda ke kamar dulu ya mom. udah lengket banget badannya."


" ya sudah gih ke kamar bersih- bersih terus istirahat nanti jangan lupa turun makan malam."


" iya mommy nanti manda turun sekalian bantuin mommy."


" gak usah sayang kamu pasti capek, lebih baik kamu istirahat nanti mommy suruh maid panggil kamu jika sudah siap. "


" ya sudah kalo gitu, manda ke kamar dulu ya mom. cup." pamit amanda lalu mencium pipi mommy nya.


" iya sayang."


amanda pun berjalan menuju kamar nya setelah masuk di dalam kamar dia pun langsung membersihkan badannya yang terasa lengket.


kini amanda telah merasa segar dia pun mengambil kaos Xavier yang dipinjamnya tadi. dia pun keluar dari kamarnya lalu memanggil salah satu maid yang kebetulan lewat.


" bi.."


" iya nona ada apa? "


" ini tolong cuci dan setrika ya bi, setelah nya kasih saya atau di taruh saja dikamar soalnya itu baju teman aku. nanti mau dibalikin lagi."


" oh iya nona baik. apa ada lagi."


" sudah itu saja makasih ya bi.".


" iya sama-sama nona, kalau begitu saya permisi nona. "


amanda mengangguk lalu masuk kedalam kamarnya. setelah itu amanda pun membandingkan badannya di kasur untuk beristirahat.


*****


di markas Xavier sedang berkumpul dengan anggota nya dia menceritakan kejadian tadi pada mereka.


" siapa mereka? " tanya justin penasaran.


" gue gak tahu siapa mereka karena tertutup helm. dan gue juga memilih untuk fokus menghindar dan mengalihkan perhatian mereka karena gue sedang membawa seseorang." ucap Xavier.


" kalau seperti itu kita harus waspada." timpal max.


" iya lo benar kita gak tahu siapa mereka, bisa saja mereka musuh kita." sambung nathan.


" gue minta sama kalian untuk berhati-hati dan waspada. usahakan jangan memakai jaket kita jika keluar sendiri. itu akan berbahaya." peringatkan Xavier.


" dan gue juga minta untuk yang jaga di markas juga hati-hati dan waspada jangan sampai lengah." sambung Xavier.

__ADS_1


" siap/ siap bang." ucap mereka.


" ya sudah kalian bisa bubar dan melanjutkan kegiatan kalian. " ucap Xavier.


mereka pun bubar kecuali Xavier dan sahabat nya.


" gue masih penasaran siapa orang itu? " ucap justin.


" gue sih yakin mereka anggota geng langit karena mereka yang berambisi mengalahkan geng kita apalagi setelah kejadian kemarin." timpal nathan.


" gue juga sependapat sama lo." sahut max.


" oh ya siapa seseorang yang lo maksud?" tanya justin mengingat ucapan Xavier tadi.


" ya pokoknya seseorang." ucap Xavier.


" ah gue tau lo lagi boncengin cewek." tebak nathan.


" ya yang pasti cewek. " sahut max.


" lo tahu max." ucap justin.


max pun tak menjawab.


" wah siapa cewek yang di bonceng pertama kali oleh seorang Xavier." sahut nathan penasaran.


" max lo tahu kan? " tanya justin ikut penasaran.


" ya tanya aja sama orang nya." Jawab max.


Xavier menatap heran pada max yang seolah tahu siapa yang di maksud, tapi bukankah max pulang duluan tadi.


max pun semakin yakin dengan tebakan cewek yang dimaksud. ya setelah tak sengaja melihat kontak nama di handphone Xavier tadi di sekolah, ia pun dapat menebak siapa seseorang itu ditambah tatapan heran dari Xavier membuat ia semakin yakin tebakan nya.


" sudah jangan bahas itu lebih baik kita fokus ke pembicaraan tadi." ucap Xavier.


" yah padahal kita penasaran loh. lo gak mau Jawab gitu." ucap nathan.


" ya sudah biarkan menjawab nya." timpal justin.


mereka pun melanjutkan pembahasan dan membuat rencana untuk kedepannya.


****


suara ketukan pintu membangunkan amanda yang sedang beristirahat. amanda pun bangun lalu melirik jam yang ada di meja samping nya.


" hah ternyata sudah jam 7 malam." gumamnya.


tok.. tok.. tok..


" iya sebentar." Teriak amanda lalu berjalan membuka nya.


" ada apa bi? "


" itu nona disuruh turun untuk makan malam oleh nyonya."


" oh iya nanti sebentar lagi aku turun."


" ya sudah saya pamit nona, permisi."


amanda pun masuk ke kamarnya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka. setelah nya dia pun turun ke bawah untuk makan malam.


" malam mom, dad. " sapa nya pada mommy dan daddy yang sudah berada di meja makan.


" malem juga sayang." Jawab mereka bersama.


" ayo sini sayang." ucap daddy.


amanda pun maju lalu duduk di samping daddy.


" nah ayo kita makan sini mommy ambilkan dad."


" cukup?. "


" sudah cukup sayang."


" manda sini mommy ambilkan."


" biar manda sendiri aja mom."


" ya sudah makan yang banyak ya sayang."


" daddy pimpin doa dulu." ucap mommy daddy pun mengangguk lalu memimpin doa setelah nya mereka pun mulai makan.


setelah selesai makan amanda pun membantu membereskan piring setelah nya mereka berkumpul dulu diruang keluarga.


" oh ya sayang daddy dengar dari mommy kamu ke rumah om Aldrich." tanya daddy.


"iya daddy tadi aku di ajak Xavier ke sana karena bunda meminta aku untuk ke sana."


" oh begitu."


" jadi kalian udah mulai dekat nih." goda mommy.


" ya engga juga mommy, kita cuma dekat gitu aja kok."


" menurut kamu gimana Xavier? " tanya daddy.


" dia baik, ya walaupun sikap nya cuek saat di sekolah. tapi saat di rumah sikap nya berubah jadi hangat."


" ya bagus dong kalau seperti itu, dia cuma hanya akan berubah hangat pada keluarga nya apalagi untuk pasangan nya dia pasti akan menyayangi nya." ucap mommy.


" iya jadi daddy dan mommy akan lega jika kamu mendapatkan pasangan yang sangat menyayangi mu."


" tapi gak ada yang lebih baik menyayangi amanda seperti kasih sayang mommy dan daddy."


" ingat ya Sayang walaupun kamu sudah menikah dan memiliki pasangan nanti, kam tetap milik kamu. kasih sayang kami akan selalu ada untuk mu." ucap daddy.


" iya sayang mommy sama daddy sangat menyayangi kamu." timpal mommy.


amanda pun terharu mendengar nya dia pun segera memeluk mereka.


" aaah,,manda kan jadi terharu mendengar nya.. mommy daddy makasih atas kasih sayang kalian pada manda.manda sayang banget sama daddy dan mommy."


" iya sayang kami pun sayang banget sama kamu." ucap mommy sambil ikut memeluk. mereka pun berpelukan bertiga, setelah nya mereka pun tertawa bahagia.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2