
" kalian." ucap bunda yang kebetulan membuka pintu nya.
" assalamu'alaikum bunda." sapa amanda lalu mencium tangan bunda.
" assalamu'alaikum vania." sapa mommy sambil cipika cipiki pada bunda.
" waalaikumsalam, amanda, kinara ayo masuk."
bunda pun mengajak amanda dan mommy masuk dan menuju ke ruang keluarga.
" ayo duduk dulu." ucap bunda, mereka pun mengangguk lalu duduk.
" aku kira cuma amanda doang yang kesini karena Xavier gak bilang kalo kamu mau ikut." lanjutnya.
" iya aku juga baru tau tadi karena bosan dirumah makanya aku ikut kesini, bolehkan? " ucap mommy.
" ya boleh dong aku malah seneng kalo kalian kesini." Jawab bunda.
" gimana kabar kalian? udah lama loh kita gak ketemu? "
" alhamdulillah kita baik kok, iya udah lama banget kita gak ketemu. kamu apa kabar."
" alhamdulillah aku juga baik."
" sebentar ya aku mau siapin dulu minum. kalian mau apa teh, jus apa kopi." tawar bunda.
" gak usah repot-repot bun. " ucap amanda.
" engga kok gak ngerepotin masa kalian kesini gak di suguhkan apa-apa." jawab bunda.
" ya sudah aku mau jus jeruk aja kayaknya seger deh." ucap mommy.
" kalo manda apa? " tanya bunda.
" samain aja deh bun." Jawab amanda.
" ya sudah tunggu sebentar ya sekalian mau panggil viera dari kemarin nanyain manda terus dia." ucap bunda.
" gimana kalo manda samperin viera aja bun. boleh gak? " ucap manda.
" boleh dong sayang gih kamar viera ada di samping kamar Xavier." ucap bunda.
" ya sudah manda ke atas dulu ya bun, mom." mereka pun mengangguk, amanda pun pergi menuju kamar viera.
" ya sudah aku bantu kamu aja dari pada sendiri disini." ucap mommy.
" yasudah yuk kita kedapur." ajak bunda.
mereka pun pergi menuju dapur untuk membuat minuman.
sedangkan amanda dia sudah sampai di depan kamar viera. dia pun mengetuk pintu nya tak lama pintu pun terbuka.
tok.. tok.. tok..
" sebentar." ucap dari dalam. pintu pun terbuka oleh viera.
" kak manda." ucap viera setelah melihat siapa yang mengetuk pintu nya.
" hai." sapa amanda sambil tersenyum.
" kapan sampai nya kak kok bunda gak ngasih tau." ucap viera
" baru aja tadi nya bunda mau manggil kamu tapi kakak usul buat yang panggil kamu."
" oh begitu. masuk dulu yuk kak." ajak viera sambil menggandeng tangan amanda masuk.
" eh kita gak kebawah dulu." ucap amanda sambil melangkah masuk.
" pasti bunda lagi buatin minum dulu kak cuma sebentar kok."
viera pun mengajak amanda untuk duduk dikasur nya, " kakak sendiri kesini? "
" engga kakak sama mommy kesini tadi mommy pingin ikut."
" benarkah? mommy ikut kesini."
" iya dan Sekarang pasti lagi nunggu dibawah."
" viera tebak pasti mommy kakak ikut bunda kedapur."
" kok begitu? "
__ADS_1
" ya iya dong kak kalo ibu-ibu yang sudah bestie dari lama pastinya mereka akan ngobrol sambil bikin minuman."
" hahaha kamu bisa aja."
" oh ya gimana sekolah kamu lancar? " tanya amanda.
" lancar kok kak, kakak aku denger mau lanjut ke luar negeri nanti benarkah? "
" iya kakak rencana nya mau lanjut di luar negeri nanti."
" yah kenapa gak disini aja kak, aku jadi sendirian dong nanti bang Xavier juga di luar negeri nanti."
" kan nanti kita bisa ketemu lagi pula kita bisa telponan nanti. kakak mau kejar cita-cita kakak disana."
" terus kakak nanti LDR an dong sama bang Xavier."
" eh kok gitu." manda tak menyangka viera akan bertanya seperti itu, gimana mau LDR pasangan juga bukan pikir nya.
" ya kan kakak pacar nya kak Xavier nanti kalian jauhan dong kan universitas yang kalian tuju beda."
" kita belum pacaran kok, jadi gak bisa dikatakan ldr an." jawab amanda.
" sekarang memang belum tapi nanti kan gak tau."
" bang Xavier kurang gercep." gumam viera pelan.
" apa? " tanya amanda yang mendengar tak jelas gumaman viera.
" engga kok kak, hehe."
" kita ke bawah yuk pasti bunda dan mommy udah selesai." ajak amanda.
" ayo kak."
sedangkan mommy dan bunda sedang menyiapkan kue-kue.
" Xavier dan suami kamu kemana kok gak keliatan." tanya mommy.
" dia lagi ada latihan makanya gak bisa jemput manda kesana. kalo suami aku lagi ada rapat dadakan jadinya pergi. kenapa suami kamu gak di ajak? apa sama kerja."
" iya ternyata sama cuma bedanya suami aku kerjain di rumah sampai tadi manda omelin karena hari libur kerja."
" ternyata sama aja ya, mereka mau libur pun masih tetap kerja kita sebagai istri khawatir kalo mereka kecapean tapi ya gimana lagi memang tugas mereka."
" iya benar kita harus membantunya menjaga kesehatan karena banyak orang yang bergantung padanya."
mommy pun mengangguk membenarkan. " udah selesai nih kita bawa kemana?"
" gimana kalo kita ke gazebo samping aja ngadem disana." ajak bunda.
" boleh." mereka pun pergi menuju gazebo yang dimaksud bunda.
" wah enak juga ya disini, adem" ucap mommy setelah sampai disana.
" iya aku sengaja membuat gazebo biar kalo mau ngadem atau apa gitu bisa disini."
gazebo itu dikelilingi oleh pohon dan bunga ada juga kolam ikan disana membuat tempat itu sejuk dan indah.
amanda dan viera sudah sampai di ruang keluarga namun bunda dan mommy tak ada disana, mereka pun lalu pergi menuju dapur dan hasilnya pun sama tidak ada.
" kemana ya mereka kok gak ada? " ucap amanda.
viera yang melihat pelayan yang melintas pun segera menghentikan nya lalu bertanya padanya keberadaan mereka, pelayan itu pun memberitahukan keberadaan bunda dan mommy.
" ayo kak mereka ada di gazebo samping."
ajak viera.
amanda pun mengangguk lalu mengikuti langkah viera.
" bunda." panggil viera setelah sampai dan melihat keberadaan bunda dan mommy.
" sayang sini." ucap bunda.
" kita cari bunda, kita kira bunda ada di ruang keluarga, eh ada mommy assalamu'alaikum mommy, apa kabar." sapa viera.
" waalaikumsalam sayang mommy baik, kamu apa kabar?"
" alhamdulillah aku juga baik kok mom."
" bunda dan mommy tadi kesini karena mau ngadem.enak kalo ngobrol disini."
__ADS_1
" iya memang enak banget bun disini, tempat nya sejuk dan adem manda suka liatnya."
" iya benar sayang mommy juga suka tempat seperti ini." sahut mommy.
" ayo sini sayang kita makan cemilan bunda dan mommy sudah menyiapkan untuk kalian." ajak bunda.
" wah makasih bunda, mommy." ucap viera dan amanda bersama.
mereka pun memakan cemilan yang bunda dan mommy siapkan sambil mengobrol.
***
di tempat lain Xavier dan yang lainnya sedang latihan.
" oper sini max." teriak nathan. max pun mengoper bola itu lalu ditangkap baik oleh nathan.
mereka sedang menguji bertanding dengan anggota adik kelas.
nathan pun dihadang oleh tim lawan namun bisa bergerak melewati mereka.
" Xav tangkap." panggilnya pada Xavier, Xavier pun segera menangkap bola itu dan shut bola masuk ke ring.
pritttt suara peluit menghentikan latihan mereka.
" oke kita break dulu." ucap Xavier.
mereka pun mengangguk lalu keluar dari lapangan.
Xavier pun pergi mengambil minum di tas nya.
setelah selesai dia pun menyimpan nya kembali.
mereka duduk berkumpul disisi lapangan.
" bagus untuk junior kemampuan kalian sudah jauh lebih baik. " ucap Xavier mengevaluasi permainan tadi.
" tapi jangan puas dulu kalian harus tetap berlatih agar kemampuan kalian tambah bagus." lanjut nya.
" dan untuk senior jaga kesehatan kalian jangan sampai saat pertandingan tiba tubuh kalian tidak Vit."
mereka pun mengangguk, Xavier pun melihat jam di handphone nya ternyata sudah siang dia pun mengakhiri latihan hari ini.
" oke hari sudah siang kita akhiri saja latihan hari ini. kalian sudah boleh pulang."
mereka pun mengangguk lalu pergi dari sana tak lupa berganti pakaian terlebih dahulu.
" Xav mau ke markas dulu." tanya justin.
" engga gue langsung balik."
" oh gitu, kalian gimana mau kemarkas gak? " tanya justin pada max dan nathan.
" engga deh capek gue ntar aja malem ke markas nya." jawab nathan.
" gue balik." jawab max.
" ya sudah deh gue juga balik." ucap justin.
Xavier pun baru ingat amanda datang ke rumah nya apa sudah sampai atau tidak jadi datang dia pun merogoh handphone nya lalu mengirim pesan.
amanda yang sedang asik mengobrol dengan viera pun terhenti karena suara notif di handphone nya, dia pun segera membukanya.
... "*lo sudah sampai di rumah gue? " Xavier. ...
" sudah. dari tadi malah." amanda*.
Xavier yang membaca pesan dari amanda pun dengan segera membereskan peralatan nya dia ingin cepat-cepat bertemu dengan amanda.
" gue balik duluan." ucap Xavier setelah selesai.
" kok cepet banget." ucap nathan heran.
" ada urusan. duluan bro." ucapnya lalu pergi.
"kenapa tuh anak kayak lagi buru-buru gitu." tanya nathan.
justin pun nengendihkan bahunya, "ntahlah mungkin benar saja dia lagi ada urusan yang mendesak."
" kalian merasa gak? " tanya nathan.
" merasa apa? " tanya justin
__ADS_1
" merasa kalau....
bersambung...