Antagonis Novel

Antagonis Novel
26


__ADS_3

pagi ini amanda tengah bersiap, setelah semalam saling berpelukan ia pun pamit untuk masuk kamar lalu tertidur.


dirasa sudah siap amanda pun segera melangkah keluar kamar untuk sarapan.


" pagi mom, dad." sapa amanda.


" pagi sayang. " Jawab nya bersamaan.


" ayo sini sayang sarapan." ajak mommy, amanda pun mengangguk.


" oh ya kamu berangkat lagi sama keisha?" tanya daddy.


" iya dad, emang kenapa? "


" engga tadinya daddy ingin mengantarkan kamu tapi karena sudah ada Keisha ya sudah lain kali saja." ucap daddy.


" gimana kalo besok aja daddy anterin manda sekolah nanti aku bilang sama Keisha biar dia gak jemput dulu."


" boleh. udah lama banget rasanya daddy gak nganterin kamu ke sekolah."


" siap dad. "


tin.. tin..


" manda berangkat ya mom, dad Keisha udah ada di depan tuh."


" ya sudah hati- hati ya sayang." ucap mommy.


" uang jajan bulanan kamu udah daddy transfer ya." ucap daddy.


" iya daddy makasih cup. "


" iya hati- hati."


" manda berangkat mommy, cup.. " setelah nya amanda pun salim pada keduanya lalu mengucapkan salam.


" assalamu'alaikum."


" waalaikumsalam."


****


" pagi sha."


" pagi juga. yuk berangkat." amanda pun mengangguk Keisha pun segera menjalankan mobilnya.


" ehem gimana nih yang sudah ketemu sama camer." goda Keisha.


" apaan sih lo camer - camer segala."


" lah emang iya kan. gimana kemarin lo dibonceng sama Xavier."


" huum."


" seriusly.


" iya kenapa sih emang."


" ya gak papa sih cuma setau gue Xavier itu gak pernah membonceng seorang cewek pun nah jadi bisa disimpulkan lo adalah orang pertama. "


" ya ampun sha cuma gitu aja. ya mungkin Xavier gitu karena dia belum nemu cewek yang cocok buat dia."


" berarti kalo sama lo cocok dong."


" ya gak gitu juga dong loh nih ah."


" hahaha iya deh iya."


setelah beberapa menit amanda dan Keisha pun tiba di sekolah. mereka pun segera turun lalu berjalan menuju kelas. saat amanda dan Keisha berjalan banyak para murid yang berbisik-bisik sambil melihat kearah nya dan amanda dan Keisha memilih abai. tapi saat mendengar ucapan terakhir mereka membuat amanda menghentikan langkah nya.


" eh amanda sama Keisha tiap hari makin cantik aja. "


" iya gue jadi insecure deh sama mereka."


" hus gak usah insecure harus nya kita bersyukur atas apa yang kita punya."


" eh gue lihat kemaren amanda pulang sama Xavier loh. "


" oh ya dibonceng gitu sama Xavier. yang bener lo."


Keisha pun segera menarik tangan amanda.


"aduh kok bisa ada yang liat sih padahal gue udah pulang terakhir." panik amanda.


" ya lo kan naik disekitaran sekolah pasti ada yang liat. lagian lambat laun semuanya juga akan tau apalagi lo sedang memulai pendekatan sama Xavier."


" ya tapi gak secepat ini juga sha."


" kita gak bisa membungkam mulut mereka satu persatu kan manda. "


" huh.."


" sudah jangan terlalu dipikirkan."


" iya, ya sudah yuk masuk."


mereka pun masuk lalu tak lama terdengar bel. setelah itu guru masuk dan mulai mengajar.


****


dikelas Xavier.


" Xav jadi yang pulang sama lo amanda?" tanya nathan.


" tau dari mana lo." tanya justin.


" apa sih yang engga bisa gue tahu." bangga nathan.


" alah pasti lo ngedeketin para cewek yang lagi ngerumpi." cibir justin.


" ye biarin sirik aja lo. nah gimana xav bener? "


Xavier pun menghela napas pelan, dia pun berpikir mau nanti atau sekarang pun mereka pasti akan tau jadi ia pun membenarkan pertanyaan nathan.


" iya."


" what, bener. " Jawab nathan dengan keras


" sekalian aja lo omongin pakai toa sana." dengus Xavier.


" hehe sorry reflek gue." ucap nathan.


" jadi cewek yang kemarin tuh amanda maksud lo, amanda anak IPA itu bukan sih." tanya justin.


"iya." Jawab Xavier.


" waw gak nyangka gue lo garcep juga ya, harus nya sih dari awal gue udah bisa nebak ya." timpal nathan.


tok.. tok..


suara ketukan pintu mengalihkan atensi mereka. kebetulan mereka tak ada guru karena gurunya sakit tapi mereka diberikan tugas untuk dikerjakan.


" permisi kak. " ucap seorang siswa adik kelas mereka.


" iya ada apa de." ucap ketua kelas.


" itu kak, kak Xavier dipanggil pak Slamet ke ruangan nya." ucap siswa itu. ketua kelas pun langsung memanggil Xavier.

__ADS_1


" Xavier lo dipanggil pak Slamet tuh ke ruangan nya."


Xavier pun mengangguk.


" udah tuh dek makasih ya."


" iya kak sama-sama. aku permisi ya kak. "


ketua kelas pun mengangguk lalu siswa tadi pun pergi.


" gue ke ruangan pak Slamet dulu. "


" oke, mau ditemenin." tawar nathan.


" gak usah. "


Xavier pun melangkah pergi menuju ruangan pak Slamet.


dia berjalan melewati kelas amanda, dengan sengaja dia melambatkan langkah kaki nya agar bisa melihat amanda terlebih dahulunya.


amanda terlihat fokus mendengar kan penjelasan guru di depan nya. merasa ada yang memperhatikan amanda pun menoleh ke samping. tepat saat dia menoleh dia terkejut dengan Xavier yang sedang berjalan menatap nya, dengan segera dia mengalihkan pandangan nya lagi ke depan pura-pura fokus pada guru.


" duh pantes aja gue merasa ada yang liatin ternyata dia orang nya, tapi dia sedang apa di sana. " ucap amanda dalam hati.


Xavier pun tersenyum geli melihatnya lalu dia pun melanjutkan langkah nya. amanda yang penasaran pun dengan pelan menoleh lagi ke arah tadi dan ternyata sudah tidak ada. dia pun fokus lagi pada guru di depan nya.


Xavier pun kini telah sampai di depan ruangan pak Slamet dia pun segera mengetuk pintu itu.


tok . tok. suara ketukan pintu.


" masuk." suara dari dalam.


Xavier pun membuka pintunya lalu masuk.


ceklek..


" assalamu'alaikum pak, bapak manggil saya." ucap Xavier.


" oh ternyata kamu, iya. masuk. " Jawab pak Slamet.


" duduk." sambung nya.


" ada apa pak? "


" begini bapak mau memberikan kamu informasi bahwa bulan depan kita akan mengadakan pertandingan antar sekolah dan kita yang menjadi tuan rumah disini. "


" bapak ingin kamu sebagai kaptennya ,mulai dari sekarang untuk mengatur jadwal bersama anggota lainnya untuk latihan. mengerti? "


" baik Pak saya mengerti."


" ingat berusaha lah untuk memberikan yang terbaik untuk sekolah ini apalagi kita disini sebagai tuan rumah."


" baik pak."


" untuk jadwal kamu atur nanti berikan pada saya juga agar saya bisa memantau latihan kalian."


" baik pak. ada lagi? "


" sudah, kamu boleh masuk lagi ke kelas lagi."


" baik Pak, saya permisi."


" iya."


Xavier pun melangkah pergi menuju kelasnya.


" ngapain pak Slamet manggil lo." tanya nathan setelah melihat kedatangan Xavier.


" gue disuruh atur jadwal latihan buat pertandingan basket nanti." Jawab Xavier.


" iya, dan kita juga akan menjadi tuan rumah nya. makanya kita harus berusaha memberikan yang terbaik." ucap Xavier.


" wow beneran kita jadi tuan rumah, ini sih kita harus extra latihan jangan sampai kita kalah." ucap nathan antusias.


" ya kita harus berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik." ucap Xavier.


" kapan kita latihan." tanya max.


" belom gue atur tapi kita kumpul hari ini setelah pulang sekolah, gue akan share di grup nanti."


" oke deh siap."


tringg... bel istirahat berbunyi mereka pun segera keluar menuju kantin.


*****


di kantin amanda tengah duduk bersama Keisha, elena juga clarisa. mereka hanya duduk berempat tanpa Xander dkk, karena Xander dkk masih asik main basket di lapangan kebetulan tadi mereka sedang ada pelajaran olahraga.


" kalian udah lama disini? " tanya amanda.


" iya lumayan lah abis olahraga tadi langsung kesini." Jawab elena.


" kalian gak pesan makan?" tanya elena.


" engga lagi pengen nyemil aja, nih udah beli." ucap Keisha.


" gimana kalau kita kelapangan liat yang lagi main basket. " ajak Clarissa.


" ah boleh tuh." ucap amanda.


" yuk." ajak elena.


mereka pun pergi menuju lapangan. di sana ternyata sudah banyak para murid yang menonton.


bukan hanya Xander dkk saja di sana juga ada Xavier yang ikut bermain. elena melihat Xavier pun menjadi takut, amanda yang menyadari itu pun segera menggenggam tangannya.


" mau ke sana." tanyanya.


elena melihat senyuman menyakinkan amanda pun membuat ia yakin dan tenang. dia pun mengangguk lalu tersenyum. " iya." jawab nya.


sebenarnya ada rasa sedikit takut saat elena melihat Xavier, tapi ia harus bisa mengatasi rasa takutnya karena mungkin dia bisa saja nanti bertemu dengan nya apalagi mereka satu sekolah.


akhirnya mereka pun duduk sambil memakan cemilan yang dibawanya.


sebelum amanda dkk datang.


Xander menghentikan permainan basket nya saat melihat kedatangan Xavier dkk.


" mau apa lo kesini? " tanya Xander to the point.


" gue cuma mau kasih tau nanti pulang sekolah kita latihan untuk pertandingan bulan depan. gue udah sebar info di grup tapi kalian udah keluar makanya gue kesini."


ucap Xavier.


" huh gue keluar dari grup berarti gue keluar dari klub juga." Jawab Xander.


" gak bisa gitu dong." timpal nathan.


" kenapa gak bisa ya terserah gue mau keluar atau engga itu urusan gue. " sahut Xander.


" lo gak bisa keluar gitu aja apalagi bentar lagi ada pertandingan, setelah pertandingan selesai lo bisa keluar jika itu mau lo. " ucap Xavier.


" oke gue gak akan keluar tapi kita tanding hari ini jika lo kalah gue akan keluar begitu pun sebaliknya, gimana. "


Xavier pun menatap sahabat nya mereka pun mengangguk.


" oke."

__ADS_1


Xander pun segera berlari memainkan bolanya lalu dikejar oleh Xavier.


****


balik lagi ketempat amanda.


amanda kini tengah fokus melihat pertandingan basket itu, pesona mereka membuat para cewek berteriak histeris.


permainan kali ini di pimpin oleh Xavier yang sudah memiliki poin tinggi dari Xander.


Xavier terus menggiring bola nya lalu melemparkan pada sahabat nya max, max pun menerima nya lalu menggiring bola ke tingkat dan masuk... membuat teriakan mereka semakin histeris, Xavier pun mengacungkan jempol nya pada max, lalu dia mengedarkan pandangan nya pada arah penonton.


melihat amanda di sana membuat Xavier merasa jadi lebih semangat.


tak lama suara pluit menjadi tanda permainan berakhir, dan permainan ini dimenangkan oleh Xavier dkk.


" lo kalah jadi tepati ucapan lo, gue tunggu pulang sekolah." ucap Xavier lalu berjalan pergi.


" ah.. sial.. " ucap Xander kesal lalu dia berniat melemparkan bolanya sama Xavier. tapi lemparan nya meleset dan menuju pada salah satu penonton yang tak lain adalah amanda.


amanda yang tak sadar ada bola ke arah nya pun tak bisa menangkis jadi bola itu membentur ke kepala nya.


" aaa,, awas. " suara teriakan para siswa.


" akh." ringis amanda kepalanya terasa sakit lalu pandangan nya pun menjadi gelap dia pun pingsan.


Keisha yang disebelah amanda pun panik begitu pula elena dan Clarissa.


" man, manda hey bangun." ucap Keisha menepuk-nepuk pipinya.


" siapa pun tolong bawa ke uks." teriak elena.


Xavier yang terkejut melihat kejadian itu pun segera berlari ke arah bangku penonton, apalagi saat mendengar teriakan elena dia semakin menebak siapa korban nya.


saat sudah berada di bangku penonton dia terkejut dengan segera dia mengangkat tubuh amanda menuju ke uks, tapi sebelum itu dia menghentikan langkah nya dihadapan Xander.


" kalau lo kesal sama gue jangan begini caranya lihat jadi ada korban tak bersalah disini." ucap nya lalu berlalu pergi di ikuti yang lainnya.


Xander sendiri masih terkejut dia tak menyangka bahwa akan seperti ini. alvaro dan yang lainnya pun menghampiri Xander lalu menepuk bahunya.


" lebih baik kita susul mereka." ajak alvaro.


Xander pun mengangguk lalu pergi ke uks diikuti sahabat nya.


di UKS Xavier membaringkan tubuh amanda di ranjang UKS setelah nya dia pun mengambil kayu putih yang diberikan Keisha untuk nya.


Xavier pun segera mendekatkan kayu putih itu pada hidung amanda. lalu tak lama amanda pun mulai sadar mereka pun lega melihatnya.


" akh.. " ringis amanda saat mulai sadar.


" hei manda masih sakit." tanya Keisha panik.


amanda pun membuka matanya dia terkejut saat sudah ada di UKS lalu ada Keisha, Xavier dan yang lainnya. dia pun berusaha untuk duduk Xavier pun segera membantunya.


dia teringat bahwa tadi ia terbentur bola yang dilempar xander.


" are you okay? " tanya Xavier.


" iy-akhh... " ringis amanda yang merasakan sakit di kepala nya, rasa sakit itu beradu dengan gambaran ingatan- ingatan yang berputar di Kepala nya.


amanda semakin meringis merasakan sakit yang hebat membuat mereka khawatir melihatnya.


" manda lo kenapa." tanya Keisha panik.


" ah sha kepala gue sakit banget."


Xavier yang melihat itu pun segera berinisiatif membawanya ke rumah sakit dia pun segera menggendong amanda.


" kita ke rumah sakit sekarang." ucap Xavier lalu mengangkat tubuh amanda.


" Keisha tolong lo ijinin dan bawa tas nya manda nanti, max ikut gue." mereka pun mengangguk lalu max mengikuti langkah Xavier.


xander yang berada diluar pun terkejut saat amanda meringis kesakitan di gendongan Xavier. entah mau dibawa kemana amanda, dan itu membuat ia semakin merasa bersalah.


melihat elena keluar dia pun segera menghampiri nya lalu bertanya padanya. " mau dibawa kemana amanda."


" dia mau dibawa ke rumah sakit soalnya dia terus merasakan sakit di kepalanya. " jawab elena.


" lo sih ya gara-gara nya kenapa juga lo main lempar- lempar bola sembarangan. " ucap Keisha marah.


" sorry gue gak sengaja tadi gue gak berniat lemparin buat amanda kok." Jawab Xander.


" iya lo memang gak berniat buat lempar ke amanda tapi lo berniat mau lemparin tuh bola ke Xavier tapi meleset, seharusnya sebelum bertindak itu dipikir dulu." timpal nathan.


" tapi kenapa amanda bisa kesakitan seperti itu." heran azka.


" lo ga ingat amanda itu abis kecelakaan dan kepalanya terbentur dan sekarang dia baru aja pulih sudah dapat benturan keras lagi gimana dia gak kesakitan." sungut Keisha.


" iya sorry gue lupa tentang itu." ucap azka. Keisha pun segera meninggalkan mereka begitu pun justin dan nathan.


" el. " panggil xander.


" aku kecewa sama kamu, aku tahu kamu kesal sama Xavier tapi gak usah ditunjukkan ditempat umum lihat kan jadi ada korban nya." ucap elena lalu pergi dari sana bersama Clarissa.


" lebih baik kita ke kelas nanti pulang sekolah kita jenguk dia." ucap alvaro.


di mobil amanda terus meringis merasa sakit melihat itu Xavier menarik kepala amanda lalu mengelus nya.


" sabar ya bentar lagi sampai." ucap Xavier menenangkan.


mereka pun telah sampai di rumah sakit dengan segera Xavier menggendong nya sedangkan max memarkirkan dulu mobil.


kini amanda tengah diperiksa oleh dokter. Xavier menunggu nya diluar lalu datang lah max.


" gimana? " tanyanya.


" lagi di periksa di dalam."


" lo udah kabarin orang tua nya."


" oh iya gue belum kasih tau mereka."


Xavier pun segera merogoh ponsel nya lalu menghubungi mommy amanda, jika kalian bingung dari mana Xavier mendapatkan nomor orang tua amanda jawaban nya adalah dari bunda nya, bundanya sengaja menyuruh menyimpan nomor orang tua amanda takut nya ada sesuatu yang penting, terbukti sekarang dia membutuhkan nya.


tut.. tut... tut...


" halo. assalamu'alaikum." suara mommy di sebrang sana.


" halo waalaikumsalam.mom, ini Xavier. "


" oh kamu Xavier, ada apa kak? "


" em begini mom Xavier mau kasih kabar amanda masuk rumah sakit mom."


"apa? kenapa amanda bisa masuk rumah sakit, terus gimana keadaan nya sekarang, di rumah sakit mana." tanya mommy beruntun.


" mommy,, mommy tenang, amanda sekarang lagi diperiksa, nanti Xavier cerita kan, sekarang kita ada di rumah sakit karya medika."


" oke mommy ke sana tolong jaga amanda dulu ya nak. "


" iya mom, mommy juga jangan panik Xavier yakin amanda gak apa-apa. "


" iya nak, mommy tutup ya, assalamu'alaikum."


" waalaikumsalam. "


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2