Antagonis Novel

Antagonis Novel
40


__ADS_3

" amanda. " panggil seseorang yang ternyata tania.


amanda dan Keisha pun menoleh.


" ada apa? " tanya amanda.


tania pun dengan ragu-ragu mengatakan nya. " em gue.. eh gak jadi deh." ucap nya sambil menggaruk Kepala nya.


mendengar itu pun amanda dan Keisha mendengus kesal ia kira tania akan menyampaikan hal yang penting tapi ternyata dia mempermainkan mereka.


tania pun memilih mencari waktu yang tepat untuk mengatakan nya sehingga dia membatalkan bicara hari ini.


" tania. ayo. " panggil sang ibu.


tania pun menoleh dan mengangguk lalu menoleh lagi pada amanda dan keisha." gue duluan." pamitnya.


tania pun pergi menuju orang tuanya yang yang sedang menunggu dirinya.


amanda dan Keisha pun berbalik dan pergi menuju ke kelas. hari ini adalah hari mereka sekolah sebelum libur dan tania pun mulai menjalani hukuman nya nanti pada saat hari senin tiba.


amanda dan Keisha mengetuk pintu kelas dan ijin untuk masuk kembali mengikuti pelajaran dan guru pun mengizinkan nya. lalu mereka masuk dan mulai fokus lagi dengan apa yang di terangkan bu guru.


tringgg....


bel pun berbunyi setelah beberapa menit kemudian. amanda dan Keisha pun merapikan buku-buku mereka lalu mereka pergi ke kantin setelah menyelesaikan nya.


saat mereka sedang berjalan menuju kantin mereka pun bertemu dengan elena, Clarissa juga Xander dkk. mereka pun saling menyapa dan melangkah bersama menuju kantin.


setelah sampai kantin mereka pun mengedarkan pandangannya mencari tempat untuk mereka sedangkan amanda mencari xavier saat pandangan mereka bertemu xavier pun melambaikan tangan nya pertanda menyuruhnya untuk kesana.


amanda pun ragu dan merasa tak enak hati pada temannya jadi dia pun mengusulkan untuk mereka gabung kesana,dan kebetulan amanda lihat seperti nya tempat itu pun akan cukup untuk mereka.


" em guys ikuti gue." kata amanda.


mereka pun mengikuti langkah amanda dan berhenti di meja xavier.


" maksud lo kita gabung sama mereka gitu." ucap Gilang.


amanda pun mengangguk, " gak masalah kan? lagian tempat juga udah pada penuh dan yang kosong gak bisa nampung kita semua kan."


mereka pun mengedarkan pandangan nya lagi dan memang benar yang dikatakan amanda sudah gak ada tempat untuknya juga ada yang kosong tak cukup untuk menampung nya.


mereka pun akhirnya menyetujui nya.


" em tapi emang boleh? " tanya elena.


amanda pun menatap xavier dan para sahabat nya, " boleh kan? "


mereka pun mengangguk.


" iya silakan kalian bisa gabung disini." ucap xavier sebagai perwakilan.


mereka segera duduk, xavier pun segera menarik tangan amanda agar duduk di sampingnya. para sahabat xavier yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya, sedangkan teman amanda terkejut begitu pun juga dengan amanda.


tapi mereka membiarkan nya mungkin xavier ingin terus dekat dengan amanda.


" kalian sudah pesan? " tanya Gilang pada xavier dan sahabat nya.


mereka pun mengangguk, " iya kita sudah pesan. " ucap justin mewakili.


Gilang pun berdiri, " kalian mau pesan apa biar gue dan azka yang pesen."


" gimana kalo di samain aja biar kalian gak ribet juga." usul Keisha.

__ADS_1


mereka pun mengangguk.


" baiklah kalo gitu, gue pesen mie ayam sama es teh mau? " tanya Gilang.


" boleh/iya/ mau. " ucap mereka bersama. Gilang pun mengangguk, " ayo azka kita pergi pesan."


ajaknya pada azka.


" iya ayo." jawab azka.


Gilang dan azka pun pergi.


" em btw kalian udah deket dari lama? " tanya Clarissa penasaran terhadap hubungan xavier dan amanda.


amanda bingung harus menjawab apa sedangkan xavier hanya diam sambil memainkan ponselnya.


" em kita baru dekat kok bukan dari lama." jawab amanda.


" oh begitu, kita kira kalian sudah dekat tapi gak di publish." timpal elena.


" engga kok, kita cuma baru - baru ini dekat. " Jawab amanda.


tak lama pesanan xavier datang bersamaan dengan Gilang dan azka yang baru selesai memesan.


xavier dan para sahabat nya pun mulai makan tak lupa nenawari mereka yang pesanan nya belum datang.


" lo makan punya gue ." ucap xavier sambil menggeserkan piringnya


amanda pun menggeleng, " gak usah gue tunggu pesanan gue saja. lo makan saja." Jawab amanda sambil menggeserkan kembali piring itu yang berisi nasi goreng.


" makan, masih lama kalo nunggu itu." ucap xavier yang tak mau mengalah.


" engga gue mau nya mie ayam gak mau nasi goreng." tolak amanda lagi akhirnya membuat xavier berhenti.


" oh ya kata kalian kemarin bukannya hari ini tania mendapatkan hukuman nya." tanya azka.


" maksudnya gimana? " tanya nathan ikut menimbrung di sela makan nya.


" loh kalian gak tahu gue kira amanda atau xavier cerita. " Jawab azka.


justin dan nathan menggeleng sedangkan max, alvaro juga Xander hanya menyimak.


" engga kita gak tahu, lo tahu xav? " tanya justin.


xavier pun mengangguk.


" lo tahu tapi gak cerita? " ucap nathan.


" lo gak nanya, dan gue males. " Jawab xavier dengan santai.


nathan mendengus mendengar nya, sedangkan justin dan max hanya menggelengkan kepala mereka.


" biar para cewek aja yang cerita." ucap azka.


para cewek pun saling memandang. " lo aja manda yang cerita." ujar Keisha. elena dan Clarissa pun mengangguk.


amanda pun mengangguk dan mulai bercerita kadang Keisha pun ikut membantu menceritakan nya.


" wah gila berani banget tuh anak ancam guru." ucap nathan.


" lalu apa hukumannya? " tanya max.


amanda yang mendengar pertanyaan max pun terdiam dan melongo tak percaya.

__ADS_1


max yang melihatnya pun mengangkat sebelah alisnya, " kenapa? " tanyanya datar.


" ah eng,, engga gue cuma speechless aja lo mau bertanya." jawab amanda polos.


max yang mendengar nya pun mendengus sedangkan yang lain tertawa.


" sampai segitu nya lo sampai speechless segala denger max. dia memang begitu cuma menyimak saja dan bertanya saat penasaran ya walaupun dengan singkat." ungkap nathan.


Gilang dan azka pun melirik pada alvaro mereka berpikir bahwa max dan alvaro memiliki sikap yang sama, alvaro yang merasa ada yang melihat kearah nya pun menoleh lalu menatap tajam pada Gilang dan azka yang dari tadi tersenyum kearah nya. seolah tatapan nya berkata untuk menyuruh mereka diam.


Gilang dan azka pun mengalihkan pandangan nya menghindari tatapan tajam alvaro, sedangkan alvaro hanya mendengus.


tak lama datang lah pelayan yang mengantarkan pesanan mereka, mereka pun mengambil nya tak lupa memberikan uang nya. amanda yang mau memberikan uangnya ditahan oleh xavier.


" biar gue saja." ucap nya.


" gak usah gue aja." tolak amanda.


" udah, ambil ini." ucap xavier pada pelayan itu.


pelayan itu pun mengambilnya lalu pergi. amanda pun kesal tapi ia tetap mengucapkan terimakasih.


" thanks." ucap nya ketus.


" heem, lo tambah gemes kalo lagi marah gitu." bisik xavier.


amanda pun berusaha untuk tak tersenyum mendengar nya walaupun ingin, dia mempertahankan wajah tetap datar seolah tak terusik dengan bisikan xavier. mereka pun mulai memakan makanannya.


" jadi apa hukuman nya? " tanya elena.


" hukuman dia skorsing 2 minggu dan membersihkan perpustakaan selama masa skorsing juga dia harus mengambil tugas tambahan dari setiap guru jadwal nya." jawab amanda sambil mengaduk mie nya.


" serius, gila banyak banget hukuman nya." pekik Clarissa.


" tapi menurut gue itu hukuman yang pantas dia Terima." ucap Gilang mereka pun menyetujui nya.


" iya gue jadi ikut pusing dengernya udah bersihin perpus tambah tugas tambahan lagi." timpal nathan.


" yasudah lo bantu sana." ujar justin.


" dih ogah tugas gue juga banyak ngapain juga gue bantu dia."


tangan amanda meraih sambal lalu berniat menambahkannya lagi tapi ditahan oleh xavier.


" lo mau sakit perut." ucap nya.


" ih tapi ini gak pedes."


" gak pedes lo lihat kuahnya sampai merah begitu. kalo mommy tahu pasti dia juga melarang."


amanda pun menyimpan kembali wadah sambel itu dengan terpaksa.


" tapi gue rasa tania juga akan menerima hukuman dari orang tuanya. " ucap Keisha.


" gue juga rasa begitu. pasti orang tuanya gak akan tinggal diam mendengar kelakuan anak nya." sahut Clarissa.


" tapi apa ya hukuman nya." ucap elena.


" entah lah tapi daddy amanda bilang jika tania buat ulah lagi dia akan dipindahkan ke rumah nenek nya." ucap Keisha.


" pindah? lo tau dari mana." ucap azka.


" daddy amanda kan pasti banyak koneksi nya pasti mudah melakukan itu. mendengar itu mereka mengangguk setuju tapi ada satu orang yang tubuh nya menegang mendengar nya dia adalah.....

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2