Antagonis Novel

Antagonis Novel
41


__ADS_3

chapter ini mungkin membosankan maaf ya...


orang itu Xander, dia merasa sedikit was-was mendengar nya takut kesalahan dulu pada amanda terbongkar. dia sudah memastikan tak ada yang curiga tentang kejadian sabotase itu tapi tetap saja dia merasa takut.


" wah pasti nenek nya punya aturan yang sangat ketat di sana." celetuk azka.


" iya kayaknya soalnya pas gue lihat ekspresi tania saat orang tuanya denger sikapnya selama ini dia terlihat gelisah dan takut. " sahut Keisha.


" tapi kalo dia pindah sayang juga bentar lagi lulus." ucap justin.


" iya sih tapi sikap dia memang sudah keterlaluan." timpal Clarissa.


" dan mungkin tania itu sering membuat masalah jadi orang tuanya memberikan kesempatan terakhir agar dia tak berbuat masalah. jika dilanggar hukuman nya akan dipindahkan ke rumah nenek nya dan sekarang dia malah melanggar maka mau tidak mau dia harus menerima hukuman itu." kata justin.


" iya gue rasa juga begitu, tania pikir mungkin dia gak akan pernah ketahuan jika berbuat masalah."timpal Gilang.


" hah dia berpikir seperti itu juga karena membawa nama amanda coba kalo engga." celetuk Keisha.


" ya kalo engga pasti ketahuan." sambung Clarissa.


"sepandai-pandai tupai melompat pasti tertangkap juga." sahut amanda yang sedari tadi diam, dia pun menyimpan sendok nya karena telah habis lalu mengambil minuman nya. begitu pula dengan yang lainnya mereka juga telah menghabiskan makanan mereka.


xavier pun mengambil sebuah tisu lalu menyuruh amanda agar menoleh kearah nya, amanda pun menurut karena tak tahu apa yang akan dilakukan xavier.


sedangkan xavier segera membersihkan sisa saus yang ada di sudut bibir amanda. sontak membuat para murid di sana berteriak dan ada juga yang saling berbisik. para teman dan sahabat mereka pun ikut menatap mereka. amanda yang diperlakukan seperti itu pun menjadi gugup lalu dengan segera dia mengambil tisu itu.


" ah gue bisa sendiri kok, thanks." ucap nya setelah berhasil mengambil tisu di tangan xavier.


" aduh kalian ini ya mentang-mentang sedang pdkt kalian jadi bisa memperlihatkan ke uwuan di depan kita-kita." ucap nathan.


" iya nih kalian bikin kita mau aja." ucap Keisha sambil menopang dagu lalu tersenyum menggoda ke arah amanda.


" lo mau di gituin sini biar sama gue." sahut azka.


" sama lo dih ogah." tolak Keisha.


" emang nya kenapa kalo sama gue? gue juga gak kalah ganteng kok sama mereka." jawab azka tak Terima.


"walaupun lo ganteng gue juga gak akan tertarik." ketus Keisha.


" oh lo jadi mengakui kalo gue ganteng." ucap azka sambil menyegarkan rambut nya.


" engg,, engga kok." ucap Keisha gugup. dia merutuki bibir nya yang asal bicara.

__ADS_1


" udah deh kalian ini suka sekali debat." ucap elena menengahi.


" lama kelamaan kalian bisa saja berjodoh." sahut amanda menimpali.


" ih gue jodoh sama dia, gak mungkin." sangkal Keisha.


" iya gak mungkin bisa-bisa nanti ribut mulu." ucap azka sambil membayangkan.


mereka yang mendengar nya pun tertawa. kecuali 4 orang siapa lagi kalo bukan xavier, Xander, alvaro juga max.


tringgg...


bel masuk pun berbunyi mereka pun berpisah dan kembali ke kelas masing-masing.


amanda dan Keisha tengah duduk di bangku nya sambil menunggu bu guru datang.


" gue gak nyangka xavier bisa bersikap seperti itu pada lo di tempat terbuka." ucap Keisha.


" iya gue juga gak nyangka dia bisa seperti itu. jawab amanda.


" nanti lo pulang bareng sama xavier? " tanya Keisha.


amanda pun mengangguk, " iya kemarin kita sudah memutuskan untuk melakukan pendekatan salah satunya dengan berangkat dan pulang bareng."


melihat itu amanda pun segera menjawabnya, " gue juga bisa kok sesekali berangkat sama lo. gak papa kan. " ucap amanda.


Keisha pun sadar bahwa dia gak boleh egois akhirnya dia pun mengangguk dan tersenyum. amanda yang melihat nya pun bernafas lega dia takut jika Keisha marah padanya.


" oh ya besok lo ada acara? besok kan libur."


amanda pun terdiam mengingat, lalu dia pun ingat ingin mengunjungi orang tuanya dulu sebagai amanda putri dia tak mungkin mengajak Keisha ke sana.


" em besok gue ada acara, kenapa memang? " tanya manda.


" tadinya gue mau ngajak hangout bareng tapi ternyata lo ada acara." Jawab Keisha.


" sorry ya sha, gimana kalo lo ajak elena atau Clarissa. " usul amanda.


" ah iya gue bisa mengajak mereka. jadi lo gak usah khawatir lo kencan aja sama xavier." ucap Keisha dia menebak bahwa acara amanda besok adalah acara kencan mereka.


" tapi gue gak.. " ucapan amanda terpotong karena ada guru yang masuk biarlah nanti ia membicarakan nya.


amanda pun fokus mendengar dan mencatat apa yang guru sampaikan. hingga setelah beberapa menit bel pun berbunyi pertanda mereka pulang. amanda dan Keisha pun segera membereskan peralatannya setelah itu mereka melangkah keluar karena guru sudah pamit pergi.

__ADS_1


mereka pun berjalan bersama menuju parkiran saat berjalan mereka pun bertemu dengan elena dkk.


" oh ya apa besok kalian ada acara? " tanya elena pada amanda dan Keisha.


" gue sih tadinya mau ngakak kalian hangout bareng." jawab Keisha.


" ayo ayo pasti seru." ucap Clarissa semangat.


" tapi sorry gue gak bisa ikut mungkin lain kali gue ikut." ucap amanda.


" yah kenapa? " tanya elena.


" amanda ada acara." sahut Keisha.


" oh ya. baiklah kalo gitu." Jawab Clarissa.


" jadi cuma kita bertiga nih, para cowok gak ikut? " tanya Keisha.


" sorry tapi kita gak bisa soalnya besok kita latihan. " Jawab Gilang.


" oh iya ya ya sudah kita bertiga saja girls, kita me time tanpa cowok." ucap Keisha.


elena dan Clarissa pun mengangguk setuju. mereka terus berbincang hingga tak terasa sampai di parkiran.


" yah udah sampe saja ya." ucap Clarissa.


" iya gak terasa kalo gitu gue duluan ya." ucap Keisha.


" loh gak bareng sama manda? " tanya elena heran.


" engga manda bareng xavier. " ucap Keisha.


" oh gitu." jawab elena.


" iya, manda gue duluan ya, semuanya gue duluan bye."


" bye hati-hati." ucap mereka bersama.


amanda pun mengedarkan pandangan nya untuk mencari xavier dan akhirnya dia pun menemukan nya dia pun segera pamit dan menghampiri xavier.


xavier yang melihat amanda berjalan kearah nya pun segera mengambil helm dan memakainya. tak lupa dia pun mengambil helm amanda dan membuka talinya. setelah amanda berada di depan nya dia pun memberikan helm itu amanda pun menerima dan memakainya. setelah itu mereka pamit pulang duluan pada sahabat xavier yang ada di sana.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2