Arsitek Dan AL

Arsitek Dan AL
Rencana menikah, kapan?


__ADS_3

Sesampainya di rumah adzan maghrib berkumandang, pas sekali. Aku dan mas Abi turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


"assalamualaikum" salam kami


"waalaikumusallam. Eh, kalian udah dateng" kata mama


Aku mengernyit.


"kalian? Berarti mama tahu dong kalau mas Abi mau keseni?" tanyaku


"iya, mama yang suruh Abi cari kamu"


Oh, ternyata mama yang kasih tahu mas Abi.


"eh..ada nak Abi" kata papa tiba tiba datang dari kamar dengan memakai baju kokoh lengkap bersiap ingin pergi ke masjid.


"iya, pa. Papa mau ke masjid? Abi ikut ya" kata mas Abi


"iya nak, ayo"


Papa dan mas Abi pun pergi ke masjid. Sedangkan aku bersiap untuk mandi. Entah kenapa aku merasa sangat sakit di perut bagian bawah sedari tadi. Saat ku periksa ternyata aku datang bulan. Sudah ku duga.


Aku segera mandi, selesai mandi aku mencari sisa pembalut, ternyata sudah habis di pakai mama. Dengan terpaksa aku harus membelinya di supermarket.


Entah kenapa jalanan saat ini begitu padat, untung saja aku menggunakan motor jadi, agak sedikit longgar. Sesampainya di rumah aku langsung berlari ke kamar mandi tanpa memperhatikan sekitar. Aku takut jika bocor!!


"loh..udah dateng mas?" tanyaku sekeluarnya dari kamar. Aku kaget karena melihat mas Abi duduk di sofa.


"udah, dari mana lagi kamu?"


"supermarket, beli pembalut" jawabku sambil mendudukan diri di samping mas Abi


"ooo..." katanya


"papa mana?" tanyaku


"tadi katanya ke kamar"


"tunggu bentar ya, aku buatin minum" kataku


"nggak usah, aku sudah mau pulang"


"cepet banget?" tanyaku


Mas Abi hanya tersenyum menatapku tajam penuh arti yang tidak ku tahu.


"nggak usah lihatin aku kayak gitu. Mau ku colok tu mata!" seruku


Dia tertawa lalu mengusap kepalaku dengan lembut.


"Abi, ayo makan malam sama sama" kata mama tiba tiba datang dari dapur


"mas Abi udah mau pulang, ma" sahutku


"bener, Bi?" tanya mama padanya


"ehm..iya ma" jawab mas Abi

__ADS_1


"sebentar aja cuman makan malam kok" bujuk mama


"yaudah, ma"


Kamipun menuju ke meja makan.


Tunggu, ini Ica sama kak Fajar kemana?


"ma, Ica sama kak Fajar mana?" tanyaku setibanya di meja makan


"kak Fajar nemenin Ica beli buku. Mungkin, sebentar lagi pulang" jawab mama


Benar saja, tidak lama mereka datang dan langsung bergabung di meja makan bersama ku, mas Abi dan mama.


"loh, ada pak Abi?" tanya kak Fajar basa basi


Mas Abi tersenyum dan mengangguk.


"Ica, panggil papa di kamar ya" perintah mama


"siap ma!" jawab Ica


Ketika semua sudah berkumpul, makan malam pun dimulai.


"kok makannya sedikit, bi?" tanya papa


"iya, pa. Kebetulan tadi Abi sudah makan" jawabnya


Papa mengangguk faham.


"nggak semua masalah bisa di selesaikan pakai materi!" jawabku ketus karena masih kesal dengannya tentang masalah kemarin malam.


"nggak baik sama kakak sendiri kayak gitu" sahut mas Abi


Aku diam.


"jewer aja, bi. Ani memang begitu" sahut mama. Orang orang pada main keroyokan ini, batinku.


Aku terus fokus makan tanpa menghiraukan perkataan mereka semua.


"ayo Ani sekarang minta maaf sama kak Fajar" pinta papa


Aku menghembuskan nafas kasar


"maaf!" kataku tanpa sedikitpun melihatnya


"begitukah papa mengajarkanmu meminta maaf?" tanya papa


Aku langsung berhenti makan dan ku lihat wajah kak Fajar.


"maaf kak" kataku lagi, kali ini sedikit tulus


Kak Fajar tersenyum dan mengangguk. Kamipun melanjutkan makan.


"kapan rencananya kalian menikah?" tanya papa tiba tiba


Aku yang mendengar itu langsung tersedak.

__ADS_1


"uhuk..uhuk..uhuk" batukku


"minum, sayang" kata mas Abi memberikan secangkir air mineral. Akupun meneguknya sampai habis.


Ini beneran papa tanya kayak gitu?


"kalau Abi sih, maunya secepatnya, pa. Karena rencananya Abi mau sekolah biar pangkat Abi naik dan bisa lepas tugas dari kapal perang" jawab mas Abi


"terus Ani gimana?" tanya papa


"ehm...ya gitu, pa" jawabku bingung


"ya gitu gimana?" sahut mama


Aku terdiam.


"kamu belum siap, ya?" tanya mas Abi


"bukan gitu. Kalau ditanya siap apa nggak, aku selalu siap. Cuman, apa nggak kecepetan" jawabku


"bagus dong. Lebih cepat lebih baik" sahut papa


"kalau kalian udah sama sama siap. Jangan di tunda tunda lagi" saran mama


"kalau memang Ani setuju. Gimana kalau bulan depan kita pengajuan nikah di kantor aku?" tanya mas Abi


Deg..


Ini beneran? Secepat ini? Batinku bertanya tanya.


"nah, saya setuju, pak" kali ini kak Fajar berkomentar.


"iya papa sama mama juga setuju" sahut mama


Aku masih diam. Ya, bingung aja gitu loh. Kenapa jadi cepet banget.


"giaman sayang?" tanya mas Abi


"kalau memang semua setuju. Aku setuju juga mas" jawabku


"benarkah?" tanyanya meyakinkan


Aku mengangguk.


Semua tersenyum bahagia.


"semoga niat baik kalian lancar ya" kata papa


"aamiin pa" sahut ku dan mas Abi


.......


Hai semua! Jangan lupa like dan vote ya. kalau nggak bisa vote like aja. Like kan gratis😊.


untuk hari ini up nya ini dulu ya, soalnya author udah kehabisan ide. Tetap tunggu bab selanjutnya ya. Jangan pernah bosan


See you❤

__ADS_1


__ADS_2