
Saat ini aku sudah berada di suatu lapangan besar bersama seorang lelaki yang akan melatihku belajar menyetir mobil. Aku mengambil paket 3 yaitu, dalam waktu beberapa jam belajar langsung bisa.
Di pandunya aku dengan perlahan lahan meski awalnya agak sedikit takut tapi, ku coba memberanikan diri hingga mobil melaju dengan perlahan.
bruk..
Aku merasa menabrak sesuatu.
"apa itu?" tanyaku khawatir
"biar saya lihat" kata mas pelatih.
"mba menabrak ranting pohon" katanya sekembalinya dari luar
Akupun turun memastikan. Ternyata benar, ranting pohon untung saja hanya ranting, batinku.
"mba bisa majukan mobilnya" perintahnya
Akupun masuk ke dalam mobil dan memajukannya. Setelah itu aku lanjut belajar lagi. Tapi, kali ini dengan hati hati.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17.00 dan itu menandakan bahwa kegiatan belajar sudah berakhir, ku putuskan untuk pulang dengan mengendarai mobil sendiri. Tapi, mas pelatihnya masih duduk di sampingku dia mau melihat benar benar bisakah aku membawa mobil sampai ke rumah.
Akhirnya, aku sampai di rumah dengan selamat, tidak menyangka aku bisa nyetir mobil secepat ini, alhamdulillah.
"nah, sekarang mba sudah bisa, intinya jangan ragu kalau mau ngerem, ngerem aja" kata mas pelatih.
"iya mas makasih ya"
"sudah jadi kewajiban saya mba, yasudah kalau begitu saya permisi ya mba" katanya pamit
"oh iya, mas. Silahkan"
.....
"kak Ani, ica boleh dong cobain mobil kak Ani" kata ica tiba tiba menghampiriku yang sedang nonton tv di ruang tamu.
"boleh..besok kak Ani akan antar ica pake mobil itu" kataku
"ye..ye...makasih ya kak" katanya senang sambil memelukku
Aku tersenyum. Tiba tiba saja ponselku berdering ada telfon masuk dari mas Abi dengan segera ku angkat.
📲mas Abi
"assalamualaikum, sayang?"
📲aku
"waalaikumusallam, mas"
"kak Abi ya, ica mau ngomong kak" kata ica tiba tiba, akupun memberikan ponselku padanya. Mereka Asyik bicara entah apa yang mereka bicarakan. Aku memutuskan untuk memgambil air minum di dapur. Mama dan papa sudah tidur sehabis sholat isya tadi. Sedangkan kak Fajar sedang jaga di kantor.
"kak, nih kak Abi mau ngomong" kata ica tiba tiba datang menghampiriku ke dapur sambil menyerahkan ponselku.
📲aku
"hallo, mas?"
📲mas Abi
"sayang lagi apa?"
📲aku
"minum"
📲mas Abi
"minum kok ngomong"
📲aku
"udah selesai minumnya. Kapal mas kapan sandar ke sini"
📲mas Abi
"besok pagi, sekitar jam delapan"
📲aku
"aku jemput ya, boleh?"
📲mas Abi
"bukannya kamu kerja?"
📲aku
__ADS_1
"lagi libur"
📲mas Abi
"dalam rangka apa?"
📲aku
"jadi, kemarin kan aku naik jabatan. Terus aku dikasih mobil mas, aku kan nggak bisa nyetir nah, di kasih waktu libur tiga hari buat belajar nyetir mobil, jadi gitu ceritanya"
📲mas Abi
"oh ya? Wah, pacar mas memang hebat"
📲aku
"mas lebih hebat. Jadi boleh nggak nih aku jemput?"
📲mas Abi
"selama nggak ngerepotin kamu boleh. Lagi pula mas kan ada mobil dinas bisa di pakai juga buat pulang"
📲aku
"mumpung aku libur mas"
📲mas Abi
"yaudah besok mas tunggu"
📲aku
"okedeh. Yaudah ya mas aku mau bobo dulu, sampai ketemu besok"
📲mas Abi
"iya sayang, assalmaualaikum"
📲waalaikumusallam, Mas"
.....
Pagi pagi aku mengantar ica kesekolahnya dengan menggunakan mobil, meski ada rasa agak sedikit takut tapi, aku yakin aku sudah bisa walaupun pelan. Aku sengaja mengantar ica pagi pagi karena ingin menjemput mas Abi di pelabuhan.
Sebelum ke pelabuhan aku berniat mampir dulu ke sebuah restoran untuk membelikan mas Abi bubur ayam. Sudah lama aku tak memanjakannya, fikirku.
......
5 menit kemudian kapalnya sandar, aku masih belum melihat mas Abi turun dari kapal ku putuskan untuk menelfonnya.
📲aku
"assalamualaikum, mas. Aku sudah di luar ini" (kataku sambil turun dari mobil)
📲mas Abi
"waalaikumusallam, dimana sayang?"
📲aku
"di dekat mobil warna merah, mas dimana sekarang posisinya?"
📲mas Abi
"ini mas baru turun kapal"
Aku melihatnya dan kulambaikan tangan padanya.
📲aku
"mas bisa lihat aku?"
📲mas Abi
"iya mas lihat. Tunggu disitu ya"
Akupun mematikan panggilan. Terlihat senyum dibibirnya mengembang setelah melihatku. Aku mendekat ke arahnya semakin dekat dan dekat. Hingga, kami saling berhadapan dan bertatapan mata.
Langaung saja ku peluk dia dengan kencang hitung hitung melepas rindu setelah beberapa hari tak bertemu. Dia mengusap punggung ku dengan halus. Dikecupnya kepalaku.
"kangen, ya?" tanyanya sembari melepas pelukan.
aku memgangguk.
"sayang bawa mobil kesini?"
"iya mas, itu mobilnya" kataku sambil menunjuk ke arah mobil.
__ADS_1
"memang kamu sudah bisa nyetir?" tanyanya ragu
"bisa meskipun pelan" jawabku
Dia tersenyum, aku menggandeng tangannya menuju mobil dan ku serahkan kuncinya pada mas Abi.
"mas Abi yang nyetir" kataku sembari berlalu masuk. Dia tersenyum dan menaruh tas ranselnya di kursi belakang setelah itu masuk dan duduk di belakang kemudi. Tanpa banyak kata mobil melaju dengan cepat.
"mas Abi pasti belum makan kan. Tadi aku beli bubur ayam untuk mas" kataku sambil mengeluarkan kotak di dalam plastik yang berisi bubur ayam. Langsung saja ku sendokkan bubur itu ke mulutnya.
"aaa..." kataku
Dia memakannya dengan lahap sambil tangan dan mata tetap fokus menyetir.
"sayang, aaa..." katanya sambil membuka mulut. Aku tersenyum dan lagi lagi menyendokkan bubur ke mulutnya hingga habis. Ku ambil air mineral di kursi belakang dan ku berikan padanya untuk diminum.
Diraihnya tanganku kemudian diciumnya punggung tangan ini. Aku tersenyum menatapnya. Aku sangat rindu momen momen seperti ini.
"makasih sayang" katanya
Aku mengangguk.
"loh, kita mau kemana. Ini kan bukan jalan menuju mess kamu, mas?" tanyaku heran.
"kita kesuatu tempat" katanya
Aku mengernyit heran. Tapi, aku menurut. Terserah dialah, batinku.
Beberapa menit kemudian mobil terparkir disebuah Mall.
"mau ngapain kita kesini, mas?" tanyaku
"beli sesuatu untuk kamu" katanya
"apa?"
"bawel...udah ayo turun" perintahnya.
Akupun turun dan kami berjalan masuk ke dalam. Dia terus menggandeng tanganku hingga sampai disuatu toko perhiasan.
"mau ngapain kesini, mas?" tanyaku. Dia semakin membuatku bingung.
"kamu pilih cincin yang bagus untuk kita lamaran" jawabnya.
deg...jantungku berdetak begitu kencang. Sungguh? Dia ingin melamarku?
"kok diem, bingung ya. Biar mas yang pilih" sambungnya
"ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu peagwai
"saya mau cari cincin untuk lamaran tapi, untuk saya jangan yang emas ya" kata mas Abi
Disitu aku hanya bisa diam sambil mentapnya, seolah masih tidak percaya dengan apa yang diucapkannya.
Pelayan mengambilkan beberapa model cincin. Semuanya terlihat bagus dan mewah.
"sayang mau yang mana?" tanyanya padaku
"aku bingung mas" jawabku
"kenapa? Pilih yang mana sayang mau"
Aku mengangguk. Ku lihat lihat dan ku perhatikan satu persatu cincinnya. Hingga, aku jatuh hati pada satu cincin yang ku anggap sederhana tapi, elegan dengan satu permata di tengah.
"aku suka yang ini, mas?" kataku sambil menunjuk cincinnya.
"benar mau yang ini?" tanyanya meyakinkan
Aku mengangguk tanpa ragu.
"mba pilihkan cincin untuk saya yang cocok dengan cincin ini" perintah mas Abi pada pegawai toko. Pegawai itupun mengeluarkan beberapa model cincin yang senda dengan cincin yang ku suka. Tanpa butuh waktu lama dia memilih akhirnya, dia memutuskan untuk membeli sebuah cincin perak polos dengan satu permata ditengah.
"sayang tunggu disini ya, mas bayar dulu" katanya. Aku pun mengangguk.
"Yuk" katanya sekembalinya dari kasir sambil menarik tanganku. Aku beranjak dari kursi dan mengikuti langkahnya.
"nanti malam mas akan datang ke rumah kamu, kasih tahu mama dan papa ya" katanya
Aku tersenyum. Tidak ku sangka dia akan melamarku secepat ini.
......
Hai semua! Gimana seru nggak? Semoga selalu suka ya, jangan lupa terus vote dan like. Kalau nggak bisa vote like aja😊.
see you di bab selanjutnya❤
bagi yang sudah vote terimakasih banyak ya🤗😊.
__ADS_1