
Hai semua jangan lupa dukung author terus ya, like, vote, rite dan favorite novel ini. Dukungan kalian akan menjadi semangat author untuk terus menulis.
πππ
Mobil mas Abi terparkir di depan rumah ku. Namun, dia masih mengunci pintu mobilnya sehingga aku tak bisa turun. Kami saling diam disana. Mataku sudah sembab karena sedari tadi menangis.
"Maaf kan mas, sayang" dia memiringkan badannya menghadap ke arahku. Aku terus menatap ke luar jendela.
"Lihat mas" lirihnya pelan
Aku diam!
"Kamu dengar, mas. Lihat mas sekarang!"
Aku masih diam!
Tiba tiba dia menarik bahuku dengan paksa setelah itu memelukku. Aku memberontak, ku pukul pukul dada nya dengan kencang agar dia melepaskan pelukannya. Namun, nihil tenaga mas Abi sangat begitu kuat!
Sama sekali tak ku balas pelukannya. Diusapnya punggung ku seraya menenangkan.
"Dia hanya masa lalu, mas. Percaya ya, sayang" bisiknya ditelingaku
"Mas masih cinta kan sama dia? Hiks..hiks.." ku pukul dengan keras dadanya
"Jangan berkata seperti itu. Mas tidak ada rasa padanya lagi setelah tahu bahwa dia telah mengkhianati mas, sayang. Percayalah" di usapnya kepalaku
"Kenapa mas tak menceritakannya padaku selama ini. Apa kisah cinta kalian terlalu indah untuk ku ketahui?" Aku masih berada di dalam pelukannya sambil terus memukul dadanya
"Tidak! Bahkan kisah cinta Ani dan Abi lebih indah" dia menahan tanganku agar tidak memukul dadanya lagi, aku merasakan ada kecupan halus yang mendarat di kepalaku
"Mas tidak ingin lagi mengingat kejadian di masa lalu. Mas sangat membencinya" sambung mas Abi
"Sungguh? Mas tidak sedang berbohong?" Ku dongak kan kepala menatap mata mas Abi. Dia menggelang dan tersenyum
__ADS_1
"Mas hanya mencintai mu saat ini dan selamanya" dia mengusap air yang ada di mataku
Mendengar itu, ku peluk dia dengan kencang.
"Jangan pernah mengkhianati ku, mas" lirihku
"Jangan pernah berfikir mas akan mengkhianati mu. Karena itu tak akan terjadi"
Aku semakin memepererat pelukanku. Baju mas Abi sekarang sudah basah bercampur antara air mata dan ingus ku, aku tak perduli!
"Lihat sayang, ingus mu menempel di baju, mas" bisiknya di telingaku
Ku lepas pelukan itu dan ku lihat bajunya. Aku tersenyum malu
"Maaf!" Kataku seraya mengusap air yang ada di bajunya
"Tidak apa apa. Jangan seperti ini lagi, terus percaya pada mas, ya" dia mengusap pucuk kepalaku. Aku mengangguk.
Akhirnya, kami memutuskan untuk berjalan jalan sebentar hingga mataku kembali normal.
"Tadi katanya kamu mau baso, jadi?" Tanya mas Abi disela sela perjalanan
"Udah nggak nafsu!" Kataku
"Kamu kan belum makan, sayang" mas Abi meraih tanganku dan digengamnya kuat
"Nanti aku akan makan di rumah"
"Oh iya, kembalikan hp ku mas" ku lepas genggaman tangan mas Abi dan menodongkan tangan padanya. Ya, sedari tadi dia belum mengembalikannya.
"Nanti saja" dia malah menepuk tangan ku yang menodong dan menggengamnya lagi
"Aish..apa apaan mas ini!" Aku memberontak ingin melepaskan genggaman tangan itu
__ADS_1
"sebentar saja, sayang. Sebentar lagi kita akan dipingit jadi, mas ingin menghabiskan waktu berdua bersama mu" dia mengecup tanganku
"Bunda dan ayah kapan kesini, mas?" Tiba tiba aku teringat kedua orang tua mas Abi yang berada di kota Y.
"Mungkin 3 hari sebelum akad sayang. Kata Bunda sih dia mau buat acara pengajian dulu di sana sebelum ke sini" Mas Abi semakin mengeratkan pegangan tangannya.
Lama lama kram juga nih tangan, batinku
"kan kamunya nggak ada di sana. Kok ngadain pengajian?" Ku tatap wajah mas Abi
"siapa bilang? Minggu depan mas pulang sama Anisa" Dia menatap ku balik
"Ooo.." Aku membulatkan mulut
"Jangan kangen, ya" Dia mengecup tanganku kemudian di genggamnya lagi.
"Nggak akan!"
"Kok gitu?"
"Terus gimana? Tadi disuruh jangan kangen. Di jawab nggak akan. Di tanya kok gitu, nggak jelas deh!" Aku berusahan melepas tanganku yang karena sudah mulai kram
"Ish..bisa diem nggak tanganmu ini, sayang?" Mas Abi menatapku sekilas
"Kram mas!" Aku menatapnya
"Sudah tidak kram, bukan?" Dia malah mengecup tanganku
"Aish..."
ππππ
Hai! Jangan lupa vote, like, rate dan favorite ya. Mohon maaf jika ada kesalahan kata di dalamnya. βΊ
__ADS_1