
Jangan lupa like, vote dan favorite ya. Maaf Author lama upnya. Dan Selamat hari raya Idul Fitri 1441 H. Mohon maaf lahir dan batin semuaπ
Selamat membaca!
Maaf jika ada salah kata.
πΎπΎπΎ
Di lain sisi..
Mas Abi yang sedang ketiduran di ruang keluarga mendengar teriakan bunda yang sangat begitu kencang. Dengan cepat dia berlari menuju asal suara. Ternyata dia melihatku tergeletak pingsan di bawah tangga.
"Ada apa ini?" Mas Abi kaget, diangkatnya kepalaku dan diletakkan di pangkuannya.
"Bunda juga tidak tahu. Bunda baru datang" kata Bunda
"Sayang? Bangun sayang" ditepuk tepuknya pipiku. Namun, tak ada respon
Dengan cepat mas Abi menggendongku masuk ke dalam mobil untuk menuju ke rumah sakit. Setibanya di sana aku langsung dilarikan ke ruang UGD.
"Bagaimana dok keadaan istri saya?" Tanya mas Abi penuh kekhawatiran kepada dokter setelah menanganiku.
"Darahnya sangat begitu rendah. Apakah dia sedang dalam masa menstruasi?" Tanya sang dokter
__ADS_1
"Iya dok. Dia baru semalam datang bulan"
"Tidak masalah. Nanti saya akan kasih obat tambah darah, jangan khawatir. Tidak ada luka dalam" mas Abi bernafas lega.
"Bolehkan saya masuk, dok?" Tanyanya
"Iya, silahkan. Jika pasien sudah sadar tolong panggil saya" mas Abi mengangguk dan dokter berlalau pergi.
"Maaf kan mas tidak bisa menjaga mu, sayang" di usapnya kepala ku yang sedang berbaring tak sadarkan diri di atas ranjang. Mas Abi sangat menyesal karena saat itu dia tak ada di sisiku. Mas Abi terus meracau mengungkapkan penyesalannya, di usapnya kepalaku agar bangun.
Aku yang menerima sebuah sentuhan di kepala mencoba membuka mata perlahan.Terdengar suara yang tak asing di telingaku. Kepalaku begitu pusing dan perutku kenapa sesakit ini? Rasanya, rahimku seperti di sobek sobek, sakit sekali!
"Sayang? Kamu sadar?" Dia menggenggam tanganku kuat
"Dokter! Dokter" Tak lama dokter datang dengan beberapa suster. Dia langsung memeriksa keadaanku.
"Sakit sekali, mas hiks..hiks.." ku genggam erat tangannya
"Mas di sini! Jangam menangis" di usapnya air mataku
"Saya perlu bicara dengan bapak" dokter melangkah pergi keruangnnya dan mas Abi segera mengikutinya. Aku hanya bisa diam menahan rasa sakit disekujur tubuhku. Kenapa jadi seperti ini? Apakah parah? Hatiku terus bertanya tanya. Tak lama suster memindahkan ku ke kamar rawat. Katanya aku harus dirawat untuk beberapa hari di rumah sakit. Selang infus dipasangkannya di tanganku.
Setelah suster keluar, mas Abi datang. Tampak wajahnya sangat sedih melihatku terbaring lemah di ranjang.
__ADS_1
"Bagaimana, masih sakit?" Dia mengusap lembut pucuk kepalaku
"Sakit sekali, mas!" Air mata mulai jatuh ke pipiku
"Maafkan mas sayang" dikecupnya kepalaku dengan lembut
Tiba tiba ponsel mas Abi berdering ada panggilan masuk dari bunda. Terdengar suara kekhawatirannya, aku tahu kerena mas Abi menspeaker ponselnya agar aku bisa dengar apa yang bunda katakan. Mas Abi memberitahunya bahwa aku harus dirawat di rumah sakit untuk beberpa hari, hal itu semakin membaut bunda cemas. Tapi, mas Abi memcoba menenangkannya dan memberitahu bahwa aku hanya butuh istirahat.
"Mas?" Panggilku setelah mas Abi selesai bertelfonan
"Iya sayang" diraihnya tanganku dan ditempelkannya ke pipi.
"Apa kata dokter?"
"Kamu hanya kelelahan dan darahmu rendah. Masalah sakit di perutmu itu akan segera diberi obat. Tapi, jika rasa sakitnya tak kunjung sembuh akan dilalukan pemeriksaan lanjutan" jelas mas Abi
"Apa aku akan baik baik saja, mas?" Aku sangat takut
"Pasti sayang. Jangan berfikir yang macam macam"
"Tapi, aku takut mas. Bagaimana jika terjadi sesuatu? Perasaanku tidak enak"
"Mas akan selalu ada di sisi mu, percayalah!" Dia mengecup tanganku. Betapa beruntungnya aku mempunyai suami seperti dirinya.
__ADS_1
πππ
Hai semua! Jangan lupa like, vote dan favorite. See youπ