Arsitek Dan AL

Arsitek Dan AL
Bersikap dewasa


__ADS_3

"Kok sepi gini sih, nis?" Tanyaku heran setibanya kami di gedung itu.


"Iya nih" dilihatnya setiap sudut mencoba mencari seseorang.


"Permisi kalian cari siapa ya?" Tiba tiba datang bapak tua menghampiri kami. Aku yang melihatnya terkejut bukan main.


"Maaf saya mengagetkan" dia sadar akan ulahnya. Aku tersenyum.


"Begini pak, saya mau menyewa gedung ini untuk acara pernikahan. Apakah bisa?" Tanyaku


"Kalau masalah itu saya kurang tahu mba. Disini saya hanya tukang bersih bersih"


"Begitu, ya? Yasudah, terimakasih pak" kataku. Bapak itu mengangguk dan berlalu pergi.


"Terus gimana ini, kak?" Tanya Anisa


"Coba deh kamu telfon kakak mu, nis. Aku lagi males ngomong sama dia" suruhku. Anisa faham akan maksudku dan langsung menelfon kakaknya.


📲Anisa


"Hallo kak. Ini aku sama kak Ani udah di gedung tapi, kok sepi?"


📲mas Abi


"......."


📲Anisa


"Ooo...gitu ya. Terus mana orang yang mau dikasih DP?"


📲mas Abi


"........."


📲Anisa


"Jadi, kita nunggu nih? Panas tahu, kak"


📲mas Abi


"........"


📲Anisa


"Ada nih kak Ani di samping aku"


📲mas Abi


"........"


"Kak Abi mau ngomong sama kamu katanya" dia menyerahkan ponsel padaku.


"Ngapain?" Tanyaku


Anisa bergidik tak tahu. Ku terima ponsel itu dan ku tempalkan di telingaku.


📲aku


"Apa sih?"


📲mas Abi


"Kok mas telfon nggak diangkat?"


📲aku


"Tadi aku nyetir. Nggak dengar!"


📲mas Abi


"Oo. Sayang marah ya?"


📲aku


"Mas fikir aja sendiri!"


📲mas Abi


"Ngertiin mas dong sayang. Mas juga nggak mau biarin kamu ngurus itu semua tanpa mas. Cuman, balik lagi. Kamu tahu mas siapa? Kerjaan mas apa? Mas cuman minta kamu sedikit dewasa. Kita udah mau nikah loh. Masa kamu mau gini terus"


Apa yang dikatakan mas Abi ada benarnya juga sih. Seharusnya aku tidak bersikap seperti ini, batinku.


📲aku

__ADS_1


"Hm..maaf kan aku"


📲mas Abi


"Mas selalu memaafkan mu"


📲aku


"Makasih. Jaga diri mas disana! Aku pasti sangat merindukan mu, mas"


📲mas Abi


"Kamu juga. Mas yang akan lebih rindu padamu, sayang. Bersabarlah, demi kita"


📲aku


"Sebisa mungkin aku bersabar. Baiklah, aku tutup dulu ya, mas. Assalamualaikum"


📲mas Abi


"Iya sayang. Waalaikumusallam"


Tut..telfon berakhir.


"Kenapa kamu?" Ku serahkan ponsel itu pada Anisa. Ku lihat dia senyum senyum sendiri menatapku.


"Ciee udah baikan. Pake rindu rinduan segala lagi" di raihnya ponsel dari tanganku seraya menggodaku. Aku tersipu malu dan memukul halus lengannya.


"Kualat kamu menggoda kakak iparmu ini!" Seruku


"Aish...kakak iparku ini sangat begitu galak, menakutkan" dirangkulnya aku dengan kuat


"Sebaiknya kita tunggu disana saja" sambungnya sembari berjalan menuju teras gedung untuk menunggu pihak gedung yang sudah dihubungi oleh mas Abi.


💮💮💮💮


Saat ini aku dan Anisa sudah berada di tempat percetakan undangan. Kata Nana dan Rangga tempat ini bagus, mempunyai berbagai desain undangan yang berbeda dari yang lain. Entah kenapa mereka berdua kompak merekomendasikan ku ke tempat ini. Kalian tahu sendiri kan biasanya mereka suka berantem.


"Permisi, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pria muda yang sepertinya seorang pegawai.


"Iya mas, saya mau cetak undangan pernikahan. Bisa?" Tanyaku


"Bisa mba. Mari ikut saya" dia menuntun kami menuju kesuatu ruangan dan disitu banyak terpajang berbagai desain undangan yang sangat bagus. Ternyata benar apa yang Rangga dan Nana bilang, batinku.


"Jadi mba nya mau model undangan yang seperti apa?" Tanyanya


"Nah itu mas, saya masih bingung" jawabku


"Baiklah. Saya akan kasih beberapa pilihan undangan yang terbaik. Mungkin, ada yang cocok" diambilnya beberapa model undangan dan diserahkannya padaku. Semuanya tampak bagus dan elegan cuman, aku tidak bisa memilih sebelah pihak aku harus bertanya dan meminta saran pada mas Abi.


"Bagus ya, kak" Anisa ikut melihat dan memilih milih yang mana menurutnya bagus. Aku mengangguk.


"Sebentar ya mas saya telfon calon suami dulu" kuraih ponsel yang berada di dalam tas.


📲aku


"Assalamualaikum, mas"


📲mas Abi


"Waalaikumusallam. Ada apa sayang?"


📲aku


"Mas sibuk?"


📲mas Abi


"Lumayan. Memang kenapa?"


📲aku


"Yaudah deh nggak jadi"


📲mas Abi


"Loh kenapa? Nggak papa kok. Ayo cepat bilang"


📲aku


"Jadi begini mas aku sudah ada di tempat percetakan undangan. Semuanya bagus bagus. Cuman aku bingung pilih yang mana menurut mas gimana?"


📲mas Abi

__ADS_1


"Gini aja. Suruh aja Anisa yang pilih. Pilihan dia pilihan mas juga. Anggap saja Anisa adalah mas"


📲aku


"Hm..begitu ya? Yasudah. Maaf menganggu waktu mu mas"


📲mas Abi


"Kamu ini bicara apa sih. Mas tidak merasa diganggu"


📲aku


"Yasudah mas itu saja. Assalamualaikum"


📲mas Abi


"Waalaikumusallam"


"Kata mas Abi. Pilihan kamu pilihan dia. Jadi, pilihlah" kumasukkan kembali ponsel ke dalam tas. Anisa mengangguk dan mulai memilih milih.


Setelah berbagai pertimbangan akhirnya aku dan Anisa memutuskan memilih desain undangan yang menurut kami sangat cocok dengan ku dan mas Abi. Tak lupa ku kirim desain undangan itu ke mas Abi agar dia tahu.


📞WA


📞aku


"📷(foto undangan)


Ini undangan yang aku pilih sama Anisa. Menurut mas gimana, desainnya?"


Lama....tidak ada balasan dari mas Abi.


"Kamu mau pesen apa, kak?" Saat ini aku dan Anisa sedang berada di restoran untuk makan siang. Rasanya perut kami sudah sangat keroncongan minta diisi sesuatu.


"Aku salad buah aja, nis" Kuletakkan buku menu ke atas meja.


"Sebentar ya aku mau sholat zuhur dulu, mau ikut?" sambungku


"Aku lagi dapet, kak"


"yaudah aku tinggal dulu, ya"


Dia mengangguk akupun beranjak pergi ke musholah yang tersedia di restoran ini.


"Hp kamu bunyi terus, kak" kata Anisa sekembalinya aku dari musholah.


"Oh ya?" Aku menduduk kan diri di hadapannya. Ku raih ponsel ternyata balasan dari mas Abi.


📞mas Abi


"Bagus kok, mas suka"


"Ini sudah jam makan siang, kamu dan Anisa sudah makan?"


"Sayang?"


📞aku


"Syukur deh kalau mas suka"


"Iya ini lagi di restoran sama Anisa mau makan siang. Mas sendiri udah makan?"


📞mas Abi


"Mas sudah makan kok"


📞aku


"Yasudah"


"Aku tahu pasti itu dari kak Abi?" Tebak Anisa


"Tau aja kamu" ku letakkan ponselku ke atas meja dan saat nya menikmati salad buah pesanan ku yang sedari tadi sudah datang.


"Kelihatannya kamu suka sekali dengan salad buah?" Dia menatapku karena aku sangat begitu lahap memakannya. Aku mengangguk.


"Satu hal yang aku tahu dari kakak ipar" sahutnya


"Apa?" Ku tatap dia


"Suka salad buah!" Serunya seraya mengisi sendok kosong dengan makanan yang ia pesan.


.......

__ADS_1


Hai! Jangan lupa like like like like yang banyak. Vote vote vote vote yang banyak. Favorite favorite favorite favorite juga. Serta rite rite rite rite. Ok, tq. See you.


__ADS_2