
Jangan lupa like, vote dan favorite ya.
Selamat membaca!
Maaf jika ada salah kata.
Di sisi lain..
"Assalamualaikum!" Salam Ayah yang baru sampai di rumah. Semalaman dia tak pulang disibukkan karena urusan perusahaannya. Akibat beberapa hari libur karena pernikahan putra nya mengakibatkan pekerjaan ayah menumpuk di kantor.
"Waalaikumusallam" bunda menyambutnya dengan memcium punggung tangan ayah.
"Menantu sama anakku mana, bun?" Ayah mendaratkan tubuhnya di sofa. Melonggarkan dasi serta membuka jas yang masih melekat.
"Menantu kita masuk rumah sakit, yah. Dan Abi sedang menemaninya. Rencananya bunda akan ke sana setelah ayah pulang" Ayah kaget mendengar apa yang bunda katakan.
"Kok bisa? Menantu ku sakit apa?"
"Entahlah yah. Bunda melihatnya sudah tergeletak di bawah tangga. Kemungkinan dia terjatuh dari tangga"
"Abi gimana sih. Masa istri sakit nggak tahu" ayah mulai kesal
"Kenapa bunda tidak mengabari ayah?"
"Bunda sudah mencoba menelfon ayah. Tapi, nggak aktif! Sepenting itukah pekerjaan ayah. Sampai sampai mengabaikan telfon istrinya!?" Kali ini bunda yang kesal
"Ah, ayah lupa. Ponsel ayah mati, bun" sesalnya
"Yasudah. Lebih baik sekarang ayah mandi dan bersiap ke rumah sakit. Bunda khawatir dengan menantu kita" ayah mengangguk dan beranjak naik ke atas kamar di susul dengan bunda.
__ADS_1
π₯π₯π₯
Aku sudah melakukan tes ultrasonografi dan benar apa kata dokter aku terkena kista ovarium dengan jenis Kistadenoma
ukurannya masih kecil. Untuk sementara dokter memberikanku obat dan harus cek up setiap minggunya. Jika kista itu semakin lama semakin membesar dan terus sakit maka, harus segera diangkat dengan cara operasi Laparoskopi (lebih jelasnya bisa lihat di google).
Aku meminta rujukan pada dokter agar bisa dirawat dan apabila harus dioperasi aku ingin melakukannya di kota S tempat dimana aku tinggal. Dokter menyetujuinya dan aku langsung di suruh ke rumah sakit ***** untuk melakukan rujukan di sana. Dokter juga sudah menghubungi rekan kerjanya yang berada di kota S agar bisa merawatku nanti.
"Mas?"
"Iya sayang. Butuh sesuatu?" Mas Abi menghampiriku yang sedang berbaring di atas ranjang di kamar rawat
"Sebaiknya mas makan. Dari semalam kan belum makan"
"Iya. Nanti ya" dia naik ke atas ranjang dan tidur di sebelahku. Ku peluk tubuh gagahnya dengan kencang. Aku merasa gagal menjadi istri. Seharusnya aku yang melayaninya saat ini. Bukan dia.
"Awas selang infusnya sayang" dibenarkannya selang infus yang terlilit
"Besok sayang" mas Abi mengusap perutku halus
"Apa nggak sebaiknya kamu tinggal di sini aja? Kan sebentar lagi kita pindah ke sini juga"
"Mas Abi lusa pulang ke kota S untuk berlayar. Masa iya aku nggak ikut mas pulang" ku letakkan kepalaku di atas dada bidangnya mas Abi mengusap rambutku dengan lembut.
"Mas nggak masalah kok sayang"
"Nggak mau mas. Pokoknya aku ikut mas pulang. Biarin aja aku dioperasi di sana. Aku nggak mau repotin keluarga kamu. Nggak enak sama ayah dan bunda"
"Kami tidak merasa di repotkan, nak" tiba tiba ayah dan bunda masuk ke dalam kamar rawat ku. Dengan cepat mas Abi menyingkir dari sebelahku. Mereka hanya tersenyum melihat kami.
__ADS_1
"Bunda, ayah. Kok nggak bilang mau ke sini?" Tanyaku sembari menyalami tangan mereka yang sudah berdiri di sampingku
"Apa benar katamu tadi. Kalau kamu mau dioperasi?" Tanya ayah. Aku mengangguk.
"Sakit apa kamu, nak?"
"Ada kista di ovarium Ani bunda" aku tertunduk lesu. Bunda membelai rambutku mencoba menguatkan. Seolah tahu bagaimana perasaanku.
"Lalu? Apa tindakan dokter?" Tanya ayah
"Ani harus cek up beberapa minggu kedepan, yah. Jika kistanya tak kunjung mengecil. Maka, harus diangkat dengan cara operasi" jelas mas Abi
"Bukannya kalian akan pulang lusa?" Tanya bunda
"Kami sudah meminta rujukan ke rumah sakit ***** yang ada di kota S, bun. Jadi, nanti Ani akan melakukan pengobatan di sana" jawab mas Abi
"Kenapa tidak di sini saja?" Cela Ayah
"Ani tidak mau, yah"
"Benar itu, Ani?" Tanya ayah padaku
"Ani hanya tidak ingin merepotkan ayah dan bunda di sini. Lagi pula, Ani tidak enak hati jika mas Abi harus pulang sendirian ke kota S, yah" jawabku
"Begitu? Baiklah, ayah tidak akan memaksa kamu. Dan ingat kita keluarga jadi, nggak ada kata *merepotkan*" aku mengangguk dan tersenyum.
Bahagia sekali rasanya mempunyai keluarga baru seperti mereka. Kasih sayang yang mereka berikan padaku sangat begitu tulus. Aku sangat bersyukur.
πππ
__ADS_1
Hai semua! Jangan lupa like, vote dan favorite. See youπ