Arsitek Dan AL

Arsitek Dan AL
Menghadap


__ADS_3

Hai semua jangan lupa dukung author terus ya, like, vote, rite dan favorite novel ini. Dukungan kalian akan menjadi semangat author untuk terus menulis.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Kamu sudah siap, sayang?" Saat ini aku dan mas Abi berada di dalam mobil. Wajahku sedari tadi tegang karena merasa gerogi. Bagaimana tidak, hari ini aku dan mas Abi akan menghadap komandannya.


Sekarang aku mengenakan baju PSK seragam organisasi Jalasenastri dan mas Abi menggunakan seragam PDH.


Berbagai surat surat izin menikah kami urus, sangat begitu banyak. Sampai sampai membuatku lelah, kami juga melakukan berbagai tes. Salah satunya tes kesehatan. Dan hari ini aku akan bertemu langsung dengan komandan mas Abi. Kata mama akan banyak pertanyaan dari komandan maupun isterinya. Aku berharap semoga semua berjalan dengan lancar.


"Kenapa? Gugup?" Mas Abi meraih tanganku dan di kecupnya sekilas.


"Bagaimana jika aku tidak bisa menjawab pertanyaan dari komandanmu, mas" ku tatap wajahnya. Dia tersenyum


"Kamu tidak sendirian. Ada mas di sampingmu" lagi lagi dia mengecup tanganku.


Kami tiba di kantor mas Abi. Hampir semua mata tertuju pada ku. Aku hanya bisa menebar senyum meski jantungku sudah berdebar sangat begitu kencang tangan dan kakiku pun rasanya sudah mulai dingin.


"Selamata pagi, ijin!" Sapa seseorang pada mas Abi


"Pagi!" Sahut mas Abi


"Wes..ini calon istri lu?" Ditepuknya punggung mas Abi dengan kencang


"Iya" senyum mas Abi terukir di bibirnya


"Saya Roni!" Dia mengelurkan tangan padaku


"Ani!" Ku sambut uluran tangannya dengan ramah


"Yasudah, kalian sudah ditunggu komandan di ruangan" Roni menuntun kami masuk ke ruangan komandan.


"Selamat pagi, ijin komandan!" Hormat mas Abi dengan lantangnya setibanya kami di ruangan. Sedangkan aku hanya tersenyum.


"Pagi! Silahkan duduk, Kapten Abi" Kata komandan.


Di dalam ruangan ini hanya ada kami ber 4. Aku, mas Abi, komandan mas Abi beserta isterinya.


"Sebelumnya siapa nama calon istri kapten Abi?" Tanya komandan


"Ani Lutfia, ijin" jawab mas Abi tegas


"Pendidikan terakhirnya apa?"


"S1 komandan" jawab mas Abi


"Oo..S1. Sekarang bekerja?"


"Siap. Sudah tidak"


"Sebelumnya bekerja sebagai apa?"


"Arsitek komandan"


"Ternyata kamu cukup hebat mencari calon istri"


"Siap! Ijin komandan"


"Kalian sebelumnya pacaran?" Kali ini istri komandan yang bertanya padaku


"Siap ibu" jawabku


"Berapa lama?"


"5 bulan, ibu"


"Kapten Abi pacar yang keberapa?"


"Pertama, ibu"


"Usia kamu berapa?"


"23 tahun, ibu"


"Sudah mantap ingin menikah?"


"Siap. Sudah, ibu"

__ADS_1


Jujur aku sangat gugup sekali menjawab setiap pertanyaan itu. Aku sudah keringat dingin menahan rasa gugup ini.


💮💮💮


Akhirnya, surat permohonan izin menikah kami di ACC rsanya sangat begitu lega setelah beberapa jam menghadapi berbagai pertanyaan di dalam ruangan.


"Aku senang sekali mas. Semua berjalan dengan lancar" saat ini aku dan mas Abi sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah ku untuk pulang.


"Mas juga, sayang. Sebentar lagi kita akan menjadi suami istri. Jadi tidak sabar" di tatapnya wajahku. Aku tersenyum dan merangkul lengannya bergelayut manja disana.


"Eits. Aku teringat sesuatu, mas. Kita belum beli souvenir untuk resepsi pernikahan nanti" ku lepas rangkulan manjaku di lengannya.


"Itu bisa kita cari besok" kata mas Abi


☉☉☉☉


Pukul 08.45 pagi.


kling!


Kling!


Kling!


Kling!


Kling!


Kling! (Pesa whatssap)


Siapa sih pagi pagi begini chat, batinku. Karena masih mengantuk aku kembali tertidur. Rasanya tubuhku sangat begitu lelah setelah beberapa hari kemarin disibukkan dengan berbagai kegiatan. Berhubung aku sedang haid baru tadi malam tamunya datang jadi, hari ini aku bisa bermalas malasan, bisa bangun agak sedikit siang.


Tring...tring...tring..! Tiba tiba ada panggilan masuk. Aish, benar benar menganggu tidur ku saja, gerutuku.


Ku raih ponsel yang berada di bawah bantal. Saat ku lihat ternyata dari mas Abi.


📲aku


"Assalamulaikum, kenapa mas?"


📲mas Abi


📲aku


"Tidur"


📲mas Abi


"Jam berapa ini sayang? Kita sudah janjian kan mau cari souvenir"


📲aku


"Nanti saja lah mas. Habis zuhur. Badan ku rasanya sakit semua"


📲mas Abi


"Sayang nggak lagi sakit kan?"


📲aku


"Nggak. Cuman kecapekan aja"


📲mas Abi


"Yaudah. Sekarang bangun, mandi biar lebih segar"


📲aku


"Nanti saja lah mas, aku masih mau tidur lagi!"


📲mas Abi


"Apa kita tunda saja cari souvenirnya?"


📲aku


"Eh, jangan mas. Aku nggak papa kok. Cuman butuh tidur lebih aja"

__ADS_1


📲mas Abi


"Baiklah. Nanti habis zuhur mas jemput"


📲aku


"Hm..assalamualaikum"


📲mas Abi


"Waalaikumusallam"


🐤🐤🐤🐤🐤


"Ani! Abi sudah datang tuh" teriak mama


"Iya ma!" aku keluar dan tak lupa pamit dengan mama.


Tumben mas Abi nggak turun mobil, batinku.


"Lah, ada Anisa?" aku kaget saat masuk mobil karena melihat Anisa duduk di kursi belakang.


"Hai, kakak ipar!" dia tersenyum sambil melambaikan tangan


"Nggak dinas, nis?"


"Hehehe, nggak kak"


Aku mengangguk. Tring! ponselku berbunyi. Kuraih ponsel di dalam tas dan kulihat ternyata notifikasi pemberitahuan bahwa darama korea favorite ku sudah tayang. Dengan cepat ku tekan tombol play dan mulai menonton.


"drama korea itu udah tayang, kak?" tanya Anisa


"iya, udah episode 7" mataku terus fokus pada layar ponsel


"aku baru tahu, ih!" katanya


"cepetan nonton ganteng banget cowoknya. Nggak buat bosen!" seruku masih menatap layar ponsel


"aku juga ganteng!" tiba tiba mas Abi merampas ponselku. Aku yang melihat itu langsung melotot


"ih, kembaliin mas!" bukannya mengembalikan mas Abi malah menaruh ponselku ke dalam saku celananya


"ambil saja kalau bisa" dia melirikku sekilas


Aku berdecak kesal.


"kak Ani. Nonton bareng aku aja" Anisa menyodorkan ponselnya ke arahku namun


"Anisa!" mas Abi sekilas melotot ke arah adiknya itu. Seketika Anisa langsung menjauhkan ponselnya dari ku.


"Orang mau nonton aja nggak boleh. Di ambil lagi hp nya, nyebelin banget" lirihku pelan namun terdengar oleh mas Abi


"Lihat mas saja" diraihnya tanganku lalu ketika dia ingin mengecupnya aku langsung menepis dengan kasar


"Kenapa?" tanyanya kaget sembari tersenyum


"Balikin hp aku, mas" rengek ku


"Cium ketek mas dulu" dia mengangkat tangan kirinya memberi isyarat agar aku menciumnya.


"Apaan sih mas!" kuturunkan tangannya. Disitu nisa dan mas Abi langsung tertawa terbahak bahak. Aku mengernyit heran.


"Coba lihat muka kakak ipar mu kalau sedang marah, nis. Menyeramkan!" canda mas Abi


"Puas udah ledekin aku, heh?" tanyaku kesal


"Mas hanya bercanda sayang" di raihnya tanganku. Dan segera ku tepis dengan kencang


"kamu PMS, ya?" mata mas Abi fokus pada jalan


"kalau iya kenapa?!" ku tatap wajahnya dengan sangat tajam. Bukannya takut, dia malah mencubit pipiku.


"pantas" senyumnya


"menyebalkan!" kupalingkan wajah menatap ke luar jendela.


🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Hai! Jangan lupa vote, like, rate dan favorite ya. Mohon maaf jika ada kesalahn kata di dalamnya. ☺


__ADS_2