Arsitek Dan AL

Arsitek Dan AL
lamaran


__ADS_3

Setelah kejadian tadi aku langsung memberi tahu keluargaku tentang niat baik mas Abi. Mama dan papa sangat senang anak perempuannya ini akhirnya, ada yang ingin meminang. Aku bisa merasakan kebahagiaan mereka dari raut wajah dan respon yang mereka berikan.


Mengetahui hal itu mama tidak tinggal diam dia langsung mengajakku ke pasar untuk berbelanja sebagai hidangan makan malam keluargaku dan mas Abi.


Sepulang dari pasar mama langsung memasak berbagai macam makanan. Aku senang melihat kedua orang tuaku sangat bersemangat menyambut acara lamaran yang dadakan ini.


Aku berniat membantu mama di dapur namun, mama melarang, dia menyuruhku untuk beristirahat saja karena ini adalah acaraku.


"ma ini memang acara aku cuman, aku nggak tega lihat mama masak sebanyak ini sendirian. Ijinin aku ya bantuin mama" kataku memohon.


"yaudah terserah kamu aja. Tapi, kalau nanti capek jangan salahkan mama"


"nggak akan ma"


Sekitar kurang lebih 2 jam acara masak memasak selesai aku langsung mandi dan setelah itu melaksanakan sholat zuhur. Tak lupa ku ucap syukur kepada Allah swt atas nikmat yang telah diberikan-Nya padaku selama ini.


Selesai sholat ku rebahkan tubuhku di atas kasur berniat ingin tidur. Namun, tiba tiba ponselku berdering saat ku lihat ternyata mas Abi yang menelfon.


📲mas Abi


"assalamualaikum, sayang?"


📲aku


"waalaikumusallam, mas. Kenapa?"


📲mas Abi


"kangen"


📲aku


"bukannya barusan ketemu ya"


📲mas Abi


"nggak tahu kenapa pengen deket terus"


📲aku


"lebay banget sih. Jijik ah!"


📲mas Abi


"ish...nggak bisa di ajak romantis nih kamu"


📲aku


"kamu mah sekali romantis ngeri banget. Bukannya buat aku seneng malah buat aku jijik dengan kata kata manismu yang lebay"


📲mas Abi


"hahaha...yaudah aku romantisin cewek lain aja!"


📲aku


"berani kamu, ya? Ku tolak lamaran kamu nanti!"


📲mas Abi


"eh..jangan dong sayang, hal ini mas nanti nantikan masa mau kamu tolak sih, nggak kasihan sama mas mu ini?"


📲aku


"makanya jangan macam macam sama aku!"


📲mas Abi


"mas cuman bercanda"


📲aku


"aku tahu itu. Yaudah mas, aku mau tidur nih"


📲mas Abi


"yasudah tidur sana. Jangan lupa mimpiin mas ya"


📲aku


"serem dong.."


📲mas Abi

__ADS_1


"kok serem sih?"


📲aku


"hahaha...aku cuman bercanda. Udah ah, assalamualaikum"


📲mas Abi


"waalaikumusallam"


tut...telfon berakhir. Ku letakkan kembali ponsel ke atas meja dan aku mulai memejamkan mata.


......


Malam harinya sehabis sholat maghrib aku membantu mama menyiapkan hidangan makan malam untuk acara ini. Mas Abi bilang dia akan datang ba'da isya.


"mama, ada acara apa sih ini?" tanya ica tiba tiba datang menghampiri kami ke dapur.


"kak Ani mau lamaran sayang" jawab mama


"lamaran itu apa, ma?" tanyanya lagi


"anak plastik masih belum ngerti begituan, mending kamu bantuin mama daripada nanya nanya gitu" sahutku


"males...ica mau nonton tv aja!" serunya


....


Sehabis sholat isya,


Aku berganti pakaian menggunakan batik gamis tak lupa ku poles wajahku dengan make up tidak begitu menor hanya sebagai pelengkap agar aku terlihat lebih cantik di mata mas Abi.


"kak Ani, kak Abi dateng sama bawa banyak orang" kata ica tiba tiba masuk ke dalam kamarku.


Deg..Deg..Deg.. Jantungku berdegup sangat kencang. Tangan ku sudah mulai dingin menahan rasa gugup.


Bukannya mas Abi akan datang sendirian kenapa tadi kata ica banyak bawa orang? Batinku.


"kakak..ayo keluar" pinta ica padaku


"sebentar ya, ca. Kakak benerin make up dulu" kataku.


Setelah dirasa sudah bagus dipandang aku keluar menuju ruang tamu bersama ica. Semua mata tertuju padaku. Tampak senyum di bibir mas Abi. Ku tundukkan pandanganku karena merasa agak sedikit malu.


"masya allah cantik sekali" kata bunda mas Abi. Aku tersenyum malu mendengar itu.


"sini, nak" pinta papa padaku


Akupun berjalan dan duduk di samping papa. Seketika suasana tampak hening. Tapi, tunggu! Dimana kak Fajar dihari bahagiaku ini kenapa dia tidak ada? Mataku masih terus mencari keberadaannya namun nihil, dia sama sekali tidak terlihat disekitar sini. Bukannya dia berjanji akan menemaniku, kemana dia sekarang?


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam ayah mas Abi


"waalaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh" sahut ku dan sekeluarga.


"kedatangan kami sekeluarga kemari mempunyai niat baik. Yaitu kami ingin mengantarkan anak kami Abi Dwi Pramana yang berniat ingin melamar serta menjadikan putri bapak sebagai calon istri dan calon menantu kami. Semoga bapak dan ibu menerima niat baik kami ini" kata Ayah mas Abi.


Disana aku hanya bisa diam menatap lelaki yang berada di hadapanku siapa lagi kalau bukan mas Abi. Tampak raut gugup di wajahnya, aku yang melihat itu hanya bisa tersenyum menahan tawa. Baru kali ini aku melihat mukanya segugup itu, benar benar lucu.


"terimakasih sebelumnya atas niat baik bapak, ibu dan nak Abi. Tapi, keputusan ada ditangan putri kami. Kalau saya pribadi dan istri setuju setuju saja" kata papa


Ayah dan bunda mas Abi tersenyum menatapku. Aku melihat harapan di mata mereka.


"bagaimana nak, kamu terima lamaran nak Abi?" tanya mama dengan senyumnya itu yang membuatku semakin berdebar debar.


Seketika hening menunggu jawabanku. Ku tatap mata mas Abi dia memandangku penuh harapan yang begitu besar. Ku ukir senyum di bibirku menarik nafas dalam. Bismilahirrohmanirohim, batinku.


"iya ma. Aku terima" jawabku


Semua orang tersenyum lega mendengar jawabanku. Semoga saja mas Abi menjadi laki laki terakhir yang menemani hidupku setelah papa dan kak Fajar. Aamiin, doaku dalam hati.


"untuk rencana pernikahan nanti kita bicarakan lagi ya" kata bunda mas Abi.


"iya, bu. Nanti kita rencanakan lagi kapan tanggal baiknya" sahut mama


"kalau begitu mari kita ke meja makan, saya sudah masak makanan untuk kalian semua" sambung mama lagi.


Semua orang berdiri ingin menuju meja makan. Aku masih penasaran dimana sekarang kak Fajar kenapa dia tidak menemaniku dihari pentingku? Kenapa dia mengingkari janjinya padaku?


Aku meminta ijin kepada semua orang untuk pergi ke teras dengan niat ingin menghubungi kak Fajar.


tut...tut...tut..telfon tersambung.


📲kak Fajar

__ADS_1


"hallo, kenapa, ni?"


📲aku


"kak Fajar dimana? Kakak nggak lupa kan sama janjinya"


📲kak Fajar


"maaf, ni. Kakak nggak bisa, kakak gantikan orang jaga di kantor"


📲aku


"kok gitu sih kak?"


📲kak Fajar


"maaf kakak ingkar janji"


📲aku


"aku kecewa sama kakak. Di saat saat seperti ini aku butuh kakak ada di sampingku. Tapi, nyatanya apa, kakak lebih milih menggantikan orang jaga!"


📲kak Fajar


"maaf...jangan gitu dong. Nanti kak Fajar bawain hadiah untuk kamu"


📲aku


"yang aku butuh sekarang kakak bukan hadiah! Paham nggak sih!"


tut..langsung ku putus sambungan telfon. Aku benar benar merasa kecewa dengannya. Aku paling benci dengan orang yang ingkar janji. Jika memang tidak bisa lebih baik bilang saja dari awal tidak perlu berjanji janji palsu.


Tanpa ku sadari sedari tadi ternyata mas Abi memperhatikanku, aku yang menyadari itu tersentak kaget.


"mas ngapain disini?" tanyaku


"kamu kenapa?" tanyanya


Aku menggeleng.


"maaf tadi mas dengar semua obrolan kamu" katanya


"nggak papa mas, aku cuman nggak suka aja di bohongin"


Dia tersenyum dan menarik tanganku hingga jatuh ke pelukannya.


"mas lepas, nanti dilihat papa kamu dimarahin loh" kataku


Dia pun melepaskan pelukannya.


"kita belum foto" katanya sambil mengambil ponsel di saku celananya. Langsung saja kami bergaya dengan menunjukkan cincin lamaran. Berbagai gaya kami coba hingga merasa bosan dan akhirnya, kami memutuskan untuk bergabung dengan semua orang di meja makan.


"kalian dari mana aja sih?" tanya mama


sekembalinya aku dari teras bersama mas Abi


"dari luar sebentar ma" jawabku


"oh iya. Ini siapa mas?" tanyaku pada mas Abi setelah melihat perempuan cantik dengan rambut pendeknya membuat dia semakin manis.


"oh iya. Aku lupa kenalin kamu sama dia. Dia Anisa adik aku. Dia baru pindah tugas ke sini" jawab mas Abi.


"salam kenal kakak ipar" katanya


Aku tersenyum geli mendengar itu.


"memang sebelumnya tugas dimana, Anisa?" tanyaku


"di tarakan kak" jawabnya lalu memasukkan sendok berisi nasi ke mulutnya.


"memang kamu kerja apa?" tanyaku penasaran


"kowal kak"


wuh...ternyata kakak beradik ini seorang tentara. Bahkan aku baru tahu setelah 5 bulan kami berhubungan.


"hebat sekali" jawabku sambil tersenyum.


.......


Hai semua! Gimana seru nggak? Tq ya yang sudah membaca dan vote serta like❤


jangan lupa terus dukung author dengan cara like dan vote. Ayo semangat kumpulin koin/poin😊.

__ADS_1


__ADS_2