Arsitek Dan AL

Arsitek Dan AL
Bertekngkar!


__ADS_3

Hai semua jangan lupa dukung author terus ya, like, vote, rite dan favorite novel ini. Dukungan kalian akan menjadi semangat author untuk terus menulis.


🌞🌞🌞


Saat ini kami sudah sampai di toko yang dituju. Kami memilih milih souvenir yang kami inginkan untuk para tamu di acara resepsi nanti. Tak butuh waktu lama, kegiatan belanja souvenir selesai.


"Kamu sudah makan, sayang?" Kami sudah berada di dalam mobil saat ini


"Belum. Orang tadi buru buru"


"Memang kamu bangun jam berapa?"


"12.15 kalo nggak salah"


"Gila! Itu tidur apa mati suri?" Timpal Anisa yang duduk di kursi belakang


"Kamu baru tahu jika kakak iparmu ini seperti kebo" mas Abi melirikku


"Ya mau gimana lagi orang capek!" Seruku


"Jadi kita mau makan dimana ini?" Ku alihkan pembicaraan agar mereka tidak meledekku


"Ngebaso kayaknya enak" sahut Anisa


"Boleh tuh, mas" ku tatap wajah mas Abi


"Oke. Kita cari tukang baso, ya" di usapnya kepala ku dengan halus


"Ngomong ngomong, kalian suka galau nggak sih kalau LDR?" Tiba tiba Anisa bertanya.


"Nggak juga kok" jawabku


"Bohong!" Mas Abi melirikku sekilas


"Jadi yang mana yang bener ini?" Anisa bingung


Tiba tiba


Kling!


Ponsel mas Abi berbunyi. Dia meraih ponsel itu dan membukanya. Aku menjadi ikut penasaran siapa sih yang mengirim pesan padanya? Ku lihat ke arah ponselnya namun, mas Abi malah menyembunyikan ponsel itu dariku.


"Kenapa?" Tanyaku heran

__ADS_1


Mas Abi diam! Dia langsung memasukkan ponsel itu ke saku celananya


"Siapa?" Sikapnya membuatku curiga


"Temen, sayang" jawabnya


"Temen apa selingkuhan?!" Ku palingkan wajah menatap ke luar jendela


"Temen sayang. Mana mungkin mas selingkuh"


"Sinii hp kamu!" Pintaku seraya menatap wajahnya


"Masa kamu nggak percaya sama mas?" Di meraih tanganku namun dengan cepat ku tepis


"Siniin mas!" Aku melotot


Akhirnya, mas Abi memberikan ponselnya padaku. Ku lihat ada whatssap terakhir dari seorang wanita yang nomornya tidak di save oleh mas Abi


πŸ“žWA:


πŸ“ž08*********


"Hai, mas Abi. Apa kabar? Udah lama ya, kita nggak ketemu. Ini aku dek Astrid, kamu masih ingat, kan? Aku yakin masih:)."


"Siapa Astrid, mas? Pake mas adekan segala lagi" Ku serahkan ponsel pada mas Abi


"Apa? Astrid? Dia chat kakak? Ish..benar benar gila!" Sahut Anisa ikut merasa kaget


"Kamu kenal?" ku palingkan wajah menatap Anisa. Namun, tiba tiba dia terdiam.


"Siapa dia, mas?" Ku alihkan pandangan menatap mas Abi


"Temen" matanya fokus pada jalan


"Kamu tahu kan aku paling nggak suka dibohongi? Jadi, aku tanya sekali lagi siapa dia?" Kali ini aku sudah benar benar emosi


"Mantan"


Deg...kenapa rasanya sakit! Dada ku seperti ditombak. Kenapa juga si Astrid itu hubungi mas Abi lagi. Apa mau dia? Dia ingin merebut mas Abi dariku? Tak akan ku biarkan.


"Jangan marah, sayang!" Diraihnya tanganku dan dengan cepat ku tepis kasar


"Untung aku tahu sekarang. Jika aku tidak tahu, sampai kapan pun mas akan menyembunyikannya dariku, bukan?" Ku palingkan wajah menatap jendela

__ADS_1


Mas Abi diam.


"Turun kan aku!" Kataku kesal


Lagi lagi dia diam.


"Kamu dengar aku bilang apa, mas?! Turunkan aku!" Kemarahanku sudah memuncak


"Kalau kamu nggak berhenti, aku loncat!" Ancamku


Tiba tiba mobil ngerem mendadak. Mas Abi menatapku tajam begitupun aku.


"Apa apaan kamu?!"


"Ya mas yang apa apaan, nyembunyiin mantan dari aku!" Ku palingkan wajah menatap ke arah kaca depan


"Mas nggak sembunyiin"


"Itu buktinya apa? Kalau nggak aku cek dan nggak aku tanya. Yakin kamu mau kasih tahu semua itu"


Diam! Itulah jawaban mas Abi. Dia menggaruk pelipisnya yang tak gantal.


"Kecewa aku sama mas" tiba tiba air mata ku menetes.


Ya, aku merasa kecewa padanya. Selama ini mas Abi menyuruhku untuk jujur akan masa laluku padanya. Tapi, ini apa? Bahkan dia sendiri tak pernah jujur akan masa lalunya.


"Bukan pintu mobilnya. Aku mau pulang sendiri!" Pintu mobil dikunci dari pintu kemudi. Jadi, aku tak bisa membukanya


Rasanya benar benar perih. Kenapa mas Abi menyembunyikan masa lalunya dariku? Apa motifnya? Apakah dia masih sayang dengan mantannya itu, sehingga dia menyembunyikannya? Apakah kisah cinta mereka terlalu indah untuk diceritakan? Bertubi tubi pertanyaan terlintas di benakku. Namun, semua itu tak ada jawabannya.


"Jangan nangis, sayang" lirih mas Abi pelan sembari meraih pipiku.


"Jangan pegang pegang!" Ku tepis tangannya


"Maafkan mas" dia terus menatapku


"Kayaknya Anisa harus turun deh, kak" timpal Anisa, dia merasa suasana di dalam mobil semakin tegang dan dia tak enak hati mendengar perkelahian kami


"Nggak usah, nis. Biar kakak antar pulang kamu dulu" mas Abi melajukan mobilnya menuju mess Anisa.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Hai! Jangan lupa vote, like, rate dan favorite ya. Mohon maaf jika ada kesalahn kata di dalamnya. ☺

__ADS_1


__ADS_2