
ku usap air mata yang jatuh di pipi ini. Aku melihat mas Abi di atas kapal yang berada di ujung laut sana. Dia melambaikan tangan dan tersenyum kepadaku, ku balas lambaian tangannya, hal ini membuat air mataku terus jatuh. Kami masih saling memandang dari kejuhan, aku enggan pergi dari tempat ini sebelum KRI (Kapal Republik Indinesia) itu jalan.
Namun, tiba tiba aku dikejutkan dengan seseorang yang tiba tiba menepuk pundakku. Saat ku lihat ternyata sosok wanita berbalut hijab tengah tersenyum manis menatapku. Segera ku seka air mata ini. Aku juga tak tahu siapa wanita ini. Tapi, aku merasa mengenalnya. Aku mencoba mengingat ingat. Wajah ini...seperti?
"Rahmah?" tanyaku
"iya, Ani kan?"
Aku mengangguk. wah, ternyata benar Rahmah. Aku tidak menyangka bisa bertemu dia disini. Ku peluk dia dengan erat. Tidakku sangka kami bisa bertemu lagi, dia adalah sahabatku di saat aku masih duduk dibangku SMK dan kami terpisah saat kuliah. Dari situ, aku kehilangan kontaknya karena aku sering ganti ganti nomor wa, macam orang penting saja, wkwkwkwk...
"ya ampun, kamu banyak berubah ya, ni. Tambah cantik dan kurus" katanya
"kamu juga, mah. Aku sampe pangkling"
"ngomong ngomong ngapain kamu disini?" tanyaku
"aku habis nganterin pacar. Mau layar dia, kamu?"
"siapa?" tanyaku kaget. Apa kalian tahu saat kami duduk di bangku SMK kami sering bercerita tentang bapak bapak tentara kami sangat menginginkan menjadi istri seorang abdi negara. Bahkan, kami sempat berhayal hayal "kalau aku dapat duluan kamu harus kenalin aku sama teman pacarmu" begitulah ucapan kami dulu. Dan aku tak menyangka jika hal itu terwujud meski kami terpisah lama ternyata takdir tuhan indah, kami dipertemuakn di pelabuhan ini dimana kami saling sama sama mengantar kan kekasih kami bertugas.
"Bagas nama pacarku. Kamu belum jawab pertanyaan ku, ni" katanya
"oh iya, aku juga lagi nganter pacar, mah"
"wah...serius? Siapa?"
"Abi namanya"
"ya ampun, beneran? Nggak nyangka, Allah kabulin keinginan kita. Kita sama sama menjadi pasangan abdi negara. Ihhh.. aku seneng banget" katanya lalu menarik tanganku dan memelukku dengan sangat kencang.
__ADS_1
tut...tut..tut..!! suara kapal yang menandakan kapal tengah berjalan, ku lihat mas Abi masih di posisi yang sama. Dia melambaikan tangan padaku begitupun aku. Hingga, semakin jauh kapalnya dari penglihatanku.
"Ni, minta nomor wa kamu dong. Udah lama kita nggak ketemu aku mau ngobrol banyak sama kamu"
Akupun memberikannya.
"aku kangen curhat sama kamu, sumpah✌"
"hem...ada maunya aja nih" kataku
"hahaha..nggak kok"
.....
Sepulang kerja aku tidak langsung pulang karena mama tadi ngeWa katanya aku disuruh mampir dulu ke supermarker beli barang barang yang sudah habis. Dan tak lupa mama menyertakan catatan di dalamnya supaya aku tidak bingung.
"tolong aduk sayurnya, ni" pinta mama
Akupun mengaduknya hingga tercium aroma lezat yang masuk ke dalam hidungku. Rasanya, cacing cacing di perutku sudah memberontak meminta makan.
"udah sat nih mah" kataku
"yaudah matiin. Habis itu tolong buatin teh untuk papa"
Dengan segera aku membuatkan teh. Setelah selesai aku duduk di meja makan.
"gimana kabarnya Abi?" tanya mama tiba tiba
"mas Abi lagi layar ma, dia baik baik aja kok"
__ADS_1
Ya, mama sudah mengetahui hubunganku dan mas Abi. Kami berpacaran baru 5 bulan dan bulan ke 3 mas Abi datang ke rumah dan menperkenalkan diri ke mama dan papa bahwa dia adalah pacarku. Dan apa kalian tahu ternyata mas Abi itu atasannya mas Fajar (kakak ku) hanya saja beda dalam tempat tugas mas Fajar bertugas di kantor sedangkan mas Abi di kapal.
Mama dan papa merestui hubungan kami, Alhamdulillah. Tapi, aku tidak tahu bagaimana dengan kedua orang tua mas Abi. Karena mereka sedang ada di kota Y jadi, mas Abi belum memperkenalkannya padaku
"bukannya sudah pulang?" tanya mama
"iya, ma. Tapi, dia layar lagi baru tadi berangkat" jawabku
"nah, gitu. Kamu fikir enak jadi pasangan seorang abdi negara? Nggak, harus terima kalau di tinggal tinggal terus"
"iya. Aku tahu kok. Udah biasa juga di tinggal jadi, no problem" jawabku santai padahal, hatiku nggak wkwkwk..
"dulu aja ya, pas mama lahiran kamu, papa nggak nemenin gara gara tugas di kalimantan ya, mama lahiran sendiri di bantu sama almarhumah emabh mu!" seru mama
"beneran, ma?"
"ya beneran. Gitu resikonya jadi istri tentara harus siap mental, mama nikah sama papa yang anggota aja ribet, apalagi nanti kamu pas mau nikah sama Abi. Abikan perwira"
"ih, mama. Jangan nakut nakutin dong"
"ngapain mama nakut nakutin orang kenyataannya begitu. Udah, ayo bantu mama. Nih, taro di meja makan" pinta mama
Akupun beranjak dari kursi dan mengambil makanan yang ada di tangan mama untuk di taruh di meja makan.
........
Hai! Gimana seru nggak? Nantikan bab selanjutnya ya🤗.
Jangan lupa selalu dukung Author dengan cara vote dan like. Karena dukungan kalian adalah semangat ku💕.
__ADS_1