Arsitek Dan AL

Arsitek Dan AL
Ice Cream


__ADS_3

Jangan lupa like, vote dan favorite ya.


Selamat membaca!


Maaf jika ada salah kata.


β˜‰β˜‰β˜‰


Pagi ini aku sudah diperbolehkan pulang. Mas Abi mengemas barang barang yang sempat kami bawa ke rumah sakit. Sedangkan aku, duduk di atas ranjang bersama suster yang sedang melepaskan selang infusku.


Mas Abi membantuku duduk di kursi roda karena tubuhku masih sangat lemas untuk berjalan, jangankan berjalan berdiripun aku masih tak sanggup. Rasa pusingnya memang sudah hilang tapi, entah kenapa tubuhku merasa terus goyang sehingga membuatku tak kuat untuk berbuat apa apa. Dia mendorong kursi roda ku menuju parkiran, sedangkan suster membantu membawakan barang barang kami. Setibanya di parkiran, mas Abi menggendongku masuk ke dalam mobil.


"Terimakasih, sus" kata mas Abi seraya mengambil barang barang yang dibawa suster. Suster mengangguk dan berlalu pergi tak lupa membawa kursi roda yang sempat mas Abi pinjam untuk ku pakai tadi.


Saat diperjalanan pulang kami melewati sebuah taman dimana banyak sekali anak anak kecil yang sedang bermain di sana. Mereka tersenyum enteng tanpa beban, senang sekali rasanya melihat mereka. Sejuk, batinku.


"Mas stop!" Mas Abi terkejut dan memberhentikan mobilnya tiba tiba karena instruksi dariku.


"Ada apa, sayang?" Mas Abi langsung menatapku penuh kekhawatiran.


"Aku pengen ice cream itu mas" sambil menunjuk gerobak ice cream yang sedang di kerumuni anak anak.


"Ice cream?" Dia langsung menujukan matanya ke arah gerobak ice cream. Aku mengangguk dan memohon padanya berkali kali namun, mas Abi melarang.


"Mas ayolah. Sedikit saja" bujukku lagi kali ini dengan wajah memelas.


"Mas bilang tidak ya tidak. Kalau kamu tambah sakit gimana? Nggak bisa jaga diri sendiri" aku mulai kesal mendengar penolakannya.


"Jengkel banget aku sama kamu mas!"

__ADS_1


"Biar saja jengkel. Mas tidak perduli, daripada terjadi sesuatu" dia menjalankan mobilnya kembali. Sedangkan aku, membuang muka ke luar jendela. Aku hanya ingin memakan yang manis manis saat ini karena lidahku benar benar pahit. Setiap makan, selalu diberi makanan yang hambar dan rasanya, sangat tidak enak. Membuatku semakin tak berselera untuk makan.


"Eh, anak dan menantu bunda sudah datang" bunda menyambut kepulangan kami dengan senang. Aku yang berada digendongan mas Abi memberontak ingin turun bukan karena malu tapi, aku kesal padanya karena tidak mau membelikanku ice cream.


"Sayang bisa diam nggak? Sakit kok gerak gerak terus" bisiknya di telingaku.


"Bun, Abi bawa Ani ke kamar dulu ya" bunda mengangguk. Dan mas Abi langsung naik ke atas membwaku masuk ke dalam kamar.


"Huft! Ternyata kamu berat juga sayang" di taruhnya tubuhku ke atas kasur. Aku diam tak menghiraukan ucapannya.


"Kamu marah?" Dia ikut berbating dan memelukku. Aku membalikkan badan membelakanginya.


"Mas mandi dulu. Mau ikut?" Lirihnya pelan di telingaku.


Aku masih diam!


Tiba tiba mas Abi mencium pipiku sekilas dan berlalu pergi. Dasar! Aku yang melihat ponselku tergeletak di atas meja kecil tepatnya di sebelah kasur langsung ku raih. Hal pertama yang ku lakukan menelfon mama, memberi tahunya bahwa aku sudah pulang dari rumah sakit. Dan menjelaskan aku akan melakukan rujukan di rumah sakit *****.


"Asik sekali. Chattingan sama siapa?" Aku sampai tak menyadari bahwa mas Abi sudah keluar dari kamar mandi. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulutku. Tiba tiba mas Abi berbaring di sampingku dan lagi lagi memeluk tubuhku.


"Oh. Sama Rahmah" katanya setelah melihat layar ponselku.


"Sayang sariawan, ya. Kok diem terus?" Di usapnya pipiku lembut. Aku yang masih kesal dengannya menepis tangan itu.


"Baiklah. Mas belikan ice criemnya" mendengar itu aku langsung menatap wajahnya.


"Sungguh?" Tanyaku bersemangat.


"Tapi boong" sambugnya. Ku pukul lengannya dan berbalik membelakangi tubuhnya. Benar benar membuatku naik darah! Dia tertawa puas dan itu semakin membuatku kesal. Menyadari bahwa kekesalanku semakin menjadi jadi mas Abi memelukku lagi.

__ADS_1


"Kamu kan lagi sakit. Mas tidak bisa membelikan makanan sembarangan. Megertilah sayang, jika kamu sudah sembuh mas akan membelikan ice cream yang banyak. Satu kulkan mas akan kasih tapi, tunggu sembuh dulu" benar juga apa katanya, batinku.


"Janji?" Tak sedikitpun aku berbalik menghadapnya sebelum dia berjanji.


"Janji sayang" bisiknya. Aku tersenyum senang.


"Terimakasih mas" ku balikkan badan menatap mas Abi dan membalas pelukannya.


"Yasudah mas mau tidur dulu ya. Ngantuk banget" dia memejamkan mata. Kasihan juga mas Abi beberapa hari ini terus merawatku dengan baik tanpa henti. Ku elus rambutnya dengan halus hingga membuatnya benar benar terlelap.


Aku mencoba beranjak berdiri ingin memebrsihkan diri di kamar mandi. Ku pegang setiap sisi tembok untuk menyaggah tubuhku di sana. Setelah selesai membersihkan diri aku kembali berbaring di sebelah mas Abi. Tiba tiba pintu kamar ada yang mengetuk. Huft! Siapa sih? Batinku. Aku yang merasa tak sanggup lagi untuk berjalan akhirnya memutuskan membangunkan mas Abi. Jujur, aku tak tega terlihat sekali wajah lelahnya ditambah dengkuran yang menandakan bahwa dia benar benar lelah.


"Ada apa sayang?" Matanya tak sedikitpun membuka.


"Ada yang ketuk pintu mas. Aku nggak kuat untuk jalan lagi" Mas Abi beranjak berdiri dengan lesu dan membuka pintu kamar. Ternyata mbok mengantarkan makanan dan susu untuk ku dan mas Abi.


"Kamu mau makan?" Matanya masih sayu sepertinya dia masih mengantuk.


"Taruh di meja aja mas. Nanti pasti ku makan" Diletakannya nampan berisi makanan dan susu itu di atas meja. Dan dia kembali merebhakan tubuhnya di atas kasur. Aku duduk dan menyandarkan punggung ke bantal sambil memainkan ponsel.


"Kamu nggak tidur?" Mas Abi meletakkan kepalanya di pangkuanku. Aku menggeleng.


"Hm..wangi. Kamu habis mandi?" Di peluknya perutku ini.


"Nggak. Cuma bersih bersih badan aja tadi" tak ada jawaban lagi darinya. Tiba tiba terdengar dengkuran yang keluar dari dalam mulut mas Abi yang menandakan bahwa dia sudah kembali terlelap. Aku tersenyum dan mengusap halus kepalanya yang sedang mencium perutku. Manja sekali!


Terbesit fikiran usil di dalam kepalaku. Aku berniat merekam mas Abi yang sedang tertidur pasti akan lucu ditambah dengan suara dengkurannya. Hahaha...Ini balasan dariku karena mas tadi sudah mengusiliku dengan memberi harapan ingin membelikan aku Ice cream hari ini. Senyum licik mengembang di bibirku.


πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


Hai semua! Jangan lupa like, vote dan favorite. See youπŸ‘‹


__ADS_2