Arsitek Dan AL

Arsitek Dan AL
Rumah Dinas


__ADS_3

Jangan lupa like, vote dan favorite ya.


Selamat membaca!


Maaf jika ada salah kata.


☉☉☉


1 minggu pasca operasi akhirnya, badanku kembali vit lagi. Hari ini, aku ingin terbang ke Yogya menyusul mas Abi yang sudah berada di sana terlebih dahulu sekitar 2 minggu yang lalu. Karena aku melakukan operasi jadi, keberangkatanku ditunda sampai kondisi benar benar pulih.


Aku juga tidak enak hati jika harus berlama lamaan di sini karena tidak mendampingi mas Abi di sana, terlebih dengan ibu ketua (istri komandan) Jalasenastri karena tidak mengikuti berbagai giat. Meskipun aku mempunyai alasan yang sangat dapat dimaklumi.


Jalasenatri adalah nama organisasi para istri perajurit/perwira TNI Angkatan Laut. Aku juga sudah dimasukkan kedalam grup WhatsApp ibu pengurus serta perwira Jalasenatri cabang ** korcab **. Dari sana aku tahu berbagai giat dan dari sana juga aku bergaul dengan ibu ibu yang lain. Aku juga sudah berkenalan dengan beberapa istri perwira serta anggota, meskipun masih sebagian. Jadi, tak terlalu merasa canggung.


Mama, papa dan kak Fajar mengantarku ke bandara. Setibanya di bandara aku berpamitan dengan mereka semua. Sedih sekali rasanya meninggalkan mereka. Tapi, mau bagaimana lagi sekarang aku sudah menkadi seorang istri abdi negara aku harus mengabdi dan mengikuti kemanapun suamiku bertugas.


Kupeluk mama dan papa dengan kencang. Tangisku mulai pecah di sana. Ku cium tangan mereka seraya meminta restu serta ridho dimana pun aku berada.


Tak lupa, aku berpamitan dengan kak Fajar ku salami tangannya meminta maaf atas kesalahan yang selama ini ku buat padanya.


Tiba tiba pemberitahuan keberangkatan pesawat dari Surabaya menuju Yogyakarta akan segera berangkat dan seluruh penumpang diharapkan menuju ke ruang tunggu.


.....


Tibalah aku di bandara udara Adisutjipto Yogyakarta. Belum sempat aku menghubungi mas Abi untuk menjemput ternyata dia sudah berdiri di ambang pintu kedatangan dengan menggunakan seragam PDH (Pakaian Dinas Harian).


"Udah lama, mas?" Mas Abi meraih koper yang ku bawa.


"Enggak kok" digandengnya tanganku menuju mobil.


"Sudah makan?" Tanyanya di tengah tengah perjalanan. Aku menggeleng.


"Mau makan apa?" Diraihnya tanganku lalu dikecupnya sekilas. Aku benar benar rindu dengan sikap manisnya yang seperti ini.


"Belanja aja ya mas ke supermarket. Aku mau masak aja, emang kamu nggak kangen apa sama masakan aku?"


"Ya jelas kangen dong. Nggak cuman sama masakannya sama orangnya juga" dengan senyum genitnya dia berkata seperti itu. Aku yang melihat itu merasa geli. Tapi, lucu juga sih!


Setibanya di supermarket kami langsung mencari berbagai sayuran, daging serta bumbu bumbu dapur yang diperlukan. Hampir semua mata para wanita tertuju pada mas Abi. Bagaimana tidak, dia semakin terlihat tampan dan gagah ketika memakai seragam dinasnya itu. Aku dibuat cemburu hari ini, huft!


Saat kami di kasir semua wanita yang mengantri selalu menatap mas Abi termasuk mba kasirnya juga! Apa mereka tak melihat di jari manis mas Abi sudah terlingkar oleh cincin yang sama denganku? Melihat semua mata itu aku langsung merangkul mesra mas Abi.


"Sayang mau aku masakin apa?" Aku sengaja mengeraskan suara agar semua wanita yang menatap mas Abi tahu bahwa dia sudah beristri. Mas Abi yang mendengar ku memanggilnya sayang pun kaget aku bisa melihat itu dari ekspresi wajahnya.


"Apa? Kamu panggil mas apa?" Aish, benar benar tak bisa diajak kompromi sama sekali dia! Kesal sekali aku dengannya.


"Nggak tahu! Bayar tuh belanjaan. Aku tunggu di mobil!" Aku langsung berjalan meninggalkan mas Abi di sana. Menyebalkan!.

__ADS_1


🏘🏘🏘


Kami sudah memasuki komplek perumahan prajurit dan perwira TNI Angkatan Laut. Di blok A sampai H merupakan blok perumahan anggota, sedangkan Di blok I sampai M merupakan blok perumahan perwira. Tampak berbagai rumah tersusun dengan rapi, selain rapi juga bersih. Aku tak melihat sampah satupun di jalan yang kami lalui. Mas Abi memarkirkan mobilnya ke garasi yang ada di depan rumah. Aku turun dan melihat rumah bertuliskan Rumjab Pasintel yang artinya (Rumah Jabatan Pasintel). Berarti ini Rumah yang akan ku tempati bersama mas Abi.


Ku langkahkan kaki masuk ke dalam rumah itu. Tampak berbagai prabotan sudah tersusun dengan rapi dan lengkap. Rumahnya berdesain minimalis dilengkapi dengan 2 kamar, 2 kamar mandi yang 1 ada di dalam kamar utama (pribadi) dan yang 1 ada di dapur (untuk tamu), ruang makan, dapur serta ruang tamu. Sangat nyaman! hal itu yang tebesit dalam fikiranku.


Saat aku masuk ke dalam kamar ternyata sudah ada kasur spring bed, 1 lemari besar, meja rias, tv serta AC. Ternyata, mas Abi sudah mempersipaknnya dengan baik. Ku letakkan tas ke atas meja setelah itu aku masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena badanku sudah sangat begitu lengket. Sangat tak nyaman.


Ku masukkan sayuran serta berbagai bumbu dapur lainnya ke dalam kulkas. Setelah itu, aku masak karena perutku sudah sangat begitu lapar.


"Sayang? Kok diem terus sih?" Tiba tiba mas Abi melingkarkan tangannya di perutku. Mungkin dia merasa tak enak karena sedari tadi kudiami. Ya, karena kejadin di supermarket tadi aku masih merasa kesal padanya. Mataku terus fokus memotong sayuran yang akan ku masak dan tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutku.


"Tuhkan diem lagi" diletakkan dagunya di bahuku.


"Bisa nggak mas jangan ganggu. Aku lagi nggak mood!"


"Yaudah, mas minta maaf. Mas beneran nggak tahu tadi kamu cemburu. Tolong maafin dong sayang" nggak tega juga lama lama ngediemin mas Abi.


"Yaudah di maafin" mas Abi mencium pipiku tiba tiba.


"I love you"


"Too" jawabku singkat.


"Kok too aja?"


📲Bu Wahyu


"Asalamulaikum, bu Abi?"


📲Aku


"Waalaikumusallam, bu. Iya, ada apa?"


📲Bu Wahyu


"Saya dengar bu Abi baru datang ya?"


📲Aku


"Ah, iya bu. Baru sampai"


📲Bu Wahyu


"Oo iya. Ngomong ngomong kamu sudah buka grup pengurus?"


📲Aku

__ADS_1


"Belum bu. Memang ada apa?"


📲Bu Wahyu


"Kita jam 2 nanti kumpul kumpul sama pengurus serta ibu ketua di kantor Jala. Sekalian aja kamu perkenalan sama ibu ibu pengurus yang belum kamu kenal"


📲Aku


"Hm..iya bu. Makasih infonya"


📲Bu Wahyu


"Okedeh. Mau bareng nggak ke sana nanti?"


📲Aku


"Boleh bu?"


📲Bu Wahyu


"Ya boleh dong. Rumah saya ada di depan rumah ibu ya. Nanti saya hampiri, kita jalan jam 1 aja habis sholat zuhur, gimana?"


📲Aku


"Iya bu boleh. Makasih tumpangannya ya"


📲Bu Wahyu


"Santai aja bu. Yasudah itu saja. Assalamualaikum"


📲Aku


"Waalaikumusallam"


Tut..panggilan berakhir. Ku letakkan ponsel ke atas meja makan. Dan aku melanjutkan aktivitas memasak lagi. Senang sekali rasanya, sudah ada yang bisa akrab denganku di sini.


.


.


Bersambung


.


.


🍀🍀🍀

__ADS_1


Hai semua! Jangan lupa like, vote dan favorite. See you👋


__ADS_2