Arsitek Dan AL

Arsitek Dan AL
Menjadi Istri


__ADS_3

Jangan lupa like, vote dan favorite ya.


Selamat membaca!


Maaf jika ada salah kata.


☉☉☉


"Kenapa kamu, bi. Kok lemes?" Ayah mengisi sendoknya dengan nasi lalu disuapkannya ke dalam mulut


"Iya nih. Nggak kayak biasanya. Sakit?" Tanya papa sembari menyeruput kopinya


Mas Abi hanya menggelengkan kepalanya.


"Oh iya, ca. Kemarin kamu tidur dimana?" Tanya mama


"Ica tidur sama kak Ani dan kak Abi" jawabnya dengan begitu santai.


"Hah?" Mama, papa, ayah, dan bunda kaget. Mereka saling beradu pandang. Dan tak lama tawa mereka pecah. Aku mengernyit heran.


"Ayah tahu sekarang kenapa Abi lemas. Nggak dapat jatah ya?" Ledek ayah


"Ayah senang ya, melihat anaknya begini?" Wajahnya seketika menjadi lesu


"Hahaha...Ica memang pintar" kata bunda mengacungkan dus jempol.


Aku terus fokus makan tanpa menggubris semua perkataan mereka. Memalukan!


"Yasudah. Cepat makan. Nanti kalain tertinggal pesawat" timpal mama


✈✈(di dalam pesawat)


"You will find the safety information in the card located in the seat pocket in front of you. We strongly suggest you read it before take-off. (Anda akan menjumpai informasi keselamatan dalam kartu yang ada di kantong tempat duduk di depan anda. Kami sangat menyarankan anda untuk membacanya sebelum pesawat berangkat.)" Kata salah satu pramugari memberi informasi


"Passengers are reminded to turn off all mobile phone and other wireless devices. (Penumpang diingatkan untuk mematikan semua ponsel dan perangkat nirkabel lainnya.)" Sambungnya


"Cantik ya mas?" Aku berniat menggoda mas Abi yang duduk di sebelahku.


"Iya. Cantik!" Di tatapnya si pramugari dengan tatapan genit.


Aku langsung memukul lengannya dengan kencang.


"Hahaha..cemburu ya?" Dia merangkulku dan mencium pipiku sekilas


"Ih..nggak tahu malu!" Ku alihkan pandangan keluar jendela


"Makanya jangan coba coba mengerjai mas" bisiknya


"Please don’t leave your seat (Tolong jangan meninggalkan tempat duduk Anda)Make sure your seat belt is fastened. (Pastikan anda sudah mengencangkan sabuk pengaman Anda)" katanya lagi


🏰🏰🏰


setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih dua jam setengah akhirnya kami sampai di rumah mas Abi. Betapa kagetnya aku setibanya di sana. Rumahnya sangat besar dan mewah!


"Bi. Ajak Ani ke kamar mu. Biar dia istirahat" kata ayah


Mas Abi mengangguk.


"Mbok!" Bunda memanggil seseorang. Tak lama datang perempuan tidak muda tidak juga tua menghampiri kami.


"Iya bu?" Katanya


"Ini Ani. Istrinya Abi" bunda memperkenalkanku padanya


"Nah, nak Ani. Ini mbok Sri. ART disini, kalau kamu butuh sesuatu bisa minta sama mbok Sri" sambung bunda


Aku tersenyum dan mencium tangan mbok Sri. Dia tampak senang dengan kehadiranku.


"Tolong mbok bawa koper ini ke kamar Abi, ya" pinta mas Abi padanya


"Eh..jangan mas. Aku bisa sendiri" ku raih koper ku. Mas Abi tersenyum dan mengambil alih koper yang ku bawa. Dia menuntunku menuju kamarnya di lantai dua.


Desain rumahnya bagus sekali, batinku.


Betapa kagetnya aku melihat kamar mas Abi. Sangat begitu luas. Bahkan aku bisa main bola di dalam sini!


"Sini sayang. Ngapain disitu" dia memanggilku karena sedari tadi aku mematung di ambang pintu dengan mata menelusuri isi kamarnya.


Aku berjalan masuk menuju kaca besar, tampak pemandangan sangat indah disana. Ini rasanya seperti mimpi!


"Suka?" Mas Abi tiba tiba memelukku dari belakang. Aku tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Kita akan segera pindah ke kota ini" di taruhnya dagunya di bahuku


"Kita?"


"Iya sayang. Mas sudah ajukan pindah ke lanal xxxxx. Kamu mau tinggal di sini atau di rumah dinas?"


"Sungguh?" Ku balikkan badan menghadap ke arahnya


Mas Abi mengangguk.


"Jadi mau tinggal dimana nanti?" Ditariknya pinggangku hingga tak ada jarak


"Rumah dinas" ku tatap wajahnya dengan senyum


"Kenapa? Tadi katanya suka disini?"


"Pengen hidup mandiri aja sama mas"


"Bilang aja kalau mau berduaan" dia mempererat pelukannya


"Ih..apaan sih mas" ku pukul dadanya dengan kencang. Kami saling tertawa dan beradu pandang.


Seketika suasana menjadi hening!


"Sayang?" Lirihnya pelan


"Hm..?"


"Boleh mas ambil hak mas sekarang?" Bisiknya


Betapa kagetnyanya aku mendengar dia bertanya seperti itu. Aku berfikir sejenak. Sedangkan dia terus menciumi wajahku, sehingga membuatku semakin gugup.


"Mas sudah menahannya semalam. Dan sekarang sudah tidak bisa lagi" bisiknya


Dan terjadilah(skip ya wkwkwk). Author masih kecil untuk menceritakan hal seperti itu🤗.


🕗🕗🕗


Setelah selesai sholat isya aku memutuskan untuk membantu mbok Sri dan bunda memasak di dapur. Aku berjalan perlahan menuruni anak tangga. Rasanya masih sangat begitu sakit dan nyeri. Ya, kalian tahu sendiri lah. Aku benar benar di buat lelah hari ini oleh mas Abi. Tapi, aku tak ingin hal itu menjadi alasan tidak membantu bantu urusan di dapur.


"Malam, bunda, mbok" aku berjalan perlahan mendekati bunda


"Kamu kenapa, nak. Kok kelihatannya susah jalan?" Bunda heran


"Sudah tidak usah dilanjutkan bunda faham" terlihat senyum bunda yang menunjukkan bahwa dia sangat bahagia. Aku jadi merasa malu sekarang.


"Ada yang bisa Ani bantu bunda?" Aku mencoba mengalihkan pembicaraan dari obrolan sebelumnya


"Ini potong sayurnya, ya" bunda menyerahkan beberapa sayuran padaku


"Baik bunda" kuraih sayuran itu


"Abi mana?" Bunda menggoreng ayam dan melirikku sekilas


"Di kamar bunda" aku tetap fokus memotong sayuran


"Ngapain?"


"Tadi sih main game bunda" karena sudah selesai memotong, sayuran itu ku serahkan pada mbok untuk di masak.


"Benar benar anak itu, yasudah bunda tinggal dulu ke kamar ya" aku mengangguk dan bunda beranjak pergi. Tersisalah aku dan mbok Sri. Terlihat mbok sedang asik mengaduk capcai yang ada di wajan.


"Mbok biar saya lanjutkan" kataku mengambil alih


"Tidak apa apa, non?" Dia tampak sungkan


"Tidak apa apa. Mbok pasti masih banyak pekerjaan yang lain. Masalah ini serahkan sama saya saja" aku mengaduk capcai itu seraya meliriknya sekilas


"Baik non. Terimakasih. Mbok permisi" aku mengangguk


Setelah dirasa sudah matang ku pindahkan capcai itu ke dalam mangkuk, ayam yang masih berada di saringan ku letakkan di atas piring. Alat alat dapur yang kotor ku letakkan di washtafel dan ku cuci.


Tiba tiba sebuah tangan melingkar di perutku. Mendapati perlakuan itu membuatku sangat kaget. Ku lihat si pemilik tangan.


"Mas Abi? Ngagetian aja sih" protesku


"Kamu asik sekali di sini. Mas sendirian tahu di kamar" dia mencium pipiku sekilas


"Mas kan tadi main game. Ya, aku tinggal aja" tanganku masih tetap asik mencuci piring dan lain sebagainya


"Terus mas disuruh main apa. Mainin kamu?" Bisiknya

__ADS_1


"Apa sih mas. Udah sana jangan gangguin aku" aku mulai merasa risih di buatnya


"Kamu nggak ada kerjaan ya, bi?" Ayah dan bunda tiba tiba datang ke dapur dan melihat mas Abi yang sedang mengangguku. Dia langsung melepaskan tangannya dari pinggangku


"Ada kok yah. Ini lagi manjain istri Abi, iykan sayang?" Aku tak menghiarukan perkataan mas Abi.


"Dasar!" Bunda memukul lengannya. Aku terkekeh melihat itu. Sedangkan mas Abi meringis kesakitan.


"Bunda sama ayah kayak nggak pernah muda aja" mas Abi melangkah kan kaki menuju meja makan dan duduk


Selesai mencuci piring aku manyusun berbagai makanan di meja makan. Lalu ikut bergabung untuk makan malam bersama.


🛏🛏


Aku sudah berganti pakaian menggunakan piyama. Ku raih ponsel yang tergeletak di atas meja. Mengingat hari ini adalah jadwal tayang drama korea favoriteku jadi, aku berniat menontonnya.


"Sayang?" Mas Abi tiba tiba memelukku yang sedang berbaring


"Hm..?" Mataku fokus menonton drakor


"Drama korea lagi, nggak bosen apa?" Dia menyelipkan kepalanya di leherku


"Nggak lah, orang pemainnya ganteng ganteng. Siapa coba yang bosen" tak sedikitpun aku melihat ke arahnya


"Mas dicuekin kan" dia merasa kesal


"Aku baru nonton ini, mas. Jangan ganggua ah!" Kesalku


Mas Abi beranjak pergi mengambil ponselnya lalu, kembali lagi dan merebahkan tubuhnya dengan kepala diletakkan di atas perutku. Aku tak protes!


Kulirik dia sekilas ternyata sedang main game online. Disitu kami disibukkan dengan aktivitas masing masing. Aku menonton drakor dan dia bermain game online.


🕑(pukul 02.00) dini hari aku terbangun. Perutku sangat begitu sakit. Hingga aku tak bisa menahannya dan menangis. Mas Abi yang mendengar tangisku langsung terbangun dan bertanya. Aku hanya diam dan terisak.


"Jangan buat mas khawatir sayang. Kamu kenapa?" Mas Abi memelukku


"Perutku sakit mas, sakit sekali! Hiks..hiks.."


"Sakit? Kamu mau BAB?" Dilepasnya pelukan itu dan menatapku


"Ih..bukan!" Ku pukul lengannya dengan kencang


"Ya terus kenapa? Mas bingung ini!"


"Anterin aku ke kamar mandi mas. Susah sekali rasanya jalan" pintaku.


Saat di kamar mandi ku cek. Ternyata tamu bulanan ku datang. Pantas saja rasanya sesakit ini. Padahal ini bukan tanggal datangnya tamu bulananku.


Bagaimana ini aku tak membawa pembalut lagi, batinku. Semua di luar dugaan, seharusnya tamuku datang minggu depan bukan sekarang!


"Sayang? Kamu baik baik aja. Mas masuk ya" kata mas Abi di balik pintu kamar mandi. Mendengar itu aku membuka pintu sambil memegang perut


"Kamu kenapa?" Dia tampak panik


"Bisa minta tolong?" Tanyaku


"Apa?"


"Tanyain bunda dong mas. Apa punya persediaan pembalut? Kalau punya aku minta" jujur aku ragu mengatakannya


"Kamu haid?"


Aku mengangguk. Di usapnya mukanya dengan kasar.


"Cepetan mas. Nanti bocor!"


"Iya sayang" dia beranjak pergi keluar


Tak lama mas Abi datang. Membawakanku pembalut. Untung saja bunda punya. Aku masuk ke kamar mandi dan memakinya.


"Sudah?" Tanya mas Abi sekeluarnya aku dari kamar mandi. Aku mengangguk dan merebahkan diri di sebelahnya.


"Apakah sangat sakit? Wajahmu pucat sekali" tanya mas Abi khawatir. Aku mengangguk dan tidur membelakanginya. Sebuah tangan melingkar di perutku. Mas Abi mengusapnya dengan lembut. Hal itu membuatku tersenyum.


"Besok kita ke dokter ya" bisiknya


"Nggak usah mas ini sudah biasa kok" ku pegang tangannya yang mengusap lembut perutku


"Mas sangat takut terjadi sesuatu pada mu" dia mencium rambutku


"Nggak papa kok. Cuman butuh obat pereda nyeri nya aja. Besok temenin beli di apotik ya" ku balikkan badan menghadap ke arahnya. Mas Abi mengangguk dan mengecup keningku.

__ADS_1


🍀🍀🍀


Hai semua! Jangan lupa like, vote dan favorite. See you👋


__ADS_2