Arsitek Dan AL

Arsitek Dan AL
vitamin


__ADS_3

Jangan lupa like, vote dan favorite ya.


Selamat membaca!


Maaf jika ada salah kata.


🐾🐾🐾


"Ini bunda dan ayah membawakan sarapan untuk Abi dan baju ganti untuk kalian. Bunda tahu pasti Abi belum makan" diletakkan dua kantong plastik yang satu berisi makanan dan yang satu lagi berisi pakaian ganti kami.


"Terimakasih bun, yah" mas Abi langsung beranjak mengambil kantong plastik yang berisi makanan dan memakannya dengan lahap.


Sepertinya kamu benar benar lapar, mas. Maaf kan aku, batinku.


"Bun, Ani bisa minta tolong?" Bunda langsung mendekat ke ranjang ku.


"Ada apa, nak?"


"Ani mau ganti baju, bun. Bisa temenin?"


Jujur aku agak sedikit malu.


"Sama mas aja sayang" mas Abi langsung beranjak mengambil pakain gantiku. Sungguh aku benar benar kaget. Bukan aku tak ingin meminta tolong padanya tapi, aku malu. Memang benar, kami sudah pernah melakukan hal yang suami istri pada umumnya lakukan di awal pernikahan tapi, itu baru satu kali kami lakukan dan masih belum menutup rasa maluku padanya.

__ADS_1


"Ti..tidak mau. Aku ingin bunda saja" jawabku terbata bata.


"Dasar! Apa kamu tidak lihat istrimu sedang sakit. Apa yang akan kamu lakukan padanya nanti?" Sahut bunda.


"Abi hanya ingin membantu istri Abi mengganti pakain, bun" begitu santainya mas Abi mengangkat tubuhku.


"Jangan mas. Aku mau dibantu bunda aja" elak ku.


"Kenapa? Aku suamimu" tanyanya.


"Kalau istri nggak mau jangan dipaksa!" Bunda memukul lengan mas Abi dengan kencang.


"Yasudah. Kali ini mas lepaskan kamu" bisiknya ditelingaku. Hal itu membuatku bergidik ngeri. Benar benar bisa gila aku!. Mas Abi menurunkanku ke kursi roda. Dengan cepat bunda mengambil alih kursi roda dari mas Abi dan langsung membawaku masuk ke dalam kamar mandi.


πŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒ


"Sayang, kamu makan ya. Itu makanan masih utuh" diraihnya mangkuk yang ada di atas meja.


"Nggak mau. Rasanya tidak enak" kututup mulutku dengan kedua telapak tangan.


"Ayolah sayang. Sedikit saja! Badanmu semakin kurus. Apa karena mas tidak memberikan vitamin padamu?" Dia tersenyum licik.


"Vitamin?" Tanyaku heran.

__ADS_1


"Ya, vitamin batin" mas Abi mendekatkan wajahnya dihadapnaku dengan tatapan penuh arti. Aku sudah tahu apa maksudnya.


"Apa sih mas. Jangan macam macam. Ini di rumah sakit!" Mataku sudah membulat dengan sempurna. Mas Abi terus memajukan tubuhnya dengan tangan kanan masih memegang mangkuk yang berisi makanan.


"Aku bilang jangan macam macam, mas!"


"Kenapa? Hem?" Semakin dekat dan dekat. Tiba tiba dia menciumku. Jantungku berdetak kencang dengan mata terus membulat.


"Sangat lezat" dia menjauhkan sedikit wajahnya dari hadapanku. Sedangkan aku sudah terduduk kaku seperti patung. Ini memang bukan yang pertama tapi, entah kenapa aku merasa sangat tegang dan gugup sekali.


"Sekarang kamu makan. Aa.." aku tak membuka mulut sedikitpun meskipun sudah melihat sendok berisi makanan di hadapanku.


"Apa vitaminnya kurang sayang?" Lagi lagi dia mendekatkan wajahnya. Aku yang melihat itu langsung membuka mulut dan memakan makanan yang berada di dalam sendok. Mas Abi tersenyum dan mengelus halus pucuk kepalaku.


"Habis? Katanya tidak enak?" Tanya mas Abi heran. Entahlah, bagaimana bisa aku menghabiskannya? Bahkan aku tak sadar telah memakan sesuatu.


"Ini pasti efek vitamin yang mas kasih tadi" dia tersenyum licik.


"Ih..udah dong mas. Jangan dibahas terus, aku malu" pipiku sudah merah seperti tomat saat ini karena menahan malu sedari tadi.


"hahaha..sayang sayang. Bukankah kita sudah pernah melakukan lebih dari itu. Kenapa masih malu?"


"Ih...mas Abi!" Ku cubit lengannya dengan keras. Dia mengaduh kesakitan. Rasain! Batinku.

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€


Hai semua! Jangan lupa like, vote dan favorite. See youπŸ‘‹


__ADS_2