Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
Mimpi buruk Ainun


__ADS_3

Setelah Nasi yang Ainun masak telah matang. Gadis itu segera masuk ke kamarnya. Untuk memikirkan tentang tawaran dari Asyfal.


Ia tengah duduk di pinggir dipan kamar nya.


"Ya Allah aku harus bagaimana .Aku sangat bingung Ya Allah. Tolong aku" Ucap Ainun lirih.


Sejak pertemuan pertama nya dengan Asyfal. Di tambah lagi setelah ia menerima Surat dari Asyfal. Hal itu benar-benar sangat menguras pikiran nya. Serta menambah berat beban batin nya.


Gadis itu tidak bisa berpikir terlalu lama. Ia harus segera mengambil keputusan terbaik dan tentunya Tanpa resiko.


"Aku harus segera mengambil keputusan sebelum hal ini benar-benar akan membuat pikiran ku semakin buruk. Aku memang mencintai mu Asyfal sangat mencintai mu lebih dari apapun. Tapi aku sudah akan menjadi milik orang lain. Ini semua sallah mu. kenapa kamu tidak bilang dari dulu. Sean lah yang lebih dulu melamar ku. Walaupun Aku sama sekali tidak menyukai nya. Tapi tetap saja Aku harus menghargai nya" Ucap Ainun lirih.


Tapi sekelebat pikiran yang berasal dari setan penggoda itu mempengaruhi pikiran Ainun.


Setan berhati mesum itu menyarankan Gadis itu untuk menemui Asyfal saja.


Tapi itu tidak akan mempengaruhi Ainun sedikit pun.


Ainun adalah sosok wanita soleha yang teguh pendirian. Serta tidak mudah goyah. Ia sangat menjaga maruah pribadi nya.


Ia bukan Gadis egois yang hanya mengedepankan nafsu nya saja.


"Tidak! Aku tidak akan menyakiti orang lain sekalipun aku bisa menyakitinya. Aku tidak mau suatu saat nanti aku akan menyesal" Tegas Ainun sembari memijat kening nya yang terasa sangat pening.


Ia berdebat dengan pikiran baik dan buruknya sendiri.


Keputusan yang terbaik dan terpenting ialah ia tidak menerima ajakan Asyfal untuk menemui nya!


Suara adzan asar telah ber kumandang. Gadis itu bergegas untuk sholat Ashar. Kemudian Ia berdoa kepada Allah SWT untuk meminta petunjuk Nya. Itulah obat yang paling ampuh nya.


Setelah sholat Asar pikiran Ainun pun tenang. Kini ia yakin untuk tidak menemui Asyfal. Ia hanya yakin bahwa jodoh takkan kemana.


"Sekuat apapun kau genggam dan kau kejar dia yang kau cintai maka jika dia itu bukan jodoh mu. Maka tetap saja itu bukan lah jodohmu. Tapi sebalik nya, sekuat dan sehebat apa pun kau menghindari orang yang kau benci sekali pun. Tapi Jika itu memang jodoh mu. Maka itu memang benar-benar Jodoh mu"


Seperti itu lah ceramah yang ia dengar setelah mengikuti pengajian di masjid kampung nya.


Waktu pun cepat sekali berlalu tapi kegelisahan belum juga mau berlalu. Gadis itu selalu ber dzikir menyebut Nama Nya untuk mengharap kan sebuah ketenangan dari Nya.


Sekarang pukul Delapan malam. Waktu nya Ainun harus segera tidur. Kalau ia tidak ingin terlambat menunaikan Sholat Tahajjud.


Sholat Tahajjud ialah Rutinitas Ainun. Itu lah mengapa wajah Ainun bercahaya .Karna ia adalah gadis sholeha dan Ahli Ibadah.


Rasa kantuk yang ia tunggu Belum muncul jua. Tapi ia hanya bisa merebah kan tubuh nya di dipan kamar nya berharap rasa kantuk itu segera datang menyerang nya.


Entah air mata nya mengalir begitu saja. Rasa perih itu datang seketika . Rasa sakit mencintai seorang Asyfal sangat menyiksa jiwa dan raga nya.


"Ya Allah mengapa Engkau menguji Hamba seberat ini?" Batin Ainun


Gadis itu menangis sepanjang malam hingga hampir ter tidur.


****


"Ibu Ainun dan Aini".


Di luar kamar Ainun. Ya seperti biasa Ibu Ainun slalu berpatroli di kedua kamar anak Gadis nya. Tentu nya tanpa sepengetahuan mereka.


Kalau pintu kamar Ainun dan Adik nya tidak di kunci. Ibu bisa masuk dengan cara mengendap-endap.


Karna itu Beliau lakukan hanya untuk memastikan keadaan kedua putri nya baik-baik saja.


Tapi kalau kamar di kunci Beliau tetap tidak bisa masuk. Kecuali kalau Beliau mengetuk pintu dan berniat untuk menemui Ainun atau Aini.

__ADS_1


Kali ini Ibu Ainun masuk ke kamar Ainun. Dan ternyata kamar Ainun sedang tidak di kunci.


Ibu masuk mengendap-endap supaya Ainun tidak menyadari kedatangan nya.


"Ternyata Anak sulung ku sudah tidur" Batin ibu Ainun.


"Ainun".


Tiba-tiba sebuah tangan berada di atas surai hitam lebat milik Ainun . Tangan itu membelai lembut surai hitam lebat itu. Ia masih dalam keadaan setengah terjaga.


Ainun yang terkejut segera menghapus air mata nya. Tapi tetap saja ia tidak bisa berbohong kalau ia habis menangis.


"Ainun, kamu menangis?" Tanya suara seorang wanita. Dan ternyata itu adalah suara Ibu nya.


"Eh Ibu, enggak kok Bu. Ainun nggak papa Bu" Jawab Ainun. Ia segera beranjak dari tidur nya. Dan segera duduk. Sembari menghapus sisa air mata yang mengalir. Dan memastikan kalau wajah nya sudah kering.


"Jujur sama Ibu nak, kenapa kamu menangis?" Tanya Ibu Ainun. Suaranya terdengar sangat memilukan.


Bagaimana tidak? tidak ada seorang Ibu yang tega melihat Anak Gadis nya selalu menangis hampir setiap malam.


Sebenarnya Ibu Ainun selalu melihat kalau Ainun menangis saat diri nya menjelang tidur. Hampir setiap hari Gadis itu slalu menangis.


Seakan menangis adalah lagu pengatar tidur nya.


Tapi kali ini Ibu Ainun bertekat untuk memastikan apa yang slalu membuat Ainun menangis.


"Ainun dengar Ibu nak. Ibu sangat menyayangi mu. Jadi" Kalimat Ibu ter jeda. Seketika Ibu menangis di depan Ainun.


"Ibu maafkan Ainun Bu. Ibu jangan menangis" Ucap Ainun bergetar menahan tangis. Ia sedih melihat Ibu nya menangis.


"Ini semua salah ku. karna aku menangis Ibu ikut menangis. Maafkan Ainun Bu" Batin Ainun .Ia menyesal telah membuat Ibu nya menangis.


"Tolong cerita sama Ibu Ainun" Sambung Ibu Ainun. Beliau sekarang sudah mulai menghapus air mata nya. Ia harus bisa mendapatkan penjelasan dari anak gadis nya saat itu juga.


Karna kalau sampai ia bilang yang sesungguh nya pun. Yang akan Ia terima hanya lah 'penolakan keras' dari Ibu nya.


Menurut Ainun lebih baik ia simpan rapat-rapat tentang perasaan yang mulai membrontak ini.


Ainun hanya menunduk. Memikirkan sesuatu. Ia hanya berpikir bagaimana ia menjawab pertanyaan Ibu nya.


"Apa kamu masih mencintai Asyfal Nak?" Tanya Ibu tiba-tiba. Beliau sudah tidak sabar untuk mengatakan nya.


Sontak Ainun kaget mendengar perkataan Ibu nya. Perkataan Ibu nya sangat menyudut kan dirinya. Ia tidak bisa berkata apa pun lagi.


Stok kata yang ia miliki sudah habis. Di telan oleh rapuh nya hati. Lidah nya kelu. Ia mendadak bisu.


Ibu nya yang melihat Anak Gadis nya tidak bisa berkata lagi. Beliau langsung menangkap sebuah kesimpulan bahwa Ainun masih mencintai Asyfal.


Apalagi sekarang Asyfal pulang ke Desa dengan wajah maskulin dan semakin tampan. Tidak mungkin Ainun tidak 'Tercepona' Eh ralat 'Terpesona'.


"Ainun, jawab Ibu nak. Apa kamu mencintai Sean? " Sentak Ibunda.


Entah kenapa Beliau bisa bertanya tentang Sean.


Seketika kepala Ainun menggeleng. Jiwa, raga, hati, nafsu, rindu, tubuh,


dan semua milik Ainun. Kompak menyerukan ketidak sukaan tentang semua yang ber hubungan dengan Sean.


Jangan lupa Ainun menerima lamaran Sean atas dasar permintaan dan persetujuan dari kedua orang tua Ainun. Bukan kehendak Ainun.


"Ya Allah, maafkan Ibu nak" Ucap Ibu. Seketika Beliau memeluk Ainun yang masih diam mematung. Air mata nya kembali mengalir deras.

__ADS_1


Ainun pun sama ia menangis. Ibunya telah mengetahui perasaan Ainun sebenarnya.


"Tidak Bu, Ibu tidak salah. Semua itu sudah takdir Bu. Jika memang Asyfal jodoh Ainun. Suatu saat nanti Ainun dan Asyfal akan bersatu" Terang Ainun dengan suara serak nya karna menangis. Gadis Itu mengelus lembut punggung Ibu nya.


"Iya Nak, semoga Apa yang terbaik untuk mu segara terjadi" Timpal Ibu Ainun sembari mengeratkan pelukan pada Ainun.


"Maaf Bu, Ainun sudah mengantuk. Ainun mau tidur dulu ya Bu" Ucap Ainun lirih. Sembari melepaskan pelukan erat Ibu nya.


"Tapi Ainun, yaudah kalau gitu Ibu keluar dulu. Nanti Ibu akan bicara lagi sama kamu" Ucap Ibu sembari beranjak dari dipan Ainun. Lalu melangkah kan kaki keluar dari kamar Ainun.


Ainun terpaksa berbohong pada Ibu nya. Ia hanya Ingin sendiri. Ia sangat lelah semenjak Asyfal pulang. Lebih tepat nya semenjak ia bertemu dengan Asyfal pertama Kali.


Gadis itu hanya ingin menangis. Mungkin dengan menangis ia bisa tidur.


Semoga kelak Gadis itu akan merasakan kebahagiaan yang hakiki.


--------


Ainun terbangun karna terkejut melihat selimut nya terbakar.


Dengan cepat api itu menyulut membakar seluruh pakaian nya .


Ia panik dan histeris merasakan panas dan perih saat seluruh tubuh nya terbakar.


"Tolong.... Tolong.. Tolong"


Teriak Ainun histeris. Ia menangis. Tangisan nya terdengar memilukan. Ia berlari kesana kemari berharap Ada seseorang yang memadamkan api di tubuhnya.


------


"Tolong.... Tolong.... Tolong"


Ibu Ainun mendengar triakan minta tolong dari kamar Ainun. Ia mendengar suara Ainun berteriak minta tolong.


Segera ia berlari menuju kamar Ainun. Untung saja kamar Anak nya tidak di kunci.


Ia melihat Anak gadis nya tidur sambil berteriak-teriak minta tolong.


Tetnyata Ainun sedang bermimpi.


"Ainun bangun nak bangun" Ucap Ibu Ainun sembari menggoyang-goyang kan tubuh Ainun. Berharap Ainun terbangun dari mimpi nya.


Ainun yang tersadar karna goncangan dari Ibu nya.


Sontak Ainun terduduk panik.


"Ibu" Ucapan pertama Ainun suaranya serak. Ia panik karna mimpi itu seperti nyata bagi nya.


Gadis itu segera memeluk Ibu nya. Ia menangis di pelukan Ibunya.


"Kamu mimpi apa Ainun sayang" Tanya Ibu panik.


Ainun hanya diam saja. Ia masih panik dan takut dengan mimpi nya tadi. Lama Ainun terdiam lama sekali.


"Nggak papa Bu, Ainun hanya mimpi buruk saja" Ucap Ainun .Gadis itu susah payah menjawab pertaanyaan Ibu nya.


Perlahan Ainun melepaskan pelukan nya. Segera ia merebahkan diri untuk melanjutkan tidur nya.


Pun dengan Ibu Ainun .Karna panik Beliau hanya diam saja.


Ibu Ainun memilih untuk menemani tidur Ainun. Beliau khawatir dengan keadaan Ainun.

__ADS_1


Beliau juga takut kalau Ainun mimpi buruk lagi.


__ADS_2