Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
-Bab 24 - So sweet


__ADS_3

Ainun terus saja memandang wajah kekasih yang sangat Ia cintai tanpa berkedip.


Entah dorongan dari mana, sampai Ainun menggerakkan tangan nya mengusap lembut wajah Asyfal. Kali ini Setan telah berhasil membujuk Ainun untuk membelai wajah Lelaki yang belum menjadi Mukhrim nya.


Usapan selembut kapas telah berhasil mendarat di pipi maskulin Asyfal.


"Asyfal, Aku mencintaimu" Ucap Ainun di sela usapan lembut tangan nya di pipi Asyfal.


Ada perasaan damai saat mengusap wajah Asyfal.


Kini desiran desiran halus telah Ainun rasakan, Karena baru kali ini Ainun mengusap wajah tampan Asyfal.


Perasaan sesal semakin menyeruak menyiksanya.


Ainun tak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu dengan kekasih nya.


Melihat luka lebam di samping bibir Asyfal terpampang jelas di depan mata nya hingga membuat Ainun merasa bersalah, seakan Ia yang telah membuat Asyfal seperti ini.


"Apa ini masih sakit Fal? " Tanya Ainun pada diri sendiri. Namun seseorang dapat mendengarnya.


Ainun tidak berani menyentuh luka lebam Asyfal.


Ah! Ahirnya setitik air bening jatuh juga dari netra indahnya.


"Maafkan Aku Asyfal! Aku.. " Ucap Ainun yang kini telah terisak.


Dan isakan lirih Ainun telah berhasil membangunkan Asyfal dari ketidak sadaran nya.


"Ainun... " Ucap Asyfal lirih.


Mendengar suara Asyfal, kini wajah Ainun berubah gembira.


"A As Asyfal! " Seru Ainun girang sambil menghapus air matanya.


"Kamu menangisi Aku Ainun? apa kamu menghawatirkan Aku?" Tanya Asyfal dengan raut wajah sendu.


Mendengar pertanyaan Asyfal, Ainun hanya menganggukkan kepala nya. Dan dengan air mata yang masih mengalir.


Tangan kekar Asyfal menghapus airmata Ainun .


"Jangan menangis Ainun" Ucap Asyfal sambil menghapus air mata Ainun.


Ainun menikmati setiap usapan lembut tangan Asyfal di pipi nya.


"Kalau Kamu sedih, aku juga akan merasakan nya" Ucap Asyfal sambil tersenyum.


"Tersenyumlah, Aku sudah sembuh" Ucap Asyfal lagi sambil tersenyum.


"A ak ku akan panggil Dokter!" Ucap Ainun gugup untuk menghindari tatapan rindu dari Asyfal.


Ainun segera bangkit dari kursi dan hendak memanggil Dokter.


"Jangan Ainun!" Ucap Asyfal lirih.


"Kamu di sini saja, temani Aku" Ucap Asyfal dengan nada yang Aduhai....


Ucapan Asyfal telah berhasil membuat Ainun tersipu malu.


Dan kini wajah Ainun memerah karna malu.


Karena melihat wajah tersipu Ainun, malah membuat Asyfal tersenyum geli.


"Duduklah seperti tadi" Rengek Asyfal.


Kemudian Ainun kembali duduk di kursi tadi.


"Ainun Aku mau menceritakan sesuatu padamu, apa kamu mau mendengar nya? " Tanya Asyfal tertahan.


"Iya, Aku mau mendengar nya" Jawab Ainun tertunduk malu sambil menyembunyikan senyuman.


"Tadi di saat Aku masih terpejam, tangan lembut seseorang telah mengusap lembut wajahku" Kata Asyfal sambil tersenyum tertahan.

__ADS_1


DEG!!


"Oh! iya? " Jawab Ainun gugup. Ia sangat terkejut mendengar penuturan Asyfal. Karna yang telah mengusap pipi Asyfal adalah diri nya.


Ainun berusaha mengalihkan pembicaraan Asyfal.


"Ka kam mu ti dak papa?!" Tanya Ainun gugup. Dan senyuman nya tidak dapat Ia sembunyikan.


"Aku akan sembuh jika Kau yang menemaniku Ainun" Ucap Asyfal.


Jujur saat ini jantung Ainun berdegup kencang .


Ainun sangat canggung dan nerves saat berhadapan dengan Asyfal.


Melihat senyum Ainun, Asyfal pun tersenyum sendiri.


"Ainun, tahukah Kamu, kenapa Aku bisa sadar? " Tanya Asyfal sambil tersenyum.


Ah! Asyfal memulainya lagi.


"Em, A aku ti tidak tau" Jawab Ainun gugup.


Sampai saat ini saja, Gadis itu masih belum bisa menyembunyikan kegugupan nya.


"Taukah Kamu Ainun, Aku dapat mendengar suara mu walau pun kau berbicara dalam hati" Goda Asyfal.


"Aku juga tau kalau Kamu sudah berada di sampingku" Lanjut Asyfal lagi sambil tersenyum.


Mendengar jawaban Asyfal, Ainun hanya diam saja. Tapi Ainun terlihat senyam senyum sendiri. Walaupun senyuman itu Ia sembunyikan, tapi tetap saja, Asyfal dapat mengetahui nya.


"Ainun, kenapa Kamu diam saja hemm?" Goda Asyfal sambil menunjukkan alisnya yang berkerut.


"Eng anu itu eh!" Jawab Ainun ,Ia terkejut dan tidak tau harus menjawab apa.


"Tolong jawab pertanyaanku" Rengek Asyfal lagi.


"Iya maaf, Jadi bagaimana Asyfal?" Tanya Ainun.


"Aku terbangun karena mendengar isakanmu" Ucap Asyfal.


"Ainun, Kamu.. ?" Ucap Asyfal tertahan.


"Aku aku kenapa Fal?" Tanya Ainun dengan nada yang berubah hawatir.


"Kamu lucu" Jawab Asyfal Yang setelahnya Ia tertawa terbahak-bahak.


"Asyfal" Balas Ainun malu-malu kucing.


"Aduh... aduh.. Ainun" Ucap Asyfal mengaduh, pura-pura sakit.


"Eh, Kamu kenapa Fal? Apa ada yang sakit? Mana yang sakit?" Tanya Ainun cemas sambil mendekatkan diri pada Asyfal seperti mencari sesuatu yang membuat Asyfal mengaduh dan mencondongkan tubuh nya di atas tubuh Asyfal.


Asyfal terdiam dari tawa nya dan menatap Ainun lama sekali.


Bisa di pastikan jantung mereka beradu dengan kecepatan yang sama.


Mereka berpandangan lama sekali. Tanpa menunggu lama sang Iblis pun datang mengerjakan tugasnya. Merasuki relung hati paling dalam supaya Dua sejoli itu berbuat Dosa.


Dasar Ainun, selalu saja Ia yang memulainya. Tanpa sadar Ainun mendekatkan wajah nya ke wajah Asyfal, entah hendak mencium atau entahlah...


Tapi jiwa sholeha Ainun kini meronta dan mengambil alih raga Ainun. Sontak Ainun tersadar dari kejadian yang akan membawa nya menuju lubang kemaksiatan.


"Astaghfirullah! " Ucap Ainun sambil menjauhkan wajah nya dari wajah Asyfal.


"Kamu baik-baik saja kan Fal? Kalau begitu Aku pulang saja sekarang" Ucap Ainun sambil berusaha mengontrol diri agar tidak terlihat gerogi.


Mendengar ucapan Ainun, sontak Asyfal terkejut dan berusaha mencegah kepergian Ainun.


"Apa! Jangan Ainun! Apa kamu tega meninggalkan Aku yang tergolek lemah seperti ini? Apa kamu tidak akan menyesal?" Ucap Asyfal asal.


Padahal Asyfal tidak bermaksud mengungkit kejadian tadi, di saat Ainun meninggalkan nya.

__ADS_1


DEG!!


Ucapan Asyfal membuat Ainun tak berkutik. Dan juga berhasil membuat Ainun mengingat kejadian beberapa saat lalu, dimana Ia telah tega meninggalkan Asyfal yang tergeletak lemah tak berdaya.


Ainun tidak mau menyesal untuk yang kedua kali nya.


Sepertinya Ainun terpengaruh oleh ucapan Asyfal. Nyatanya Ia kembali lagi untuk menjaga Asyfal.


Tidak ada pilihan lain untuk Ainun, selain menebus rasa penyesalan karena telah tega meninggalkan Asyfal di saat Pemuda tampan itu membutuhkan pertolongan nya.


Ainun kembali duduk di kursi tadi.


Melihat tingkah Ainun, Asyfal malah tertawa geli. Pasalnya Ainun begitu mudah untuk kembali hanya dengan ucapan seperti itu.


"Apa Kamu percaya Aku telah melecehkan Mu tadi?" Tanya Asyfal.


DEG!


Sontak Ainun menatap Asyfal dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Aku tidak percaya, Aku percaya sama Kamu Fal" Jawab Ainun lirih.


"Aku tidak akan mengganggumu lagi Ainun" Ucap Asyfal datar.


Sontak Ainun terkejut dan kembali menatap Asyfal ,seakan tatapan itu menananti kepastian.


"A ap pa maksud kamu?" Pekik Ainun tertahan. Kini wajah Ainun terlihat sedih, dan kecewa.


"Hahahaha" Tawa Asyfal menggelegar.


Kebahagiaan Asyfal seakan melupakan rasa sakit yang tengah Ia rasakan kini.


"Tidak Ainun, Aku bercanda" Ucap Asyfal tiba-tiba.


"Maksud Kamu" Tanya Ainun dengan wajah seakan meminta penjelasan.


"Apa Kamu mencintai Sean?" Tanya Asyfal intens.


Jawaban Ainun hanyalah menggelengkan kepala nya.


"Apa Kamu mencintai Ku?" Tanya Asyfal lagi.


Kali Ini Ainun menganggukkan kepalanya tanda bahwa Ia mengiyakan pertanyaan Asyfal.


"Tenang saja Ainun Aku bukan tipe orang yang merebut milik orange lain" Ucap Asyfal.


"Maa ksud ka mu ap pa Fal? " Tanya Ainun gugup.


"Aku akan meminta dirimu pada Allah , Karena hanya itulah Aku meminta pertolongan mendapatkan dirimu, tanpa harus merebut milik orang lain" Jawab Asyfal.


Mendengar jawaban Asyfal, Ainun terharu dan kembali menangis.


"Maafkan Aku, karena aku bodoh dengan tidak mengungkapkan cintaku lebih dulu. Dan kini cinta kita menjadi rumit karena kebodohanku" Ucap Asyal sambil mengusap air mata Ainun.


"Iya Fal, Kamu memang... " Ucap Ainun tertahan karena isakan tangis nya.


"Kamu mau memaafkan Aku Ainun? " Mohon Asyfal dengan raut wajah memelas.


"Entahlah" Jawab Ainun.


"Aku mohon Ainun, maafkan Aku" Pinta Asyfal lagi sambil mengatupkan kedua telapak tangan dan menunjukkan wajah melasnya.


"Iya, Aku maafkan" Jawab Ainun sambil tersenyum tulus.


"Kita sama-sama berjuang ya Ainun" Ucap Asyfal lembut.


Medengar ucapan Asyfal, Ainun mengangguk, kemudian menjawab ucapan Asyfal.


"Iya Fal. Aku tidak akan berhenti mendoakan mu" Jawab Ainun lembut.


"Trima kasih Ainun" Ucap Asyfal tulus.

__ADS_1


"Iya sama-sama Fal, Aku mencintai mu" Ucap Ainun tulus.


"Bahkan cintaku melebihi perasaan cintamu Ainun" Ucap Asyfal tersenyum.


__ADS_2