
Sean mendarat di Jakarta setelah urusan pekerjaan nya di New York telah selesai. Ayah sean mempunyai banyak perusahaan yang bercabang di berbagai negara.
Di Jakarta adalah kantor pusat perusahaan terbesar milik keluarga 'Wijaya Kusuma' Ayah dari Sean. Dan Kantor itu di beri nama PT. Wijaya Comp.
Tapi sekarang kantor itu sudah di wariskan dan resmi menjadi milik Sean Wijaya Kusuma.
Sean adalah anak sulung dari tiga bersaudara .Anak dari Tuan Wijaya Kusuma Dan Nyonya Sintya Wijaya Kusuma.
Sean Wijaya kusuma Orang yang terkenal sangat Kejam dan bengis di Jakarta.
Lelaki muda yang sombong dan angkuh serta tak punya hati nurani.
Ia tak segan-segan menyakiti bahkan menbunuh orang yang telah menghianatinya. Dan orang yang telah di sakiti Sean tidak berani melapor polisi karna ancaman Sean berhasil menutup mulut orang tersebut.
Tidak Ada seorang pun di Desa yang mengetahui bagaimana Sean sebenarnya. Entah kepribadian ,pekerjaan, Keluarga dan semua yang berhubungan dengan Sean.
Ia di Desa di kenal sebagai pemuda yang baik hati, sholeh, suka membantu orang lain yang susah.
Berbanding terbalik dengan kekejaman yang ia lakukan di Jakarta.
Ketika di Desa ia mengaku sebagai karyawan biasa di Jakarta. Ia juga tidak pernah menceritakan tentang Ayah Ibu dan Saudara saudara nya.
Tapi ternyata Ia adalah pengusaha muda yang sangat kaya raya tiada tanding.
Orang yang paling berkuasa di Jakarta. Sungguh Sean yang cerdik. Pandai menutupi jati diri.
Sehingga semua orang yang telah ia bohongi begitu percaya dengan semua kata-kata nya.
Baginya uang adalah segala nya. Uang yang telah membantu menutupi semua kebohongan nya.
Sean segera turun dari pesawat yang telah ia tumpangi dari New York.
"Silahkan Tuan" Kata salah satu anak buah Sean sembari membukakan pintu Mobil untuk Tuan nya.
Mobil melaju menuju kantor Sean.
Dan sampailah mereka di kantor yang mereka tuju.
Sean dengan pakaian rapi dengan jas hitam sedang berjalan dengan angkuhnya. Melewati para karyawan yang menunduk hormat padanya.
Ia menuju ruangan kerja nya. Kemudian duduk di kursi jabatannya.
Tidak lama kemudian. Ada pria yang berjas hitam sama dengan Sean masuk ruangan Sean. Dia terlihat menunduk di depan Sean.
"Permisi Tuan, saya sudah membawa orang yang Tuan Maksud" Kata salah satu anak buah Sean.
__ADS_1
"Bawa masuk" Perintah Sean.
"Baik, Tuan" Kata pengawal itu. Kemudian ia berbalik dan melangkah meninggalkan ruang kerja Sean.
"Ini orang nya Tuan" Kata pengawal tadi.
Terlihat seseorang lelaki muda dengan raut wajah takut.
Sedang di kanan dan kirinya para lelaki berjas hitam memegangi kedua tangan nya. Terlihat wajah nya sudah babak belur.
"Ampun Tuan" Kata lelaki muda itu dengan kedua tangan mengampun minta untuk di ampuni oleh Sean.
Dengan tatapan bengis Sean beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri tawanan nya tersebut.
"Brengsek! Kau penghianat!" Teriak Lelaki itu sambil memukul perut pria yang sedang meminta ampun padanya.
Setelah memukul lelaki itu. Kemudian Sean kembali duduk di kursi jabatan nya.
"Bawa keluar, habisi dia" Perintah Sean kepada para anak buah nya.
Entah apa kesalahan yang telah di perbuat hingga ia harus menerima siksaan dari anak buah dan dari Sean sendiri.
"Baik Tuan" Kata salah satu pengawal Sean.
Ponsel Sean berbunyi.
"Halo" Sapa Sean di saluran telpon genggam nya. Nada suaranya dibuat sehalus mungkin.
"Halo, Apa benar ini Sean" Tanya seseorang di sebrang sana.
"Iya, Siapa kamu? Ada perlu apa kau menghubungiku? "Tanya Sean datar.
"Hahaha jangan tegang begitu Sean aku hanya ingin mengajakmu" Jawab seorang disana. Terdengar tawa seorang wanita . Belum sempat ia melanjutkan kata-katanya Sean sudah memotong.
"Jangan pernah kau mengajak ku bermain. Jika kau lakukan itu. Kau akan menerima akibatnya. Dan kau akan tau siapa aku sebenarnya" Ucap Sean .Kini suaranya berubah menjadi nada tinggi.
"CEPAT KATAKAN!! APA MAUMU! "
Bentak Sean pada wanita yang sedang menghubunginya.
"Baiklah Aku akan mengatakan nya. Asyfal sudah pulang ke Desa. Dan mungkin tunanganmu akan di rebutnya hahaha" Kata wanita itu setelah ia berbicara ia tertawa mengejek.
Mungkin nyali seorang wanita di sebrang sudah ciut ketika mendengar ancaman Sean.
Tut tut tut
__ADS_1
Sean menutup saluran telepon tanpa mendengar omongan selanjut nya dari wanita yang telah memberitahu nya.
Untung tadi wanita itu memberi kabar tentang Asyfal. Jika wanita itu hanya bermain-main dengan Sean. Bisa jadi Lelaki angkuh nan bengis ini akan melacak nomor itu dan memberi pelajaran setimpal karna sudah mengganggu nya.
Tidak peduli walaupun yang berurusan dengan Sean adalah seorang perempuan.
Kemudian Sean dengan cepat mengambil telpon genggam miliknya dan menghubungi seseorang di sana.
"Steven! kemari cepat!" Perintah Sean dengan nada amarah yang tinggi. Kemudian ia memutus sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari seseorang yang telah ia telefon.
Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar.
"Masuk! " perintah Sean.
"Ada apa Tuan memanggil saya? " Tanya seorang lelaki berjas hitam.
Tanpa babibu Sean segera meninju anak buah nya itu.
"Apa salah saya Tuan?" Tanya anak buah Sean sembari mengelus wajah yang telah di tinju Sean dan ia terlihat meringis kesakitan.
"Apa salahmu kau bilang! Asyfal sudah pulang dan kau tidak tau!" Jawab Sean kasar Serta to the point.
"Ma'af Tuan saya belum sempat memata-matai Desa anda. Kemarin saya meninjau Desa Tuan. Tapi Asyfal belum ada di sana. Sekali lagi tolong maafkan saya Tuan."
Ucap lelaki itu sambil ber lutut
meminta maaf pada Sean.
"Baiklah kali ini kau aku maafkan. Tapi sekali lagi kau berbuat kesalahan. Aku tidak akan mengampunimu! " Bentak Sean pada lelaki yang sesang ber lutut di bawahnya.
"Iya Tuan trima kasih " Ucap lelaki itu. Kini wajah ketakutan nya berganti senyum lega.
"Siapkan aku penerbangan ke xxxx sekarang!" Perintah Sean.
"Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" Ucap anak buah Sean. Ia segera keluar dari ruang kerja Sean. Ia tidak mau lama-lama menatap wajah bengis Tuan nya.
"Brengsek! Asyfal kau mau menantangku rupanya. Ingat! kau bukan siapa-siapa bagiku. Kau hanya mahluk kecil. Aku akan sangat mudah mengalahkanmu. Dan satu lagi .Ainun hanya milikku kau tidak akan pernah bisa mengambil apapun yang aku miliki" Ucap Sean sembari menampakan senyum menyeringai seram nya.
Beberapa jam kemudiann anak buah Sean telah mendapatkan ticket menuju Desa tujuan nya.
"Tunggu aku Ainun sayang, Jika kau bermain-main dengan ku. Aku akan membuat mu menyesal" Ucap Sean dengan senyum miring dan raut wajah licik nya.
Sean bisa pulang dan pergi ke Desa sesukan hatinya. Padahal jarak antara Desa dan Ibu Kota sangat lah jauh. Dan memakan waktu hampir Dua belas jam.
Tapi itu adalah hal yang sangat kecil baginya. Dan tidak begitu banyak membuang uang nya.
__ADS_1