Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
-Bab 27- Serangan Jantung


__ADS_3

Ainun masih berada di Rumah Sakit menemani serta merawat Asyfal.


Entah apa rencana Sean dan Sista. Yang pasti, kini Sista bersama Sean, Bob dan Steve tak lupa sang Ibu dari Sista pun ikut serta dalam misi jahat ini. mengendaraai Mobil mereka menuju rumah Ainun.


Sampailah Mereka di rumah Ainun.


Tapi Kali ini Sista dan Mamah nya yang turun dari Mobil. Sedang Sean, Bob, dan Steve masih berada di dalam Mobil.


Kita lihat saja apa rencana jahat mereka.


Sista serta sang Ibu berjalan angkuh menuju rumah sederhana beralas kan tanah milik keluarga Ainun itu.


"Permisi" Seru Sista tanpa mengetuk pintu . Dan kebetulan sekali pintu nya tengah terbuka. Gengsi gadis sombong itu terlampau besar.


Sang pemilik rumah pun keluar, menemui panggilan seseorang.


"Iya" Seru Ibu Ainun sopan sambil berjalan kecil menuju pintu arah suara itu muncul.


"Apa Anda Ibu nya Ainun?" Tanya Sista dengan nada sinis nya.


"Iya, apa Mbak dan Ibu ini kenal dengan putri Saya?" Tanya Ibu Ainun sopan dan senyum terbit di wajah sahaja nya.


Senyum sopan penuh hormat slalu terbit di bibir Ibu Ainun, walaupun Dua orang wanita di hadapan nya tidak melakukan hal yang sama, bahkan sebalik nya.


"Iya, Aku sangat mengenal anak Ibu itu" Ucap Sista sinis dan Ada sedikit murka di wajah nya.


"Mari silahkan masuk dulu Mbak, Bu" Kata Ibu Ainun masih dengan keramahan nya.


"Haha, apa?! Masuk ke gubuk kumuh ini? Bisa-bisa kulit saya jadi gatel gatel" Seru Mamah Sista tak kalah sinis tak lupa tawa menghina nya. Kali ini ganti Mamah Sista yang mengeluarkan suara nya.


DEG!


Ibu Ainun terkejut dengan hinaan Orang yang tak di kenal di depan nya itu.


Seketika wajah Ibu Ainun menjadi sedih dan murung.


"Oh iya, katakan pada Anak Gadis mu ya, jangan murahan" Ucap Mamah Sista dengan raut wajah penuh amarah. Dengan bibir sebelah kanan Ia. naikkan ke atas.


DEGG!


Jantung Ibu seperti mendapat hantaman keras.


"Maaf Ibu boleh menghina rumah saya, dan saya ridho kalau Ibu menghina Saya, Tapi Saya tidak rela jika Ibu menghina Anak Saya. Anak Saya gadis yang Baik dan Sholeha" Bantah halus Sang Ibu tanpa mengeluarkan emosi setitik pun. Setelah apa yang Beliau dengar tadi.


"Alah, dasar sok suci. Orang miskin aja sok blagu! Pake bilang soleha lagi! Cuih!" Ucap Mamah Sista murka sampai menghina seperti membuang ludah.


"Maaf Bu, kalau Ibu ke sini hanya untuk menghina Anak Saya, lebih baik Ibu pulang saja, Maaf kalau saya harus meminta Ibu pergi dari sini" Ucap Ibu Ainun tetap bijak.


Walaupun semakin tinggi hinaan dari Mamah Sista.


"Enak aja, aku belum selesai ya bicara sama kamu! Orang miskin pake sok ngusir orang segala. Eh! saya bisa ya merobohkan gubuh kumuh ini!" Ujar Mamah Sista kasar sambil kedua mata nya melotot.


"Maaf, sebenarnya apa maksud Ibu?" Tanya Ibu Ainun masih halus dan sopan.


"Saya ke sini mau bilang sama kamu. Bilangin sama anak kamu jangan godain calon Suami orang lain!" Ujar Mamah Sista kasar dan sinis, amarah pun ikut serta dalam ujaran kebencian nya, .


"Iya kan sayang" Imbuh nya kemudian seraya tersenyum sayang Ia menoleh ke arah Sista.


Melihat sang Ibu. menoleh ke arah nya, Sista hanya tersenyum miring menanggapi perlakuan Sang Ibu.


Setelah melihat tingkah kedua orang wanita di hadapan nya itu, Ibu Ainun hanya tersenyum getir menanggapi setiap hinaan dari Sista dan Ibu nya


"Maaf, Apa mungkin Ibu salah alamat, Anak saya bukan Gadis yang buruk seperti apa yang Ibu katakan" Jawab Ibu Ainun tetap halus.


"Apa! Salah alamat! Apa di sini yang namanya Ainun Gadis miskin dan sok suci penggoda calon Suami orang itu Ada banyak?" Ujar Mamah Sista kasar sambil memutar bola mata nya jengah.


"Maaf Bu, tolong jangan hina Anak Saya lagi Bu" Ucap Ibu Ainun memohon.


"Alah sudahlah! jangan Bela anak murahan itu! Dan katakan pada nya jangan goda calom suami Anak Saya!" Ujar Mamah Sista kasar sambil menunjuk muka Ibu Ainun.


"Tapi yang Ibu maksud Anak saya menggoda laki laki yang mana? Calon Suami Anak Ibu? "Tanya Ibu Ainun masih sopan saja. Wajah nya tetap tenang tidak berubah walaupun semakin ganas hinaan yang Beliau rasakan.


"Kamu ingin tau siapa laki laki yang telah Ainun goda?" Ujar Mamah Sista sinis. Masih dengan raut brutawali slalu menghiasi wajah seram nya.

__ADS_1


"Iya Bu, Siapa laki laki itu" Ujar Ibu Ainun penasaran.


"Asyfal!" Sentak Sista sambil melipat kedua tangan nya di depan Dada. Kali ini Gadis angkuh itu ahirnya angkat bicara setelah sekian lama Ia terdiam.


DEGG!


Kali ini rasa cemburu pun menyeruak dalam hati Sang Ibu berhati malaikat ini.


Walaupun rasa sedih dan cemburu Beliau rasakan, tapi tetap saja wajah nya selalu sahaja tanpa Ada rasa amarah setitik pun!


"Apa Asyfal sudah mempunyai calon Istri?" Tanya Ibu Ainun.


Dengan raut wajah sedih nya.


Saat ini Ibu Ainun merasakan sakit hati kala pemuda sholeh yang sangat Ainun cintai telah mempunyai pasangan. Itu artinya Ainun akan terluka.


"Iyalah! Aku calon Istri nya!" Ujar Sista kasar dan dengan kedua mata nya melotot. Dan semakin mengeratkan lipatan tangan nya yang masih terletak di Dada.


"Oh, selamat ya Mbak?" Ujar Ibu Ainun ramah dan tersenyum seraya mengulurkan tangan hendak menyalami Gadis sombong macam Sista.


"Alah, gak usah norak ya!" Ujar Sista kasar sambil mengibaskan tangan Ibu Ainun yang sudah terulur hendak menyalami nya.


"Eh! jangan sembarangan menyentuh tangan mulus dan bersih anak Saya ya! Bisa bisa nanti tangan anak saya terkena penyakit aneh lagi! Tangan kamu kan banyak kuman dan motor lagi!" Ujar Mamah Sista kasar sambil memutar kedua bola mata tajam nya jengah.


"Maaf" Ucap lirih Mamah Sista. Sambil memegang tangan yang sudah di sibakkan oleh Sista.


"Udahlah! Jangan sok suci! Dasar anak sama Ibu sama saja! Sama sama sok suci!" ujar sista dengan senyum miring nya.


"Maaf, atas dasar apa Ibu dan Mbak menuduh Anak saya telah berbuat seperti apa yang kalian katakan?" Ucap Ibu Ainun tetap sopan.


"Haha kamu tuh ya, Ibu yang bodoh! mau mau nya di tipu anak! Luar nya sih pake kerudung !Tapi dalem nya busuk! Bisa didik Anak gak sih!" Ujar Mamah Sista sinis penuh penghinaan.


"..." Telah habis kata kata serta kesabaran Sang Ibu yang mulia


atas hinaan yang telah menimpa nya bertubi-tubi.


"Haha, Kamu gak bisa jawab ya!" Ujar Mamah sista kasar dan tawa gelak nya ikut andil juga.


Karena tidak mendapaat jawaban dari sang lawan bicara nya. Mamah Sista memancing nya.


"Kamu diem berarti anak kamu memang ******! Dasar punya anak kok seperti ******! Gak punya harga diri! " Ujar Mamah Sista kasar dan sinis.


DEG!


Hati bagai tergores sembilu, Ibu mana yang tak sakit hati ketika mendengar orang lain menghina apalagi sampai mengatai nya dengan sebutan ******.


Hati Ibu Ainun memang seluas samudra, walau di hujat sepedih apapun Beliau tetap sopan dan menghargai Tamu yang bejat di hadapan nya itu.


Kali ini Ibu Ainun mengeluarkan suara nya.


"Maaf, apa salah Anak Saya sehingga Ibu merendahkan Anak Saya begitu buruk? Saya tegaskan sekali lagi, Anak Saya tidak seburuk itu" Ucap Ibu Ainun masih dengan kesabaran nya. Tapi Air mata menetes dari kedua mata sendu wanita penyabar itu.


Tiba-tiba Sean, pahlawan kesiangan. Rahwana yang bertopeng dewa itu berjalan menghampiri kerumunan wanita yang sedang beradu argument itu dan menengahi pertengkaran antara mereka.


"Apa apa ini?" Ucap Sean tiba-tiba.


"Eh! Siapa kamu! jangan ikut campur ya urusan Kami!" Ucap Sista tiba-tiba dengan percikan api amarah yang sudah ia latih untuk menghadapi Lelaki yang menjadi lawan akting nya.


"Kalian sudah menyebabkan Ibu mertua saya menangis dan Saya tidak trima itu!" Ujar Sean dengan kasar.


"Oooo Jadi Kamu calon Suami Ainun?! " Ujar Sista kasar dan sinis.


"Iya, saya calon suami Ainun!" Jawab Sean datar.


"Apa kamu tidak tau bagaimana calon Istri yang soleha itu di belakang mu?!" Ujar Sista kasar dan sinis tak lupa dengan senyum miring telah Ia terbitkan.


"Aku mengenal Ainun! Jadi tidak mungkin Ainun berbuat tidak baik di belalang ku! Dan apa maksud mu?!" Ujar Sean dengan mengeraskan wajah nya.


"Haha Dasar lelaki bodoh! Kok mau sih di bodohi sama wanita sok suci itu! " Ujar sista kasar dan sinis seraya tertawa menghina .


"Cukup! Jangan pernah kau hina Ainun! Dia Gadis yang baik!" Ujar Sean kasar pada Sista karena telah menghina kekasih nya.


"Ah sudahlah! cape Aku ngladeni orang orang bodoh seperti kalian! Buang buang waktu saja! Cuih!" Ujar sista kasar serta meludah ke arah samping.

__ADS_1


"Sudah! lebih baik Ibu bawa anak ibu pergi dari sini" Ujar Sean sopan kala berbicara dengan orang tua


"Apa !Kamu berani ngusir Saya !"


Ujar Mamah Sista kasar di sertai senyum miring nya.


"Baik ,kalau begitu daripada berdebat tidak jelas seperti ini .Lebih baik kalian jelaskan apa maksud dan tujuan kalian kemari"


Tutur Sean menengahi.


"Oke !oke ! Aku ke sini mau kasih liat bagaimana Ainun di balik keshalehan nya" Ujar Sista dengan


angkuh tak lupa senyum miring dan sinis yang Ia punya.


"Bagaimana ini Bu ?" Tanya Sean sesaat setelah memandang wajah ibu Ainun Tanya Sean pura-pura tidak tau.


"Ibu ikut sama kamu aja nak ,Sean" Jawab Ibu pasrah, Kini linangan air mata sudah menyurut dari mata Ibu penyabar ini.


"Oke! akan aku tunjukan sekarang juga" jawab Sista angkuh senyum penuh kelicikan bertambah sadis


keluar dari sudut bibir nya.


Kemudian Sista memasukan tangan kanan nya ke dalam tas nya Dan mengeluarkan lembaran demi lembaran kertas dari dalam tas nya


Kemudian Gadis itu menyerahkan lembaran foto yang ia apit


dengan jari telunjuk serta ibu jari nya seperti memegang sesuatu yang jijik.


Merasa di beri lembaran kertas


Tangan ringkih Ibu Ainun segera meraih apa yang terulur pada nya.


Belum sampai tangan Ibu Ainun pada kertas yang akan Sista berikan.


"Eits!" Desis Sista seraya menarik tangan nya kembali


sambil memutar kedua bola mata malas.


"Jangan kaget ya nanti" Ujar Sista sinis serta tersenyum licik.


"Iya" Jawab Ibu Ainun


Lantas Sista mengulurkan tangan nya kembali menyerahkan lembaran tadi. Masih dengan cara tadi memegang dengan jijik.


Perlahan Ibu Ainun membalik kertas itu dan melihat apa yang tergambar di sana


DEG!


kejutan besar bagi sang Ibu kala melihat sang putri yang begitu sangat Beliau banggakan atas dasar Keshalehan nya


Ainun yang tengah tertidur pulas yang tengah di peluk oleh seorang lelaki dengan kancing baju yang terbuka.


Sungguh pemandangan yang indah namun dapat mencuatkan jantung seseorang yang melihat nya.


Tanpa sadar Ibu Ainun telah menjatuhkan foto yang tadi Beliau lihat.


Kedua mata Beliau nanar, mulut nya ternganga. Dengan cepat Beliau mengarahkan kedua tangan nya menutup mulut yang tengah terbuka itu.


Mata yang tadi nya telah surut oleh air mata, kini air mata itu kembali mengalir beruntun di pipi sang Ibu Ainun


"Tidak mungkin! ini bukan Ainun "


Jelas nya tak percaya. Mengusap air mata pun beliau tidak sanggup.


"Dasar !Masa anak kaya ****** kok Ibu nggak tau" Sindir Ibu Sista seraya tersenyum licik penuh kemenangan.


Sedang Sista tersenyum penuh kemanangan.


Sean memungut kertas yang telah di jatuhkan Ibu Ainun


Setelah menerima tudingan bertubi-tubi dari Sista dan Sang Ibu yang sama sama jahat nya


Karna terkejut Ibu Ainun memegangi dada nya yang terasa sakit.

__ADS_1


Beliau terus merintih kesakitan.


Beliau oleng hampir terjatuh.


__ADS_2