
Ainun berlari menuju rumah nya setelah pertemuan yang tanpa sengaja ia lakukan dengan Asyal.
Gadis itu berlari sambil menangis.
Setelah Ia berlari Gadis itu telah sampai di rumahnya.
Melihat Anak Gadis nya pulang Sang Ibu segera beranjak dari tempat duduk nya dan hendak menghampiri Ainun.
Tapi Ainun tetap berlari Dan segera masuk ke kamar nya tanpa menghiraukan Sang Ibu yang sudah beranjak dan hendak berjalan menuju diri nya .
Sontak Ibu kaget melihat Ainun yang ternyata pulang dalam keadaan menangis.
Perasaan cemas, sedih, takut, khawatir, marah seketika berhambur memenuhi relung hati Sang Ibu.
Segera Sang Ibu berlari menyusul ke arah Anak Gadis nya itu menuju kamar Anak nya.
Ia melihat Ainun sudah duduk di pinggir tempat tidur nya. Ainun tengah menangis terisak.
Sang Ibu dengan cepat berjalan menghampiri Ainun dan memposisikan duduk nya sejajar dengan Ainun.
Sang Ibu mulai mengeluarkan suara.
"Ainun cepat jawab Ibu! Kamu dari mana dan kenapa Kamu pulang tiba-tiba menangis!" Cecar Sang Ibu sembari mengatur detak jantung nya yang sudah mulai kencang. Pikiran Sang Ibu juga berkecamuk.
Ainun belum menjawab. Tangisan nya kini terdengar memilukan. Kadang terdengar sesegukan.
Tiba-tiba Ainun beranjak dari duduk nya dan bersimpuh di kaki Sang Ibu dan mulai mengeluarkan suara parau nya.
"Ma ma' af kan Ainun Bu" Ucap Ainun sesegukan.
"Cepat katakan apa yang kau lakukan Ainun cepat!" Sentak Ibu. Beliau tak sabar seraya beranjak dari duduk nya dan berdiri. kini kedua bola mata nya melotot dan dada nya naik turun menahan amarah.
"Ma' af Bu Ainun khilaf" Ucap Ainun dengan suara parau dan bergetar.
Setelah nya Gadis itu terisak.
Hati Sang Ibu bagai di sambar petir
Seketika raut wajah Ibu berubah cemas. Mendengar penuturan Anak nya Amarah nya sketika membuncah. Bagai Naga yang siap menyemburkan api kepada korban nya. Amarah Sang Ibu bagai petir yang siap menembakkan sinar petir nya ke segala penjuru arah.
Sang Ibu yang belum sepenuh nya mendengar penjelasan Ainun tentang kata 'Khilaf' itu.
Karna menurut tangkapan Sang Ibu terhadap 'Khilaf' Itu adalah Ainun telah berbuat hubungan di luar nikah atau hubungan yang hanya halal di lahkukan oleh Suami Istri. Ya! itulah yang di tangkap Sang Ibu tentang kata 'Khilaf' itu.
"Masya Allah Ainun! Aataghfirullah Kamu anak kurang ajar! Berani-berani nya kamu mencoreng nama baik keluarga kita" Teriak Sang Ibu menggelegar. Air mata yang sedari tadi Beliau tahan sampai saat ini belum mau jatuh juga.
Plak! Plak!
Seketika tamparan tangan sang Ibu telah berhasil mendarat tepat di kedua pipi mulus Ainun secara bergantian.
Berkat tamparan dari Sang Ibu. Telah meninggalkan gambar tangan dan bekas kemerahan yang terlihat jelas. Hingga Ainun mengelus pelan pipinya yang panas dan perih.
Kedua tamparan dari Sang Ibu membuat tubuh Ainun begeser beberapa langkah dari tempat ia bersimpuh.
Ainun yang menangis terisak sudah tidak bisa berbicara lagi.
Kebetulan Aini sedang Ada di rumah teman nya, jadi Gadis kecil itu tidak mendengar teriakan Sang Ibu dan isakan kakak perempuan nya.
Sang Ibu masih berdiri mematung. Beliau syok dan tidak menyangka bahwa anak Gadis nya telah berbuat keji.
"Ibu tidak menyangka Ainun. Kau telah berbuat keji! Ibu sangat jijik padamu!" Teriak Ibu sinis.
Ini adalah pertama Kali nya Ainun mendapat perlakuan dan perkataan kasar dari Sang ibu selama ia menjadi putri dari Sang Ibu tercinta.
Ainun sadar Ainun salah!
Ainun tidak bisa menjaga kehormatan diri nya.
Ainun yang tidak bisa mengendalikan nafsu dan rindu nya.
Dalam keadan nafas memburu dan Dada yang naik turun. Sang Ibu masih bisa mengintrogasi kesalahan Anak Gadis nya.
"Dengan Siapa Ainun kau melakukan nya! " Teriak Ibu lagi.
__ADS_1
Ainun hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Sang Ibu. Gadis itu masih terisak.
"Jawab Ainun jawab Ibu cepat!" Teriak Sang Ibu. kini amarah nya semakin menjadi jadi karna Anak nya tidak menjawab pertanyaan nya. Dan hal ini malah membuat Ibu semakin di luar Kendali.
Karna amarah kemudian Sang Ibu menghampiri Ainun dan berjongkok di depan Anak nya.
"Katakan Ainun Katakan pada Ibu!" Teriak Sang Ibu yang tanpa sadar telah mengguncang badan Ainun.
Tapi Ainun masih tak bergeming.
Gadis itu malah semakin terisak.
"Asyfal!" Teriak Ibu.
Mendengar perkataan Sang Ibu kemudian Ainun menganggukan kepala nya pelan .
Gadis itu tidak punya kebaranian menatap wajah sang Ibu yang tengah diliputi amarah. Ia masih saja menunduk karna kesalahan yang telah Ia buat.
Plak!
Pipi mulus Ainun telah mendapat tamparan untuk yang ketiga Kali nya. Segera Gadis itu memegang pipi nya yang panas dan perih.
("Lihat lah tanda merah dipipi bekas gambar tangan mu" Lagu Betharia Shonata sangat pas untuk menggambarkan keadaan pipi Ainun)
Tubuh Ainun hampir oleng karna terkejut akibat tamparan dari Sang Ibu. Ainun tersungkur dari duduk nya. Kini tangisan nya terdengar semakin memilukan.
Belum sempat Ainun menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Ainun sudah menerima cacian, makian dan yang paling parah ialah tamparan dari Sang Ibu.
"Kamu menjijikkan Ainun! "Teriak Ibu lagi. Beliau hampir lemas setelah sekian lama Beliau berteriak-triak pada Ainun.
"Bagaimana kalau sampai kamu... " Ucap Ibu perlahan.
"Hamil Ainun" Lanjut Ibu sambil menahan Amarah. Beliau lancar melanjutkan pembicaraan.
Mendengar perkataan Sang Ibu .
Sontak Ainun mendongakkan kepala nya. Gadis itu terkejut dan tidak percaya dengan apa yang Ibunda tercintanya telah katakan.
Seketika mata Sang Ibu membelalak kaget atas penututan Anak nya. Raut muka bingung jelas tergambar di wajah yang hampir keriput itu.
"Maksud Kamu apa Nun?" Sentak Ibu yang telah di buat bingung oleh Aunun.
"Ibu belum mendengar penjelasan Ainun Bu! " Pekik Ainun tertahan. Kini tangisan nya mulai berangsur pelan.
"Sudahlah! cepat katakan sekarang Ainun!" Cecar Ibu tak sabar mendengar penjelasan Anak nya.
"Sebenarnya Ainun.. " Ucap Ainun tertahan. Ia takut untuk mengatakan nya.
Tapi bagaimana pun Ia harus mengatakan apa yang telah Ia perbuat beberapa jam lalu bersama Asyfal.
"Sebenarnya Apa Nun! cepat katakan sebelum Ibu bertambah marah! " Sentak Sang Ibu. Kini amarah nya sudah tidak ganas seperti tadi.
"Sebenarnya tadi Ainun... " Ucap Ainun sembari mengatur nafas nya .Ia menarik nafas dan menghembuskan nya pelan.
"Tadi Ainun bertemu Asyfal dan..." Lanjutnya sembari menahan air mata nya yang sudah menumpuk di pelupuk mata nya akibat mengingat pertemuan tadi dengan Asyfal.
"Cepat katakan Ainun! " Sentak Sang Ibu lagi. Ia sudah sangat tidak sabar mendengar penjelasan Ainun yang di katakan nya secara setengah setengah.
Ainun terdiam begitu lama karna mengatur nafas dan berusaha membuang sesak nya hati.
"Sebenar nya kemarin Asyfal memberiku sepucuk surat untuk memberi tahu Ainun agar Ainun menemui nya" Ucap Ainun.
Sang Ibu hanya mendengar dengan seksama penjelasan Anak nya. Mau marah pun tidak akan menyelesaikan masalah yang ada sekarang.
"Ainun sudah janji pada diri Ainun untuk tidak menemui nya Bu. Tapi Ainun.. " Ucap Ainun tertahan sembari mendongak agar air mata nya tidak jatuh.
Ah! buliran bening itu ahirnya jatuh juga.
Segera Gadis itu menghapus air matanya dan mulai mengatur dadanya yang sesak agar mau berkompromi dengan mulutnya.
"Ainun tanpa sadar datang ke bukit itu tapi tapi ..." Ucap Ainun terhenti akibat air mata yang keluar begitu deras. Seakan air mata nya tak peduli tentang usaha Ainun untuk menjelaskan kajadian sebenarnya kepada Ibu nya. Ia terdiam sambil menghapus air matanya.
Ah! Gadis itu terisak lagi!
__ADS_1
"Tapi Ainun tidak berniat menemui Asyfal. Ainun hendak pergi sebelum Asyfal datang. Tapi Asyfal sudah terlanjur datang dan aku aku sembunyi Bu" Ucap Ainun lancar walau suaranya parau.
"Terus bagaimana Ainun" Ucap Ibu. Kini Wajah Ibu berubah cemas bukan amarah seperti tadi.
"Ainun saat itu tengah bersembunyi dan Asyfal tiba-tiba menemukan Ainun. Dia bilang bahwa ia sangat mencintai Ainun. Lalu Ainun... " Ucap Ainun tertahan.
"Lalu apa Ainun?!" Cecar Ibu tak sabar.
"Lalu Ainun menangis dan memeluk Asyfal Bu! " Jelas Ainun. Kemudian Ia terisak kembali.
"Terus apalagi Ainun?! " Tanya Ibu kembali.
"Ainun memeluk Asyfal dan Asyfal menangis Bu! Lalu Ainun sadar atas dosa karna memeluk Asyfal dan Ainun lari dan pulang Bu ke rumah" Terang Ainun dengan suara parau nya.
"Terus apalagi Ainun! " Ucap Ibu lagi.
"Udah Bu Ainun hanya memeluk Asyfal tidak lebih!. Maafkan karna Ainun telah memeluk Asyfa Bu!" Ucap Ainun masih terisak.
DEG!
Terbesit rasa menyesal telah menampar Anak nya berkali-kali karna Ia salah paham terhadap Ainun. Ia telah salah menilai Anak nya. Ia juga sangat menyesal telah sangat keji menghina Ainun. Ternyata Ainun tidak lah sampai berbuat 'Zina Haram'.
"..." Ibu hanya terdiam mendengar penuturan anak nya.
"Bu, maafkan Ainun Bu! " Ucap Ainun mengiba untuk mendapat maaf dari Sang Ibu.
"Maafkan Ibu Nak, Ibu kira Kamu sudah melakukan hubungan haram dengan Asyfal. Tapi tetap saja itu sudah salah Nak. Kamu memeluk Asyfal itu sudah berdosa Ainun" Ucap Ibu sseraya menghambur meleluk Ainun.
"Tapi tetap saja itu perbuaran yang salah Nak. Dengan kamu memeluk Asyfal itu sudah berdosa besar"
Lanjut Sang Ibu sembari mengeratkan pelukan pada Ainun.
Ainun hanya terdiam mendengar ucapan Sang Ibu.
"Maafkan Ibu Ya Ainun. Ibu khilaf tadi Ibu emosi. Ibu hawatir dengan kamu Ainun" Ucap Ibu lagi.
Kini air mata sang Ibu telah jatuh membasahi pipi nya.
"Tidak Bu Ibu tidak salah. Ainun pantas mendapatkan nya. Ainun salah Bu. Ainun sudah berdosa karna telah menemui Asyfal tapi Bu Ainun tidak berniat menemuinya" Ucap Ainun terisak setelah ia mendengar isakan Ibunya.
"Sudah Nak sudah" Ucap Ibu sambil menepuk pelan punggung Ainun. Beliau menenangkan gejolak yang tengah dirasakan Ainun.
"Apa kamu mencintai Asyfal Nak? " Tanya Sang Ibu.
DEG!!
Mendengar pertanyaan Sang Ibu. Ainun hanya diam saja. Pertanyaan Ini membuat dadanya semakin sesak.
"Biarkan Ainun sendiri Bu, percayalah Ainun baik-baik saja"
Ucap Ainun sembari melepaskan pelukan Ibunya.
"Tapi Ainun...." Ucap Ibu tertahan.
Tanpa menghiraukan sang Ibu. Ainun segera beranjak dari lantai menuju tempat tidur nya dan merebahkan diri disana.
Menenggelamkan wajah di bantal nya.
"Maafkan Ibu Ainun. Ibu keluar dulu" Ucap Sang Ibu lirih. Kemudian Beliau keluar dari kamar Ainun. Dan menutup pintunya.
Ibu Ainun berlari menuju kamar nya Menangisi nasib Anak sulungnya.
Kisah cinta Asyfal dan Ainun sungguh tragis
"Maafkan Ibu Nak. Sebenarnya Ibu sangat merestui hubungan kalian. Tapi Ibu tidak bisa berbuat apa-apa. Ibu slalu berdoa semoga Asyfal adalah jodoh kamu Ainun" Ucap Sanng Ibu yang tengah berdoa paada Yang Maha Kuasa.
"Ya Allah, kenapa nasib anakku seperti ini? Jika memang Asyfal jodoh Ainun satukanlah mereka. Jika mereka tidak berjodoh Hamba mohon hapuskan cinta mereka Ya Allah" Do'a Sang Ibu lirih.
Kemudian tangisan Ibu semakin terisak. Ia sangat tidak tega melihat Ainun maupun Asyfal.
Mereka. saling mencintai tapi karna keegoisan dari 'Umi Asyfal'. Membuat cinta mereka sangat sulit untuk diperjuangkan.
"Semoga suatu saat dirimu sadar mbak" Ucap Ibu Ainun dlam hati. Ia mendoakan Ibu Asyfal supaya segera sadar atas keegoisan nya.
__ADS_1