Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
- Bab 20 - Fitnah Keji


__ADS_3

Keesokan harinya.


(Ini adalah bukti nyata mimpi buruk Asyfal dan Ainun tadi malam)


POV AINUN


Entah kenapa disaat sebuah kejahatan akan di laksanakan. Maka jalan tersebut yang harusnya berkelok, kini berubah menjadi lurus dan mulus.


Di rumah Ainun.


Ainun dan Sang Ibu sedang sibuk memasak di dapur.


Tiba-tiba Sang Ibu ingat dengan pesan dari Bibi Sean kemarin.


"Ainun, Kamu ke rumah bibi Sean ya Nak?" Perintah Ibu.


"Memangnya ada acara Bu di rumah Bibi nya Sean?" Tanya Ainun penasaran.


"Iya Ainun, Ma'af ya Nak Ibu lupa memberitau kamu kalau Bibi Sean bilang ke Ibu kalau nanti malam di rumahnya ada pengajian. Dia bilang kemarin pas ketemu Ibu di pasar. Kamu kesana ya Nak? Bantu bantu Bibi Sean" Ucap Ibu lagi.


"Ohh Iya Bu, Ainun kesana kapan? Sekarang?" Tanya Ainun.


"Sekarang juga nggak papa Nak" Tukas Ibu.


"Tapi Ainun kan masak Bu, Ibu nggak papa masak sendiri? " Ucap Ainun.


"Nggak papa Ainun. Sudah kamu ke rumah Bibi Sean aja sekarang" Perintah Sang Ibu.


"Baik Bu" Ucap Ainun sembari melangkahkan kaki meninggalkan dapur.


Kemudian Ainun pergi ke kamar untuk ganti baju. Tak butuh waktu lama Gadis ayu itu pun keluar dari kamarnya.


"Ainun pamit dulu ya Bu?" Pamit Ainun sembari mencium punggung tangan Sang Ibu.


"Kamu hati-hati ya Nak" Ucap Sang Ibu.


Tiba-tiba perasaan Ibu mendadak tidak enak. Ia kepikiran dengan Ainun. Ia takut terjadi sesuatu dengan Anak Gadisnya itu.


Entah apa yang dirasakan Sang Ibu hingga Ia hendak mengejar Ainun untuk kembali. Ia mengejar Ainun keluar rumah, Tapi Ainun sudah hilang dari pandangannya.


Lalu Ia memilih kembali ke rumahnya saja.


****


Baru berjalan beberapa langkah.


Tiba-tiba mulut Ainun dibekap seseoran dengan kain yang sudah di lumuri obat bius.


Kepala Ainun pusing dan tiba-tiba semuanya berubah menjadi gelap.


Ainun dibawa masuk kedalam mobil. Dan dibawa entah kemana.


***


Kini Ainun sudah berada di sebuah tempat yang Ia sendiri tidak pernah ke tempat ini. Ia dalam keadaan tak sadarkan diri.


Kesadarannya kini tlah kembali sedikit demi sedikit. Tapi Ia sadar di tempat yang tidak ia ketahui dimana dan sama sekali belum pernah Ia kunjungi.


*****


Bob di ruangan bersama Ainun yang tengah tak sadarkan diri. Kamar itu berada di markas milik Sean.


Bob tengah menjalankan rencana jahat untuk membantu Sean.


Bob menyadari bahwa Ainun bergerak dan hendak tersadar dari pingsannya. Lalu Bob mulai menjalankan aksinya. Bob menempelkan ponsel miliknya di telinga sebelah kirinya dan memulai bicara.


"Iya Tuan Asyfal, Saya sudah membawa Ainun kemari. Saya Tunggu di tempat ini Tuan. Oh iya jangan lupa Tuan harus membayar saya dengan bayaran yang tinggi Tuan! Karna Saya telah berhasil menculik Ainun untuk Tuan! " Ucap Bob lewat ponsel dengan suara yang berat dan menakutkan.


"Baik Tuan, Trima kasih hahaha" Ucap Bob dengan tawa menggelegar nya.


*******


"Apa?! Asyfal menyuruh seseorang untuk menculikku? Untuk apa Asyfal melakukan itu?! Aku tidak percaya?! Itu tidak mungkin? " Batin Ainun tak percaya atas apa yang telah Ia dengar tadi.


Bob yang menyadari bahwa Ainun sudah sadar dan terlihat gusar dam gelisah.


"Kamu sudah bangun Ainun?" Ucap Bob datar.


"Aku dimana?" Batin Ainun.


"Kamu ada di ...." Ucap Bob yang tertahan. sembari memperlihatkan seringaian seperti seekor srigala.

__ADS_1


"Hahaha Kamu disini saja cantik. Tunggu kekasihmu Asyfal datang" Lanjut Bob.


"Asyfal?" Ucap Ainun lirih tapi dapat terdengar oleh Bob.


"Iya Asyfal! Asyfal yang menyuruhku menculikmu dan membawamu kesini" Ucap Bob dengan wajah yang menakutkan.


"Tidak mungkin!" Ucap. Ainun histeris.


"Hahaha tidak percaya yasudah! Memang benar Asyfal pelakunya" Ucap Bob mencoba memfitnah Asyfal di depan Ainun.


"Aku tidak percaya Asyfal melakukannya! " Batin Ainun tetap dengan pendiriannya.


"Ka kamu siapa dan kenapa kamu membawaku kesini?! Ucap Ainun.


Ainun sama sekali tak mengenal Bob. Bertemu saja baru kali ini.


Tubuhnya menggigil hebat. Ia merasakan ketakutan yang sangat hebat. Jantungnya berdetak hebat keringat dingin membasahi pakaian dan jilbab panjangnya.


"Tolong lepaskan Saya" Ucap Ainun dengan suara bergetar takut. Ia mengiba hampir menangis.


"Apa Aku harus melakukan nya sebelum Asyfal datang?!" Ucap Lelaki itu sambil berjalan mendekat pada Ainun.


"Ka kamu mau apa!? Tolong lepaskan Saya tolong" Ucap Ainun histeris. Ia menangis karna ketakutan.


"Sudah Diam!" Bentak Lelaki itu.


Tiba-tiba Lelaki itu bertindak seperti hendak merebut kehormatan Ainun.


Sontak Ainun terkejut bukan kepalang. Kini tubuhnya semakin bergetar hebat. Jantungnya berpacu semakin cepat. Keringat dingin mengucur begitu deras. Seketika tubuhnya menegang karna takut.


Tangan lelaki itu memegang tangan Ainun hendak melakukan sesuatu yang akan sangat merugikan Ainun dari detik ini sampai seumur hidupnya.


"Tolong jangan" Ucap Ainun.


Reflek Ainun mengibaskan tangan Lelaki itu dan beranjak hendak kabur. Ainun segera berlari.


"Tolong... Tolong... Tolong" Ainun berteriak triak minta tolong. Ia berlari sambil histeris dan menangis.


"Tolong! Tolong! siapapun tolong saya" Triakan histeris Ainun terdengar sangat memilukan.


******


POV IBU AINUN.


PYAR!!


Gelas yang tengah di pegang Ibu Ainun terjatuh dan pecah.


"Ainun!!" Batin Ibu.


Semenjak kepergian Ainun sampai sekarang, Perasaan Ibu tidak tenang.


Sang Ibu slalu mendoakan Ainun tanpa henti.


Berharap pada Yang Maha Kuasa melindungi Anak Gadis kesayangannya..


****


"Hahaha " Tawa menggelegar keluar dari mulut lelaki bringas ini.


Sekeras apa pun Ainun berteriak. Sampai tenggorokannya hilang pun tidak ada yang mendengarnya. Ruangan ini kedap suara.


"Berteriak lah sekeras apapun! Sampai tenggorokanmu hilang! Tidak ada yang mendengar suaramu Gadis cantik! Ruangan ini kedap suara hahaha"Ucapan lelaki itu terdengar menakutkan. Setelah itu terdengar tawa gelak tak kalah membuat bulu kuduk Ainun berdiri.


Ainun berlari ke segala penjuru arah, agar Bob tak bisa menangkapnya.


"Kau tak akan bisa kabur Ainun" Ucap Bob sambil mengajar Ainun.


Bob mengambil sebuah kain yang tentunya sudah Ia beri obat bius.


Dan Bob adalah Seorang Lelaki yang kuat sedangkan Ainun adalah Seorang Gadis yang Lemah.


Jadi tenaga Ainun kalah telak dengan Tenaga Seorang lelaki yang berprofesi sebagai 'Bodyguard' Sea Sean itu.


Tak butuh waktu lama Bob berhasil membekap mulut Ainun dengan kain bius itu. Dan Ainun pun tak sadarkan diri lagi.


Lalu Bob membawa Ainun kembali ke tempat tidur. Dan membaringkannya.


"Sungguh sempurna Gadis ini. Pantas saja Sean sangat berambisi untuk memilikinya. Melakukan berbagai cara licik untuk mendapatkan Ainun. Aku pun juga tertarik dengan Gadis ini." Batin Bob berdecak kagum.


Jangan kalian pikir Bob akan melakukan itu! Tentu tidak!

__ADS_1


Benar saja? Ainun sangat lah Cantik.


Jika saja Ainun bukan milik Tuannya yang sangat kaya raya dan bengis serta tak punya hati nurani itu. Maka Bob akan melakukan nya. Bob adalah lelaki normal .Ibarat seekor kucing jantan yang melihat seekor ikan asin, maka Kucing itupun akan secepatnya menyambar tanpa berpikir ribuan kali.


Tapi Bob sangat sayang dengan nyawanya. Juga nyawa keluarganya. Jika sampai Ia berani melakukan itu. Maka Ia akan mendapat hadiah dari Sean.


Hadiah itu berupa kolam yang di dalamnya terdapat ribuan 'Ikan Piranha' Yang akan menjadikannya santapan.


Membayangkan saja sudah membuat Bob 'Bergidik Ngeri'.


(Melakukan apa? Sudahlah jangan tanya! Kalian juga tau sendiri hahaha)


Bob lalu keluar dan menutup pintu kamar yang terdapat Ainun di dalamnya.


*****


POV ASYFAL.


Asyfal tengah merebahkan diri di kamarnya. Tiba-tiba Ainun terlintas di pikirannya. Seketika perasaan Asyfal menjadi sangat cemas memikirkan Ainun.


Sama seperti Ibu Ainun, Asyfal pun merasakan hal yang sama tentang Ainun.


Ia baru saja hendak pergi ke rumah Ainun. Bukan untuk bertamu. Melainkan hanya memastikan keadaan Ainun baik-baik saja.


Tapi tiba-tiba....


Kring...


Ponsel Asyfal berbunyi.


"Temui Aku di bukit atau Ainun tak akan selamat! " Ucap Sesorang disebrang sana.


DEG!


Asyfal terkejut bukan main. Bagaimana tidak! Gadis yang sangat Ia cintai. Gadis belahan nyawanya. Kini tengah terancam nyawanya.


Tanpa berpikir panjang, Asyfal menuruti omongan seseorang lewat ponselnya. Dan mungkin firasat yang tengah di rasakan Asyfal benar adanya.


Ia bergegas ke bukit itu.


Asyfal berlari menuju bukit.


Tak butuh waktu lama Asyfal sudah sampai di bukit itu.


Tiba-tiba...


BUGH!


Tengkuk Asyfal di pukul keras oleh seseorang yang sampai mengakibatkan Asyfal tak sadarkan diri.


Kemudian Orang itu membawa masuk Asyfal ke dalam mobil. Dan Membawa pemuda tampan itu ke sebuah tempat.


Ya! Mereka membawa Asyfal ke Markas milik Sean. Dan hendak membawa Asyfal ke kamar yang terdapat Ainun di dalamnya.


****


Ainun tersadar dari pingsannya. Dan mendapati kancing bajunya terbuka.


Bak di sambar petir di siang bolong. Ia kaget setengah mati! Ia tidak menyangka bahwa Ia tengah berbaring dan disampingnya juga terdapat Asyfal tertidur!


Dan tentunya dengan posisi yang.. Ah! Membuktikan bahwa Asyfal telah berani 'Menodai' Ainun.


Ainun menangis terisak!


Dan isakan Ainun telah membuat Asyfal tersadar dari ketidak sadaran nya.


"Aw! " Ucap Asyfal lirih sambil memegangi kepalanya. Ia merasakan sakit di bagian tengkuknya dan kepalanya pusing.


"Astaghfirullah!" Ucap Asyfal spontan.


Ia terlonjak kaget dengan apa yang tengah terjadi dengan nya dan Ainin tentunya.


Asyfal bangkit sambil memegangi tengkuk nya yang sakit akibat pukulan dari penjahat yang keji tadi.


"Ainun?!" Ucap Asyfal terlihat meringis kesakitan.


"Ainun Aku ada di mana?" Ucap Asyfal.


"Asyfal! ternyata kamu jahat! " Ucap Ainun sambil menangis terisak.


"Apa maksud kamu Ainun? Aku aku tidak mengerti! " Ucap Asyfal lirih. Ia sangat bingung dengan kejadian ini.

__ADS_1


BRAK!!!


__ADS_2