Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
-Bab 5 - Asyfal pulang


__ADS_3

Suara Adzan Subuh berkumandang Asyfal segera bergegas menunaikan sholat subuh.


Setelah selesai sholat subuh. Ia segera ber siap-siap untuk pulang ke Desa. kemudian ber pamitan dengan Pakdhe dan budhe.


Asyfal baru akan menemui pakdhe dan budhe untuk pamit.


Tapi satu suara cempreng wanita setengah baya Alias Budhe mendahului niat nya dan suara itu membuat nya harus menolehkan kepalanya.


"Loh Asfal, kamu mau kemana nak? kok gak bilang-bilang budhe dulu. bawa tas ransel juga, kok kayaknya banyak banget. Isinya apaan? Pagi buta lagi. Emang mau pergi kemana kamu Asyfal? Pergi nya kok mendadak gini?! "


Cecar budhe Asyfal. Dengan sorot mata tajam seperti seorang polisi sedang menintrogasi seorang maling.


"Eh iya budhe, Asyfal mau pulang ke Desa beberapa hari. Maaf Asyfal pergi nya mendadak, ada urusan penting yang harus Saya selesaikan budhe di Desa. Dan Asyfal juga belum sempet bilang dulu sama budhe" Terang Asyfal.


"Oh, iya kamu mau di Desa berapa hari? terus kuliah kamu gimana?"Tanya Budhe.


"Asyfal belum tahu budhe" Ujar Asyfal


"Kamu jangan lama-lama ya di Desa, kasian Sista kesepian di Rumah. Lagian juga Sista kan berangkat kuliah nya barengan sama kamu" Jelas Budhe .


"Iya budhe, Asyfal akan secepatnya kembali ke sini" jelas Asyfal


Raut wajahnya sedikit berubah menjadi tidak enak. Mendengar Nama 'Sista' di sebut.


Sebenarnya Asyfal tidak membenci sodara sepupunya. Tapi ia sungguh risih terhadap perlakuan gadis itu pada nya.


"Nah gitu dong. Oh iya kamu nggak sarapan dulu?" Ujar budhe sembari menampakkan senyum palsu serta bibir yang sedikit miring.


"Nanti aja budhe Asyfal makan di luar. Oh iya pakdhe di mana budhe?"


Tanya Asyfal.


"Oh iya udah kalo gitu. Budhe gak usah cape-cape masak buat kamu. Lagian juga ngapain budhe masak pagi buta begini. Bentar budhe panggil pakdhe dulu" Ucap budhe. Dengan senyum miring ia tunjukkan.


Wanita setengah baya itu baru saja mau ber teriak-teriak memanggil suaminya. Tapi Suami nya sudah menampakkan suara nya.


"Iya, tunggu sebentar Asyfal" Seru pakdhe. Lelaki setengah abad itu setengah berlari menemui ponakannya.


"Kamu mau berangkat sekarang juga? Pakdhe antar ke gang ya nak?" Tawar pakdhe.


"Tidak usah pakdhe. Asyfal jalan kaki aja. Pakdhe, Asyfal berangkat dulu ya" Pamit Asyfal sembari mencium punggung tangan lelaki yang mengijinkan dirinya tinggal di rumahnya.


"Nggak papa, pakdhe ambil motor dulu ya? " Tawar pakdhe sekali lagi.


"Beneran pakdhe tidak usah. Asyfal jalan kaki aja. Orang deket kok" Elak Asyfal lagi.


"Oh yaudah kalau gitu. kamu hati-hati di jalan ya Fal? Pakdhe nitip salam buat Abi sama Umi mu" Ucap pakdhe. Raut muka nya seketika berubah sedih. Ia sangat lah merindukan Adiknya itu.


Kemudian Asyfal pamit pada budhe nya. "Budhe, Asyfal pamit dulu " Ucap Asyfal sembari mencium punggung tangan budhe nya.


"Iya, Hati-hati ya" Ucap budhe.


"Assalamu'alaikum pakdhe budhe. Asyfal berangkat dulu" Pamit Asyfal sembari melangkahkan kedua Kaki nya keluar rumah pakdhe dan budhe nya.


Oh iya Sista tidak tau bahwa Asyfal mau pulang ke Kampung halamannya. Gadis itu sedang tidak ada di rumah. Sejak tadi malam ia tidak ada di rumah. Gadis apaan coba?


Ah! sudahlah tidak penting memikirkan Gadis itu. Abaikan saja gadis itu. Lagi pula jika Gadis itu mengetahui bahwa Asyfal akan pulang. Pasti ia akan melarang Asyfal pergi dan meraung-raung seperti bocah yang tidak di belikan es krim.

__ADS_1


Asyfal harus ke terminal setelah subuh.


Lebih tepatnya sebelum matahari benar-benar terbit.


Asyfal tidak akan mungkin menunggu gadis urakan itu pulang untuk sekedar ber pamitan.


Buang-buang waktu saja.


Karna jarak Jakarta dengan Kampung halaman Asyfal memakan waktu hampir Dua belas jam lamanya.


Jadi kalau ia ingin cepat sampai ke Kampung halaman nya. Ia harus berangkat pagi buta.


Ia berjalan kaki menuju gang untuk menunggu angkot. Setelah angkot itu sampai terminal.


Ia harus bergegas pergi ke terminal mencari bis yang akan ia tumpangi menuju Desa tercinta nya.


Ia naik bis jurusan desa xxxxx.


Di dalam bis ia tidak bisa tidur. Walaupun hanya sekejap.


Pria tampan itu terus saja memikirkan kekasih kecilnya.


Bis itu berhenti di terminal selanjutnya. Dan Asyfal memilih berhenti sejenak sebelum melanjut kan perjalanan nya.


Tepat jam tujuh pagi Asyfal berada di terminal ke Dua. Perutnya sudah lapar. Ia segera mencari warung makan.


Ia memilih istirahat di sebuah warung makan. Untuk sarapan


Tapi sepasang mata nya menangkap sebuah pemandangan yang menyejukkan.


"Ainun, aku berharap kamu lah yang akan menjadi Istriku nanti. Kelak kita akan mempunyai Anak yang banyak . Semoga Keluarga kita akan bahagia selamanya" Batin Asyfal. Matanya masih saja memperhatikan sebuah keluarga kecil itu.


Saking terharunya ia melihat mereka. Sampai pelayan datang pun ia tak tau.


"Mau pesan apa mas?" Tanya seorang pelayan perempuan.


Tapi Asyfal tidak mendengarnya.


Pemuda tampan itu masih saja melamun.


"Mau pesen makanan apa mas" ulang pelayan tersebut.


Pertanyaan kedua pelayan tersebut berhasil membuyarkan lamunan Pria tampan itu.


"Eh iya mbak gimana? " Jawab Asyfal. Lamunan nya Tadi membuat konsentrasi nya menurun drastis.


"Saya Tadi tanya sama mas udah dua kali loh. Mas mau pesen makan apa? " Tanya pelayan tersebut sambil tersenyum genit.


"Saya mau pesen nasi rames sama teh anget saja mbak" Jawab Asyfal datar.


"Udah itu aja mas? " Tanya pelayan itu lagi. Kali ini raut wajah pelayan itu berubah setelah menerima jawaban datar dari Asyfal.


"Iya mbak itu saja" jawab Asyfal masih datar.


"Sebentar ya mas, di tunggu dulu" Jawan pelayan tadi sembari melangkah dengan cepat meninggalkan Asyfal.


Asyfal telah selesai makan. Ia bergegas mencari bis lagi untuk sampai ke Desa nya.

__ADS_1


Asyfal masih harus naik Dua Angkot lagi untuk benar-benar sampai ke Kampung halamannya.


Saat ini perassaan Asyfal berkecamuk. Entahlah, sekarang ia akan pulang ke kampung halaman.


Ia bingung harus bahagia atau sedih. Perasaan bahagia nya ialah sekarang ia akan pulang ke kampung halaman untuk bertemu Abi dan Umi serta bertemu dengan Ainun. Dan perasaan sedih nya ketika ia harus melihat bahwa Ainun sudah menjadi tunangan orang lain.


-------------


Akhirnya Sista pulang setelah semalam pergi dari rumah nya.


"Mah... mah.. mamah" Suara melengking Sista.


Gadis tak tahu malu serta urakan itu ber teriak-teriak memanggil mamah nya.


Wanita yang mendengar teriakan anak gadis nya segera keluar untuk menemui penyebab suara melengking itu sebelum suara buruk itu benar-benar akan merusak gendang telinga nya.


"Sista kamu sudah pulang nak? kamu dari mana aja sih? semalam gak pulang!" Cecar seorang mamah pada Anak gadis nya.


"Ssyut" Sista memberi kode pada mamahnya untuk diam sembari menutup mulut nya dengan jari telunjuknya.


Kemudian Gadis itu mendekatkan diri pada mamah nya dan berbisik.


"Pelan pelan mah, nanti Asyfal denger" Bisik Sista pada mamah nya.


"Asyfal tidak ada di rumah, dia sudah pergi dari subuh tadi. Siapa suruh kamu tidak ada di rumah" Terang Mamah Sista. Kini suara melengking ber ganti kepada wanita setengah baya itu.


"Pergi ke mana mah? Mamah gak bercanda kan?" Tanya Sista panik.


"Ya nggak lah! Mana mungkin mamah bohong! Dia sudah pulang!" Jelas mamah sista.


"Tapi mah kenapa? Bakal balik lagi kesini kan mah? " Tanya Sista penasaran.


"Iya bakal balik kesini. sudahlah! jangan membelokkan pertanyaan mamah. Sekarang jawab pertanyaan mamah! kamu dari mana?!!" Selidik mamah Sista. Dengan sorot mata tajam. Setajam Silat .


"Aku semalam di bar mah, Aku mabuk trus di bawa Nely pulang ke rumah nya" Ucap Sista dengan raut wajah tanpa Dosa.


(Sebenarnya Asyfal tidak tahu siapa Sista sebenarnya. Ia gadis yang Nakal dan urakan. Tapi Sista adalah seorang Gadis yang pandai menyembunyikan keburukan nya. Ia pandai berdalih ketika ia akan menjalankan kebiasaan buruk nya supaya Asyfal tidak tau bagaimana kelakuan nya di luar rumah)


"Apa?! Sista! Kamu! sudahlah hentikan kebiasaan buruk kamu Sayang?! Seru mamah Sista.


"Baiklah baiklah tapi ada syarat nya" Jawab Sista dengan senyum menyeringai nya.


"Apa syaratnya?! " Tanya mamah Sista.


"Mamah harus bantu Sista mendapatkan cinta nya Asyfa" Pinta Sista senyum nya berganti senyum licik.


"Oke oke mamah akan bantu kamu. Tapi kamu harus menghentikan kebiasaan buruk kamu?! "Tawar mamah Sista.


"Kalau begitu makasih ya mah. Aku sayang mamah" Ujar Sista seraya memeluk mamah nya


"Iya iya mamah juga sayang sama kamu nak" Kata mamah Sista seraya mengerat kan pelukan pada Anak gadis nya.


"Sudah sana kamu makan Mamah udah masakin makanan kesukaan kamu" Suruh Wanita itu setelah melepas kan pelukan pada Anak gadis nya.


"Iya iya mamah" Ucap Sista seraya mengecup pipi mamah nya.


Kemudian Gadis manja plus genit itu menuju meja dapur untuk mengisi perutnya yang sudah sangat lapar.

__ADS_1


__ADS_2