Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
-Bab 23 - Duo Racun


__ADS_3

Apa kalian pikir Ainun akan menyerah begitu saja?! Dan tidak akan kembali memperjuangkan cintanya?!


Oh tidak!


Ainun sama seperti Asyfal.


Asyfal berjuang begitu pun Ainun.


Walaupun tak ada satu pun dari mereka yang tau bahwa di antara mereka saling memperjuangkan.


'Berjuang dalam Do'a maupun tindakan'. Itu adalah makna cinta sejati, ketulusan yang hakiki tanpa menuntut antara satu sama lain. Melainkan berjuang tanpa sepengetahuan orang yang di perjuangkan.


Ainun kembali ke Rumah Sakit berusaha untuk menemui Asyfal. Walaupun seribu tindakan pengusiran tapi Ia akan menggunakan sejuta cara untuk kembali memperjuangkan.


"Jika bukan Asyfal sendiri yang mengusirku, Aku tidak akan pergi dari Rumah Sakit " Batin Ainun sepanjang perjalanan.


Ainun kembali menaiki angkot untuk menemui Asyfal ke Rumah Sakit.


Sampailah Ia ke Rumah Sakit.


Ia menyusuri koridor Rumah Sakit dengan perasaan yang sangat takut, yang pasti takut dengan Umi Asyfal.


Jujur Ia trauma dengan pengusiran tadi. Tapi Ia mengumpulkan mental sebanyak mungkin untuk bertemu Seorang yang telah mengusirnya tadi.


Sampailah Ia di ruangan tempat dimana Asyfal di rawat.


Ainun hanya berani melihat Asyfal dari luar, lewat pintu kaca, Jadi Ia bisa melihat keadaan Asyfal.


Ainun tidak berani masuk ruangan Asyfal, karena Ia masih takut dengan Ibu Asyfal.


Karena sampai saat ini, Asyfal masih belum sadar. Ainun tidak tega melihat Asyfal terbaring lemah.


Ainun memilih untuk duduk di kursi panjang yang terletak di depan ruangan Asyfal.


"Lebih baik Aku tunggu di sini saja"


Batin Ainun seraya berjalan menuju kursi tunggu untuk duduk disana. Ia sedih melihat seseorang yang sangat Ia cintai, tergolek lemah tak berdaya.


Andai saja saat itu ketika Asyfal lemah Ia menolongnya, mungkin Asyfal tidak akan sampai seperti ini.


"Asyfal maafkan Aku" Batin Ainun sepanjang lamunan nya.


Di tengah lamunan nya tiba-tiba datang lah "Duo racun". Alias Sista dan Mamah nya.


"Kamu! Ngapain lagi Kamu kesini!" Ujar Sista sinis sambil menunjuk Ainun.


Dasar Anak sama Emak gak tau diri. Udah tua nggak ngajarin anaknya yang baik, Eh malah nyuruh Anak buat 'Merebut milik orang lain'. Yang jelas-jelas Asyfal menolaknya mentah-mentah. Mau di rebut kaya apa coba gak bakalan Asyfal mau sama Sista.


"Eh Mah, Dia nih yang meluk Asyfal dua hari lalu Mah" Bisik Sista pada Sang Ibu, Namun samar-samar Ainun dapat mendengarnya.


"Oh, ini! Dasar Gadis gak tau malu ya Kamu, udah di usir masih saja balik ke sini! Pulang aja sana!" Seru Mamah Sista yang tak kalah sinis dari Sista.


Mendengar ocehan dari Duo racun, Ainun tidak membalas cacian mereka. Ainun hanya diam saja.


Terdiam nya Ainun malah membuat kemarahan mereka muncul dan semakin menjadi. Mereka merasa tidak di hiraukan Ainun. Dan cacian mereka tidak berarti bagi Ainun.


"Heh! Kamu pergi nggak dari sini! " Usir Sista kasar sambil mendorong bahu Ainun yang masih duduk di kursi panjang.


Ainun masih tak bergeming dengan 'Ujaran kebencian' dari Duo racun.


"Dasar keras kepala ya Kamu!" Sentak Mamah Sista.


"Ayo Mah Kita paksa saja Dia keluar dari sini! " Ajak Sista.

__ADS_1


"Kamu pergi atau kita yang usir Kamu dari sini! " Ujar Mamah Sista kasar.


Ainun masih tak terpengaruh.


"Ayo Mah kita usir saja Gadis gila ini! " Ajak Sista sambil menentukan posisi, dan bersiap untuk mengusir Ainun.


"Ayo kita seret saja Dia Sayang!" Ujar Mamah Sista sinis dan tersenyum licik.


"Ayo pergi nggak! pegangin Mah!" Ucap Sista.


"Ayo pergi! " Ucap Mamah Sista sambil memegangi tangan Ainun.


"Jangan! Tolong jangan usir saya, Saya mohon" Rengek Ainun sambil meronta-ronta ingin di lepaskan.


"Iih! udah ayok pergi! " Ujar Sista kasar sambil terus memegangi Ainun.


"Tolong lepasin saya! Saya mau ketemu Asyfal! " Mohon Ainun hampir menangis.


Tapi tengekan Ainun tak berarti apa pun bagi Sista dan Mamahnya.


Mendengar rengekan Ainun, malah membuat mereka semakin mempercepat laju pengusiran.


"Kamu tu bandel banget ya!" Ujar Mamah Sista sinis.


Antara rengekan minta dilepaskan dan ujaran kasar berbentuk pengusiran, beradu serta bersautan.


"Apa apaan Ini?!" Sentak seseorang yang tiba-tiba muncul dari samping Ainun dan si duo racun alias Sista dan Mamah nya.


Sontak mereka terkejut, dan menoleh ke arah suara itu


Dan mendapati Ayah Asyfal yang mengatakan nya. Secepatnya serta tanpa di suruh si Duo racun itu melepaskan cengkraman tangan nya pada Ainun.


Antara Ainun dan Duo racun itu hanya bungkam.


"Saya mencarimu di Rumah tapi kata Ibumu Kamu sedang pergi keluar" Lanjut Ayah Asyfal masih dengan suara lembutnya.


"Iya Pak" Jawab Ainun seraya menunduk menutupi air matanya.


"Ayo Kita ke ruangan Asyfal" Ajak Ayah Asyfal .


"Iya Pak" Jawab Ainun.


Kemudian Ainun menoleh ke arah Duo racun dengan tatapan takut. Tapi malah di balas dengan plototan mata dan raut wajah sinis.


Kemudian Ainun berjalan mengikuti Ayah Asyfal dari belakang.


Sedang Duo racun itu memilih untuk pergi keluar daripada harus kembali ke ruangan Asyfal dan harus bersama dengan Ainun.


"Udah ah Mah! Males Sista liat Gadis sialan itu!" Ujar Sista seraya menunjukkan wajah muram durja nya.


"Kita makan aja ya Nak, Mamah laper" Ucap Mamah Sista.


"Iih! Mamah! Sista lagi bete gini, Mamah malah mikirin makan aja!" Balas Sista cemberut.


"Sudah sudah! Emang Kamu gak laper? " Goda Sang Ibu.


"Mamah! " Kata Sista sambil memonyongkan bibirnya.


"Sudahlah! Ntar Mamah bantuin Kamu" Ucap Mamah Sista.


"Bener ya Mah?! " Ucap Sista.


"Iya Iya Mamah janji" Ucap Sang Ibu.

__ADS_1


(Rusak sudah Anak Gadis semata wayang yang egois nan jahat itu)


Pintu di buka oleh Abi ,kemudian Abi dan Ainun masuk ke ruangan Asyfal.


Sontak Umi terkejut bukan main. Pasal nya, omongan Sang Suami benar-benar di buktikan dengan membawa Ainun kesini.


Kemudian Ibu Asyfal bangkit dari kuburnya, eh salah! ralat, maksud nya bangkit dari duduk nya.


"Abi! ngapain Abi bawa perempuan ini kesini!?" Ucap Umi kasar seraya menunjuk muka Ainun.


"Ainun sudah berada di sini sejak tadi, dan kenapa Umi nyuruh Sista sama Ibu nya ngusir Ainun. Dan mereka sungguh tidak manusiawi, mereka menyeret Ainun keluar dari sini" Ucap Abi dengan nada yang sedikit naik tapi bukan berarti bentakan.


"Aku tidak menyuruh mereka mengusir perempuan ini" Terang Umi dengan nada yang tinggi dan mata melotot.


"Pelan-pelan Mi, ini rumah sakit, Asyfal pun masih belum sadar Umi" Kata Abi dengan suara yang lembut, takut membangunkan amarah Sang Istri.


"Usir Perempuan ini Bi!" Ujar Umi sinis.


"Tidak Mi, Abi tidak akan mengusir Ainun!" Ucap Abi lembut tapi penuh penekanan.


"Abi! Sekarang Abi pilih Umi atau Perempuan ini!" Sentak Umi.


Percuma saja Abi berbicara halus pada Sang Istri, tapi sang Istri tidak mengindahkan ucapan lembut dari sang Suami.


Jawaban Sang Istri telah membuat amarah sang Suami yang telah di simpan rapat, kini harus keluar.


"Astaghfirullah Umi! Kenapa Umi begitu egois, Apa Umi nggak kasian sama Anak Kita? Asyfal terus saja memanggil Ainun!!" Ucap Abi dengan nada yang tinggi.


"Lebih baik Saya pergi saja Pak" Ucap Ainun seraya membalikkan badan dan melangkahkan kaki menuji pintu keluar dari ruangan.


"O bagus, tahu diri ya kamu! pulang saja sana!" Usir Umi sinis .


"Jangan Ainun, Kamu tetap di sini menemani Asyfal" Ujar Abi.


Perkataan Abi berhasil membuat langkah Ainun terhenti. Dan berbalik menghadap Abi dan Umi Asyfal.


"Tapi Pak?" Ucap Ainun tertahan sambil menatap wajah seram Umi .


Merasa di tatap oleh mata Ainun. Sontak Umi memperlihatkan wajah garang plus plototan matanya pada Ainun.


Ainun yang ditatap seperti itu merasa takut dan memilih untuk menunduk saja.


"Sudah Kamu di sini saja, tidak usah takut, tolong temani Asyfal" Ucap Abi.


"Abi! " Sentak Umi tak terima.


"Huh! " Ujar Umi kasar, lalu Umi keluar dari ruangan meninggalkan Asyfal.


Dengan wajah bermuram durja.


"Kamu bisa duduk di situ Ainun" Ucap Abi seraya menunjuk kursi yang tadi di duduki oleh Umi.


"Iya Pak" Jawab Ainun sembari menganggukan kepala.


Kemudian Ainun duduk di kursi.


Gadis itu dapat leluasa memandang wajah Asyfal.


"Tolong jagain Asyfal ya Nduk? Bapak mau pergi sebentar" Ucap Abi.


"Iya Pak" Jawab Ainun.


Kemudian Abi pergi dari ruangan. Asyfal. Kini tinggallah Asyfal dan Ainun.

__ADS_1


Ketika setan berbicara, Malaikat akan pergi dan melupakan tugasnya.


__ADS_2