
POV SISTA
Ceklek
Pintu kamar Asyfal telah di buka.
Ia mendengar derap langkah Asyfal dan Andre akan meninggalkan kamar nya untuk menemui Ainun.
"Untung aku sudah siap dari tadi.
Jadi Aku bisa langsung mengikuti mereka" Batin Sista sembari membenarkan pakaian yang Ia kenakan.
Sedang Asyfal sama sekali belum mentahui bhwa Sista telah berada dalam rumah nya. Sista datang di saat Asyfal sedangn berada di rumah Andre.
Setelah suara derap langkah kedua pasang kaki itu telah Samar terdengar oleh pendengaran Sista. Segera Sista keluar dari kamar nya dan menutup pintu nya pelan. Ia khawatir terdengar oleh Asyfal.
Ia berjalan mengendap endap di belakang Asyfal. Tidak cepat juga tidak lambat. Ia hanya memastikan untuk jangan sampai ia kehilangan jejak. Dan ia berusaha agar kegiatan nya tidak diketahui oleh Andre maupun Asyfal. Ia sangat mahir untuk hal ini.
Jalanan sangat mendukung aksi Sista menguntit Asyfal. Bagaimana tidak?! Jelas saja di sisi kanan dan kiri jalan terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi.
Ini adalah hal yang sangat membantu kegiatan Sista. Gadis cunguk itu bisa bersembunyi di balik pohon jika keadaan membuat nya terpojok dan harus bersembunyi.
Misal Asyfal menyadari kalau diri nya tengah di ikuti oleh Sista dan Asyfal menengok ke belakang. Dan Sista dengan sigap bersembunyi di balik pohon rindang itu. Jadi Gadis itu tidak akan ketahuan atas kegiatan nya ketika tengah menguntit Asyfal.
"Untung Ada pohon besar di jalan ini. Jadi aku tidak perlu susah-susah mencari tempat untuk bersembunyi jika Asyfal mencurigai ku" Batin Sista dalam hati. Ia merasa sangat beruntung untuk saat ini.
Tapi gadis ini sangat lah pandai. Sejak acara penguntitan nya dari rumah Asyfal sampai ke bukit. Ia sama sekali tidak ketahuan oleh Asyfal atau pun Andre.
Entah Sista yang pandai. Atau Asyfal atau pun Andre yang tidak menyadari kalau mereka di ikuti oleh Sista.
Sista melihat Asyal dan Andre berpisah. Tapi sebelum mereka berpisah mereka terlibat percakapan yang tidak terlalu lama.
Kemudian Andre benar-benar meninggalkan Asyfal.
Tak lama kemudian Asyfal pun masuk ke jalan kecil menuju bukit indah. Tapi Sista belum mengikuti Asyfal masuk ke dalam. Ia hanya menunggu di luar bukit.
Tapi Ia masih bisa melihat bukit itu dari luar.
Sista melihat Asyfal tengah duduk di atas rerumputan hijau di sekitar bukit indah ini. Ia melihag posisi duduk Asyfal yang melingkar kan kedua tangan di lutut nya yang sedang di tekuk.
Ia juga penasaran dengan Gadis bernama Ainun. menurut nya Gadis benrnama Ainun telah merebut Asyfal dari nya.
"Ainun! Kamu mau bersaing dengan Sista?! Tidak bisa! Sebelum perang di mulai pun kau akan kalah duluan! Kamu akan kalah Ainun! Kalah! " Batin Sista. Senyum menyeringai penuh kelicikan segera menambah indah suasana wajah Sista yang panas dari dalam.
Sista menunggu di luar sambil menunggu Ainun datang . Sista menggerutu karna menunggu Ainun sangat lah lama. Saat ini Sista maupun Asyfal tidak Ada yang tau bahwa Ainun sudah berada dalam bukit ini lebih dulu.
"Ah sial! kenapa lama sekali kau Ainun! memang dasar Gadis kurang ajar! Awas saja kamu nanti!" Gerutu Sista dalam hati.
Sista terus saja menggerutu dalam hati. Jika bukan karna menunggu Asyfal dan mengetahui kenapa Asyfal ingin menemui Ainun. Dia tidak mau Capek-cape menunggu seperti ini.
"Ah sialan! Sudah berapa jam aku menunggu di sini. Mana aku lupa bawa ponsel lagi. Argh! Jika bukan karna Asyfal mana mungkin aku mau menunggu . Ainun kau lah yang menyebabkan semua ini! awas saja kau suatu saat nanti!" Omel Sista dalam hati.
Gadis cunguk itu terus saja mengumpat. Walau dalam hati. Sudah di pastikan keadaan nya dari awal menguntit hingga sekarang sudahlah sangat menyiksa batin nya. membuat gerah hati dan body nya.
Gadis itu mengumpat seraya memukul atau pun menendang, memginjak, apa pun yang berada di dekat nya. Ia tak peduli!.
Dari kejauhan Ia melihat Asyfal tengah menghapus kedua pipi nya.
Ia yakin bahwa Asyfal menangis
Hampir saja Ia menemui Asyfal dengan maksud ingin menenangkan Asyfal.
Tapi ia mengurungkan niat nya karna ia tau kalau Asyfal sangat tidak suka dengan nya. Ia ingat bahwa Asyfal yang secara terang-teranagan menolak nya
"Kenapa kau menangis sayang?! Siapa yang membuatmu menangis? Apa Ainun? Brengsek kau Ainun! Berani nya kau membuat kekasih ku menangis! Tunggu pembalasanku Ainun! "
Ucap Sista. kini wajah nya berubah menjadi merah menahan amarah karna ia tengah melihat Kekasih nya menangis karna ulah Ainun.
Tak lama kemudian Ia melihat Asyfal bangkit dari duduk nya.
Dan melihat langkah pelan Asyfal menuju suatu tempat seperti sedang mencari sesuatu.
Asyfal berjalan menuju pohon besar.
Dan Tiba-tiba sosok perempuan berhijab panjang muncul begitu saja dan menabrak Asyfal. Perempuan Itu seperti tengah ber sembunyi.
Sista menduga bahwa itu lah Ainun. Gadis saingan nya.
Lalu Ia mendekat ke arah Dua Insan itu. Ia ingin mengetahui lebih jelas apa yang akan Asyfal dan perempuan itu lakukan.
Perlahan Sista mengendap endap dan Ia berhenti di sebuah pohon besar karna itulah pohon yang jarak nya sangat dekat dengan mereka. Kemudian Sista bersembunyi di balik pohon besar itu.
Ia mendengar suara Asyfal lembut ketika berbicara dengan perempuan itu. Tidak seperti ketika Asyfal bicara dengan nya.
"Tunggu dulu! Apa?! Ainun! Jadi Gadis itu yang bernama Ainun?! "
Batin Sista. Bahkan Ia sangat terpukul melihat Asyfal bersanding dengan Ainun.
Ia mendengar jelas apa yang di katakan Asyfal pada Ainun bahwa Ia mengetahui bahwa Ainun telah berada di dekatnya. Sista juga mendemgar bahwa Asyfal sangat mencintai Ainun bahkan sangat sangat mencintai Gadis di hadapan nya.
Dan Ia juga mendengar bahwa Asyfal selalu mendoakan nya setiap malam.
Rasa cemburu mendengar gombalan Asyfal pada Ainun.
Seketika membakar hatinya. Sangat panas ibarat seluruh tubuh nya terbakar.
Sista tak bisa mengendalikan dirinya. Sista menangis merasakan hati nya seperti dicabik-cabik.
Ia harus menerima kenyataan bahwa lelaki tampan yang sangat ia cintai ternyata sangat mencintai Gadis lain. Bahkan Ia sanggup menangis karna nya.
Kini Sista harus melihat pemandangan yang sanggup membunuh nya secara tiba-tiba.
Ia melihat Ainun memeluk Asyfal!
Menangis di pelukan Asyfal
Penderitaan nya kini datang bertubi-tubi.
__ADS_1
"Berani nya Kau memeluk kesasihku Gadis bodoh! Aku berjanji ini terakhir Kali kau memeluk kekasih ku" Ucap Sista penuh kemarahan.
Lelaki yang sangat Ia dambakan menjadi kekasihnya itu membalas pelukan Ainun. Dan ia harus melihat air mata Asyfal jatuh karna memeluk Ainun.
"Aku tidak bisa menerima penghinaan ini! Aku akan balas kau Ainun! Kau tidak bisa memiliki Asyfal! Asyfal hanya akan menjadi milikku! Tunggu saja akan aku singkir kan kau Ainun. Aku membencimu Ainunn!" Batin Sista . Rasa cmburu telah membakar hati dan jiwa nya. Ia sangat membenci Ainun.
Kini Sista benar-benar berada dalam keadaan yang sangat menyiksa batin nya. Bahkan sanggup membuat nya membunuh Ainun karna Gadis itu berani memeuk kekasih nya Asyfal.
"Brengsek! Aku sudah tidak kuat melihat penghinaan ini! Ainun sialan!". Teriak Sista dalam hati. Mungkin jika Gadis cunguk ini berteriak melalui mulut nya maka semua makluk yang Ada di bumi maupun yang Ada di langit akan menutup telinga nya. Karna tidak kuat mendengar suara Sista yang melengking akibat rasa panas dan cemburu yang membakar dirinya.
Saat ini Sista merasakan Api cemburu yang membara.
Rasa cemburu itu rasanya panas bagai seseorang yang seluruh tubuh nya sedang terbakar.
"Mungkin jika kau sedang tak bersama Asyfal. Aku pun sanggup untuk mencekikmu Ainun!" Gerutu Sista dalam hati.
Ia berlari meninggalkan bukit ini. Karna Ia sudah tidak kuat menyangga beban perasaan yang tengah di bakar api yang membara.
"Aku benci Ainun" Ucap Sista sambil berlari. Di tengah pelarian Ia menangis.
*******
POV SEAN
Sean telah berada di Desa sejak mendapat kabar dari Orang misterius. Bahwa Asyfal telah berada di Desa.
Hari ini adalah hari dimana ajakan Asyfal pada Ainun untuk bertemu.
Namun Sean tidak mengetahui nya.
Ini adalah sebuah kebetulan.
Pukul Delapan pagi Sean hendak ke rumah Ainun. Mengunjungi calon Istri serta calon mertua nya.
Sean berjalan dari rumah Paman dan Bibi nya menuju rumah Ainun. Karna jarak nya tidak begitu jauh.
"Mungkin jika aku tak menutupi kekayaan yang ku miliki. Akan aku bawa Mobil ke Desa ini. Biar semua orang tau Siapa Sean sebenarnya hahaha" Ucap Sean menyombongkan diri setelah ia berbicara ia tertawa jahat.
Ia sengaja berputar arah agar ia tidak melewati bukit indah yang Ada di ujung Desa nya. Karna ia sangat membenci tempat itu. Sebab tempat itulah yang menjadi kenangan indah antara Asyfal dan Ainun. Tapi sebalik nya bagi Sean. Bagi Sean itu adalah tempat yang membuat hidup nya sengsara karna ia harus menerima kenyataan bahwa bukit ini sebagai akses melihat kemesraan Asyfal dan Ainun di waktu kecil.
Tak butuh waktu lama sampailah Ia ke tujuan nya.
"Assalamu'alaikum" Salam Sean. Kebetulan pintu rumah Ainun sedang tidak tertutup. Jadi pemuda itu tidak udah repot-repot mengetuk nya.
"Wa'alaikumsalam" Jawab wanita paruh baya yang tengah berjalan mendekati arah suara salam itu.
"Bu, Gimana kabar keluarga di sini?" Sapa Sean sembari mencium punggung tangan calon Ibu mertua nya.
"Eh, Nak Sean Alhamdulillah baik Nak, Mari silahkan masuk ,kita duduk dulu" Ucap Ibu Ainun sembari membalas uluran tangan Sean yang hendak mencium punggung tangan nya.
"Ini Bu, saya bawakan sedikit" Ucap Sean sembari memberikan bingkisan untuk keluarga calon Istri nya.
"Ya Allah kamu itu ya slalu saja begitu. Nggak udah repot-repot nak" Ucap Ibu Ainun sembari menerima bingkisan dari Sean.
"Nggak repot kok Bu" Jawab Sean sopan. Ia segera duduk di kursi kayu yang berada di dalam rumah Ainun.
"Iya Bu silahkan" Ucap Sean.
Kemudian Ibu Ainun berjalan menuju dapur untuk membuat kan teh buat menyuguhi tamu.
"Ainun Aku sangat merindukan mu, sebentar lagi Kamu akan menjadi milikku seutuh nya! " Batin Sean
Tapi senyum menyeringai khas bibir nya kini nampak begitu jelas.
Tak lama kemudian datang lah Ibu Ainun seraya membawa nampan berisi satu cangkir the untuk tamu nya. Ralat lebih tepat nya calon menantu nya.
"Silakan Nak, di minum dulu teh nya" Ucap Ibu Ainun sembari meletakkan cangkir teh untuk Sean.
Kemudian Ibu Ainun duduk di kursi tamu.
"Iya Bu, Trima kasih" Ucap Sean lalu Dia mengambil cangkir teh itu untuk segera ia minum.
"Jika bukan karna Ainun, mana mungkin Aku mau minum teh kek gini! Udah rasanya gak enak. Rasanya juga kek udah basi. Terpaksa gue minum" Gerutu Sean dalam hati.
Setelah Seam meninum teh. Ia meletakkan minuman itu.
"Oh ya Bu, Ainun di mana Bu?" Tanya Sean pada Ibu.
"Itu, Ainun pergi dari tadi Nak, Ibu juga tidak tau Ainun pergi kemana. Sebentar lagi juga pulang" Ucap Ibu Ainun yang sangat lancar berbohong.
"Oh iya Bu" Balas Sean di sertai sebuah anggukan.
"Bagaimana pekerjaan kamu di Jakarta Nak? Kamu masih bekerja jadi karyawan di pabrik yang sama kan? " Tanya Ibu Ainun dengan raut
wajah yang sama sekali tidak Ada tanda-tanda menghina.
"Cih! Sebenarnya Aku itu Boss besar! Jangan Kau hina seorang Sean hay wanita yang tua miskin lagi" Batin Sean menghina Ibu Ainun.
"Iya Bu, masih di sana kok Bu" Ucap Sean menyembunyikan rasa tidak enak di hati setelah ia mendengar pertanyaan Ibu Ainun.
"Oh iya Nak, apa pun pekerjaan kamu yang penting halal dan berkah ya Nak Sean" Tutur Ibu Ainun.
"Iya Bu Alhamdulillah" Balas Sean.
"Apa Ainun masih lama Bu? " Tanya Sean memastikan kapan Ainun pulang.
"Iya ya dari pagi tadi Ainun pergi tapi sampai sekarang kok belum pulang ya" Ucap Ibu Ainun setengah bingung.
"Oh iya Bu, kalau begitu saya pamit dulu, In sya Allah saya kembali lagi kesini nanti sore" Balas Sean seraya bangkit dari duduk nya hendak pamit.
Kemudian pemuda srigala berbuli domba itu mengulurkan tangan nya pada calon Ibu mertua nya.
"Kenapa buru-buru Nak? Yaudah kalau gitu Nak, Nanti Ibu bilangin ke Ainun kalau kamu datang kesini" Ucap Ibu Ainun seraya membalas jabatan tangan Sean yang mencium punggung tangan nya.
"Kalau begitu saya pamit Bu, Oh iya, Saya titip salam buat Ainun ya Bu?" Ucap Sean hendak berbalik menuju pintu keluar rumah Ainun.
"Iya Nak, nanti Ibu akan sampein pesan kamu ke Ainun" Ucap Ibu Ainun.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" Pamit Sean.
"Wa'alaikumsalam. Hati-hati ya Nak" Ucap Ibu Ainun.
"Iya Bu" Balas Sean sembari menganggukkan kepala nya.
Kemudian Pemuda itu berbalik dan berjalan keluar dari rumah Ainun.
Dan Di belakang Sean Ibu Ainun berjalan pelan. Mengikuti Sean hingga sampai di depan pintu.
"Ainun ... Ainun... Kamu kemana Sih Nak, sampe jam segini kok belum pulang" Ucap Ibu Ainun kemudian menggeleng kan kepala nya.
Lalu Ibu Ainun duduk di bale depan rumah nya untuk menunggu Ainun pulang.
Sedang Sean sudah hilang dari pandangan mata Ibu Ainun.
Di tengah perjalanan pulang. Sean tidak menyadari kalau ia sudah lupa untuk memutar arah agar tidak melewati bukit indah.
"Arch! Sial ! Kenapa aku harus melewati jalan ini! Dasar bodoh kenapa aku bisa melupakan hal sepele seperti ini! Ah! Mau muter juga jauh lagi! " Gerutu Sean. Ia merutuki kebodohan nya sendiri.
Sepanjang jalan menuju kepulangan nya ia terus saja menggerutu. Merutuki diri nya sendiri.
"Sabar Sean sabar! Kamu harus sabar untuk hal ini! Ingat Sean tinggal selangkah lagi kau akan bahagia bersama Ainun! Kau kaya kau punya banyak uang! jadi kau bisa bebas melakukan apa pun! " Ucap Sean seraya memuncul kan seringai an licik seperti seekor serigala yang telah menemukan mangsa nya.
Saat ini Ia benar-benar sangat kesal. Udah belain jalan jauh untuk menemui Ainun. Tapi Ainun tidak Ada di rumah. Terus sekarang Ia harus melewati jalan yang sangat Ia benci.
"Apes banget gue hari ini. Udah jalan jauh buat ketemu Ainun. Tapi Ainun malah pergi. Di tambah lagi gue lupa muter jalan. Dan gue harus lewat bukit ini! Sial!" Gerutu Sean
BRUK!!
Tiba-tiba tubuh nya di tabrak oleh seseorang yang tengah berlari. Dan ia meringis kesakitan.
"Punya mata gak sih?! " Sentak Sean pada seseorang yang telah menabrak nya.
Kemudian Sean menoleh dan melihat siapa seseorang itu.
Ia terkejut melihat ternyata yang menabrak nya seorang Gadis
Dan Mata Gadis itu sembab dan hidung nya merah dan sekarang pun Gadis itu masih menangis
"Eh kamu kenapa?" Tanya Sean pura-pura peduli.
"Ah bukan urusan lo! " Balas Sista sinis.
"Di tanya baik-baik malah nyolot lu! Kalau bukan Gadis sudah ku tonjok muka lu! udah nabrak nyolot lagi!" Ucap Sean tak kalah sinis.
"Minggir minggir gue mau lewat! " Usir Sista. Gadis itu menabrak tubuh Sean yang beberapa menit lalu telah bertabrakan dengan tubuh nya.
Kemudian Gadis itu berlalu dari Sean.
"Ah! Bener-bener sialan hari ini gue! Apes apes! " Gerutu Sean .
"Tunggu dulu! Tadi Gadis itu menangis dan ia berlari dari arah bukit itu. Apa yang terhadi sebenar nya? " Selidik Sean.
"Ah elah! ngapain coba gue ngurusi Gadis brengsek itu! Tapi, iya juga ya. Gue kan udah bertaun-taun nggak ke bukit itu. Coba ah sekali gue nengokin bukit itu" Gumam Sean dalam hati.
"Haha Gue akan teriak di bukit itu.
Denver triakan Gue Asyfal! low kalah Fal! Gue yang menang dapetin Ainun. Gue bakal bilangin bukit ini bahwa aku lah pemilik Ainun! Hahaha" Batin Sean sembari mengeluarkan senyum kemenangan nya.
Ia dengan mantap melangkah memasuki jalan kecil menuju bukit itu. Dia berjalan seolah seperti pemenang juara satu dalam sebuah perlombaan.
DEGG!!
Tiba-tiba jantungnya berhenti berdetak.
Langkah nya terhenti.
Senyumnya pudar .
Harapan nya seakan sirna.
Hatinya terbakar. Terbakar api cemburu.
Tangan nya mengepal dan sudah sangat siap untuk menyalurkan amarah nya.
Mata nya panas sepanas hati nya.
Otak nya mendidih.
Tensi darah nya naik.
Ainun menghianatinya.
Ainun menipunya!
Ya! Sean telah melihat Ainun dan Asyfal tengah berpelukan!
Ia mati-matian menahan amarah yang sudah berada di puncak.
Amarah nya sudah seperti pistol yang siap untuk di tekan tembakannya.
"Brengsek kau Asyfal! Berani nya Kau! " Kini langkah Sean telah menuju Dua Insan yang tengah di mabuk Asmara.
Tapi langkah nya terhenti.
"Tunggu Sean Tunggu! Jangan gegabah mengambil keputuasan! Kau orang yang cerdas Sean. Lebih baik kau mundur untuk memprrsiapkan balasan yang lebih menyakitkan dari ini" Ucap Sean untuk diri nya sendiri.
Langkah nya berbelok pada sebuah pohon besar yang tidak bersalah dan meninjunya sebagai ungkapan rasa pelampiasan kecemburuan nya pada Ainun!
tangan Sean berdarah! Tapi ia tidak merasakan kesakitan. Mata, jiwa, raga, dan hatinya jauh lebih sakit daripada tangan berdarahnya.
"Ainun! Kau telah menghianatiku! Tunggu pembalasanku Ainun!
Sebelum maupun Setelah kau menjadi milikku pun Aku akan tetap membalasmu! " Ucap Sean penuh amarah.
Kau akan menderita karna telah melakukan ini padaku! Ingat itu Ainun ingat!" Ucap Sean sembari mengusap air mata nya yang menetes. Iya! Sean menangis karna penghianatan Ainun terhadap nya.
__ADS_1
"Aku akan membuat hidup kalian menderita! " Ucap sean lagi.