
"Ikatan batin Asyfal terhadap Ainun"
"Maksud lo?!" Tanya Bodyguard supir itu menoleh ke arah sumber suara tapi tetap fokus menyetir mobil yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi itu.
"Sudahlah! hentikan saja dulu mobil nya. Sebelum Gadis ini sampai ke rumah Tuan. Gue akan kasih dulu pelajaran sama Gadis sialan itu!!" Ulang nya lagi. Kini wajah nya sudah merah padam menahan emosi.
"Eh! jangan macam-macam lo! Bisa mati ntar kalo lo berani berurusan sama Tuan bengis itu! Apalagi sampai lo berani nyentuh nih Gadis!" Ancam Bodyguard supir sambil menyetir itu.
"Diem lo! Emang gue sedangkal itu?! Asal lo tau Gue masih sayang nyawa Gue *****!" Sarkas Bodyguard itu sambil menahan emosi pada teman nya .
"Emang lo mau apain tuh Gadis?! Kasian dia keliatan kek mau mati saking takutnya" Desis Bodyguard supit itu sambil tersenyum miring.
"Emang lo gak kasian sama Gue! Gara-gara ketololan lo! Gue sampe di gebukin para warga! Sialan lo emang! " Sarkas Bodyguard itu seraya melototkan kedua matanya menghunus ke arah Temannya yang sedang menyetir itu.
"Eh! Apaan kok Gue! Emang gue salah apa Go****!!" Protes Bodyguard supir itu .
"Eh! Lo yang go****! Seandainya Lo gak ke toilet! Gue gak bakalan di gebukin warga! " Sarkas Bodyguard itu ketus.
"Itu bukan salah Gue! Salah lo sendiri *****!" Desis Bodyguard itu melototkan mata tak terima.
"Lo kok salah Gue!? " Ucap Bodyguard supir itu menampakkan wajah tak trima sambil mengerutkan kening nya.
"Emang bener itu salah lo sendiri ! Dasar bodoh" Sarkas Bodyguard itu sambil menunjuk muka Bodyguard yang babak belur itu.
"Kenapa lo keluar mobil?! Dasar Bodoh! " Lanjutnya sambil kembali menyetir mobil.
"Harusnya lo bertrima kasih sama Gue! go****! " Sarkas supir bodyguard itu.
"Trima kasih?! Gue babak belur gini trus gue harus bertrima kasih sama lo gitu! sialan lo!" Sarkas bodyguard itu tak trima.
"Kalo gue gak dateng tadi, udah mati lo" Ucap supir Bodyguard dengan penuh penekanan di setiap kata nya.
'Dasar temen sialan! gak tau trima kasih malah main nyalahin orang!' Batin supir bodyguard itu dalam hati.
DOENG!
Krik... krik... krik... krik...
Skak mattt!!
Bodyguard itu kalah telak! Ia terdiam seketika. Menyadari kebodohannya sekaligus malu karena telah menyalahkan temannya yang jelas-jelas tidak bersalah.
Lagipula teman nya juga yang telah menyalamatkan nya, kenapa malah Ia menyalahkan teman nya itu.
"Udah brenti dulu disini! " Ucap Bodyguard itu mengalihkan pembicaraan. Dan menetralkan rasa malu pada wajahnya.
"Nggak! " Tolak Bodyguard supir itu tanpa menghentikan laju mobil nya.
"Brenti *****! Atau gue puter tu setir biar tabrakan sekalian! " Ancam Bodyguard itu tak habis akal.
"Eh! lo jangan macem-macem ******! " Sarkas Bodyguard supir itu sedikit takut.
"Makanya brenti dulu! " Ujar Bodyguard itu datar.
"Nggak! " Tolak bodyguard supir itu lagi.
Mendengar ucapan dari bodyguard di hadapan nya, Ainun merasa kaget setengah mati.
Bagaimana tidak? Rencana kabur nya membawa imbas yang entah apa yang akan Ia trima dari bodyguard yang telah Ia kibuli tadi.
Betapa tragis nya nasib Ainun, sudah gagal kabur, sekarang Ia harus menerima balasan dari bodyguard yang babak belur karena ulah nya itu.
Ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Jangankan kabur, membuka pintu pun Ainun tidak mengerti caranya.
Ia sudah pasrah sekarang, dengan apa yang akan Ia trima dari Bodyguard yang sedang mempunyai dendam padanya. Ia juga telah memasrahkan hidup dan mati nya hanya pada Allah, jika memang takdir nya mati sekarang pun Ainun sudah pasrah.
Ia hanya meremasi jari-jari tangannya yang sudah basah karena keringat nya.
Bodyguar yang merasa sangat jengkel dengan penolakan terus-menerus dari temannya. Bodyguard yang sudah di kuasai emosi itu kemudian benar-benat akan melakukan apa yang telah Ia katakan tadi.
Tangannya memegang setir mobil.
Kemudian memutar ke kiri ke kanan dengan cepat hingga membuat mobil yang sedang melaju dengan kecepatan yang tinggi itu berbelok tak beraturan.
Bodyguard supir itu sangat panik di buatnya.
Dan terjadilah adegan berebut setir mobil. Sang supir yang berusaha meluruskan kemudi namun di putar kembali oleh Bodyguard yang sudah emosi. Laju mobil yang mulanya lurus malah berbelok lagi.
"Eh! Lo jangan bodoh! Gue gak mau mati konyol! Singkirin tangan lo dari sini! " Sentak Supir Bodyguard itu dengan emosi.
Semakin lama arah mobil semakin berantakan, jika tidak segera di netralkan bisa ****** ntar.
Supir Bodyguard itu semakin merendahkan laju mobil nya.
Ainun yang ada di belakang kemudi hanya bisa menutup mata menangis ketakutan seakan inilah ajalnya mati kecelakaan.
__ADS_1
Walau tubuh nya terguncang kesana kemari dan terbentur pintu mobil pun hanya bisa berdoa.
Berharap ini adalah mimpi buruk!
Tapi kenapa mimpi ini terasa begitu nyata dan sangat lama! Pikirnya.
Ia menangis ,tangisannya terdengar semakin keras dan memilukan. Sungguh Ainun yang malang!
Jantungnya serasa mencuat keluar dari dadanya. Tubuh nya bergetar hebat. Keringat dingin keluar sangat deras dari dahi nya.
Ia tidak mau mati dalam keadaan seperti ini. Pikirnya.
SREEEKKKKKK!!
Rem mendadaklah yang telah menjadi penyelamat mereka.
"Heh! sialan! Lo tu.. "Umpat Supir Bodyguard itu.
Belum sempat melanjutkan kata-katanya. Bodyguard yang telah hampir memampuskan ketiga nyawa karena emosi nya itu membuka pintu mobil dan keluar dengan wajah tanpa dosa.
"Heh lo mau kemana!? " Sarkas Supir Bodyguard itu dengan emosi.
Ia tidak habis pikir dengan temannya itu. Apa karena di pukuli hingga otaknya ikut bebek belur?! pikirnya.
Bodyguard itu berjalan cepat menuju belakang kemudi mobil dan menghampiri Ainun.
Pintu mobil pun terbuka.
Sontak Ainun kaget setengah mati.
Sedang di balik pintu mobil bagian belakang. Menampilkan keadaan Ainun yang sangat kacau seperti ayam yang sekarat hendak ****** alias mati.
Bodyguard itu menampilkan senyum smirk ala devil. Senyum singa lapar yang sudah mendapatkan mangsanya .
Ainun? Wajahnya kini bertambah sangat pias. Pucat pasi melebihi pucatnya mayat, sampai bibir yang berwarna pink itu berubah menjadi putih.
Krringat dingin telah membasahi seluruh tubuh nya. Ia bagai kehujanan keringat.
Ketakutan sudah naik menjadi ke level yang paling tinggi.
Detak janntung nya sudah seperti orang gila yang sedang mengamuk seakan meronta ingin keluar saja dari balik dada nya.
Ainun yang susah duduk mentok duduk di pojok semakin bringsut memojokkan tubuhnya.
Sungguh kasian Gadis malang ini.
Semakin lama gerakan Bodyguard itu semakin dekat menuju Ainun.
Sontak Ainun semakin memundurkan tubuhnya ke belalang yang memang sudah mentok dari tadi.
"Ka kamm mu mau Apa?" Cicit Ainun dengan suara yang bergetar. Ainun gemetar ketakutan. Seperti melihat singa yang berada tepat di hadapan nya yang hendak memangsa nya.
DEG.... DEG.... DEG.... DEG.... DEG
Bunyi jantung Ainun berdetak sangat cepat namun berantakan.
Nafasnya tersengal-sengal.
Tubuh nya gemetar ketakutan.
"Ja... ja.. ngaan... " Lirih Ainun dengan suara bergetar hebat.
Ainun tampak menutupi wajah nya ketakutan. Menunggu apa yang akan di lakukan Bodyguard ini.
Bodyguard yang telah di kuasai emosi yang tinggi itu segera menyibak kedua tangan Ainun dan..
Mencekiknya! Cekikan tangan kingkong itu sangat kuat hingga nafas Ainun pun hilang entah kemana.
Wajahnya semakin lama menjadi berwarna biru, sakit di leher dan dada nya terasa sangat sesak.
Seakan Ainun merasa telah mati saat ini. Karena Ia merasa tidak bernafas akibat cekikan tangan kingkong yang sangat kuat itu.
Cekikan itu sangat menyiksa nya.
Memekik, berteriak frustasi, takut, semua terbungkam oleh tangan besar monster yang sedang mencekik nya itu.
Dengan tangan yang lemah, Ainun memegangi tangan besar bodyguard itu untuk melepaskan nya. Berharap tangan itu lepas dan berhenti menyiksa nya.
Namun sayang, Tangan itu tetap kuat malah semakin kuat mencekik nya. Tangan mungil nan lemah tak membuat tangan kingkong itu bergeming.
*********
POV ASYFAL
Di Rumah Sakit
__ADS_1
"Ainuuunnn!!!!! "Teriak Asyfal sesaat setelah baru setengah jam tidur.
Sontak Asyfal terbangun langsung terduduk, karena mimpi buruk nya.
Sang Ayah yang mendengar teriakan Anak nya pun terlonjak kaget. Kemudian langsung menghampiri Anak nya.
Semenjak melihat Ainun yang berada di pelukan Sean. Pikiran Asyfal sungguh sangat berantakan tidak karuan, bagai daun yang berserakan.
Cemburu, sakit, bercampur menjadi satu. Bisa di bayangkan betapa hancur nya perasaan Asyfal saat ini. Ya walaupun Ia sudah sangat sadar bahwa Ainun adalah bukan kekasih nya. Melainkan kekasih Sean.
Ia menjadi merasa bersalah pada Sean. Ia ingat kejadian beberapa jam lalu, saat Ia dan Ainun kepergok bermesraan.
Asyfal memang pemuda yang baik. Ia menghargai semua orang. Bahkan walau ia harus mengorbakan hatinya.
"Ti.. tidak.. papa Bi" Ujar Asyfal gugup.
Raut wajah nya terlihat ketakutan. Entah, mimpi buruk tentang Ainun seperti apa yang telah menimpanya.
"Ainun? Ainun kenapa? "Tanya Sang Ayah lembut.
"Tidak Bi, hanya mimpi biasa" Ujar Asyfal setenang mungkin.
Saat ini, Ia enggan menjelaskan apa mimpi buruk nya pada sang Ayah.
Sang Ayah pun mengangguk maklum, Ya karena tadi Ia bertemu Ainun saat gadis itu berada dalam pelukan tunangan nya, Sean.
"Baiklah, Kamu yang sabar ya Nak" Pinta Sang Ayah seakan merasakan perasaan sang Anak.
"Iya Bi, trima kasih" Jawab Asyfal tersenyum.
Andai jika Asyfal tau bahwa Sebenarnya Ainun pingsan, bukan sengaja memeluk Sean. Mungkin sakit nya tidak akan seperti ini.
Akibat Kelicikan Sean, image Ainun menjadi buruk di depan Asyfal dan Ayah nya. Dasar Sean yang licik!
***********
Oke pemirsa sekalian. Kita kembali ke kingkong alias Bodyguard itu yang sedang mencekik Ainun ya..
Sontak supir itu kaget dengan apa yang telah di lakukan teman nya itu segera mengambil langkah secepat kilat ia keluar dari mobil dan berlari menuju kingkong yang sedang mencekik mangsa nha yang sudah hampir mati itu.
"Heh! Apa yang... " Teriak supir Bodyguard itu histeris dan sangat panik. Ia takut Gadis itu mati. Bisa di bunuh Sean juga kalau Gadis itu mati.
"Lepas! bisa mati nih orang! Woy lepas! " Teriak supir itu sambil menarik tubuh kingkong itu menjauh dan berhenti mencekik Gadis malang yang sudah tal berdaya itu.
Ahirnya cekikan itu pun terlepas dan supir Bodyguard itu berhasil mengeluarkan tubuh kingkong keluar menjauh dari Ainun.
Segera supir bodyguard itu memberikan bogem mentah pada sang pencekik itu. Hingga korban pertonjokan pun terhuyun kesamping hampir terjatuh.
"Lo bodoh Atao toloh hah?! " Teriak supir itu menunjukkan kemarahan karena kebodohan sang teman yang telah di kuasai emosi itu.
"Hah! " Teriak pencekik itu frustasi.
'Hampir saja gue akan kehilangan nyawa gara-gara Gadis sialan ini' Pikir kingkong itu dalam hati.
Di saat mereka tengah berdebat, terlihat beberapa warga yang menyaksikan keributan itu hendak mendekat menghampiri kedua Bodyguard itu.
Menyadari alarm bahaya berbunyi, Supir Bodyguard itu segera bertindak.
"Heh ada warga! cepet masuk mobil! " Teriak supir bodyguard itu panik.
Sontak kingkong jahat itu gelagapan. Ia trauma karena tadi Ia sudah babak belur. Ia tidak ingin kejadian itu terulang lagi.
Segera mereka masuk mobil dan bergegas menutup pintu.
Secepatnya tancap gas meninggalkan tempat ini.
Sudah aman..
"Awas lo! Kalo lo berani bertindak bodoh lagi gue bunuh lo sebelum sampe rumah Tuan! " Ancam supir itu penuh penekanan.
Supir bodyguard itu sudah sangat kesal setengah mati pada kingkong bedebah itu . Bagaimana tidak?!
Dari sang kingkong yang di gebuki para warga, kalau Ia tidak cerdas, sudah pasti Ia juga akan bernasip sama yaitu babak belur, atau mungkin ******.
Kedua, Kingkong itu memutar setir seperti orang kesetanan. Jika supir itu tidak sigap, mungkin Ia juga akan mati konyol.
Ketiga, Kingkong itu hampir aja mau matiin Gadis kesayangan Tuan nya, kalau beneran mati. Bisa mati juga si Supir itu di tangan sang Tuan.
Keempat, Karena mencehah kingkong itu membunuh Ainun, hampir saja ketangkep warga dan ujung-ujung nya juga di gebukin.
Sepanjang perjalanan supir itu terus saja mengumpati, membentak, memarahi kingkong yang telah berbuat bodoh itu.
Sedang sang kingkong itu hanya diam tertunduk merasa sangat bersalah pada teman nya. Hahaha seperti seorang anak kecil yang sedang di marahi oleh ibunya.
Sedang Ainun? Oh ayolah, Gadis itu sungguh malang. Semoga saja Dia tidak meninggal karena habis di cekik kingkong itu.
__ADS_1
Kalau sampai Ainun meninggal, bisa melayang juga nyawa dua Bodyguard itu.