Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
pertemuan (1)


__ADS_3

(Hari pertemuan antara Asyfal dan Ainun)


Hari, Tanggal : Senin 05 05 ****


Pukul : 09:00 Pagi.


Tempat :Bukit hijau di ujung Desa.


**** POV ASYFAL


Ceklek!


Suara pintu di buka dari dalam.


Asyfal dan Andre muncul dari balik pintu kamar Asyfal.


Sekarang pukul Sembilan kurang Dua puluh menit pagi.


Masih Ada waktu Tiga puluh Lima menit lagi untuk sampai ke pukul Sembilan.


Hari ini Asyfal akan menemui Ainun Atas dasar Surat yang Ia buat kemarin.


Ia dan Ainun akan bertemu di bukit tempat ia dan Ainun bermain dulu di waktu kecil.


Isi Surat yang ia buat adalah Ia akan mengajak Ainun bertemu. Dan menunggu Ainun di Bukit Desa jam sembilan pagi. la juga akan tetap memunggu di sana sekali pun Ainun tidak datang.


Ia dan Andre segera bergegas.


Tapi saat berada di tengah perjalanan menuju bukit yang di tuju. Asyfal berpisah dengan Andre.


Karna Asyfal menolak secara halus tawaran Andre Sahaabat nya untuk menemani pertemuan nya dengan Ainun. Dengan alasan karna ia malu.


"Yakin gak papa kamu bisa sendiri Fal?" Ucap Andre mengawali pembicaraan yang sebelum nya hanya terisi dengan keheningan.


Andre bertanya sekali lagi untuk memastikan keputusan Asyfal


Kali aja Asyfal berubah pikiran dan memintanya untuk menemani


Dan Andre juga merasa kuatir dengan sahabat nya itu.


"Eh em iya gimana tadi? Apa? oh ya nggak papa Ndre, kamu pulang aja nggak papa" Ucap Asyfal gugup dan omongan nya terdengar aneh dan hampir tidak nyambung karna ucapan Andre telah mengaget kan lamunan nya. Ia mencoba mengatur detak jantung nya yang berdetak sangat cepat.


"Oh yaudah kalau gitu. Aku pulang dulu ya Fal? Semoga pertemuan kamu dengan Ainun Lancar" Ucap Andre sembari menepuk pundak Asyfal.


"Iya sekali lagi makasih ya Ndre" Ucap Asyfal sembari menampakkan senyum bahagia sekaligus senyum khawatir nya.


"Oke sama-sama." Balas Andre yang senyum tak Henti-henti nya menghiasi wajah nya.


Kemudian Sahabat Karib Asyfal bergegas pergi dari hadapan Asyfal.


Asyfal terharu ketika melihat punggung Sahabat terbaik nya yang telah membantu nya untuk bertemu Ainun. Perlahan punggung beserta tubuh jangkung sahabat nya itu hilang dari penglihatan nya.


"Bismillahhirrahmaanirrahim" Ucap Asyfal dalam hati.


Pemuda tampan itu berdoa supaya acara pertemuan yang kemungkinan ter besar nya akan menimbul kan 'Madlarat' (Dampak buruk) itu akan mendapat kan kelancaran dan mendapat Ridho dari ALLAH SWT.

__ADS_1


Dan Ia juga ber Do'a agar dirinya dan mungkin Ainun juga tidak mendapat laknat dari Allah SWT atas pertemuan antar manusia yang 'Bukan Muhrim' itu.


Ia juga berdoa agar ALLAH SWT menetralkan detak jantung nya yang semakin lama semakin kencang saja.


Ia sudah sampai di bukit .


Tepat dimana Ia dan Ainun bermain kejar-kejaran di waktu kecil.


Ia melihat jam yang melingkar gagah di pergelangan tangan sebelah kanan ber otot nya itu.


Sekarang pukul Sembilan lebih Lima menit pagi.


Ia tengah duduk di atas rerumputan hijau yang masih sangat terawat . Tempat ini tak berubah walaupun sejak Sepuluh tahun lalu sudah Ia dan Ainun tinggalkan. Malah semakin indah saja Bukit ini.


Jam yang melingkar di pergelangan tangan kanan Asyfal berputar begitu cepat.


Dan sekarang sudah pukul Sembilan lebih Tiga puluh menit pagi. Dan Ainun belum muncul juga dihadapan nya.


Ia malah semakin larut akan pikiran nya dan sekarang ia tengah membayang kan tentang Asyfal dan Ainun kecil bermain di tempat ini. Ia sangat merindukan waktu kecil bersama Ainun. Ia sangat ingin mengulang nya lagi.


Tak terasa air mata Asyfal jatuh membasahi wajah maskulin milik nya. Seketika rindu itu menyeruak menyiksa hati seorang Lelaki macam Asyfal. Ya! Asyfal menangis.


Sebegitu besar rasa Cinta dan Rindu yang ia miliki terhadap Ainun. Hingga membuat nya menangis.


Ia segera menghapus air matanya. Ia tidak ingin ada Seseorang yang melihat kerapuhan hati nya dikala rindu itu menyerang hati nya secara tiba-tiba.


Sekalipun semut merah atau pun pohon-pohon, rumput, benda mati, tanah, angin ,air ,udara dan lain-lain. Ia tak akan membiarkan mereka melihat nya menangis.


Ia hanya rela jika Ainun yang melihat tangisan Cinta Rindu dan bahagia nya. Ya! hanya Ainun saja!.


Dan sekarang kita beralih ke Ainun, oke?


****** POV AINUN


Sekarang pukul setengah Tujuh pagi. Ainun terlihat mondar mandir di teras rumah nya.


"Nggak Ainun enggak! Kamu udah janji dengan diri kamu sendiri untuk tidak menemui Asyfal kan tadi malam?!" Ucap Malaikat baik yang bersemayam dalam hati nya.


Malaikat yang mulia itu mencoba mengingat kan Ainun. Serta menenang kan kegelisahan hati Ainun.


"Haha Sudahlah Ainun! Persetan dengan janji kamu tadi malam! temui saja kekasih mu itu! kamu sangat mencintai nya bukan?! hihihi" Bujuk rayu setan berhati Iblis suara Iblis itu nyaring dan terdengar licik dan terdengar tawa cekikian.


"Jangan Ainun! jangan dengar kan bujukan Iblis itu! jangan sampai kamu menyesal kalau sampai kamu benar-benar menemui nya!" Ucap Malaikat tadi. Mencoba mengingatkan Ainun dengan sebuah ancaman.


"Sudahlah Ainun temui saja. Dengarkan Aku dan jangan dengarkan suara aneh itu! Kamu harus menemui Asyfal! Kesempatan gak akan datang dua Kali Ainun! hahaha" Ucap Iblis itu sembari mengeluarkan tawa mengerikan yang terdengar nyaring di telinga nya.


"Jangan Ainun jangan! ALLAH SWT Maha tau Maha melihat ! Jangan pernah berani kau berbuat dosa Ainun! " Ucap Malaikat mulia kini nada suara itu terdengar makin tinggi namun tidak memekakkan telinga.


"Hahaha Ainun Ainun! Kamu hanya menemui nya sekali saja. Itu pun tidak Ada yang mengetahui nya selain Kau dan Asyfal. Soal Dosa urusan belakangan! Sekarang urusan kamu adalah menemui Asyfal" Ucap Iblis dengan bujuk rayu nan lihai itu.


Suara-suara itu terdengar nyaring di telinga Ainun. Hanya Ainun yang dapat mendengar suara yang tengah beradu argument itu.


"Tidak Ainun tidak! jangan temui Asyfal! Kamu sudah akan menjadi milik Sean walau Kau pun tak mencintai nya! Jangan sampai kau menyesal karna ulah Nafsu dan Rindu mu! kendalikan lah Nafsu dan Rindu mu itu. Sebelum mereka benar-benar akan menghancurkan mu" Batin Ainun berbicara pada diri nya sendiri.


Seorang Ibu yang melihat aksi mondar mandir Anak Gadis nya itu segera menegur nya.

__ADS_1


"Ainun! kamu kenapa Nak? Muka kamu kelihatan gelisah Nak? " Tanya Ibu Ainun yang sudah pasti wajah nya terlihat khawatir.


"Enggak papa Bu, Ainun nggak papa" Ucap Ainun .Ia segera duduk di bale depan rumah nya. Untuk sekedar menenang kan diri.


Ia mencoba terlihat biasa saja agar Ibu nya tidak curiga dengan sikap gelisah nya. Tapi usahanya gagal.


"Jujur Nak sama Ibu" Selidik Ibu Ainun. Beliau berjalan menuju dipan tempat Ainun duduk. Dan segera memposisikan diri ber sanding dengan Anak Gadis nya.


"Enggak Ibu, Ainun baik-baik saja" Ucap Ainun. Ia mati-matian menyembunyikan apa yang ia rasakan.


"Tidak mungkin Ainun kamu baik-baik saja. Ibu tau itu Ainun. Ibu merawat mu dari Bayi Ainun" Tegas Ibu Ainun.


Keadaan Ainun sangat terlihat jelas kalau ia sedang gelisah. Walaupun sehebat apa pun ia akan ber bohong tetap saja ia tidak bisa membohongi Ibu nya. Semua orang pun yang melihat keadaan Ainun sekarang dapat di simpulkan bahwa Ainun benar-benar sangat gelisah.


"Ainun nggak papa Bu, Ainun nggak bohong" Terang Ainun. Berusaha menutupi kegelisahan tapi ia tidak bisa. Mulut berkata tapi keadaan tak mau ber kompromi.


"Kamu tidak bisa membohongi Ibu Nak" Sentak Ibu Ainun.


Beliau spontan bicara dengan Ainun dengan nada tinggi. Beliau hanya ingin mendapat kepastian dari Anak nya yang sangat sulit Beliau dapat kan sejak Asyfal pulang.


Gadis itu sudah merasa terpojok dengan cecaran Ibu nya.


"Oh iya Bu, Ainun lupa kalau Nur kemarin minta tolong sama Ainun" Ucap Ainun mengalih kan pembicaraan.


Segera Ia beranjak dari duduk nya.


"Bu, Ainun pamit ke rumah Nur dulu yaa? " Pamit Ainun sembari mencium punggung tangan Ibu nya.


"Eh Ainun tapi... " Ucap Ibu Ainun yang tertegun atas jawaban Anak Gadis nya.


"Assalamu'alaikum, Ainun pergi dulu Ibu" Pamit Ainun


Ainun tak menghirau kan perkataan terpotong Ibu nya. Malah Ia semakin jauh pergi meninggalkan Ibu nya yang masih terduduk di bale depan rumah nya.


Merasa Ada yang di sembunyikan Ainun. Ibu berinisiatif mengikuti Ainun ke tempat Nur.


Beliau beranjak dan berjalan sedikit cepat karna takut kehilangan jejak Ainun. Ia juga takut kalau kalau Ainun membohongi diri nya.


Baru dapat dua langkah suara Anak kecil memanggil nya.


Ya! Aini ia adalah Adik Ainun .


"Ibu mau kemana?" Tanya Aini Polos.


"Eh enggak kok Aini. Ibu cuman mau kesana. Ada apa Nak? " Ucap Ibu kaget mendengar suara Anak bungsu nya.


"Aini lapar Bu" Jawab Aini sembari memegangi perut nya yang lapar.


"Ya Allah, kamu lapar sayang. Ayo Nak kita makan" Ajak Ibu sembari menggandeng tangan Aini.


Gadis itu hanya mengangguk kan kepala nya.


Setelah itu Ibu dan Aini masuk untuk makan.


Alhasil Ibu tidak jadi mengikuti Ainun.

__ADS_1


__ADS_2