
BRAK!!
Suara pintu di dobrak kasar oleh seseorang. Dan akirnya pintu itu pun terbuka.
Sean kusuma wijaya.
Penjahat cinta bertopeng kan Dewa
Sungguh pengecut Sean bersandiwara.
Datang bak Pahlawan kesiangan.
Sean datang Menolong Ainun.
Namun di balik nya terdapat sebuah kemunafikan di hatinya.
Sean adalah Rahwana yang telah menculik Ainun tapi menjadikan Asyfal menjadi 'Tersangka' Atas semua perbuatan licik nya.
"Dasar Lelaki brengsek! Kau begitu keji sampai berani Kau menculik Ainun dan Kau telah melecehkan Ainun!" Teriak Sean dengan amarah yang sudah sampai ubun-ubun dan siap untuk di tumpahkan.
Sandiwara Sean patut untuk di acungi jempol.
"Apa maksudmu! Aku ti.. " Ucap Asyfal membela diri.
Belum sempat Asyfal melanjutkan bicara nya. Sean telah meninju keras rahang Asyfal.
Asyfal tersungkur dan Ia segera memegangi rahangnya yang berdarah.
"Asyfal! " Ucap Ainun. Gadis itu hendak mendekati Asyfal tapi suara Sean berhasil menghentikan langkahnya.
"Ainun! Kau masih membelanya!? Dia telah berani menculikmu dan membawamu kesini dan Dia telah sangat lancang dengan melecehkanmu! Apa Kau masih sudi membela Lelaki brengsek ini?" Bentak Sean.
DEGG!
Ainun tak berkutik. Dan Omongan Sean adalah sebuah kebenaran.
Perlahan Ainun mulai terpancing oleh omongan Sean.
Tapi karna sebuah cinta dan ketulusan serta ketidak percayaan terhadap Asyfal tentang ini Ainun masih saja membela Asyfal.
Padahal Ia tau kalau Ia telah di lecehkan oleh Asyfal.
"Ainun! Dengar kan Aku! Aku tidak sekeji itu! Aku mencintaimu! Aku tidak akan berani menyentuhmu! Aku juga telah.. " Ucap Asyfal membela diri lagi.
Lagi-lagi ucapan nya terpotong oleh Sean yang telah meninju perutnya.
Dan Asyfal pun tersungkur untuk yang kedua kalinya.
"Cukup!" Teriak Sean.
Ainun hanya bisa menangis terisak dengan 'Peristiwa' ini. Ia sangat bingung. Di sisi lain Ia tidak percaya bahwa Asyfal telah melakukan perbuatan sekeji ini. Karna Ia tau bagaimana 'Kesholehan' Asyfal sedari kecil.
Tapi keadaan ini telah menyudutkan Seorang Asyfal. Dan Asyfal lah yang terlihat sebagai tersangka. Karna saat Ainun bangun, Asyfal telah berada dalam satu tempat tidur bersamanya dan dengan posisi memeluk dirinya. Dan kancing bajunya telah terbuka.
Jujur Ainun sangat tidak tega Disaat Ainun melihat Asyfal di pukuli Sean dan Asyfal tersungkur serta meringis kesakitan.
Tapi bagaimana pun juga, setelah Sean meyakinkan Ainun tentang peristiwa ini dan telah berhasil memfitnah Asyfal, kini Ainun telah termakan oleh 'Hasutan' Dari Sean.
"Aku tidak menyangka Kamu bisa berbuat seperti ini Asyfal! Aku kecewa denganmu! " Teriak Ainun histeris.
Ainun telah tertipu oleh 'Siasat' Sean!
Kini kepercayaan Ainun terhadap Asyfal seakan hilang sirna. Bagai asap yang terbang hilang entah kemana.
Dan sekarang Keadaan telah berbalik arah. Karna 'Peristiwa' ini telah menjungkir balikkan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Jadilah Asyfal yang salah!
Kini jadilah Asyfal terlihat seperti yang menjadi pemeran jahatnya.
Dan Sean menjadi pahlawan atas kejahatannya.
Badai berlalu Gelombang besar menerjang.
Asyfal tak dapat berkutik!
Membela diri pun percuma saja.
Semua terlihat seolah-olah Asyfal yang menjadikan Ainun 'Korban'.
Semua terlihat Asyfal yang telah menculik Ainun. Padahal Dirinya sendiri pun menjadi korban penculikan.
Tidak ada yang percaya pembelaan Asyfal. Sungguh Asyfal yang malang! Malang nya lagi, Ainun pun sudah tidak percaya dengan Asyfal akibat 'Hasutan' Sean tadi. Dan lebih memilih percaya dengan Sean.
Di tambah lagi dengan 'Posisi' Tersebut telah membuat Ainun menyimpulkan bahwa Asyfal telah 'Merugikan' Ainun. Lengkap sudah 'Fitnah Keji' Untuk Asyfal.
Asyfal sudah tidak bisa berkata apapun lagi. Pembelaan yang telah Ia katakan mengakibatkan pukulan dari Sean.
Ainun, Gadis yang malang. Ia tidak tau bahwa Sean adalah dalang di balik 'Kerusuhan' ini.
Ainun pun tak tahu bahwa Sean yang berlagak menyelamatkan Ainun adalah seorang 'Rahwana' Yang menyamar sebagai Rama.
__ADS_1
Karna 'Dendam' Seorang Sean akibat melihat kemesraan antara Calon Istrinya Ainun dengan seseorang yang sangat dicintai Ainun yaitu Asyfal. Ia telah tega memfitnah seorang Asyfal yang tak bersalah. Dan menjadikan hubungan Ainun dan Asyfal menjadi 'Menegang'.
"Ayo Ainun kita pergi!" Ajak Sean seraya mendekat pada Ainun dan hendak menggandeng tangan Ainun.
Sean takut kalau kelamaan di sini, kejahatannya akan terbongkar.
Setelah berhasil menggandeng tangan Ainun. Sean mengajak Ainun agar secepatnya keluar dari tempat ini.
"Ma'af, aku bisa jalan sendiri" Tolak Ainun sembari melepaskan gandengan tangan Sean.
(Hahaha kasian kamu Sean)
Walau bagaimanapun juga Ainun masih menghormati dan menjaga hati Asyfal. Karna cinta yang begitu besar pada Asyfal, Ainun masih saja menghargai Asyfal. Ia tidak peduli dengan kejahatan yang telah Asyfal lakukan saat ini.
"Sial Kau Ainun! Kamu telah menginjak-injak harga diriku di depan lelaki brengsek Ini!" Umpat Sean dalam hati. Hatinya mendidih. Karna Ainun telah melepaskan gandengan tangannya dan mempermalukan dirinya di depan Asyfal.
Kemudian Ainun keluar dari kamar dan mengikuti Sean keluar.
Ainun pergi meninggalkan Asyfal yang masih tersungkur lemah akibat pukulan dari Sean.
"Ainun! Kamu harus percaya padaku! Suatu saat nanti Kamu akan tahu kejadian yang sebenarnya" Ucap Asyfal lirih tapi masih dapat terdengar oleh telinga Ainun.
Ainun tetap melangkahkan kakinya meninggalkan Asyfal yang lemah.
"Entah kenapa perasaan cintaku padamu tetap sama Asyfal, padahal kau telah berbuat jahat padaku" Batin Ainun.
Di dalam perjalanan pulang. Ainun dan Sean hanya bungkam.
Ainun memilih untuk diantar kerumah Bibi Sean, Karna melihat keadaan yang kacau. Ia takut kalau pulang kerumah Ibu. Ibu bisa Syok melihat keadaan Ainun.
Sean mengantarkan Ainun ke rumah Sang Bibi untuk Ainun agar Ia membenahi dirinya yang kini terlihat acak-acakan.
Mereka telah sampai di rumah Bibi Sean. Dan Ainun segera ke kamar mandi. Ia menangis di situ. Ia menumpahkan air matanya.
Setelah lama Ainun dikamar mandi .Ia keluar, jejak air mata sedikit demi sedikit telah hilang.
Ainun adalah Gadis yang kuat.
Ia sangat hebat untuk menyembunyikan 'Derita' yang telah Ia alami beberapa saat lalu.
"Aku mau pulang" Ucap Ainun pada Sean.
"Aku antar ya" Tawar Sean.
"Tidak usah, aku pulang sendiri saja" Tolak Ainun.
Sangat kebetulan sekali Bibi sedang berada di toko kue untuk persiapan pengajian nanti malam.
"Oke, baiklah kalau begitu hati-hati Ainun" Ucap Sean.
"Assalamu'alaikum" Ucap Ainun sembari melangkahkan kaki keluar rumah Bibi.
"Wa'alaikumsalam" Jawab Sean dengan seringaian tipis terbentuk di bibirnya.
"Awas saja Kamu Ainun! Kamu sudah sering terang-terangan menolakku! Sebentar lagi Kamu akan menuruti semua kemauanku! Ingat itu Ainun!" Ucap Sean dengan seringaian serigala.
"Hahaha dasar Asyfal dan Ainun yang bodoh! Rasakan kalian! itulah akibatnya jika kalian berani membuatku merasakan api cemburu! kini aku sudah puas menghancurkan Kalian" Batin Sean tersenyum licik.
****
Ainun pulang ke rumah
"Assalamu'alaikum" Ucap Ainun.
"Wa'alaikumsalam" Jawab sang Ibu.
"Sudah pulang, Nak" Tanya Ibu.
"Iya Bu'' Jawab Ainun.
Ainun sangat pandai menutupi kejadian yang tadi Ia alami. Sampai Sang Ibu pun tidak menyadarinya .
Hanya saja wajahnya yang terlihat murung.
"Bu, Ainun mau istirahat dulu ya?" Ucap Ainun sembari melangkah pelan menuju kamarnya.
"Tapi Ainun... " Ucap Ibu tertahan.
"Seperti ada yang di sembunyikan Ainun, Tapi sudahlah! Ainun juga sepertinya tidak kenapa-kenapa. Ia hanya terlihat murung saja. Semoga kamu memang baik-baik saja Ainun. " Batin Ibu.
Ainun menyembunyikannya hanya karna takut Ibunya syok dan Ia juga takut akan kemarahan Sang Ibu. Seperti kemarin, Ainun trauma di tampar berkali-kali oleh Sang Ibu.
Karna Ainun pikir kejadian tadi bukan yang Ia inginkan.
Lagipula kejadian tadi tidak berpengaruh terhadap 'Kehormatannya'. Dan tidak ada yang berubah dari bagian 'Itu'.
Dan satu lagi Ainun tidak berniat melakukan itu. Itu adalah sebuah musibah baginya. Jadi itu bukanlah kesalahan Ainun.
*****
Di sisi lain Asyfal masih di tempat 'Kejadian' tadi dengan keadaan yang lemah
__ADS_1
Ia bangkit dari keterkaparan dan hendak keluar dari kamar ini. Ia keluar dari kamar dan melihat ruangan yang Ia sendiri tidak mengetahui ini rumah siapa. Yang pasti ini adalah rumah orang kaya.
Baru beberapa langkah keluar dari pintu kamar, Tiba-tiba mulut Asyal di bekap dengan kain yang terdapat obat bius dari belakang. Dan Asyfal tak sadarkan diri untuk yang kesekian kali nya.
******
Asyfal bangun dari pingsannya dan mendapati Ia sedang berada di taman dengan keadaan sang sangat kacau. Kepala berat dan pusing, rahang lebam dan bekas darah segar yang kini tlah kering, perut yang sakit akibat pukulan dari Sean.
Ia berjalan tertatih menuju kediamannya.
Dalam perjalanan pulang, Asyfal masih saja memikirkan Ainun. Ia sama sekali tidak peduli dengan tubuhnya yang lemah serta babak belur .Ia hanya peduli dengan keadaan Ainun.
Ia terus berfikir tentang kejadian tadi.
"Ya Allah, Siapa yang tega berbuat seperti ini padaku dan Ainun? Ainun? Semoga Kau tak membenciku. Ini fitnah Ainun! Fitnah? Aku memcintaimu! Tidak mungkin aku melakukan hal serendah itu!" Batin Asyfal sepanjang perjalanan gontai menuju rumahnya.
Asyfal sama sekali tidak tau kalau dalang nya adalah Sean. Dan Ia juga tidak berfikir buruk tentang Sean, apalagi menuduh Sean yang telah melakukan 'Fitnah' ini. Sungguh Asyfal yang Na'if.
Untung saja tak ada yang melihat kekacauan Asyfal.
Sampailah Asyfal ke rumahnya.
Kebetulan Sang Ibu berada di ruang tamu.
"Assalamu'alaikum" Ucap Asyfal lirih.
Sang Ibu menoleh untuk melihat Anak semata wayangnya, karna Sang Ibu telah menunggu lama kedatangan Asyfal sedari tadi.
"Wa'alaikumsa... lam" Ucap Sang Ibu terbata.
DEG!!
Sang Ibu terkejut bukan kepalang.
Beliau histeris melihat Anak Lelakinya yang sudah babak belur dan tentunya sangat kacau.
Karna baru kali ini, Ia melihat Asyfal babak belur.
"Asyfal! " Teriak Sang Ibu.
Dengan berlari sang Ibu mendekati Asyfal.
"Ya Allah Asyfal kamu kenapa?! Masya Allah muka kamu?!" Teriak Sang Ibu histeris.
"Abi! Abi! Asyfal Bi! Abiiii! "Teriak sang Istri memanggil Suaminya.
"Sudah Mi, Asyfal tidak papa" Terang Asyfal sembari melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Sang Suami yang mendengar teriakan histeris sang Istri segera menemui nya.
"Iya Mi ada apa? " Tanya Abi .
Abi terkejut melihat keadaan Asyfal.
"Masya Allah Asyfal kamu kenapa Nak?!" Tanya Abi dengan wajah tak kalah cemas dengan keadaan anaknya.
"Nggak papa Bi, Asyfal nggak papa" Tegas Asyfal.
"Kalian nggak usah hawatir" Ucap Asyfal lirih. Pemuda itu tetap melanjutkan langkahnya menuju kamar tidur.
BRUK!!
Tiba-tiba tubuh jangkung Asyfal jatuh ke lantai granit di dalam rumahnya.
"Asyfal! "Teriak Abi dan Umi histeris. Beliau menangis sejadi-jadinya.
"Asyfal! bangun Asyfal! Asyfal!" Teriak Umi sambil mengguncang-guncangkan badan Asyfal.
"Kita bawa ke Rumah Sakit Mi!" Ucap Abi.
"Ayo Abi sekarang!" Teriak Umi yang tangisannya semakin kencang.
"Pak Dirman! " Panggilan Abi untuk supir pribadinya.
"Iya Tuan" Jawab Pak Dirman yang sudah datang.
"Pak Dirman! Tolong siapin mobil sekarang! Kita bawa Asyfal ke Rumah Sakit sekarang. " Perintah sang Tuan.
"Iya Tuan" Jawab sang supir yang di sertai anggukan.
Sampailah Keluarga Asyfal di Rumah Sakit.
Asyfal masuk ruangan UGD.
Di Rumah Sakit Asyfal di temani oleh Abi, Umi dan Gadis rese Sista Maharani.
Sang Ibu yang tak henti-hentinya menangis, sedang Sang Abi mondar-mandir memikirkan keadaan Asyfal.
Sedang Sista, Ia merasa menyesal. Karna Sista juga telah ikut andil dalam kejahatan yang dilakukan Sean dan menyebabkan Asyfal sampai masuk ruang UGD.
Sista terlihat sangat gelisah.
__ADS_1
"Aduh! Bagaimana ini! Kalau sampai Keluarga Asyfal lapor polisi, bisa-bisa Aku bakalan kena juga" Batin Sista gelisah. Ia takut kalau kejahatannya terbongkar.