
Kabuuurrrrr
Setelah berhasil turun dari mobil seorang lelaki yang telah Ainun anggap sebagai preman atau lebih tepatnya telah menculik dirinya.
Entah kekuatan dari mana Ia bisa lari dari kungkungan preman itu.
Memang biasanya kalau orang yang sedang ketakutan, akan lari lebih cepat dari apa yang dibayangkan.
Tak ingin membuang waktu lama Gadis itu segcepat kilat mengambil langkah seribu!! Alias lari!
Sang preman yang menyadari kekaburan gadis Tuan nya segera tancap gas mengejar gadis yang lari itu, tanpa harus 'Melongo' terlebih dulu atau tetap berdiri di tempat dulu dan mengatakan 'Hey! jangan lari kau! ' seperti yang selalu di putar di acara televizi di planet pluto .
Preman itu berlari bukan diam dulu di tempat! tapi mengejar Ainun beserta teriakan "Hey! jangan lari!"
Dan Ainun tetap terus berlari dengan kekuatan penuh! Tentunya tanpa menoleh ke belakang tanpa menghiraukan teriakan preman yang mengejarnya itu.
Ia berlari dengan detakan jantung yang seakan seirama dengan pelarian kakinya. Ia terus saja memegangi dadanya yang berpacu sangat cepat. Ia takut kalau nanti jantungnya bisa copot kalau tidak Ia pegang. Pikirnya.
Ia berlari sambil berteriak minta tolong.
"Tolong! tolong saya! " Teriak Ainun sepanjang perjalanan sambil menangis terisak. Berharap Ia segera di tolong seseorang atau warga mungkin.
Namun nahas! Acara kabur kekaburan gagal total.
Ia berlari sekuat tenaga yang Ia punya dan akirnya terhenti saat baju gamis nya terasa di tarik oleh seseorang..... preman tentunya.
Sebab tarikan itu, tubuh Ainun terhuyun ke belakang .
Dan preman itu berhasil menangkapnya.
"Aaaa.. tertangkap juga kamu! Mau kemana kamu sekarang gadis nakal! " seru preman seraya tersenyum licik penuh kemenangan karena telah berhasil menangkap Ainun.
"Tot... to.. loo.. ng leppas.. kan.. saa... ya" Pinta Ainun dengan suara yang bergetar hebat dan wajah memelas bahkan sangat memilukan itu.
Sungguh keadaan Ainun sekarang sangat berantakan, acak acakan. Sudah seperti pengemis gembel. Dengan wajah memilukan, Hidung memerah, mata bengkak, mata memerah. Ya! Ainun menangis tanpa jeda! Kalian tau?
Tangan mungil Ainun di cengkram erat oleh sang preman. Sampai Ainun meringis merasa sakit di pergelangan tangannya.
"Tolong.... tolong... tolong " Teriak Ainun histeris. Seakan suara yang Ia miliki takkan pernah habis untuk berteriak histeris.
Merasa sudah terpojok dan tidak akan bisa lolos lagi. Ainun merapalkan segala Doa sampai Ayat kursi pun Ia ucapkan.
Mungkin Doa nya terjawab, di tengah keadaan yang sangat mencekam terlihat segrombolan warga yang lewat.
Mungkin keberuntungan sedang berpihak padanya sekarang.
Ainun terus saja berteriak berharap warga peka dan segera menolongnya. Rasa tenang terbesit dalam hatinya walau hanya secuil.
"Tolong! Tolong! Tolooooongg!!" Teriak Ainun histeris dan sangat melengking memekakkan telinga guna memancing para warga agar menolong nya.
Sang preman pun sangat panik di buatnya. Gadis ini sungguh sangat menyebalkan. pikir preman tadi.
Mungkin para warga curiga melihat seorang gadis yang pemampilan nya sangat kacau dan berteriak histeris minta tolong karena bersama seorang lelaki yang seperti seorang Anak buah Tuan besar itu bergerak cepat menghampiri Ainun dan preman itu.
Dan terlihat juga salah satu dari mereka memanggil orang-orang agar mendekat ke arah mereka.
Merasa langkah para warga semakin mendekat cepat, Ainun semakin senang .
Tak ingin kehilangan kesempatan emas ini, Ainun segera mengutarakan niatnya untuk meminta pertolongan dari para warga.
"Pak tolong saya! Saya di culik bapak ini!" Teriak Ainun dengan wajah sangat ketakutan.
Sang preman terlihat sangat gelagapan dan sangat bingung di buatnya.
Mendengarkan penuturan Ainun para warga pun merasa sangat geram dengan lelaki garang itu dan berniat hendak menghakimi nya.
"Ooo! Kurang ajar! Kita pukuli saja lelaki ini! "Teriak salah satu warga mengompori para warga lainnya agar menggebuki tubuh preman itu.
"Tunggu! Saya tidak menculiknya!" Elak preman tadi Mencoba tenang dan tidak terpancing . Karena memang Ia benar tidak menculik nya, toh itu adalah perintah dari majikan nya.
"Alah! Gak usah ngelak kamu! udah jelas jelas kamu nyulik nih gadis! Udah pukulin aja!" Teriak warga yang lain juga semakin memanasi warga yang lain.
"Udah pukulin aja ayo!" Teriak warga satunya lagi mengompori warga lainnya yang sudah panas melihat peristiwa penculikan ini.
"Ayo pukulin! "Seru warga yang lain juga tak kalah panas
Mendengar keributan ini, para warga lainnya berdatangan untuk menyaksikan maupun ikut melakukan pengroyokan itu.
Keadaan semakin lama semakin panas ditambah dengan teriakan teriakan panas saling mengompori satu sama lain.
Memang sebenarnya Anak Buah Sean ini juga sangat tangguh untuk menghadapi para warga tapi sangat kecil kemungkinan untuknya bisa menang, melihat para warga yang semakin banyak berdatangan melihat aksinya.
Di samping itu juga takut kalau Ainun akan melarikan diri darinya, jadi ia akan tambah susah jika Ainun benar-benar kabur darinya.
Preman itu sudah sangat terpojok karena telah di kepung oleh para warga yang semakin lama semakin banyak.
Saat ini pikiran preman itu tumpul. Tidak bisa berfikir jernih karena genting nya keadaan.
"Ayo pukulin! Nggak usah kelamaan! " Teriak salah satu warga.
__ADS_1
Kemudian mereka serentak mendekat kearah preman tadi agar secepatnya menghakimi nya.
BUGH! BUGH!! BUGH!!
Tubuh preman itu berhasil terkena pukulan maha dahsyat dan membabi buta dari para warga yang merasa kesal oleh perbuatan preman ini.
Melihat preman yang menculiknya sudah di kepung oleh para warga, kini Ainun segera ber-Ancang-ancang untuk melarikan diri.
Walau tubuh nya sedikit lemah tapi Ia tetap berusaha untuk melarikan diri. Setidaknya Ia akan menjauhi para preman yang telah sangat kejam menculik nya untuk mencari bantuan agar Ia bisa pulang segera.
Ainun memutar badan dan hendak berlaariii...... dan.
BUGH!
Ainun menabrak tubuh seseorang dan terhuyun ke belakang hampir saja terjatuh jika tidak di tangkap oleh seseorang. Dan
'Keluar dari lubang buaya malah masuk ke kandang singa'
Tidak jatuh, tapi tertimpa tangga?!
Ya! Siapakah yang telah bertabrakan dengan Ainun?!
Preman! Ya! preman yang telah menculik nya. Preman yang tadinya berpamitan ke toilet.
Seketika wajah Ainun berubah pias
Raut wajah berubah menjadi pucat pasi raut seperti mayat. wajah lega menguap begitu saja terbawa angin ,tanpa menyisakan sedikit saja untuk nya.
Preman itu tersenyum licik, mata melotot tajam sempurna seperti pedang yang siap menghunus tajam ke arah sasaran.
Rencana kabur Ainun menghilang entah kemana pergi nya. Seakan telah di telan oleh mata preman itu.
Segera di genggam nya tangan mungil Ainun dengan kasar yang masih menyisakan bekas kebiruan akibat cengkraman dari preman yang sedang di gebuki oleh warga, lantaran telah tertuduh menculik dirinya.
Rasa sakit di pergelangan tangan nya seakan tidak berarti apa-apa baginya selain rasa takut yang sedang menguasai seluruh jiwa dan raga nya.
Lalu dengan tanpa peri kemanusiaan preman itu menyeret Ainun menuju teman nya yang telah di gebuki oleh para warga karena ulah calon istri dari Tuannya itu .
"Hentikan!" Teriak sang preman dengan suara yang sangat lantang.
Seketika permainan kroyokan itu berhenti. Seperti dunia ini seakan berhenti berputar.
Ya! sebagai seorang teman pasti akan melindungi teman nya di saat keadaan yang sangat sulit sekalipun.
"Hey lihat itu teman nya! Kalau begitu dia juga sama dengan orang ini" Ucap salah satu warga sambil menunjuk lelaki yang hampir tak berdaya akibat pukulan bertubi-tubi yang telah mampir di tubuh nya.
Lelaki ini seketika tercengang, namun tetap menampakkan wajah datar nya.
Entahlah, apakah pria ini juga akan bernasib sama dengan teman nya yang tragis itu?!.
"Tunggu! Kalian jangan bodoh! Atau aku akan laporkan kalian ke polisi!" Ancam nya dengan wajah yang sangat menakutkan.
Rupanya para warga yang mendengar ancaman itu seakan tak peduli.
"Alah jangan percaya! mungkin itu hanya akal-akalan saja biar kita bebasin! " Sarkas warga lain yang mulai erosi. Eh emosi!
Lelaki suruhan Sean itu tak habis pikir. Ia terus memirkan sesuatu.
"Haha kalian jangan bodoh! Mana mungkin aku berani panggil polisi jika aku salah!" Kilah nya lagi dengan wajah kemenangan nya.
Para warga tertegun akan ucapan lelaki garang ini.
Mereka pada mengangguk anggukan kepala nya.
Tapi ada juga yang berbisik-bisik.
Tak ingin aksi nya gagal. Ia berpikir keras.
Sebelum pertanyaan itu terlontar dari mulut penasaran para warga ahirnya Ia mengucapkan nya.
"Apa kalian pikir kami menculik Gadis ini?" Ucapnya lantang.
"Iya! Dan Gadis itu terlihat kacau dan berteriak minta tolong!" Ucap warga lagi.
"Gadis ini adalah anak majikan kami yang kabur dari rumah! " Ucap preman itu sekena nya.
"Kalau kalian tidak percaya! Tanya saja pada Gadis ini!" Lanjut Preman ini.
"Iya kan Non?" Tanya preman itu dengan raut wajah mengancam.
Ainun semakin ketakutan melihat ekspresi menyeramkan itu. Ia hanya bisa menangis.
Para warga tak langsung percaya begitu saja. Hingga satu pertanyaan pun terlontar.
"Nggak usah takut dek, jujur saja ,kami akan menolongmu! " Saran salah satu warga.
"Iya benar! katakan saja tidak usah takut " Ucap warga lagi.
Gadis itu menggeleng cepat sambil menangis ketakutan tercetak jelas di wajah melas nya.
__ADS_1
"Apa maksudnya? Katakan saja nak! tidak usah takut! Kami akan melindungimu! " Ucap warga lagi dengan penuh keyakinan.
"Ssa ya di ccu lik pak! " Desis Ainun penuh penekanan.
"Oooo!! Dasar kurang ajar! Ayo kita gebuki saja orang ini sekalian! " Seru para warga yang sudah naik pitam.
Seketika para warga hendak menghambur untuk memukuli preman itu dan.
"Stop! Jangan mendekat! Aku akan buktikan! Kalau kalian berani menyentuhku! Aku tidak segan-segan menjebloskan kalian ke penjara atas tuduhan penganiayaan! " Gertak preman itu dengan lantang.
Para warga pun berhenti. Mereka takut kalau ancaman itu benar adanya.
"Apa Buktinya?!" Sarkas warga untuk memastikan kebenaran ucapan lelaki itu.
"Aku akan tunjukan kartu identitasku!" Ucap preman itu sambil merogoh kantung celana nyaa mengeluarkan dompet miliknya. Lantas menyodorkan kartu identitas miliknya ke salah satu warga.
Kartu identitas dengan nama "Ruhut simanjuntak" Asal medan dan yang menjadi perhatian sekarang adalah profesi nya.
profesi lelaki tersebut ialah "Bodyguard" membuat para warga tercengang.
"Saya adalah Bodyguard yang di sewa untuk melindungi gadis ini selaku anak dari majikan saya! " Tegas preman itu dengan lantang.
Bodyguard?! Apa itu? Pikir Ainun.
Berarti itu bukan preman? tapi Bodyguard! Gadis itu bahkan tidak tau apa itu bodyguard.
Semua para warga yang menyaksikan hanya bisa ber Oh ria dan menganggukkan kepala nya mengerti termasuk Ainun.
"Ohh! Maafkan kami, karena telah memukuli teman Anda" Ucap salah satu warga merasa bersalah.
"Sekarang lepaskan teman saya!" Pinta Bodyguard itu.
Kemudian mereka melepaskan tawanan yang telah mereka gebuki. Dengan langkah pelan bodyguard itu berjalan menghampiri teman nya dan juga Ainun.
"Pak Tolong saya! Mereka bohong! Mereka telah menculik saya! " Pinta Ainun memelas sambil menangis ketakutan.
"Sudahlah Non, sebaiknya Non pulang, Papa sama Mamah pasti nyariin Non. Kalau kami tidak berhasil membawa Non pulang. Kami akan di pecat papa Non" Kilah Bodyguard itu pada Ainun dengan raut muka memelas, seakan Ia berbicara pada Nona nya. Serta untuk meyakinkan para warga agar semakin percaya atas kebohongan nya.
Sungguh cerdas sekali Bodyguard sewaan Sean ini. Tak salah kalau Ia mengutusnya menculik Ainun.
"Tidak! Di diaa bohong! Saya benar-benar di culik Pak! Saya mohon tolong Saya!" Ucap Ainun dengan raut muka memelas memilukan saking berharap dan cemas dirinya saat ini.
"Sudah dek, adek pulang saja. Kasian orang tua adek nyariin" Ucap salah satu warga.
Dasar warga kurang peka! Gitu aja langsung percaya.
Ainun tercengang, nafasnya tercekat di tenggorokan. Ketakutan yang Ia rasakan semakin menjadi, tatkala para warga sudah percaya. Kini apalagi yang Ia harapkan!?
Semuanya sudah hancur!
"Ayo Non, kita sudah di tunggu Tuan" Ucap Bodyguard tadi.
Terlihat sekali Ainun enggan mengikuti perintah Bodyguard itu, lihat saja Ainun dan bodyguard itu seperti tarik menarik.
Bodyguard itu menarik tangan Ainun dengan sangat kasar tapi terlihat santay, hanya tenaga nya yang sangat keras menarik tangan Ainun, Ia hanya tidak ingin terlihat warga menyakiti Nona nya.
Ainun tidak dapat memberontak, karena tenaga nya kalah telak dengan Bodyguard yang seperti kingkong itu. Ia hanya pasrah dengan langkah terseok-seok.
Sambil menangis sesegukan dan tentunya sangat memilukan.
Para warga yang melihat Ainun hanya bisa mengasihani Gadis malang itu, tanpa berani membantunya. Takut kalau tindakan mereka bisa membawa ke Kantor polisi. Mereka hanya bisa berdoa untuk keselamatan Gadis itu.
Sampailah mereka di mobil untuk melanjutkan perjalanan pulang.
Ainun sangat enggan untuk masuk ke dalan mobil.
Karena tidak sabar, kemudian Bodyguard itu mendorong paksa kepala Ainun untuk segera masuk.
Dengan posisi seperti sebelumnya. Dua Bodyguard di depan. Dan Ainun duduk di belakang kemudi.
Dengan cepat mobil itu melaju.
Saking rapuhnya Gadis itu seakan seperti tisu yang telah basah, tak ada harapan lemah tak berdaya.
Ia hanya bisa meratapi nasib nya sekarang, dan meratapi akan keadaan yang akan Ia trima.
Betapa buruk nasibnya. Ia harus pergi di saat sang Ibu sangat membencinya. Entahlah, tiba-tiba ingatannya kembali ke beberap jam yang lalu disaat Ia di usir oleh sang Ibu tanpa bisa menjelaskan bagaimana yang sebenarnya terjadi, dan Itu fitnah!.
Isakan nya lolos begitu saja.
Seakan takdir begitu tidak adil untuknya.
"Hey hentikan mobilnya" Pinta Bodyguard yang telah babak belur itu tiba-tiba.
"Kenapa? Ada apa? " Tanya Bodyguard satunya lagi selaku supir itu dengan dahi berkerut.
"Aku akan memberi pelajaran pada Gadis itu! " Ucap Bodyguard itu sambil mengeluarkan seringaian licik nya .
Apa yang akan di perbuat Bodyguard itu yaaa????? 😂😂
__ADS_1