
"Mencintai Orang yang tidak mencintaimu itu, Ibarat memeluk kaktus. Semakin erat Kau memeluk nya, maka semakin engkau akan tersakiti oleh duri nya. Semakin engkau mencintainya semakin engkau akan menerima kesakitan yang luar biasa"
Ungkapan yang sangat cocok untuk menggambarkan apa yang telah Sista rasakan.
*****
Sista dan Sang Ibu, keluar dari ruangan Asyfal dengan perasaan 'Dongkol'
Apalagi Sista, Hati nya bagai di iris-iris oleh sembilu.
Bagaimana tidak, Orang yang sangat Ia cintai telah melakukan perbuatan 'Mesra' dengan kekasih nya. Padahal Sista bukanlah siapa-siapa bagi Asyfal. Sista hanya Gadis egois yang mencintai orang yang tidak mencintai nya bahkan sangat membenci diri nya.
"Kalian berani membuat Api sekarang, tapi lihat saja nanti. Aku yang akan menang karena sudah berhasil membakar Kalian! Tunggu pembalasanku Asyfal Ainun!" Batin Sista Murka. Setelah itu terbit lah senyum menyeringai dari bibir jahat nya.
Tiba-tiba Sista teringat dengan Tuan Sean, Bob dan Steven Partner jahat nya.
"Oiya! Aku kan punya Mereka, Aku bisa membuat Asyfal dan Ainun celaka. Dan ladang uang juga sangat menguntungkan bagiku. Apalagi sekarang aku butuh uang" Batin Sista lagi sambil tersenyum miring.
Di saat Asyfal dan Ainun berjuang tanpa pamrih, tanpa saling menuntut. Saling memberi kasih dan perjuangan. Bukan hanya membutuhkan. Apa yang di berikan tak pernah Ada harapan ingin di balas. Saling pengertian.
Tak pernah saling memenfaatkan.
Lain halnya dengan Bob dan Sista. Mereka mungkin akan menjadi pasangan yang serasi, se iya sekata.
Bagaimana tidak, mereka mempunyai timbal balik yang tidak ada bedanya ,lebih tepat nya Sama alias 'Klop'. Lebih tepatnya 'Saling memanfaatkan'.
Seseorang yang hanya bermaksud ingin memanfaatkan seseorang, maka ia juga akan di pertemukan dengan orang yang juga akan memanfaat kan dirinya.
"Lelaki dan perempuan telah di ciptakan berpasang-pasangan. Dan Lelaki yang Baik akan bersanding dengan perempuan baik. Dan sebaliknya, Lelaki yang buruk akan di pertemukan dengan perempuan yang buruk juga"
********
Kini Sista telah mendapatkan penawar rasa sakit yang tengah Ia rasakan. Rasa terbakar api cemburu yang sangat berkobar membakar hati dan seluruh tubuh nya terasa sangat panas.
Ia segera menghubungi Bob untuk meminta bantuan, atau lebih tepat nya 'Memanfaatkan' Bob. Karena Ia tidak mempunyai kontak Sean. Jadi Ia harus menghubungi Bob sebagai perantara rencana jahat nya.
Lalu Sista merogoh tas yang Ia tenteng untuk mengambil Ponsel nya dan segera menekan nomor Bob dan mengirim pesannya.
"Bob, Aku punya berita bagus, bisa kita ketemu?" Isi pesan Sista pada Bob
Pesan telah terkirim.
Drt drt drt
"Jangan bermain-main. Dan cepat katakan berita tentang apa! " Balas Bob.
"Berita tentang Asyfal dan Ainun" Balas nya kepad Bob.
"Oke, aku akan menjemputmu. Kirim alamat nya sekarang" Balas Bob.
"Aku sekarang berada di Rumah Sakit XXXX" Balas Sista.
"Siapa yang sakit?" Tanya Bob basa basi.
"Asyfal masuk Rumah Sakit karena ulahmu dan Tuan mu!" Balas Sista
__ADS_1
"Apa Aku bisa mendapatkan Upah dari Bos mu atas apa yang akan Aku katakan nanti?" Tanya Sista lagi sambil tersenyum senang.
"O iya tentu! Upahmu berdasarkan berita yang akan kau berikan" Balas Bob.
"Oke, aku tunggu kedatangan mu" Balas Sista.
"Secepat nya aku akan tiba" Balas Bob lagi.
********
Saat ini Sean dan kedua Anak buah nya mengadakan pasta karena rencana nya telah berhasil.
Drt drt drt
Ponsel Bob berbunyi. Menandakan pesan masuk.
"Ganggu orang lagi seneng aja sih!" Dengus Bob kesal.
Dengan tindakan malas Ia segera meraih ponsel nya. Dan membuka isi pesan yang telah menyebabkan ponsel nya berbunyi.
Ternyata Sista yang menghubungi nya.
Kini raut wajah yang mula nya sinis telah berganti dengan senyuman.
Apakah Lelaki macam Bob ini telah jatuh hati dengan Sista? Entahlah kita lihat saja nanti.
"Bob, Aku punya berita bagus, bisa Kita ketemu?" Isi pesan Sista.
Kini tatapan Bob beralih ke Sean.
"Cepat berikan ponsel mu!" Ujar Sean datar dan amarah nya telah datang.
"Baik Tuan" Jawab Bob penuh hormat seraya menyerahkan ponsel milik nya.
Ponsel sudah berada di tangan nya dan segera Ia membalas pesan Sista.
"Jangan bermain-main. Dan cepat katakan berita tentang apa!" Ketikan jari Sean di ponsel milik Bob dan Ia kirim ke Sista.
"Berita tentang Asyfal dan Ainun" Balasan dari Sista.
"Jawab pesan dari Gadis sialan ini!" Ucap sean pada Bob sambil menyerahkan ponsel milik Bob.
"Baik Tuan" Jawab Bob dengan patuh.
"Emb maaf Tuan, apa yang harus Saya lakukan sekarang?" Tanya Bob takut dan Ada sedikit keraguan dalam diri nya.
"Dasar Bodoh! jemput Dia sekarang! " Sentak Sean pada Bob atas kebodohan Anak buah nya itu.
"Maafkan Saya Tuan" Jawab Bob takut.
Lalu Ia mengirim pesan untuk Sista.
"Oke Aku akan menjemputmu, kirim alamat nya sekarang" Balas Bob.
"Aku sekarang berada di Rumah Sakit XXX" Isi pesan Sista.
__ADS_1
"Siapa yang Sakit?" Tanya Bob basa basi.
"Asyfal masuk Rumah Sakit karena Ulahmu dan Tuan mu! " Balas Sista.
"Tuan ,Asyfal masuk Rumah Sakit" Ucap Bob pada Sean.
"Bagus, itu akibat nya karena telah berani denganku!" Ucap Sean tersenyum menang.
"Tapi, bagaimana kalau kasus ini dibawa ke Polisi?" Ujar Bob takut.
"Dasar bodoh! Apa Kau meremehkan ku!" Bentak Sean yang kini telah tersulut emosi dengan ucapan Bob yang menurut nya telah meremehkan dirinya.
"Ti tidak Tu Tuan, bukan itu maksud Saya" Ucap Bob terbata sekaligus gugup dan takut.
"Maaf kan Saya Tuan" Lanjut Bob lagi.
"Sudahlah! " Ujar Sean datar. Kemudian Ia melanjutkan minum nya.
Ponsel Bob berbunyi lagi.
"Apa Aku bisa mendapatkan upah dari Bosmu atas apa yang akan Aku katakan nanti?" Isi pesan Sista.
Setelah membaca pesan dari Sista, kini pandangan Sista beralih pada Sean.
"Katanya apa Dia akan mendapat upah dari Tuan?" Tanya Bob pada Sean.
"Dasar Wanita mata duitan! Bisa-bisa nya Dia memanfaatkan ku! Oke! Aku akan berikan uang padanya, Dan wanita itu juga akan aku manfaatkan jika aku butuh. Satu lagi, Jika Dia berani macam-macam Aku akan membunuhnya" Ujar Sean tersenyum sinis.
"Jawab seperlunya saja"Lanjut Sean datar.
"Baik Tuan" Jawab Bob sopan.
Kini tatapan mata nya beralih pada ponsel nya.
"O iya tentu! Upahmu berdasarkan berita yang akan Kau berikan" Balasan dari nya untuk Sista.
Pesan telah terkirim.
"Jangan mengulur waktu! Cepat kalian pergi sekarang! Jemput Wanita Itu dan bawa kemari!" Ujar Sean tiba-tiba dengan wajah murka.
Baik Bob maupun Steven, Terkejut atas ucapan kasar Sean yang menyuruh mereka agar segera pergi menjemput Sista.
"Oke Aku tunggu kedatanganmu" Balas Sista lagi.
"Secepat nya Aku akan tiba" Balas nya lagi untuk Sista.
Kemudian Bob bersama Steve menuju Rumah Sakit. Eits! bukan menjenguk Asyfal ya? Ngapain? ya, jemput Sista lah!.
Mereka naik Mobil untuk menjemput Sista.
Tak butuh waktu lama, sampailah Bob dan Steve di Rumah Sakit
Dan membawa Sista menuju markas Sean. Untuk membicarakan berita dari Sista. Dan merencanakan rencana jahat seperti biasa.
Dari tadi memang Steven tidak mengeluarkan suara. Entah apa yang di pikirkan oleh Steve saat ini.
__ADS_1