Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
pertemuan 2


__ADS_3

Ainun berjalan lirih dari rumah nya. Ia sangat merasa bersalah telah membohongi Ibu nya dengan berkata bahwa ia akan menemui teman nya 'Nur'.


Ia dan kedua kakinya juga tidak sadar telah melakukan hal ini.


Antara kaki dan hati tidak bisa di ajak kompromi. Bahkan kaki nya berjalan tak tentu arah dan tak tahu kemana akan pergi.


Entahlah apa yang akan Ainun lahkukan sekarang.


Bahkan Ia telah berjanji untuk tidak menemui ajakan Asyfal. Tapi mengapa Ia nekat untuk pergi?


Mungkin saja Ainun hanya pergi ke tempat lain dan tidak menemui Asyfal. Positif thinking aja dulu.


Tapi tunggu dulu, kita ikuti saja kemana Ainun pergi. Siapa tau Ia berubah fikiran.


Entah kedua kakinya mendapat bujukan setan atau ia berjalan tanpa kesadaran.


Sudah lama Ia berjalan entah di sengaja atau tidak Ia berjalan menuju bukit yang di janjikan oleh Asyfal.


Langkah nya terhenti seakan berfikir.


Apa Ainun mengingkari janji yang telah Ia buat sendiri?


Entahlah kita lihat saja apa yang akan Ia lakukan nanti nya.


Sekarang sudah pukul Delapan lebih tiga puluh Lima menit pagi.


Dan sekarang Ia hampir sampai ke Bukit itu.


Tapi ternyata kedua kaki nya berjalan melewati jalan masuk ke bukit indah itu.


Oh, itu berarti Ainun tidak jadi masuk untuk menemui Asyfal.


Malaikat lega Iblis pun tersiksa!


Tapi Iblis Jahannam tidak akan menyerah begitu saja!


Berbagai macam cara akan Iblis lakukan asal manusia-manusia tersesat dan melenceng dari jalur lurus. Termasuk Ainun. Iblis pun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan empuk ini.


Saat ini Ainun sedang di landa kebingungan dan kegelisahan tingkat paling tinggi. Iblis pun memanfaatkan kegentingan yang tengah di rasakan Ainun.


Iblis berhasi membujuk Ainun kembali menuju bukit itu.


Selangkah Dua langkah kakinya hampir memasuki kawasan Bukit indah itu.


Entah dorongan darimana Gadis itu tiba-tiba berubah fikiran untuk bersedia menerima ajakan seorang pemuda 'Bukan Muhrim'


Padahal Dirinya telah berjanji untuk tidak akan menemui nya.


Tapi tiba-tiba langkah nya terhenti lagi.


Ia berfikir lagi.


Perlahan kedua kaki jenjang itu mundur selangkah dua langkah dan berbalik .


Ia tidak jadi masuk ke Bukit itu dan berjalan keluar dengan langkah pelan.


Di luar bukit itu Ainun mondar mandir. Seakan keteguhan hati nya goyah. Ia di uji oleh emosi, nafsu dan rindu nya sendiri.


Saat ini seluruh jiwa raga Ainun kompak meyerukan untuk menemui Asyfal. Mereka seakan tak peduli dengan janji yang telah diri Ainun ucapkan semalam.


Tapi Iblis juga tidak akan menyerah begitu saja. Mana Ada Iblis yang mau menyerah membujuk manusia agar mengikuti jejak keburukan nya.


Oh tidak! suara sumbang itu datang lagi! Suara itu mencoba meruntuhkan pertahanan Ainun!


"Ainun? mau kemana kamu? Kamu sudah sampai kesini kan?! Temui saja kekasihmu itu! tidak akan terjadi apa-apa Ainun! kalian tidak akan melakukan apa-apa nanti nya! percaya pada dirimu sendiri ! kamu kan bisa menjaga kehormatan diri" Bujuk Iblis .Bagi Ainun bujukan itu seperti buah simalakama.


"Oh, iya aku kan bisa menjaga diri aku tidak akan melakukan hal yang dapat merusak kehormatan ku sendiri. Lagi pula Aku hanya memastikan Asyfal sudah datang atau belum" Batin Ainun.


Kau salah Ainun! itu mustahil!


Jika Dua insan telah bertemu apalagi di tempat yang sepi bukan tidak mungkin jika mereka tidak akan melakukan sesuatu.


Bujukan Iblis jahannam itu berhasil. Ainun kembali masuk ke dalam bukit itu.


"Aku hanya memastikan apa Asyfal sudah sampai atau belum" Ucap Ainun lagi daalm hati nya atas dasar alibi Iblis jahat untuk menjerumuskan Ainun ke jurang yang dalam penuh penistaan.


Perlahan tapi pasti kedua kaki Ainun melangkah masuk.


Semakin dalam langkah itu masuk. Langkah Ainun terhenti ketika mendengar suara halus nan menyejukkan hati.


"Jangan Ainun jangan! kamu akan menyesal nanti Ainun! percaya pada Dosa Ainun! jaga dirimu sebelum kau menyesal!" Ucap Malaikat mulia yang tak ingin melihat Ainun menyesal nanti nya.


Kali ini pikiran Ainun benar benar benar sangat rumit ibarat benang yang sudah ruwet dan tidak bisa di kembalikan seperti semula.

__ADS_1


Ia tidak bisa berfikir saat ini. Bujukan Iblis jahat telah mendominasi pikiran Ainun. Bahkan telah mencoba menghilangkan janji Ainun semalam.


Tiba-tiba Ainun berkata


"Tidak! jangan temui Asyfal Nun! Kalau sampai semua orang tau kalau kau menemui Asyfal. Ayah dan Ibu mu pasti akan malu Ainun ingat! " Batin Ainun mencoba menepis pikiran jahat Iblis yang menyerang nya secara bertubi-tubi.


Ainun diam di tempat dan tengah memikirkan sesuatu.


Kali ini langkah nya mantap meninggalkan Bukit indah itu.


Sekarang saat nya Malaikat yang bersyukur dan Iblis perlahaan mati terbakar. Karna gagal membujuk Ainun untuk menemui Asyfal.


Ainun berbalik hendak keluar meninggalkan jalan kecil dari bukit indah ini.


Oh tidak! Akhirnya ujian yang sesungguh nya telah tiba!


Asyfal berjalan menuju bukit ini. Ainun terpojok.


Keputusan keluar dari bukit indah ini harus ia pertimbangan matang-matang.


Ainun tidak mungkin keluar saat ini. Kalau ia keluar Ia pasti akan bertemu dengan Asyfal.


Mau tidak mau Ia harus kembali masuk ke dalam bukit itu untuk mencegah diri nya bertemu dengan Asyfal.


Iblis jahannam bersorak sorai. Ia segera mengundang semua kawanan nya untuk bergerak membantu misi jahad nya itu.


Ainun berlari masuk ke dalam bukit itu. Sedang Asyfal berjalan masuk ke bukit itu tanpa Ada keraguan sedikit pun.


Kini Ainun tengah bersembunyi. Jantung nya berdetak sangat cepat. Sekarang bukan hanya jantung. Tapi semua anggota tubuh Ainun pun bereaksi. Kulit tubuh nya mengeluarkan keringat dingin. Jari jemari lentik nya terus saja meremasi ujung kerudung yang tengah ia kenakan.


Kini otak nya harus berfikir keras tentang bagaimana Ia harus keluar dari bukit ini tanpa sepengetahuan Asyfal.


Keadaan yang tengah Ainun rasakan ibarat Gadis yang akan di bunuh dan Ia berusaha kabur dari seseorang yang ingin membunuh nya. Sangat menegang kan.


Sekarang Ainun dapat melihat Asyfal. Tapi Asyfal tidak mengetahui bahwa Ainun telah datang lebih awal dari nya di bukit indah ini.


Segera Asyfal memposisikan diri untuk segera duduk di atas rerumputan. Dengan posisi memunggungi Ainun.


Asyfal duduk dengan lutut di tekuk dan kedua tangan nya melingkar di lutut nya.


Sekarang Rindu dan Nafsu Ainun meronta-ronta seakan ingin menarik-narik Ainun untuk menemui Asyfal.


Ainun tidak menemui Asyfal juga tidak meninggalkan tempat ini.


Waktu berjalan begitu cepat.


Ainun tercengang melihat Asyfal menangis. Terlihat jelas di mata Ainun telapak tangan Asyfal tengah menghapus air mata yang membasahi wajah tampan nya.


Melihat pemandangan di hadapan nya. Take terasa Ainun pun menangis.


Asyfal seorang Lelaki saja bisa menangis, apalagi Ainun seorang perempuan yang mudah sekali rapuh.


Ainun yang saat ini dalam keadaan berdiri sekarang kedua lutut nya lemas seakan tak ber tulang.


Segera Ia menyenderkan tubuh nya di pohon besar tempat ia bersembunyi. Perlahan tubuh nya merosot ke bawah. Tubuh nya sudah tidak kuat menyangga beban Cinta, rindu, nafsu, dan segala nya terhadap Asyfal.


Ainun terduduk. Ia menangis tanpa suara. Segera Ainun menutup mulut nya takut Asyfal mendengar tangisan pelan Ainun.


Asyfal menangis Ainun pun menangis. Begitu besar nya cinta yang mereka miliki.


Ainun sekarang bagai tisu yang telah basah. Salah salah bisa sobek jika tidak hati-hati.


Dari kejauhan seseorang tengah mendoakan mereka.


"Oh Tuhan Ya Allah! Aku mohon satukan cinta mereka. Aku tidak tega melihat kisah cinta mereka. Tolong Ya Allah to long Asyfal dan Ainun" Ucap seorang yang temgah memperhatikan tangis mereka.


Ainun hanya bisa menangis tanpa bisa bicara, lidah nya kelu.


Apalagi berdiri pun susah.


Kini Ia sangat rapuh.


Di sisi lain Asyfal seperti merasakan sesuatu.


Sedang Ainun hendak menoleh ke arah Asyfal. Tapi nahas Asyfal sudah tidak berada di tempat nya.


Ainun segera beranjak karna Ia takut kalau Asyfal menemukan diri nya. Ainun sudah beranjak walaupun tubuh nya masih lemah akibat hantaman rindu yang menyerang nya hingga seluruh tubuh nya lemah tak berdaya.


Ainun hendak berbalik untuk segera meninggalkan tempat ini. Mengingat Asyfal sudah lebih dulu meninggalkan nya.


BRUK!!


Tiba-tiba tubuh Ainun menabrak tubuh seseorang . Ainun menerjap berkali Kali.

__ADS_1


Ia segera mendongak ke atas untuk melihat Siapa yang telah menabrak diri nya.


Oh tidak! Ainun terkejut bukan kepalang.


Sekarang Ainun telah terkunci. Ia sudah tidak bisa kemana-mana lagi. Kebingungan yang tengah Ia rasakan sekarang bertambah pesat.


"Asyfal" Batin Ainun. Dia pikir Asyfal telah pergi. Tapi nyatanya sekarang Pemuda tampan yang membuat nya rindu setengah mati itu sekarang telah berada tepat di hadapan nya.


Jantung Ainun serasa mau copot. Tubuh nya bergetar hebat.


"Sejak kapan kamu berada di sini Ainun" Tanya Asyfal dengan suara yang bergetar yang telah mati-matian Ia sembunyikan.


Ainun hanya terpaku tanpa bisa bergerak. Hanya jantung nya saja yang saat ini berdetak hebat.


Walaupun Ainun hanya diam saja tapi Asyfal tetap melanjutkan bicara nya.


"Ainun, Aku terkejut melihat mu sudah berada di sini. Trima kasih telah datang. Wlaupun kau datang tanpa mau menemui ku. Aku sudah merasakan kedatangan mu. Aku sudah sangat hafal semua tentangmu. Mungkin kau pikir aku takkan mengetahui keberadaan mu. Tapi aku tau jika kau berada di dekatku. Ya! karna Aku mencintai mu. Sangat mencintai mu! " Ucap Asyfal meyakinkan Ainun.


Entah Gadis itu menyesal atau bahkan Ia bahagia. Ia bahagia karna Asyfal pun juga mencintai nya. Tapi Ia juga menyesal .Karna dengan mengetahui hal itu Ia akan sangat tersiksa ke depan nya.


Ia mencintai Asyfal tapi tidak bisa bersanding dengan nya. Karna Ia telah terikat dengan Sean.


Di suasana sepi nan syahdu. Membuat nafsu itu membara


Mereka pikir disana hanya Ada mereka berdua. Mereka telah melupakan Allah, Malaikat, Makhluk take kasat mata, Iblis


Dan mungkin ada Manusia yang tengah menyaksikan pemandangan ini.


Iblis membujuk Dua Insan yang tengah di landa Rindu dan Nafsu yang sangat besar.


Asyfal dan Ainun mati-matian meredam emosi nafsu mereka masing-masing.


Tapi percuma. Ainun lah yang telah pertama Kali kalah menundukkan hawa nafsu nya.


Entah mendapat keberanian dari mana seorang Ainun yang terkenal sebagai wanita paling berseri wajah nya, paling sholeh ibadah nya, paling baik budi pekertinya. Dan yang paling "Birrul Walidain" (Artinya: Berbakti pada kedua orang tua).


Semua makhluk hidup yang kenal dengan sosok Ainun takkan percaya apa yang Ainun lakukan saat ini.


Tiba-tiba Ainun memeluk Asyfal.


Tangis nya seketika pecah membasahi baju Asyfal.


Atas dorongan nafsu dan rindu Ia telah melakukan nya.


Gadis sholeha itu telah melupakan bahwa di kanan dan kiri nya terdapat Malaikat Rokib dan Atid yang mengawasi nya tanpa Henti.


Rindu dan nafsu telah menipu mereka. Ketika setan berbicara, Malaikat akan meninggalkan dan melupakan tugasnya.


Asyfal terkejut seketika hatinya luruh. Ia takut kalau Ainun mendengar detak jantung nya.


Asyfal sangat mencintai Ainun. Kini Ia makin berani membalas pelukan Ainun. Mereka berpelukan.


"A ak ku sangat men cintai mu Fal!" Ucap Ainun suara nya bergetar karna ia tengah menangis sesegukan.


"Aku juga mencintai mu Ainun. Sangat sangat sangat mencintai mu! "Ucap Asyfal bergetar .


Kini Seorang pemuda yang gagah itu telah menangis untuk yang kedua Kali nya.


"taukah kamu Fal?! setiap waktu aku slalu mendoakan mu. Berharap kamu lah jodohku" Ucap Ainun masih sesegukan seraya mengeratkan pelukan nya pada Asyfal.


"Kau juga harus tau Ainun. Aku slalu bangun tengah malam untuk mendoakanmu agar kita bersatu kita berjodoh sampai mati" Ucap Asyfal masih dengan air mata yang mengalir. Kedua tangan nya masih memeluk tubuh Gadis yang bukan Muhrim nya.


Ainun Asyfal ingat! ini bukan mimpi kalian kemarin malam.


Ini nyata ! dan kalian sudah termasuk berzina.


Pelukan itu sangat lama. Hingga Para Malaikat berbaik hati untuk menyadarkan Dua Insan yang tengah di 'Mabuk Asmara'.


Ainun tersadar akan Dosa yang telah Ia lakukan. Ia sadar atas kelancangan nya.


"Astaghfirullah" Ucap Ainun seraya melepaskan pelukan nya pada Asyfal. Asyfal pun menyadari kesadaran Ainun Ia pun segera melepaskan pelukan Ainun.


Ainun berlari meninggalkan Asyfal.


Yang masih tertegun atas kejadian beberapa detik lalu.


"Ainun tunggu! " Teriak Asyfal.


Ainun sama sekali tidak menoleh atas teriakan Asyfal. Ia tetap berlari.


Ainun berlari karna 'Malu'. Ia menyesal karna menemui Asyfal. Ia menyesal atas dosa yang telah Ia perbuat karna memeluk Asyfal.


Di sisi lain Asyfal berjalan lambat menuju Batu besar di sisi sungai. Ia memikirkan sesuatu yang tengah menimpa nya dari kecil sampai sekarang. Bagaimana nasib cintanya dengan Ainun.

__ADS_1


__ADS_2