Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
-Bab 2- Asyfal pergi


__ADS_3

10 Tahun kemudian


*Ainun dan Asyfal beranjak dewasa*


"Ainun Shihab"


Kembang desa yang anggun dengan keshalihannya.


Anak sulung dari dua bersaudara.


Dia memiliki adik perempuan bernama 'Aini shihab'. Umurnya baru sepuluh tahun. Sama cantiknya dengan Ainun.


Gadis itu hidup dalam didikan Agama yang kuat. Meskipun bukan berasal dari keluarga yang kaya.


Semua orang menyebutnya 'Keluarga kurang mampu'


Ia terlahir dengan parasnya yang cantik alami, walaupun tanpa polesan sedikit pun. Berkat Air wudlu membuat paras cantiknya terpancar. Di tambah wajah putih bersih tanpa setitik pun noda yang mencemari kulit putih wajahnya.


Hidung bangir, mulut tipis terbentuk indah, berwarna pink kemerah-merahan alami tanpa lipstik. Membuat siapapun ingin mengecupnya.


Tak lupa kelopak mata nya yang indah. Yang tidak di biarkan Gadis itu di tatap oleh sembarang orang kecuali suaminya kelak.


Sungguh Gadis yang 'Sempurna'


Sedari kecil Gadis itu sudah cantik.


Ketika Gadis itu berjalan melewati para pemuda desa, dengan gamis panjangnya. Gadis itu slalu jalan menunduk. Tak pernah sekalipun memperlihatkan wajah indahnya.


Apalagi tubuh indah bak biola spanyol yang slalu ia tutup rapat-rapat. Dengan kulit tubuh yang putih bersih di balik gamis panjangnya.


Tidak ada pemuda yang berani menyapanya. Justru mereka menghormati Gadis itu.


Hanya decak kagum dalam hati para pemuda desa yang melihat ke Ayuan Gadis itu .


Betapa beruntungnya pemuda yang bisa menikahi Gadis yang sesempurna itu menurut para pemuda desa .


Tak terkecuali "Asyfal Mubarak"


Pemuda itu dari kecil sudah sangat mencintai Ainun. Tapi entah mentalnya belum memungkinkan pemuda itu untuk mengungkapkan perasaan cintanya pada Ainun. Dasar 'Mental Tempe'.


Entah apa yang membuat pemuda itu lebih memilih diam saja dari pada mengungkapkan cintanya pada Ainun.


Tidak ada yang tau alasannya.


Kecuali Ibunya.


"Asyfal Mubarak"


Pemuda desa yang sangat tampan.


Tubuh tegap tinggi atletis, walaupun bukan pemain basket.


Dengan ciri khas wajah Ke Arab-araban. Dengan hidung mancung meruncing. Lesung pipi yang ketika tersenyum membuat para gadis gadis meleleh. Mata yang teduh. Alis tebal. Bibir tebal yang indah.


Namun kulitnya sawo matang. Tapi terkesan sangat 'Manis'.


Idaman para Gadis Gadis desa. Ia Seorang anak tunggal. Kedua Orang Tuanya adalah pemilik pesantren. Yang jelas Ia adalah orang berada.


Sewaktu Asyfal masih di Desa Ia adalah santri di Pesantren Ayahnya. Penampilannya syahdu, membuat siapapun tak ingin melepaskan pandangannya.


Ditambah sikapnya yang sopan santun. Membuat nilai tambah bagi dirinya.


Apalagi saat Hari Jum'at, Hari dimana Ia menjadi pusat perhatian semua Gadis Gadis yang ia lewati saat pulang pergi Sholat Jum'at.


Asyfal ibarat aliran air yang menyejukkan apapun yang telah di lewatinya.


Betapa beruntungnya Gadis yang menjadi Istrinya kelak.


Semua Gadis mengagumi ketampanan Asyfal.


Tak terkecuali 'Ainun Syihab', bahkan gadis itu dari kecil sudah sangat mencintai Asyfal.


Tapi ia hanya mampu memendam perasaan Cintanya itu.


"Asyfal" dan "Ainun"


Saling mencintai, hanya sesekali pandangan yang bertemu menjadi saksi kisah cinta mereka.

__ADS_1


Mereka tidak menyadari kalau sebenarnya Mereka saling mencintai.


Entah apa alasan Asyfal Sampai ia memutuskan untuk kuliah di Ibu Kota Jakarta.


Kepergian Asyfal membuat Ainun harus menanggung 'Rindu' yang amat berat.


Akan halnya dengan Asyfal, ia juga nenanggung rindu pada Ainun.


Menanggung beban Rindu membuat Ainun sempat 'Sakit' selama dua minggu.


Asyfal meninggalkan luka bagi semua Gadis Gadis desa ,karna Mereka tidak bisa lagi memandang ketampanannya.


Selama Ainun dan Asyfal berpisah jarak membuatnya saling merindukan. Tidak ada satupun dari mereka yang mengungkapkan perasaan.


Entah sampai kapan cinta dalam diam ini akan bertahan dalam diamnya.


-----------


Tak terasa sudah dua tahun kepergian Asyfal.


Rindu itu masih saja semakin menyiksa keduanya.


Ainun dan Asyfal hidup dalam Rindu yang tiada ujungnya.


Apakah Cinta dalam diam ini akan segera berakhir?


Hingga Seorang pemuda 'Sean Wijaya Kusuma' Sangat mencintai Ainun.


Tapi Sean tak pernah menampakkan dirinya kalau mencintai Ainun.


Ia mencoba berbagai cara untuk mendapatkan Ainun. Karna Cinta telah membutakan matanya.


Juga naluri hatinya.


Memang parasnya tak setampan 'Asyfal' tapi pemuda itu terlihat sholih.


Juga bukan keturunan orang berada. Karna ia tinggal bersama dengan Paman dan Bibinya di Desa. Sejak umur sepuluh tahun. Entah, Orang Tua nya tidak ada yang tau. Suatu saat mungkin?


Sean telah melamar Seorang Ainun lewat izin kedua Orang Tua Ainun. Tanpa sepengetahuan Gadis ayu itu. Padahal Gadis itu baru berusia Dua puluh tahun. Sedang Sean baru berusia dua puluh tiga tahun. Hanya berbeda jarak tiga tahun saja. Karna Pemuda itu ingin segera mengikat Ainun.


Gadis itu terkesan tidak menyukai Sean. Bahkan secara terang-terangan ia tunjukan rasa ketidak sukaannya terhadap Sean.


Berbeda saat Ainun dengan Asyfal. Jujur memang sedari kecil Sean sangat cemburu saat melihat Ainun dan Asyfal tak sengaja bertatap muka.


Kemudian saling menunduk karna menyembunyikan senyum malu mereka.


Cemburu itu telah menguasai Sean hingga ia bertindak lebih gesit. Mengingat saingannya Asyfal tidak ada di Desa ini.


Tapi bukan karna Rupa maupun Harta yang membuat Gadis itu mencintai seorang Lelaki.


Tapi entah, cinta itu sudah tumbuh sedari kecil dengan sendirinya. Bersemayam dalam hati. Sedari kecil Ainun sangat mencintai Asyfal.


Ia sadar ia Gadis Miskin yang mengharap cinta seorang pemuda Kaya seperti Asyfal. Ibarat Langit dan Bumi.


Tidak ada pilihan lain selain gadis itu menerima lamaran seorang Sean. Tetap dengan proses 'Ta'aruf'. Pernikahan menunggu beberapa tahun karna Ainun menolak menikah muda.


Gadis itu sangat berbakti pada kedua orang tuanya. Hingga ia rela mengorbankan kebahagiaan serta menyingkirkan egonya untuk menerima lamarann seorang pemuda yang sama sekali tidak ia cintai. Bahkan sangat tidak ia harapkan melamarnya.


"Sampai kapanpun cintaku hanya untukmu Asyfal" Batin Gadis itu untuk dirinya sendiri. Apakah Ainun egois dengan mengucap begitu?


Ada rasa penyesalan serta kemarahan terhadap seorang Asyfal. Tapi Ainun tidak menyalahkan Asyfal atas hal ini.


Karna memang Asyfal tidak bersalah. Hanya Ainun Yang terlalu tinggi menggantungkan cintanya pada Seorang Asyfal yang belum tentu mencintainya.


Walaupun sebenarnya Asyfal sangat mencintai Ainun. Tapi Asyfal tidak pernah mengungkapkannya. Jadi Ainun tidak mengetahui bahwa cintanya terbalaskan. Hanya angan Ainun cintanya dapat terbalaskan oleh Asyfal.


Mungkin jika Ainun mengetahui Asyfal mencintainya. Bisa jadi Ainun akan menyusul Asyfal ke kota untuk memperjuangkan cinta mereka. Atau menolak perjodohan dengan Sean.


Tapi pemikiran Gadis itu tidak sebegitu dangkal! Ia memikirkan kedua Orang Tuanya yang telah menerima lamaran Sean.


Gadis itu slalu merutuki dirinya sendiri.


"Memangnya Asyaf mencintaimu Ainun? "


"Memang Asyfal terikat janji akan menikahimu? "


Tidak! Bahkan Asfal ,pemuda yang sangat di cintainya tidak pernah mengungkapkan perasaan cintanya!

__ADS_1


Kenapa Gadis itu menyalahkan perjodohan ini kepada pemuda tidak bersalah itu?!


Sadar Ainun! Sadar!


-------


Di kota Jakarta tempat Asyfal kuliah


Ia tinggal di tempat pakdhe dan budhe nya.


Atas permintaan pakdhe dan Budhe Asyfal.


Oh tidak! sebenarnya bukan mereka yang menginginkan supaya Asyfal tinggal bersama mereka.


Tapi 'Sista maharani' Anak kandung pakdhe dan Budhe Asyfal.


Sebenarnya sebelum Asyfal mencari tempat tinggal sementara atau 'Kost' Pemuda tampan itu menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat tinggal pakdhenya yang terletak di Jakarta. Kebetulan jarak dari rumah pakdhe ke tempat kuliah Asyfal lumayan dekat.


Ia menanyakan kost yang akan ia tinggali. Tapi 'Sista' dengan lancang menyuruh kedua Orang Tuanya untuk meminta Asyfal supaya tinggal dirumah mereka.


Apa mungkin Sista menaruh perasaan terhadap Asyfal?.


Drt.... Drt... Drt


Ponsel Asyfal bergetar menandakan ada pesan WA masuk.


"Assalamu'alaikum Asyfal, gimana kabar kamu di Jakarta? "


Pesan WA dari Andre, sahabat kental Asyfal.


"Wa'alaikumsalam. Alhamdulillah, baik .Oh iya gimana kabar kamu?. Ada apa? "


Balas Asyfal.


Asyfal tetap saja Asyfal. Yang masih sopan dengan gaya bicaranya. Jangan pikir ia akan berubah cara bicaranya dengan Gue atau elo. Tidak! Ia tetap menjadi pemuda yang baik. Walau pergaulan di Jakarta sangat mempengaruhi.


"Alhamdulillah saya di sini baik"


"Sebenernya" Belum juga dilanjut ngetik balasan untuk Asyfal. Tapi pesan itu sudah terlanjur terkirim.


Karna saking gugupnya Andre.


(Sebenarnya Andre sangat sungkan memberi kabar bahwa Ainun telah di lamar Sean. Ia tau Asyfal sangat mencintai Ainun. Tapi ia juga tidak tega pada sahabatnya. Juga takut sahabatnya kecewa. Tapi bagaimanapun juga ia tetap harus menyampaikan kabar ini. Dari pada suatu hari nanti ia akan di salahkan Asyfal. Karna ia tidak amanah terhadap pesan Asyfal Andre harus ingat pesan Asyfal. Dirinya di percaya Asyfal ntuk memata-matai keadaan Ainun. Sepahit apapun harus ia katakan pada Asyfal)


"Sebenarnya apa ndre?? Gimana kabar Ainun?"


Karna Asyfal tidak sabar menunggu balasan dari Andre.


Karna ia sudah menunggu lima belas menit. Tapi pesan itu belum juga di balas Andre. Asyfal penasaran apa yang akan Andre sampaikan pada dirinya.


"Sebenernya Ainun udah di lamar Sean. Dua minggu yang lalu" Akhirnya pesan Andre sampai juga di ponsel Asyfal.


DEGG!!


Seketika itu wajah Asyfal memerah. Menahan amarah.


Ia dengan kasar mengusap wajahnya. Menjambak rambut gondrongnya ke belakang.


Air matanya menetes. Rasa menyesal menyeruak memenuhi relung hatinya.


Rasa putus asa seakan mengutuknya.


Andai dulu ia menyatakan peraaaan cintanya pada Ainun. Entah di balas Ainun atau tidak .


Ia akan lebih dulu menyatakan cintanya pada Ainun.


Kisah cinta yang sangat ia harapkan seketika itu 'Kandas'


Harapan indah hidup bahagia bersama Ainun pupus sudah.


Pantaskah Pemuda itu menyalahkan Ibunya?!


"Selama janur kuning belum melengkung. Aku akan memperjuangkan cintaku Ainun.


Aku sangat mencintaimu Ainun! Aku berharap kita berjodoh"


Batin Asyfal. Ia menguatkan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2