
Ainun.
Sebelum Gadis itu sampai rumah nya .Segera ia hapus air mata nya. Sebelum Ada yang mengetahui kalau ia menangis.
Ainun adalah gadis yang tertutup. Gadis itu tidak sembarang menumpahkan apa yang ia rasakan pada orang lain. Tak terkecuali Ibu atau pun Ayah nya.
Ainun tidak mau kalau Ayah dan Ibu nya bersedih atas apa yang sedang ia alami.
Termasuk penderitaan nya menjadi tunangan Sean.
Gadis itu cenderung menyembunyikan perasaan nya. Setelah Mengetahui bahwa Ibunya telah menentang tentang perasaan nya pada Asyfal. Ia lebih memilih 'Bungkam'.
Akhirnya Ainun sudah sampai rumah. Melihat ibu nya sedang tidak Ada di dalam rumah. Ia segera pergi ke dapur untuk menaruh semua belanjaan nya.
Tapi Sebelum Ainun memasak. Ia lebih dulu ke kamar mandi untuk mencuci muka nya yang berantakan karna habis menangis. Agar jejak air mata nya tidak terlihat.
Kemudian ia memasak. Tanpa sadar ia melamun. Gadis itu memikirkan kejadian bersama Asyfal tadi di pasar.
"Ainun kamu sudah pulang nak? " Sapa Ibu nya. Yang entah kapan sudah Ada di dapur.
Ainun tidak mendengar panggilan Ibunya karna ia sedang melamun.
"Ainun kamu nggak dengar Ibu Ngomong?" Tanya Ibu nya sembari menepuk bahu anak gadis nya.
Ainun terpekik kaget pundak nya di tepuk . Segera ia menoleh siapa yang menepuk pundak nya. Ternyata Ibu nya sudah Ada di belakang nya.
"Eh, Ibu sudah pulang?" Tanya Ainun.
"Loh Ibu dari tadi ngomong, memang kamu gak dengar nak"? Tanya Ibu Ainun.
"Ainun nggak denger Bu?" Kata Ainun Polos.
"Kamu sedang mikirin apa Ainun? kok sampe ngelamun gitu?" Tanya Ibu Ainun penasaran.
"Nggak papa kok bu" Jawab Ainun. Gadis itu telah membohongi Ibunya tentang keadaan buruk yang telah menimpanya.
"Oh yasudah kalau kamu Ada apa-apa kamu bilang ya sama Ibu nak" Pinta Ibu Ainun.
"Iya bu" Jawab Ainun.
Kemudian Ainun melanjutkan kegiatan memasak nya.
-----------
Asyfal.
Setelah setengah jam Asyfal berjalan kaki menyusuri jalan terjal berliku .
Akhirnya ia sudah sampai depan rumah nya.
"Assalamu'alaikum " Sapa Asyfal sembari mengetuk pintu rumah yang tertutup.
"Wa'alaikumsalam" Jawab seorang pembantu dari balik pintu rumah Asyfal.
Pintu telah di buka.
"Ya Allah apa ini beneran Den Asyfal?" Tanya Bi Iroh penasaran. "Iya Bi ini Asyfal" Jawab Asyfal dengan nada Cool nya.
"Ya Allah Den Asyfal sudah Pulang?" Kata Bi iroh menyambut kedatangan tuan muda nya.
Kemudian Bi Iroh memanggil tuan besar Dan nyonya besar.
"Tuan nyonya, Den Asyfal sudah pulang" Teriak bi iroh girang.
Bi iroh senang Tuan Muda nya pulang. Ia juga merindukan nya. Karna Asyfal adalah sosok yang baik dan tidak sombong.
"Ya Allah Den, Aden tambah ganteng, Masya Allah " Puji Bi Iroh dengan wajah girang nya.
"Hehe Bibi bisa aja. Enggak kok bik" Jawab Asyfal dengan senyum manis nya.
Panggilan Bi Iroh akhir nya membuahkan hasil. Dengan berlari kecil Tuan besar dan Nyonya besar datang menghampiri Anak semata wayang nya. Jelas mereka kaget, kenapa Asyfal tiba-tiba pulang tanpa ia memberitahu kedua orang tua nya.
"Abi Umi" Sapa Asyfal, terlihat jelas raut wajah sendu menahan rindu di wajah tampan Asyfal.
__ADS_1
Kemudian Asyfal mencium punggung tangan Abi dan Umi nya secara bergantian.
Segera Umi Asyfal memegang pipi Anak kesayangannya.
"Ya Allah Asyfal Umi kangen sama kamu nak. Masya Allah Kamu kok tambah ganteng nak? " Kata wanita yang telah melahirkan nya dengan wajah girang.
Kemudian Wanita ber gamis panjang itu memeluk anak lelaki tampan di hadapannya.
Terdengar suara tangis perempuan. Dan air mata yang mengalir. Pelukan itu erat. Dan Asyfal pun membalas pelukan erat wanita yang sangat ia rindukan.
"Asyfal juga rindu sama Abi sama Umi" Kata Asyfal yang di iringi dengan air mata.
Pelukan itu sangat lama. Setelah lama ber pelukan akhirnya pelukan itu pun di lepaskan.
Kini pelukan itu berganti pada Lelaki setengah abad yang berada di depan nya.
"Abi, Asyfal kangen sama Abi" Ucap
Asyfal yang masih dengan air mata yang mengalir.
Pelukan itu semakin di erat kan oleh Ayah Asyfal. Pelukan itu bahkan lebih lama lagi dari pada pelukan pertama dari Umi nya.
Setelah lama ber pelukan. Akirnya pelukan itu di lepas.
"Loh, kamu kok pulang gak bilang sama Abi sama Umi Nak, kan bisa Abi suruh pak sopir buat jemput kamu Nak" Tanya Abi pada Asyfal.
"Asyfal mau pulang aja Bi, Asyfal kangen sama Abi sama Umi. Lagian kalau Asyfal bilang kan nama nya bukan kejutan" Kata Asyfal berbohong.
"Oh, jadi kamu mau kasih Abi sama Umi mu kejutan ya? " Kata Umi sembari menampakkan senyum girang nya .
"Kamu keliatan nya cape banget nak, kaya habis jalan jauh" Selidik ayah Asyfal.
"I iya tadi.. " Jawab Asyfal tertahan. Belum sempai ia lanjutkan bicara nya. Umi sudah memotong pembicaraan Asyfal.
"Sudah Abi jangan tanya-tanya terus kasian Asyfal, perjalanan Asyfal itu dari Jakarta. Wajar kan kalau memang anak kita cape. Sudah nak kamu istirahat gih sana. Kamu pasti cape banget" Suruh Ibu Asyfal.
"Kayak nya Ada yang kamu sembunyiin nak dari kami" Batin Ayah Asyfal.
"Iya, Asyfal cape Bi, Mi, kalau gitu Asyfal istirahat ke kamar dulu ya" Pamit Asyfal sembari melangkahkan kaki nya meninggalkan Kedua Orang Tua nya yang masih di depan pintu.
Kemudian Ia membuka pintu kamar yang telah ia kosong kan selama dua tahun itu .
Ia segera nerebahkan diri yang lelah. Sembari memikirkan kejadian setengah jam yang lalu.
Pikiran Asyfal semakin berkecamuk.
Tanpa sadar ia tertidur saking lelah nya.
Jam Lima ia bangun dari tidur nya. Ia seperti enggan bangun.
Segera ia mandi dan sholat Asar yang telah tertinggal dari waktu yang sudah di tetapkan.
Ia kepikiran untuk menemui sahabat nya Andre. Ia rindu dengan sahabat nya dan juga ingin mengungkap kan sedikit rasa gundah di hatinya.
"Umi, Asyfal mau ke rumah Andre dulu ya" Pamit Asyfal.
"Eh Asyfal tapi... " Ucap Ibu Asyfal .
Ia pergi ke rumah Andre tanpa menunggu persetujuan dari Umi nya.
Setelah Dua Jam pergi. Akhirnya Asyfal Pulang.
Pemuda tampan itu tengah merebahkan diri di spring bed empuk nya.
Tok Tok Tok
Suara pintu kamar Asyfal di ketuk oleh Ayah nya.
"Asyfal, boleh Abi masuk? " Tanya Abi.
"Iya Abi, buka aja pintunya. Nggak Asyfal kunci kok" Ucap Asyfal .Ia segera bangun dari rebahan dan duduk di pinggir kasur nya.
Segera Abi masuk ke dalam kamar anak lelaki nya. Lalu mengunci kamar dari dalam.
__ADS_1
"Nak, Abi mau bicara sama kamu" Kata Abi .Beliau segera duduk di sisi anak nya.
"Mau bicara apa Bi? " Tanya Asyfal
Tapi kenapa tiba-tiba Ia merasa sedikit gelisah dengan apa yang akan di bicarakan oleh ayah nya.
"Kamu kenapa mendadak pulang nak?" Selidik Ayah Asyfal.
"Asyfal hanya merindukan Abi sama Umi. Itu saja Bi" Terang Asyfal.
Ayah nya tidak bisa sepenuh nya percaya dengan Jawaban Asyfal.
"Kamu tau Ainun? " Tanya Abi Asyfal to the point.
Ketika mendengar nama 'Ainun' di sebut. Tingkah laku Asyfal sedikit berubah. Asyfal terlihat salah tingkah. Ia tidak bisa mengendalikan diri nya sendiri.
"Ma mak sud Abi Apa? asy fal em anu itu" Jawab Asyfal gugup.
Ternyata Ayah nya mampu membaca gerak gerik Anak nya.
"Iya Ainun? " Selidik Abi Asyfal. Kini suaranya sangat dalam.
Asyfal kaget. Ia tidak mengira Ayah nya akan bertanya tentang Ainun.
"Kenapa Ainun Bi" Tanya Asyfal pura-pura tidak tahu. sambil memutar kepala agar tidak menatap wajah Abi nya.
Abi nya yang merasa putra nya berbohong.
"Kamu masih mencintai Ainun?" Tanya Abi dengan suara bass nya.
"Kan Ainun sudah di Lamar Bi" Jawab Asyfal pasrah.
"Katanya tadi tidak tau pas Abi tanya soal Ainun?" tanya Abi dengan nada menggoda.
"Iya eh anu bi em" Jawab Asyfal gugup.
"Abi tau kamu masih mencintai Ainun" Kata Abi.
Asyfal hanya terdiam Ia tidak bisa lagi membohongi perasaan dan juga Abi nya.
"Abi sudah tau Asyfal" Jawab Abi datar.
"Jadi. .." Tanya Asyfal
"Semoga kamu ber jodoh dengan Ainun" Kata Abi.
"Amin Ya Allah" Batin Asyfal.
Asyfal tidak bisa berkutik. Ia bingung mau bicara apa lagi.
"Kalau begitu Abi keluar dulu. Kamu lanjutkan ber istirahat" Kata Abi sembari bangkit dari duduk nya.
"Abi, tolong Asyfal bi" Pinta Asyfal pada Abi dengan raut wajah mengiba. Berharap Ayah nya mau membantu.
"Abi hanya bisa mendoakan mu. Jangan sampai Umi mu tau soal ini" Jawab Abi datar.
"Baik Abi, Trima kasih" Ucap Asyfal. Nadanya terdengar keputus asa an.
"Abi, tinggal dulu ya nak" Pamit Abi sembari melanjutkan langkahnya keluar dari kamar Asyfal.
Dan menutup pintu kamar Asyfal.
Kemudian Asyfal melanjutkan rebahan. Ia sangat frustasi mengingat kejadian ttadi siang di pasar. Kejadian itu terus berputar-putar di kepala nya.
-----
Begitu juga Ainun. Ia sangat tersiksa. Dan semakin tersiksa mengingat kejadian tadi siang.
"Ya Allah, mengapa cinta ini sangat menyakitkan?" Batin Ainun.
Tak terasa air mata nya berjatuhan. Ia menangis sepanjang malam hingga tertidur.
"Ainun dan Asyfal setiap waktu saling mendoakan satu sama lain "
__ADS_1