
POV ASYFAL
Asyfal adalah pemuda yang baik.
Semarah apapun ia tetap akan bertindak baik dan wajar.
Sekalipun misalnya Ainun tidak mencintainya ia akan tetap menerima keputusan Ainun.
Asalkan ainun bahagia. Ia bukan pria yang Egois. Apalagi memaksakan kehendak Ainun. Asyfal bahkan pemuda yang lembut.
Berbeda dengan Sean. Tunangan Ainun. Ia akan melakukan berbagai cara agar keinginannya terwujud. Ia sampai nekat melamar Ainun di usia mudanya.
Sean tak peduli walaupun Ainun merasa tertekan akibat pertunangan yang cenderung ia paksakan tanpa menunggu persetujuan Ainun.
Yang ter penting baginya adalah kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Walaupun ia harus mengorbankan perasaan Ainun.
Sean sebenarnya pemuda yang egois. Tapi Orang Tua Ainun melihatnya sebagai pemuda yang baik. Karna Syarif sangat pandai menyembunyikan ke Egoisannya.
Drt.. drt.. drt.. drt
Ponsel Asyfal berbunyi lagi.
"Fal.. Selama janur kuning belum melengkung kamu masih bisa memperjuangkan cintamu pada Ainun. Dan aku lihat Ainun tidak bahagia dengan Sean. Kamu juga tahu kan Sean itu orangnya seperti Apa? Aku harap kamu bisa secepatnya mengungkapkan perasaan cintamu pada Ainun. "
Isi pesan Andre pada Asyfal
Ada rasa bahagia menyelinap masuk ke dalam hatinya. Membaca pesan 'Ainun tidak bahagia dengan Sean'.
"Iya Ndre trima kasih kamu telah membantuku"
Balas Asyfal pada Andre.
"Iya Fal sama sama . Aku mendukungmu. Semoga Ainun berjodoh dengan kamu"
Balas Andre.
"Amin Ndree. Sekali lagi trima kasih ya? " Balas Asyfal.
"Iya iya biasa aja kali. Kita tuh sahabat dari orok. Dan kamu juga dulu bantu aku banyak banget"
Balas Andre.
"Ya, Andre benar. Aku harus pulang. Menemui Ainun. Ainun harus tau kalau aku mencintainya. Setelah itu aku akan menerima keputusan Ainun" Batin Asyfal
Apakah yang di lakukan Asyfal itu benar atau salah? Jika Asyfal menyatakan cintanya pada Ainun dan Ainun menerimanya dan lebih memilih bersama Asyfal. Apa itu termasuk merebut calon istri orang lain? Entahlah, hanya Allah SWT yang tahu.
Ceklek
Pintu Asyfal terbuka.
Sista masuk kekamar Asyfal tanpa mengetuk pintu kamar Asyfal.
Sungguh gadis yang tidak sopan.
Slalu saja begitu kebiasaan Sista kalau masuk ke kamar Asyfal.
"Mas Asyfal, Sista bawain makan siang buat mas Asyfal" Suara lembut Sista. Yang memang di buat lembut olehnya.
__ADS_1
Sebenernya Asyfal tidak menyukai Sista yang terlalu menunjukkan rasa suka pada dirinya. Asyfal terlalu risih terhadap Sodara sepupunya ini.
Melihat Asyfal duduk di pojokan kamar dan terlihat kacau. Sista segera meletakkan makan siang di nakas samping tempat tidur Asyfal. Segera ia hampiri Asyfal dengan setengah berlari
"Mas kamu kenapa?" Tanya sista. Ada rasa khawatir di wajah Gadis itu. Segera tangannya menyentuh dagu lelaki tampan yang ia sukai itu. Dan wajah tampan Asyfal menatap wajah sista. Sungguh tidak etis.
Dimana harga dirimu sebagai seorang Gadis Sista?
Apa cinta membuat urat malumu telah putus?
Melihat perlakuan Sista , Asyfal sungguh risih. Sista yang dengan tak tahu malunya menyentuh dagu nya.
"Eh, maaf" Ucap Asyfal. Sambil menjauhkan wajahnya dari wajah Sista.
Segera Pemuda tampan itu beranjak dan meninggalkan sista yang masih berjongkok di tempat tadi. Dan beralih duduk di atas kasurnya.
Melihat perlakuan Asyfal padanya. Yang cenderung menghindarinya.
Sista tersenyum kecut. Ia sangat benci dengan penolakan Asyfal yang di tunjukkan secara terang-terangan.
"I iya.. kamu kenapa mas"
Pekik sista yang tertahan serta gugup menahan amarah.
Asyfal sangat tidak suka privasinya di ganggu orang lain.
"Nggak papa.. kamu bisa tolong keluar sebentar. Maaf Aku mau sendiri dulu" Ucap Asyfal sopan tanpa menyinggung perasaan Sista. Walaupun secara halus Tetap saja itu mengusir.
Tapi ucapan Asyfal tetap menyinggung perasaan Sista.
Tanpa menjawab ucapan Asyfal. Gadis itu segera beranjak meninggalkan Asyfal. Dengan muka cemberut hampir menangis.
Ia akan melakukan berbagai cara agar apa yang ia inginkan dapat terwujud. Termasuk mendapatkan cintanya Asyfal. Egois sama seperti Sean.
DYARR
Pintu ditutup Sista sekencang-kencangnya. Gadis salah asuhan yang di didik kurang kesopanan oleh Ibunya.
"Ya Allah ada saja gadis seperti itu. Semoga aku tidak mendapat istri seperti itu kelak" Batin Asyfal.
Melihat Sista sudah keluar dari kamarnya. Segera Asyfal mengemasi barangnya sedikit karna Mungkin Asyfal pulang ke Desa hanya beberapa hari karna ia harus kembali ke sini untuk kuliah. Jadi ia tidak akan berlama-lama di desanya.
---------
POV SISTA DAN MAMAH SISTA
DYARR
Ibu sista mendengar suara pintu di tutup dengan keras. Ia segera menghampiri suara itu.
Ia melihat Anak gadis semata wayangnya keluar dari kamar Asyfal setelah membanting keras pintu kamar Asyfal.
Ia melihat anak Gadis nya menangis.
"Kamu kenapa sayang"
Ucap Ibu Sista pada anak gadisnya.
__ADS_1
Melihat Ibunya ada di depannya. Sista segera berlari menghampiri ibunya. Gadis itu menangis di pelukan Ibunya.
Segera Wanita setengah baya itu menuntun anak gadisnya masuk ke kamar anak gadisnya untuk menceritakan apa yang membuatnya menangis.
"Sini nak duduk, kamu kenapa menangis? cerita sama mamah nak" Ucap ibu sista sambil mengelus punggung anaknya.
Gadis itu masih saja terisak di pelukan ibunya.
Sista Gadis yang sangat di manjakan ibunya.
Semua permintaan sista slalu saja ia turuti. Lambat laun itu akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri dan juga kedua orang tuanya.
Lihat saja sista bersikeras mendapatkan Asyfal. Padahal Asyfal secara terang-terangan menolak sista.
"Mah.. Aku cinta sama mas Asyfal. Aku harus mendapatkan cinta mas Asyfal. Aku harus menikah sama mas Asyfal. Aku hanya mau sama Mas Asyfal titik! " Suara sista dengan nada yang tinggi. Dan tentunya dengan rengekan manja. Walaupun ia berbicara dengan Ibunya.
"Iya sayang. Ibu akan membantu sista mendapatkan Asyfal Sayang" Ucap ibu sista.
Padahal itu adalah keputusan seorang ibu yang sangat salah.
Tidak semua permintaan anak gadisnya harus di turuti.
Di luar kamar Sista Bapaknya yang secara tidak sengaja lewat depan kamar sista mendengar percakapan antara Anak dan istrinya.
"Mah, apa yang mamah katakan pada sista. Itu tidak baik mah. Asyfal adalah sodara sepupu sista mah! " Sela Ayah Sista di tengah-tengah pembicaraan keduanya.
"Sudahlah, Ayah tidak usah ikut campur. Ini demi kebahagiaan anak kita yah. Lebih baik Ayah diam saja" Ucap Ibu sista yang tanpa sadar atau tidak telah membentak Suaminya itu.
"Udah ayah bilang dari dulu. Jangan terlalu memanjakan Anak kita mah. Mamah sudah salah jalan"
Ucap ayah sista masih dengan suara halusnya.
Ibu sista naik pitam mendengar suaminya karna menyalahkan dirinya.
Yang padahal memang ia telah salah jalan mendidik anak gadis semata wayangnya itu.
Segera ia beranjak dan mendorong suaminya untuk keluar dari kamar tempat mereka berdebat.
"Lebih baik Ayah keluar saja. Dari pada bikin ribut disini" Usir ibu sista.
"Tapi mah... " ucap Ayah sista.
"Sudahlah yah" bentak ibu sista.
Setelah berhasil mengusir Suaminya keluar. Wanita itu melanjutkan pembicaraan dengan anak gadisnya.
DYARR
Pintu di tutup kencang oleh istrinya.
Sungguh tidak sopan. Anak sama ibunya sama saja. Sama-sama kasar.
Ayah sista menghela nafasnya.
Mencoba Sabar atas ujian yang telah menimpanya lewat anak dan istrinya.
"Ya Allah ampuni hamba Mu ini. Hamba belum bisa mendidik anak dan istri hamba dengan benar. Semoga mereka segera sadar atas perilaku salah yang telah mereka perbuat". Doa seorang Ayah sekaligus suami yang teraniaya.
__ADS_1
Segera Lelaki yang berusia setengah abad itu meninggalkan kamar anak gadisnya yang telah ia gunakan untuk berdebat dengan istrinya.