Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
Sepucuk surat


__ADS_3

Hari ini Asyfal dan Ainun tidak sengaja bertemu di jalan. Atau mungkin itu sebuah kebetulan?


Atau kah Asyfal yang diam-diam mengikuti Ainun. Entahlah.


Ah sudahlah, abaikan saja dulu bagaimana mereka bisa bertemu di jalan. Itu tidak penting untuk di bahas.


Sekarang yang ter penting adalah bagaimana caranya agar Asyfal harus bisa memberikan 'Surat Cinta' itu pada Ainun.


Seperti dulu. Mereka slalu berpandangan muka dulu. Setelah itu saling menunduk menutupi rasa 'Malu' yang hinggap.


Seperti sebuah ritual wajib yang harus mereka laksanakan. Tapi malah akan menambah daftar Dosa 'Zina Mata' di catatan amal mereka.


"Nun" Panggil Asyfal setelah Ainun berjalan jauh darinya. Panggilan yang sedikit terdengar bodoh.


Mungkin Asyfal gugup sehingga Ia Nerves ketika memanggil Ainun.


DEGG!!


Jantung Gadis itu hampir melompat dari tempatnya.


Setelah suara pangeran tampan itu memanggil namanya.


"Ya Allah Asyfal memanggilku lagi" Batin Ainun.


"Iya" Jawab Ainun tanpa menoleh pada suara indah yang memanggilnya.


Kali ini Ainun tidak lari ketika bertemu Asyfal. Tidak seperti waktu ketemu pertama Kali di pasar.


Kali ini Asyfal menyingkirkan harga diri nya sebagai Lelaki. Oh bukan begitu!


Memang itu yang harus di lakukan seorang Lelaki jika ia mencintai seorang gadis dan sedang memperjuangkan cinta nya.


"Ainun, terimalah Surat ini" ucapnya setelah berdehem beberapa kali untuk sekedar menghilangkan gerogi. Sembari memberikan surat pada gadis pujaan hatinya. Tangan nya terlihat bergetar saat memberikan sepucuk surat pada Ainun.


"Surat untuk apa ini kak?" Tanya Ainun yang tak kalah bergetar tangannya menerima surat dari pangeran tampan di hadapannya.


"Kamu bisa membacanya setelah kamu berada di rumah" Pinta Asyfal kepada bidadari di hadapannya.


"Baiklah.. Trima kasih kak" Ucap Ainun Lembut. Selembut sutra. Menyejukkan hati siapa pun yang mendengarnya.


"Iya Ainun sama-sama. Kalau begitu aku pergi dulu. Assalamu'alaikum" Pamit Asyfal. Ia berlari meninggalkan Ainun yang masih termangu melihat sepucuk surat yang di berikan Asyfal. Sembari memegang dadanya yang jantungnya bergetar tak karuan.


Ainun tak bergeming sama sekali. Gadis itu memegangi dadanya yang sesak di tambah jantungnya yang berdetak begitu kencang.

__ADS_1


Setelah dialog singkat namun membuat bahagia dan sangat membekas di hati Gadis itu.


"Wa'alaikumsalam" Ucap Gadis itu lirih.


Ainun berjalan meninggalkan tempat indah yang telah ia gunakan untuk serah terima Surat dari Asyfa untuk Ainun.


Akhir nya Gadis itu sampai juga di rumah nya.


Setelah menginjakkan kaki di lantai rumah yang beralaskan 'tekel' itu.


Ainun segera masuk ke kamar. Untuk membuka sepucuk surat dari pangeran itu.


"Wangi" Iirih Ainun setelah mencium surat dari Asyfal.


Gadis itu mencium surat sembari membayangkan ia tengah mencium Asyfal. Oh tidak! Hayalan macam apa ini?


Ia tak mau menerka-nerka. Segera ia buka surat wangi itu. Dengan jantung yang berdebar.


Perlahan ia membuka Surat yang terbungkus amplop pink itu.


"AINUN, AKU BERHARAP KAMU MAU MENEMUI KU DI BUKIT TEMPAT KITA BERMAIN WAKTU KECIL DULU. AKU AKAN DATANG JAM SEMBILAN PAGI. DATANG ATAU TIDAK NYA DIRIMU. AKU AKAN TETAP MENUNGGU MU!."


Isi Surat Asyfal singkat namun sedikit memaksa.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan? Aku sangat mencintai Asyfal tapi aku sudah di Lamar Sean" Ucap Ainun lirih. Ia terlihat gusar. Raut wajah nya semakin terlihat gelisah.


"Kamu kenapa Ainun? Ada masalah? " Tanya Ibu Ainun yang tiba-tiba sudah Ada di dalam kamar Ainun.


Aduh! mengagetkan saja Ibu Ainun ini.


"Eh I i bu ka ka kapan Ibu ada di kamar Ainun? " Jawab Ainun gugup karna kaget atas kedatangan Ibunya yang mendadak.


"Dari tadi Ibu sudah Ada di sini nak, kamu kenapa akhir-akhir ini sering melamun? "selidik Ibu Ainun.


"Eng anu itu Bu, aku bingung" Jawab Ainun terbata.


"Bingung kenapa nak?" Cecar Ibu Ainun.


"Eh, nggak papa Bu" Ucap Ainun. Ia sedikit bisa mengendalikan kegugupan nya.


Hampir saja Ainun kelepasan.


Ternyata Ibu Ainun tidak melihat sepucuk Surat yang Ada di tangan Ainun.

__ADS_1


"Oh, bukan karna Asyfal kan? " Tanya Ibu Ainun mengintimidasi.


"Maksud Ibu? " Tanya Ainun spontan. Ia segera memalingkan muka dari Ibunya.


"Oh iya Ibu baru tau kalau Asyfal sudah pulang" Kata Ibu tiba-tiba.


DEGG!!


Ainun kaget jantungnya berdetak kencang. Perkataan Ibunya tak sesuai ekpektasinya. Ia bingung harus menjawab apa.


Ainun sama sekali belum mempersiapkan diri agar tidak kaget atau salah tingkah dengan perkataan Ibunya bahwa Asyfal telah pulang.


Ia kaget dan bingung apalagi ia baru saja mendapatkan 'Surat Cinta' dari Asyfal.


Ia tidak mungkin mengatakan bahwa ia sudah tau tentang kepulangan Asyfal. Bahkan ia sudah bertemu dengan Asyfal dan juga sudah mengatakan bahwa ia merindukan nya.


"Oh, Ibu kira kamu sudah tau kalau Asyfal sudah pulang" Jawab Ibu Ainun.


"Tidak Bu, Ainun tidak tau" Jawab Ainun berbohong.


Setelah itu kedua nya terdiam membisu tanpa ada yang mengeluarkan sepatah kata pun.


"Ma'afkan Ainun Ibu. Ainun terpaksa berbohong" Batin Ainun merasa bersalah.


"Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dari Ibu nak. Dari kemarin sepertinya fikiran mu slalu tidak fokus. Ibu akan cari tau segera. Apa kamu masih mencintai Asyfal" Batin Ibu menerka-nerka.


"Oh iya Bu Ainun lupa kalau Ainun belum masak nasi" Ucap Ainun tiba-tiba guna melenyapkan keheningan dan mengakhiri percakapan tentang Asyfal.


"Eh iya Nun iya sana gih kamu masak ntar keburu malem" ucap Ibu Ainun yang kaget karna ucapan Anak nya yang tiba-tiba saat dia sedang memikirkan sesuatu.


"Iya Bu, Ainun keluar dulu ya Bu''


Ucap Ainun kemudian ia pergi keluar dari kamar nya dengan tergesa. Agar segera terhindar dari pertanyaan yang sangat mengganggu pikirannya.


Ibu Ainun masih berada di kamar Ainun. Beliau masih memikirkan tentang Asyfal dan Ainun yang saling mencintai sejak kecil. Entah bagaimana kelak kisah cinta mereka. Beliau sangat berharap kisah indah berpihak pada Ainun dan Asyfal.


"Ainun, maafkan Ibu nak. Bukan Ibu tidak mau merestui hubungan mu dengan Asyfal. Tapi Ibu takut nak .Ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu Ainun. Ibu sayang kamu Ainun sangat menyayangi mu" Batin Ibu Ainun.


Sebenarnya dalam lubuk hati Ibu Ainun yang paling dalam. Ia sangat berharap Asyfal lah yang menjadi suami Ainun kelak. Beliau sebenarrnya merasa sedikit tidak menyukai Sean. Tapi bagaimana lagi ia menerima lamaran Sean supaya Ainun tidak berhubungan lagi dengan Asyfal.


"Maafkan Ibu Ainun" Ucap Ibu Ainun lagi.


Kemudian Beliau keluar dari kamar Ainun. Tak lama setelah Ainun keluar dari kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2